Suamiku Pria Buta

Suamiku Pria Buta
Dendam terbalaskan.


__ADS_3

kini tangan Andre sudah diborgol didepan, lalu berjalan kearah pak aryo untuk menggaantika Mia.


Sedangkan pak aryo terus saja menjulurkan pisau dileher Mia. sambil meneliti Andre yang datang ke arahnya.


Tak tak tak.. suara tongkat bantu menyentuh lantai. yang dipegang Andre.


"Aku mau kau buang tongkat mu dan suruh polisi menjauh dari sini, kalau tidak dia akan mati!" perintahnya kembali mengancam.


"Baik akan kuturuti permintaanmu!"ujar Andre


lalu membuang tongkat yang di genggamnya, andre juga meminta para petugas polisi menuruti permintaan pak aryo.


Sehingga polisi memutuskan untuk mundur dan memberi jalan untuk pak aryo leluasa.


para polisi saling menatap memberi aba-aba. memperhatikan keselamatan Andre dan juga Mia.


Mia terus beguman meminta andre untuk menjahuinya. sambil menahan sakit karena ujung pisau menggores kulit Mia.


Setelah sampai Andre berjongkok ingin meyentuh mia, Tapi Dengan cepat pak aryo begerak menyandra andre sebagai pengganti mia.


Andre memcoba tenang untuk menghadapi pria psikopat seperti pak aryo. walau pun sebenarnya Andre mulai tidak tahan karena mencium aroma darah dipisau yang tepat dilehernya.


Andre curiga pisau itulah yang sudah di gunakan untuk menikam seorang dokter yang dibicarakan polisi tadi.


"Berdiri" perintah pak aryo tegas terdengar kasar.


Sagera andre bangkit mengikuti kemauan pak aryo. tubuhnya terus ditarik dengan pisau yang hampir menyentuh kulitnya.


ia terus berjalan mundur menodong andre. untuk keluar sambil mengancam petugas polisi agar tidak bertindak macam-macam terhadapnya.


Tiba-tiba Andre menarik lengan pak aryo yang sedang menggenggam senjata tajam. Bahkan Andre sampai membanting tubuh pak aryo ke lantai.


"Berengsek. akan ku buat kau menyusul ibumu!" teriak pak aryo lalu ingin menikam Andre.


Saat mencoba mencelakai Andre. Dengan cepat polisi mengarahkan pistol tepat di tubuh pak aryo.


Dor...Dor.... hanya perdetik dua peluruh panas menembus tubuh pak aryo. seketika pria itu tumbang tak melawan.


Andre haya terdiam. ia masih syok mendengar tembakan dan pak aryo jatuh kelantai tidak bergerak.


Dengan cepat polisi berkerumun memeriksa keadaan. sedangkan Andre masih saja terdiam. ia tidak menyangka dendamnya sudah terbalaskan.


" semuanya sudah berakhir. istrimu juga baik-baik saja." ujar Bayu menepuk pundak Andre. yang entah dari mana datangnya.


"Mas!" panggil Mia berlari memeluk Andre. setelah polisi membuka seluruh ikatan mia.


"Mia, apa kau baik-baik saja!" tanya Andre khawatir. membalas pelukan Mia dengan erat.


"Iya mas, mia baik-baik saja terima kasih."


"Hmm,"Andre hanya bergumam memjawab mia, ia terus saja mencium pucuk kepala Mia yang sejak tadi sudah membuat dia gelisah.


Tuan Wijaya yang sudah diberi kabar segera datang kelokasi. tuan wijaya terus menatap jenazah pria yang membuat istrinya kecelakaan masih tergeletak di lantai dengan selimut rumah sakit yang tadi Mia kenakan.


Entah apa yang kini Tuan Wijaya rasakan. namun hatinya merasa lega melihat Andre bersama Mia tidak terluka,


"Maaf Pak...??" panggil salah satu polisi kepada komandan mereka yang bernama pak Tito.


Ia menegur untuk mewakili yang lain. Para bawahan terlihat kebingungan. Biasanya mereka hanya dapat perintah menebak bagian kaki saja untuk melumpuhkan tersangka.


Namun kejadian ini sangat berbeda. karena pak tito bertindak langsung untuk menembak tersangka hingga meregang nyawa.


"Buat laporan pak aryo tewas ditempat kejadian. Kerena melawan pihak berwajib!" titah pak Tito tegas. sambil melirik Bayu dengan senyum menyeringai.


Bayu hanya mengangguk sambil tesenyum puas. Lalu memberikan dua jepol untuk pak Tito.


"Terimaksih" ujar andre kepada pak Tito.


"Tidak perlu, ini sudah tugasku melindungi masyarakat apa lagi kita ini sahabat!" ujar pak Tito. menepuk bahu Andre sekilas.


Setelan kejadian itu. Tuan Wijaya mengajak Andre dan Mia pulang kerumah setelah melakukan pemeriksaan kesehatan.


Sari yang sedang dirawat disebelah ibunya hanya bisa menangis mendengar kematian ayah yang selama ini sering menganiayanya.


Sedengkan Rangga, dia dibebaskan karena tidak terlibat perampokan. haya saja kena denda, karena sudah menjual perhiasan yang bukan miliknya.


Atas nama ayahnya. Rangga juga meminta maaf sebesar-besarnya kepada keluarga tuan wijaya.


Tidak hanya itu Rangga juga memberanikan diri datang kerumah Fani untuk berkata jujur kepada tuan Deri.

__ADS_1


Di kediaman mereka sudah berkumpul diruang tamu dengan fani yang terlihat panik menatap Rangga.


Sedangkan Tuan Deri dan nyonya Rima. Sudah tidak sabar menunggu penjelasan Rangga.


Satu persatu Rangga memberi tahu tuan Deri dan juga nyonya Rima. kalau Rangga putra pak aryo yang menjadi tersangka perampok istri tuan wijaya.


Rangga juga memberi tahu kalau dia tidak pernah berhubungan biologis terhadap fani, dan bayi yang dikandung fani, bukanlah darah dagingnya.


ia bertunangan dengan Fani karna terpaksa, agar fani tidak membocorkan asal usul orang tua Rangga.


Tuan Deri dan nyonya Rima begitu prustasi mendengar penjelasan Rangga. Lain halnya dengan Rusdi yang masih heran tidak mengerti. Sehingga Rusdi meminta penjelasan. sejelas-jelasnya.


****


Rumah Wijaya.


Di pagi hari. seperti biasa Mia mengurus keperluan Andre setelah mandi.


"Sini mas, Mia keringkan dulu rambutnya!" pinta Mia membawa Andre yang masih telanjang dada. Dengan handuk melilit dipinggang Andre. Lalu duduk ditepi ranjang.


Mia langung mengusap lembut kepala Andre menggunakan handuk kecil.


"Mia"


"Hmmm"


"Mia!" panggil Andre melingkarkan tangan di pungung Mia, sambil memendamkan kepala didada Mia.


"Geli mas" ujar mia tak nyaman. sambil terus sibuk mengeringkan rambut Andre


"Mia?"


"Hmmm"


"Jawab dong...!" pinta andre menggigit dan menyesap. meninggalkan jejak kemerahan. sontak keluar suara mendayu dimulut mia.


"Ada apa mas?" sahut mia menangkup kedua telapak tangan dipipi Andre. lalu mengangkat wajah Andre agar sejajar dengan wajah mia


"Mau lagi." pinta Andre sambil menjamah punggung mia.


"Cup.." Mia mendaratkan bibirnya dibibir Andre. membuat pria itu hanya bisa terkekeh.


Lalu membalas ciuman mia. memperdalam dan semakin menuntut permainan.


Setelah puas dan membuat Mia sulit bernafas, Andre semakin turun menyusuri lekuk leher Mia dan semakin turun menjamah dua bukit indah milik Mia.


"Jangan sekarang mas, papah sudah menunggu kita diruang makan!" pinta Mia sambil menahan tangan andre yang ingin menyentuh organ intim milik mia.


"sebentar saja"


"Tapi mas, semalam kan sudah berkali-kali." jelas Mia mengingatkan.


"Itukan semalam, sekarang pengen lagi!" sahut Andre berbisik tanpa dosa. menujukan sederet gigi putihnya.


Tiba-tiba Mia jadi tegang sambil menelan salivah dengan kasar. mendengar perkataan suaminya.


"Kita sarapan dulu yak, kasihan papah sudah nunggu!" bujuk Mia sambil mencium bibir andre. ia tidak enak dengan papah mertuanya karena merasa tidak sopan terhadap orang tua.


"Sebentar saja, Mas sudah tidak tahan" pinta Andre tak mau kalah membujuk Mia. Andre kembali menelusuri leher mia. sambil menurunkan CD yang mia kenakan. Lalu jari Andre mulai menyentuh milik mia.


"Massss...'' seloroh Mia mulai mendayu.


Tok....tok....tok.... suara pintu diketuk mengejutkan pasangan halah yany mau mulai. Membuat andre berdecak kesal lalu menghentikan aktivitasnya.


"Siapa?" tanya andre tegas


"Saya tuan muda." sahut pelayan.


"Ada apa?"


" Nona Mia ditunggu tuan besar diruang makan !" ujar pelayan memberitahu.


"Beri tahu papah, Mia sedang sibuk mengurus keperluan ku!" tukas Andre berpesan.


"Baik tuan saya akan sampainkan!" jawab pelayan lalu pergi terburu-buru,


"Mas, sebentar saja, papah mau bicara !" pinta mia sambil medorong suami dengan pelan.


"cihkk, ganggu saja!" keluh Andre dan bangkit dari posisinya. Mia pun bangun lalu merapihkan pakaian,

__ADS_1


Sebelum Mia pergi meninggalkan andre. Mia mengambilkan satu set pakaian dulu untuk andre.


"Ini mas bajunya, Mia ketempat papah dulu." jelas mia sambil mencium pipi Andre sekilas.


Mia segera turun menemui papah mertuanya. setelah sampai. Mia melihat tuan wijaya sedang duduk bersama sekretaris pribadi tuan wijaya. Dia adalah Ayulestari,


seorang wanita cantik bak model dengan buah dada super wah yang selalu membuat Mia kagum.


"Pagi pah," sapa Mia lalu mencium punggung tangan tuan wijaya.


"Pagi, duduklah sarapan dulu" titah tuan Wijaya.


"Nanti saja bareng mas Andre pah."


"Kenapa Andre tidak kesini?" ujarnya pelan namun tetap berwibawa.


"Masih dikamar mandi pah!" jawab Mia beralasan. karena tidak mungkin Mia bilang kalau Andre sedang minta jatah.


"Tolong kau urus semua gaji kariawan dan juga pelayan yang ada disini, pak Heru sedang sakit. untuk sementara dia tidak bisa mengurus urusan rumah, jadi kau yang urus sekarang." ujar tuan wijaya memerintah.


"Baik pah Mia mengerti?"


" Baiklah itu saja, Kau boleh kembali mengurus Andre!"


"iya pah, kalau begitu Mia kekamar dulu." seloroh mia pergi meninggalkan tuan wijaya. setelah mia pergi hanya ada tuan Wijaya bersama sekretaris Ayulestari.


"Bos mau sarapan yang mana?" ujar Ayu bertanya sambil meperhatikan beberapa menu dimeja.


"Lihat mu saja sudah kenyang!" sahut tuan Wijaya melirik buah dada Ayu, yang mengembul keluar,


"Lihat saya?" tanya ayu bingung.


"Ia, apa gaji yang aku berikan masih kurang?" tanya tuan wijaya penasaran.


"Tidak Bos, gaji yang saya terima sudah lebih dari cukup!" jelasnya singkat dan padat.


"Lalu kenapa pakaian mu kurang bahan begini?" seloroh tuan wijaya sambil memasukan gagang sendok di tengah belahan dada ayu.


"sengaja, kali saja Bos khilaf!" jawab ayu menohok dengan cengiran kuda.


Tuan wijaya hanya bisa menepuk jidat. Lalu membuang nafas dengan kasar.


"Bos !"panggil Ayu.


"Hmmm"


"Bossss...! boleh minta izin tidak?" tanya ayu sambil mengambil sendok yang brdiri tegak didadanya.


"Izin..?" lirik tuan Wijaya heran, wanita itu mengangguk dengan semangat.


"Boleh tidak" Ayu kembali bertanya.


"Hmmm, jawab tuan wijaya bergumam mengizinkan. sambil meraih cangkir kopi dan menyeruputnya hangat-hangat.


"Jadi boleh, kalau saya mau perkosa si Bos?" izin Ayu lagi-lagi menohok.


"Uhuk uhuk uhuk..!!!" sontak tuan wijaya tersedak. lalu menatap tajam Ayu sekretarisnya.


Ayu hanya bisa diam cemberut lalu melipat tangan didada


******


Mia yang sudah kembali segera menutup pintu. lalu menoleh tempat tidur.


"Mass"


"Hemmm"


"Mas andre"


"Hmmm...!!"


"Jangan cuma Hmmm, bisa gak pake celananya dulu!" pinta Mia denga wajah merah padam. melihat suaminya terlentang tampa busana.


"Mas gak mau pake celana, soalnya mas mau nerusain yang tadi tertunda..!!!" sahut andre santai.


Mata Mia membulat sempurna. sambil mengelus dada. Lalu merangkak naik ketubuh Andre suaminya.


bersambung......

__ADS_1


Tinggalkan jejak setelah membaca yak....


__ADS_2