
Sherly!" tegur Mia dengan heran.
Entah kenapa di mata Mia. Sherly seperti sengaja mengganggu mereka kedua.
" Sherly? sejak kapan dia berada di ruangan paribadi ku, kenapa aku tidak mendengarnya?" gumam Andre dalam hati.
"Hai Mia!" sapa sherly. Yang hanya di balas dengan senyuman oleh Mia. tapi tidak dengan Andre yang merasa terganggu atas kedatangan sherly yang tiba-tiba.
"Sedang apa kau di sini?" tegur Andre menginterogasi sambil memasukkan tangan di saku celana.
"Ahk Maat mengganggu. Sebenarnya aku sedang mencari kalian berdua. tapi karena jalanku tidak hati-hati, malah membentur pas bunga yang ada di meja, aku sungguh- sungguh tidak sengaja." sahut sherly dengan nada menyesal dan terdengar sedih di telinga Andre.
"Untuk apa Mencari aku dan Mia?" tanya andre dengan cepat.
"Aku hanya ingin memberi tahu istrimu, kalau hari ini om wijaya memberikan libur untuk istrimu." jelas Sherly ramah. menyampaikan yang tadi pagi saat bayu meminta izin tuan wijaya untuk Mia.
"Terima kasih sudah memberi tahu!" jawab Mia ramah.
"iya sama-sama Mia." sahutnya. sambil mencari akal agar bisa Bergabung dengan andre dan Mia.
"apa ada lagi ?" tanya andre kepada sherly.
"hanya itu saja mas!" jawab sherly
"kalau begitu kau boleh keluar, dan satu lagi ketuk pintu dulu kalau ingin ke ruanganku." tegur andre kembali mengingatkan.
Mengingatkan sherly. untuk tidak sembarangan masuk ke ruang baca millik pribadinya.
"Yak ampun mas ini, sampai segitunya sama sahabat sendiri." tegur serly
"Memangnya ada yang salah dengan ucapan ku?"
"Iya. Mas kan sudah tahu sifat sherly seperti apa, karena sejak kecil kita sering bersama!" celetuk sherly mencoba. mengingatkan dan juga sedikit penekanan diakhir kata.
"Itu dulu sherly, dan satu hal lagi aku sudah jujur dengan Mia, kalau aku dan kamu tidak ada hubungan apa-apa. karena yang kemarin itu hanya pura-pura!" ujar Andre menjelaskan sherly dan Mia.
****
di sisi lain.
__ADS_1
Bayu yang sedang mengawasi para pekerja bangunan di sebuah panti asuhan di daerah cisarua Bogor. untuk merenovasi beberapa kerusakan
Setelah meneliti dan semua berjalan lancar. Bayu segera melihat jam tangan yang melingkar di tangan kirinya.
karena merasakan matahari lurus di atas kepalanya. sebuah senyum mengmbang saat melihat jarum jam yang sudah menandakan jam sebelas siang.
Segera bayu menurunkan titah kebijaksanaan. Yaitu menyuruh istrahat para pekerja bangunan. Untuk makan siang yang sudah di siapkan.
Lalu bayu meminta izin keluar karena ingin melihat-lihat lingkungan sekitar.
Bayu pun melangkah sambil mengambil kunci mobil dalam saku celananya.
Dan menekan tombol remot mobil ke arah sebuah mobil berwarna hitam yang kini sudah didepanya.
Mobil itu pun terus melaju dari pelosok perkampungan yang masih asri dengan pepohon dan persawahan di sepanjang jalan.
Udara sejuk dengan pemandangan indah memanjakan mata. Karena pedesaan itu memang jauh dari keramaian kota.
Mobil itu terus melaju hingga satu kilometer untuk masuk ke jalan raya. Dengan pelan Bayu menyetir memperhatikan deretan ruko-ruko yang menghiasi di pinggir jalan raya.
Tiba-tiba Bayu berhenti di bahu jalan saat melihat sebuah ruko yang menyediakan masakan Padang. Yang tiba-tiba saja membuat perut bayu keroncongan.
Saat masuk kedalam untuk memesan makanan. Mata bayu terus memindai untuk mencari tempat yang nyaman.
Tiba-tiba tatapan Bayu terhenti di sudut ruangan. Bahkan pandangannya kembali dipertegas agar tidak salah mengenali orang.
Ia terus meperhatikan sebuah keluaga di satu meja yang sama. Sedang asik bercanda ria.
Sambil sesekali memasukan makan kedalam mulutnya dan kembali mengoceh di'iringi gelak tawa. Sungguh keluarga itu sedang bahagia.
Dan pemandangan itu membuat Bayu meradang, Dengan gagah bayu melangkah. Mendatangi sebuah keluarga yang sama sekali belum menyadari kedatangannya.
"Sepertinya pak Heru sudah sembuh, Dan punya banyak waktu yak, Bisa makan di rumah makan yang ada disini," seloroh Bayu menyindir pak Heru.
Bayu dan pak Heru memang tinggal di rumah tuan wijaya. yang terletak di Jakarta Barat.
Tapi kini pak Heru yang dikabarkan sakit. Malah asik-asikan berlibur di cisarua Bogor bersama keluarga. Membuat Bayu sudah tidak sabar ingin tahu alasanya.
Sontak Pria itu sangat terkejut dan tidak sengaja menyenggol gelas di pinggir meja.
__ADS_1
Yang membuat benda itu jatuh kelantai dan berserakan. namun suara itu tidak bisa mengalihkan pandangan antara Bayu dan pak Heru. Yang saling menatap sama-sama heran.
"P..Pa..Pak Bayu!" ucap pak Heru sangat gugup. Ingin rasanya pak Heru kabur sejauh mungkin. Untuk menghindari Bayu yang sudah pastikan akan menginterogasi dirinya.
"Bapak kenal dia?" tanya istri pak Heru ingin tahu. Begitu juga dengan ketiga anaknya yang mulai penasaran.
"Iya Bu! 'namanya pak Bayu, beliau ini orang kepercayaan tuan muda Andre, putra tunggal tuan besar Wijaya, jadi beliau bertiga Majikan bapak bu." ujar pak Heru memberi tahu istri dan anak-anaknya.
"Gak nyangka bisa ketemu disini, Kalau begitu saya mengucapkan banyak terimakasih. Atas liburan dan juga cuti suami saya, yang diberikan tuan basar wijaya dua bulan ini." ujar istri pak Heru memberitahu,
"Oya, nanti saya sampaikan, kalau begitu boleh saya bicara sebentar dengan suami ibu?" pinta Bayu tersenyum ramah, Lalu melirik pak Heru yang sudah menunduk.
"iya silakan saja "
" Terimakasih ya bu." sahut Bayu lalu menoleh pak heru.
"Pak Heru bisa temani saya makan sebentar?" sambung bayu pelan tapi tegas. lalu meminta izin kepada anak-anak pak Heru juga.
"Ba...Baik pak!" sahut pak Heru menjadi tegang
"Kalau begitu meja yang sana saja, Apa kalian mau nambah? biar semuanya saya yang bayar."Seloroh bayu.
Menujuk meja yang cukup jauh dari tempat pak heru sekarang berada. lalu dengan ramah menawari anak-anak pak heru untuk menambah pesanan.
Setelah datang pesanan. Bayu segara mulai makan dengan lahap. sambil mendengarkan penjelasan yang sedang pak Heru berikan.
Suapan nasi beserta rendang yang begitu munjung. di tambah dengan benturan sendok dan gigi begitu nyaring terdengar.
Entah Bayu itu lapar. Atau memang menahan kesal. Karena pak Heru sampai takut. Menatap Bayu yang berubah seperti Harimau lapar yang sedang menggerogoti tulang mangsanya.
Dengan tubuh gemetar pak Heru, menceritakan yang sebenarnya. Tentang tuan Wijaya yang tiba-tiba Meberikan Cuti. Dan bonus libur dimana pun yang pak Heru mau.
Asalkan pak Heru cukup bilang kepada semua penghuni rumah wijaya. Kalau dirinya sedang sakit. dan membutuhkan perawatan untuk beberapa bulan.
"Sebaiknya aku Memberi tahu si Bos, tentang apa yang baru saja aku dengar." gumam Bayu dalam hati.
bersambung....
Seperti biasa tinggalkan jejak setelah membaca ya terimakasih...
__ADS_1