
"Pasti bohong?" tuduh bayu menatap Mia penuh curiga.
membuat mia menghela napas dengan berat. sambil mencari alasan.
ingin rasanya Mia bercerita tentang keadaannya yang di ambang kehancuran dalam berumah tangga. namun Bayu bukan lah siapa-siapa Mia.
Sehingga Mia tidak ingin membuka aib keluarga. Yang memang sudah sepantasnya sebagai istri bisa menjaga aib suami dan juga mertua.
"Baiklah Mia mengalah, jadi mas Bayu mau niat membantu? apa hanya sekadar ingin tahu?" tanya Mia sambil meneliti ekspresi Bayu
"Dua-duanya?" sahut bayu tidak sabar.
"Kalau begitu bantu Mia menyelesaikan tugas pak Heru dulu, nanti Mia kasih tahu." sahut mia santai mengulur waktu.
Mata Bayu membulat sempurna mendengar ucapan Mia. Yang pada dasarnya memang tidak ingin bercerita karena Mia bukanlah wanita yang mudah terbuka dengan siapapun juga.
"ihhss kau ini, kalau kau sudah tidak sanggup mengurus masalah mu, cerita lah pada ku, anggap saja aku kakakmu jadi aku akan membantumu!" ujar bayu tulus. seketika senyum Mia mengembang.
Karena perkataan Bayu cukup membawa kekuatan untuk Mia. Dan mencoba kembali bertahan dalam ujian pernikahan.
Bayu segera membantu Mia mengatur data pengeluaran dan barang-barang yang dibutuhkan untuk panti asuhan sehingga lebih cepat selesai.
setelah selesai Mia dan Bayu mengutuskan untuk pulang kerumah karena hari mulai petang.
Jalanan macet yang terus tersendat-sendat Membuat Mia dan Bayu kelelahan di dalam perjalanan.
Sesampainya di rumah ternyata Andre sudah bolak balik menungg Bayu dan Mia dengan rasa tidak sabar.
"Apa saja yang kalian berdua lakukan sampai jam segini baru pulang?" ujar Andre mengintimidasi.
setelah mendengar dua pasang langkah kaki bayu dan mia. Tiba-tiba Andre marah seperti orang tua yang ingin tahu putra Putri nya Keluyuran di tengah malam.
Bayu hanya bisa menahan senyum. melihat Andre cemburu tapi tidak bisa mengekpresikannya. karena sebenarnya Andre tidak ingin menyakiti Mia.
"Macet mas karena jam pulang kerja." sahut Mia seadanya. sambil meraih punggung tangan Andre lalu menciumnya
"Macet atau memang sengaja kalian berdua melakukan ini." singgung Andre belum terima penjelasan Mia.
"Apa! sengaja yang benar saja, pekerjaan kita berdua menguras waktu dan tenaga, sudah bagus bisa mengantar istri Bos pulang, biar si Bos tidak tidur sendirian." celetuk Bayu tidak terima.
Membuat Andre terdiam seribu bahasa. Sedangkan Mia matanya terus saja memindai ruangan. Mencari sosok sherly yang biasa seperti hantu gentayangan.
"Sudah mas jangan marah, ini semua salah Mia karena belum paham, jadi lama kerjanya." bujuk Mia sambil menjelaskan.
Meski sudah di jelaskan. Andre masih saja mendung karena kecewa. membuat mia menghela napas dengan kasar.
Lalu melingkarkan tangan di lengan Andre. Dengan sengaja Mia menggelayuti tubuh suaminya. Sehingga tubuh Andre miring sebelah.
__ADS_1
Lalu mia berjinjit menyamakan tinggi badannya. Sambil membisikan sesuatu ditelinga suaminya.
"Ayoo mas temani Mia mandi!" bisik Mia sensual membuat wajah Andre cerah semringah. seketika Andre melangkah sambil memeluk Mia dengan mesra. meninggalkan Bayu begitu saja.
Sedangkan Bayu masih saja terperangah tidak percaya melihat pasangan halal yang tidak biasa.
Yah begitu lah sosok Mia yang masih labil dan belum dewasa.
Rasa cemburu dan juga tekanan yang di buat tuan Wijaya. kadang kala membuat Mia putus asa. namun dengan cepat Mia kembali bangkit ingin mencoba mempertahankan hubungannya.
***
Di kamar mandi Mia yang sedang berendam bathtub dengan Andre yang sibuk mengeramasi kepala Mia.
"Sayang?" goda Andre.
"Hmmm!" guman Mia.
"Yaannng?"
"Hmmm!"
"jawabbbb..!" tegur andre
"Apa Mas"
"kamu gak mau marah?" tanya Andre menawari Mia.membuat Mia mengedipkan mata karena busah sampoh turun kemata. Dengan pikiran heran apa yang mau di jelaskan Andre sebenarnya.
"Hmmm, Karena Mas sudah bersalah, dan mencoba menggoda Sherly di depan mu sayang," jelas Andre manja. ia juga merasa bersalah karena ingin menguji Mia.
Rasa hangat tiba-tiba memenuhi hati Mia. Saat mendengar Andre berkata jujur dan juga menyesal atas tingkah lakunya.
"Sebenarnya Mia ingin marah Mas, dan menghukum mas Andre tidur diruang tengah selama sebulan." ujar Mia Memberi tahu.
Sontak Andre begitu kaget. Mendengar ucapan Mia. Tubuhnya terasa tegang dan susah menelan saliva yang terasa nyangkut di tenggorokan.
Saat membayangkan kalau benar-benar Mia menghukumnya untuk tidur di ruang tengah.
" Mas minta maaf, sebenarnya Mas dan sherly hanya pura-pura, agar kamu cemburu itu saja tidak lebih, Mas hanya menganggap sherly sahabat, begitu juga sebaliknya dengan sherly." ujar Andre menjelaskan dengan terburu-buru.
Andre takut Mia sungguh-sungguh ingin marah. Apa lagi sampai menghukumnya.
"Apa mas Andre sedang takut?" tanya Mia
"Sangat!' tapi Mas juga kecawa kerena kamu tidak cemburu!" seloroh Andre menjelaskan tentang apa yang dirasakannya.
"Mia tidak marah bukan berarti tidak cemburu!" seloroh Mia
__ADS_1
"Lalu mengapa kamu diam saja?"
"Karena Mia percaya, mas Andre tidak akan mengkhianati Mia, hanya karena datang orang ketiga yang sedang menguji pernikahan kita!" ujar Mia santai.
Meski masih ada yang mengganjal dipikiran Mia. yaitu tentang bagaimana menghadapi tuan Wijaya.
Andre begitu bahagia. Karena sudah mendapatkan jawaban dari Mia. Yang ternyata melampaui pemikirannya.
"Maaf..maaf..maaf..!! Mas benar-benar minta maaf !? ternyata Mas ini sungguh kekanak-kanakan!" ucap andre menyesal dan merasa malu.
"Hmmm, mas Andre memang kekanak-kanakan buktinya tangan mas Andre menaruhnya sembarangan!" tegur Mia menunduk. menatap tajam tangan Andre yang menempel didada Mia. Padahal keramas di kepala Mia belum selesai.
Andre hanya terkekeh tanpa rasa dosa. apa lagi merasa bersalah.
"Berikan shower, biar mas yang bilas." pinta Andre.
"Mau bilas apa mau pegang?" singgung Mia terkekeh. Karena tangan Andre belum juga beranjak di dada Mia.
"Cepat berikan showernya dan berhenti meledek, Mas sudah tidak tahan!" seloroh Andre yang merasakan senat senut di bagian bawahnya.
"Tapi Mia masih ingin berandam Mas." sahut Mia sengaja agar Andre semakin menderita.
Membuat suami halal mendengus kesal. tapi tetap sabar menunggu Mia sampai selesai.
***
Di pagi hari. Saat semuanya sudah di ruang makan. Tuan Wijaya kembali meminta Mia mengurus pekerjaan pak Heru.
Dan yang lebih parahnya lagi. Kini tuan Wijaya meminta Mia ke kota lainnya.
"Bayu, bagaimana yang di Daerah Bogor, apa sudah selesai?" tanya tuan wijaya.
"Belum Tuan, mungkin dua hari lagi baru selesai?" jelas Bayu.
"Baiklah! kalau di Bogor selesai, tolong kamu urus di Palembang dan Kalimantan, Mia kau juga ikut!" titah tuan Wijaya. menggema di ruang makan.
"Baik pah" sahut Mia pasrah. seketika Andre menaruh sendok dengan kasar di atas piring makannya.
Membuat yang lain menatapnya. Andre sangat kesal dengan papahnya yang terus saja mengatur Mia.
"Kenapa harus Mia sih papah? kemarin saja di Bogor, Mia sampai malam baru pulang, sekarang papah meminta Mia ke Palembang dan Kalimantan, sebenarnya ada apa sih pah?" tegur Andre tidak suka terhadap perintah papahnya.
"Tidak ada, papah memintanya, karena Bayu dan Mia orang yang tepat bisa mengatasi itu semua!"
"Yang benar saja!" sahut andre tidak percaya.
"Kau kan sudah tahu, kalau pak Heru itu tidak hanya kepala asisten disini. Tapi dia juga bertugas mengurus bakti sosial, bagi panti asuhan yang kekurangan donatur dan semua itu harus cek lansung ke lokasi," jelas tuan wijaya mencoba memberi pengertian terhadap Andre.
__ADS_1
Bersambung...
Tinggalkan jejak setelah membaca yak, terimakasih.