Suamiku Pria Buta

Suamiku Pria Buta
Penjelasan


__ADS_3

"Dari suaramu kau begitu ingin tahu tentang wanita itu yak dokter Rio...?" tegur Andre dari atas anak tangga. bersandar didinding sambil memainkan tongkat bantunya.


sontak Rio berdiri karena kaget mendengar Andre seperti sedang menyindirnya.


"Aku hanya iseng saja!" sahut rio panik.


"Bagaimana, apa kau sudah bawa hasil medisku?" tanya Andre, menanyakan tentang pemeriksaan yang sudah pernah dilakukan secara diam-diam. tanpa sepengetahuan tuan Wijaya


Pria tunanetra itu melangkah turun penuh dengan ke hati-hatian.


ia terus saja berjalan perlahan sambil mengingat anak tangga yang ada di rumah barunya.


Andre masih perlu banyak mengingat dan menghafal beberapa ruanganya.


Agar dirinya tak perlu banyak menyusahkan para pelayan. hanya untuk sekedar mengurus kebutuhannya dalam beraktivitas sehari-hari dirinya.


"Sudah, semua hasilnya sudah keluar." jawab rio berubah serius dan sopan. menatap Andre yang sedang Menuruni anak tangga.


"Apa ada yang fatal tentang keadaan ku?" tanya Andre tidak sabaran.


"Sepertinya tidak!" sahur Rio tegas. Meyakinkan bahwa Andre akan baik-baik saja dalam pemeriksaan untuk kedepannya.


Sedangkan Bayu. Ia terus memperhatikan Andre yang sepertinya cukup kesulitan tinggal di lingkungan yang baru.


Sehingga Bayu bangkit dari duduknya dan berjalan menjemput Andre, yang masih berdiri di tangga.


"Biarku bantu!" tawar Bayu. ia tahu Andre yang semenjak kecil tinggal di rumah wijaya.


Dengan pasilatas lengkap yang dimiliki tuan wijaya hanya untuk kebutuhan Andre semata.


Seperti lift yang terhubung lantai atas dua dan tiga. beberapa ruangan yang desain lurus tertata rapih, agar mempermudahkan Andre bergerak kesetiap ruangan yang ada.


"Tidak perlu aku bisa sendiri." jawab Andre menolak. ia tak ingin menyusahkan orang lain.


Meski dia sedikit kesulitan untuk mengingat keadaan ruangan. di lingkungan baru yang kini jadi tempat tinggalnya.


Setelah Andre sampai dan duduk disofa. Rio segera mengambil tas kerja.


Mengeluarkan dua amplop besar berisi hasil tes pemeriksaan medis milik andre.


"Silakan kau boleh jelaskan pemeriksaanku!" ujar Andre mempersilakan Rio


"Baik!' Ini tes hasil pemeriksaan oftalmoskopi dari dokter spesialis mata, dan ini hasil pemeriksaanku tentang Riwayat kesehatan tuan secara keseluruhan!' jadi mana dulu, yang ingin tuan ketahui?" ujar Rio bertanya.


seraya menjelaskan satu persatu yang lebih dulu ingin di dengar Andre. sebagai pasien pemeriksaan saraf dibawah tanggung jawabnya.


"Aku ingin dengar hasil tes oftalmoskopi dulu?" sahut Andre sedikit tegang.


Andre Memilih pemeriksaan berhubungan mata terlebih dulu. karena ia sudah tidak sabar ingin mengetahuinya tentang kebutaannya.


"Tentu." jawab Rio membuka amplop pertama.


Setelah itu Rio mulai menjelaskan beberapa pemeriksaan Andre. yang di buat dokter spesialis mata.


Yang telah melakukan pemeriksaan oftalmoskopi dan juga aftalmoskop tehadap andre.

__ADS_1


.


Rio pun menjelaskan. Bahwa mata andre baik-baik saja. hanya saja ada beberapa saraf mata yang tidak merespon ke otak.


Dan pembulu darah tersumbat. sehingga Andre mengalami kebutaan akibat kecelakaan yang pernah menimpanya.


aftalmoskopi adalah serangkaian tes yang di lakukan dokter mata untuk memeriksa bagian belakang. Dan dalam mata.


Atau fundus sebuah bagian yang masih termasuk retina. dan juga cakram optik yaitu tempat berkumpulnya saraf mata.


Yang membawa informasi ke otak dan juga pembulu darah. dan semua rangakaian itu di sebut pemeriksaan aftalmoskopi dari bidang kedokteran.


Sedangkan aftalmoskop yaitu alat yang menyerupai senter dengan beberapa lensa kecil.


Yang dapat menditeksi masalah mata. Kebutaan dan juga berbagai penyakit mata lainnya.


Setelah menjelaskan panjang lebar. kini Rio mulai menerangkan hasil tesnya sebagai dokter saraf


Rio membuka amplop kedua. berisi berapa hasil tes laboratorium.


CT scan, MRI, EEG atau EMG. dan terakhir sebuah poto Rotngen kepala.


Rio menjelaskan ada gumpalan darah beku di otak yang menyumbat pembulu darah dan mengganggu urat saraf mata.


semua itu terjadi karena benturan keras di kepala. Hingga membuat Andre koma. Karena mengalami pendarahan di otak. saat kecelakaan yang menipah Andre dua puluh tahun silam.


Luka benturan di kepala itu. Tidak hanya membuat Andre kehilangan penglihatan.


Tapi timbul efek seperti trauma. saat dirinya merasa tertekan yang berlebihan.


Rio meminta Andre mencari ketenangan agar tidak tertekan atau emosi berlebihan. Yang bisa mengganggu kesehatan.


Karena itu salah satu perusedur operasi. Yang akan Andre jalani sebentar lagi.


Tiba tiba saja Andre dan Bayu jadi semakin terdiam


"Ketenangan agar tidak tertekan, sepertinya cuma istrimu Bos yang bisa membantu," tukas Bayu memberi saran. memecah keheningan setelah penjelasan.


Saat bersama Mia. Andre memang lebih tenang dan juga jarang tertekan.


sikap Mia yang selalu bisa mengimbangi suasana hati Andre.


Emosi dan tertekan karena mental kebutaan kadang kala membuat dia kurang percaya diri.


"Maksudmu aku harus menjemput istriku begitu?" tanya Andre mencerna.


"Iya!" jawab Bayu dan Rio serempak. membuat Andre mengusap wajahnya dengan kasar.


"Tidak bisa, Mia masih marah denganku!" keluh Andre perustasi.


"Jadi tuan Andre dan nona Mia sedang bertengkar?" tanya Rio penarasan.


"Untuk apa kau bertanya begitu, jangan bilang aku mau Mengadu ke kantor Pengadilan agama!" pekik Bayu menuduh.


"Astaga kau masih berpikir kalau aku tukang ngadu!" sahut Rio menatap tajam. dan ingin sekali memulai pertengkaran. Hingga baku hantam.

__ADS_1


"Iya he..he..he.."


"Jangan tertawa, sepertinya otot dan sarap tawa mu terganggu!" tukas rio mengarang.


"Aku tidak percaya dengan dokter saraf yang rada-rada?" sahut bayu mengejek.


"Kau....!"


"Bisa kah kalian berdua diam, aku semakin tertekan." tegur Andre dingin dan mulai emosi.


Membuat dua nyawa itu menciut tak berani bicara, apa lagi berisik mengganggu pria tunanetra.


"Kalau istri tuan bisa membantu sebaiknya beritahu dia. dan bicarakan baik-baik dengannya." ujar Rio mengusulkan.


Setelah mendengar penjelasan dan saran. Rio juga meminta Andre mencari pihak keluaga untuk menandatangani persetujuan operasi.


"Aku balik dulu kerumah sakit, buatlah diri tuan senyaman mungkin." sambung Rio berpamitan.


"Baiklah!" jawab andre singkat.


"Bagaimana dengan tawaran mu, masih berlaku?" tanya Bayu tiba-tiba tanpa malu.


"Masih, untuk kalian berdua datang lah ketempat ku." jawab Rio. melangkah pergi hingga hilang dari pandangan.


Andre hanya geleng-geleng kepala. mendengar janjian Rio dan Bayu. tentang minum garatis sebulan di club malam milik Rio.


Saat Andre ingin merebahkan tubuhnya di sofa. tiba-tiba saja ada yang membuka pintu depan dengan kuat.


Barakkk


Membuat andre kesal dan duduk kembali. dangan Bayu yang sangat terkejut.


Saat melihat siapa orang yang sudah masuk sembarangan tanpa menunggu pelayan untuk membuka pintu.


"Jadi ini rumah yang ingin kamu tempati?" tegur tuan wijaya yang baru saja datang sambil memindai semua isi ruangan yang ada.


"Untuk apa papah kesini?" tanya Andre. Bukan memjawab Andre malah balik bertanya.


"Aku ini papahmu, kamu tidak bisa semena-mena pergi dari rumah papah, apa lagi tinggal di rumah seperti ini!" hardik tuan wijaya menghina.


"Berhenti ikut campur, Aku hanya ingin mandiri, lagi pula aku sudah berkeluarga, jadi sudah sepantasnya aku punya tempat inggal sendiri." jawab Andre tak mau kalah.


"Jangan bilang ini semua usulan Mia dimana dia, papah perlu bicara!" tukas wijaya. Mencari keberadaan Mia.


"Apa yang papah bicarakan, bahkan Aku belum menemukan Mia pah, dan semua ini karena papah, yang membuat aku tidak betah tinggal dirumah papah." tukas andre tegas.


Meski harus menyembunyikan tentang Mia. Dan melimpahkan semuah kesalahan kepada tuan wijaya.


"Sebaiknya papah pulang saja, jangan sia siakan waktu papah yang berharga, hanya untuk mengurus aku yang buta ini pah." pinta Andre.


Lalu bangkit dari duduknya dan pergi meninggalkan tuan wijaya begitu saja.


Seperti biasa tinggalkan jejak setelah membaca yak😊😊


.

__ADS_1


__ADS_2