
Didalam mobil andre hanya terdiam tak banyak bicara, sambil terus menggenggam tangan Mia.
Membuat Mia yang duduk di sebelahnya itu, ikut gelisah memikirkan andre.
Begitu juga dengan bayu yang terus melirik dari kaca spion dalam. memperhatikan gelagat andre yang berbeda
Bahkan saat tatapan Mia dan bayu saling bertemu. sama-sama mengangkat alis. sebagai kode bertanya
Mia hanya menggeleng pelan sebagai jawaban tidak tau.
Hari semakin malam mobil yang dikendarai bayu terus melaju membelah keramaian kota.
Setelah sampai rumah andre langsung berjalan memasuki kamar nya.
Meninggalkan Mia yang masih di ruang tengah dengan pikiran Mia yang masih bertanya-tanya.
Segera Mia menyusul lalu berjalan memasuki kamar. setelah masuk dan menutup pintu.
Lalu Mia menoleh andre tak ada di tempat tidur. suara gemericik air yang terus terdengar. menandakan andre sedang membersih kan dari.
Mia segera menyiapkan keperluan andre dan juga mengurus andre setelah mandi.
Puluhan pertanyaan mulai mengusik pikiran Mia. yang melihat pria itu masih terdiam tak banyak bicara.
Setelah selesai membantu andre. kini Mia yang melangkah ke kamar mandi untuk
membersihkan diri.
Andre yang sedang duduk di tepi kasur sambil menggenggam sebuah kalung yang di percaya milik ibunya.
Tiba-tiba keinginannya untuk melihat kembali muncul.
Ingin rasanya ia sendiri yang mengecek kebenaran benda yang ada di tangannya itu.
Namun andre harus menunggu papahnya pulang karena sedang dinas keluar kota untuk beberapa minggu.
Padahal andre sudah tidak sabar ingin mengetahui kebenaran tentang kalung yang terus di genggam.
"Mah...!! andre akan balas semua perbuatan pria itu. yang sudah merenggut kebahagiaan keluarga kita." gumam andre pelan. namun penuh rasa dendam tidak terkira.
Andre kembali mengingat kejadian dua puluh tahun lalu. saat usianya baru meranjak tujuh tahun.
Sosok ibu muda dengan tubuh bak model. rambut panjang hingga ke punggung.
Dengan wajah cantik yang selalu tersenyum semringah.
Saat menatap putra satu-satunya. yaitu andre hermawan wijaya. dengan penuh rasa cinta.
Yah dialah Andinah akirah. Seorang ibu muda dengan tatapan yang berbeda.
Sepasang cornea mata biru cerah. yang menghias dua bola mata yang sangat indah.
Andinah sosok ibu muda yang sederhana. selalu memakai kalung berwarna silver. Dengan liontin berlian merah. pemberian wijaya.
Hari itu seperti biasa. andinah sudah datang. untuk menjemput andre sepulang sekolah.
sosok anak kecil bertubuh gempal. yang begitu menggemaskam. terus berlari sambil melambaikan tangan. dari dalam gerbang sekolah.
sambil sesekali tersenyum gemas andre memeluk mamah nya. lalu meraih dan mencium punggung tangan andinah.
"mah coba lihat, hari ini nilai andre sanga buruk!" ucap andre mengadu. sambil menyodorkan kan kertas ulangan.
"benarkah coba mamah lihat?"
__ADS_1
" ini mah, andre hanya dapat nilai delapan puluh lima. bagaimana kalau papah marah?" sahut andre khawatir.
" Tidak terlalu buruk' jangan hawatir!' bagaimana kalau kita beli kue kesukaan papah, Agar papah tidak marah." sahut Andinah menenangkan. Lalu memberi saran.
"Mamah memang pahlawan andre nomer satu, terima kasih yak mah!" sahut andre bangga terhadap namanya.
ibu dan anak itupun berjalan memasuki mobil. lalu meninggalkan gerbang sekolah.
Di perjalanan. Andre terus mengoceh menceritakan kegiatannya di sekolah.
Lalu Andinah hanya bisa mendengarkan dengan pandangan lurus ke depan. karena dirinya sedang memegang setir kemudi.
"lihat mah itu, kue tradisional kesukaan papah, kita beli yang banyak yak!' biar papah tidak marah!." tunjuk andre dengan antusias.
segera mobil itu menepi di bahu jalan. Lalu Andinah membuka pintu depan.
saat ingin keluar dari dalam mobil. Tiba-tiba ada seorang pria berlari karena dikejar-kejar dua orang polisi.
sontak pria itu berlari kearah pintu mobil yang sedang terbuka karena andre ingin turun.
pria yang sedang diteriaki perampok oleh polisi.
Tiba-tiba menyandera andre dengan pisau dapur tepat dileher andre.
Andinah sangat syok melihat putra nya sedang di sandera perampok itu.
Ibu muda itu menangisi histeris lalu memohon kepada pria yang sedang menyandera putra itu. untuk melepaskan putra nya.
"saya mohon, jangan sakiti putra saya." pinta Andinah memohon,
kepada perampok itu dengan rasa khawatir yang sangat luar biasa terhadap putranya.
Bukannya melepaskan. Perampok itu semakin mengancam keselamatan andre.
Lalu menyuruh Andinah kembali mengemudi.
Senjata api yang di genggam polisi terus mengarah tepat di depan andre yang digunakan untuk pelindung perampok itu.
ancaman-ancaman terus di lontarkan. bahkan pisau dapur itu sampai menggores kulit leher Andre. yang semakin menjerit kesakitan.
Dengan perasaan ketakutan. dan beberapa ancaman yang sangat membahayakan nyawa putra yaitu andre.
Andinah terpaksa menuruti perampok itu. lalu Menancap gas seperti diperintah perampok itu. agar polisi itu tidak bisa menangkap nya.
Tangan Andinah terus gemetar menggenggam setir kemudi. sambil menangis kencang dan terus memohon untuk melepaskan putra nya.
Di sebuah jalan curam yang terus menajak. Membuat Andinah semakin panik karena dia tidak mengenal lingkungan itu.
polisi yang sudah tidak terlihat membuat perampok itu cukup tenang.
Sambil kembali mengancam keselamatan andre. perampok itu meminta seluruh barang-barang yang ada dalam mobil.
Termasuk perhiasan Andinah pakai yaitu sebuah kalung dan juga cicin pernikahan miliknya.
Andinah segera menuruti semua permintaan perampok itu.
Agar putranya bisa selamat. yang tepat duduk disebelah kiri bersama perampok yang terus Menjulur pisau dileher andre .
bukan dilepaskan perampok itu malah semakin ingin mencelakai andre.
Membuat andin membanting setir dan menginjak rem secara tiba-tiba.
sontak andre dan perampok itu terbentur. Lalu dengan cepat Andinah mencengkeram dan mencekik. leher pria yang menjadi perampok itu.
__ADS_1
Dan menyuruh andre untuk keluar menyelamatkan diri.
Saat andre ingin keluar. Sebuah mobil truk besar bermuatan barat.
Melaju turun dari arah berlawanan. Lalu tidak bisa mengerem dengan sempurna.
Turunan curam dan mutan penuh sehingga tidak bisa lagi menghindar.
Tabrakan itu pun terjadi. menabrak mobil Andinah dengan sangat cepat.
Dua mobil itu pun jatu kejurang. beserta pengemudi dan juga para penumpang.
Andre yang terpental cukup jauh dari dalam mobil. segera berlari untuk menolong mamah yang selama ini menjadi pahlawannya.
Meskipun beberapa luka darah mulai menetes dari kening dan juga beberapa bagian tubuh kecilnya itu.
Tidak jadi penghalang. Untuk andre yang ingin menolong mamah tercinta.
Dengan rasa takut. andre yang melihat sekelilingnya. Dan juga menemukan dua orang di dalam mobil truk itu sudah tidak bergerak.
Namun mata andre memindai pria yang membuat kecelakaan itu tidak terlihat.
Beberapa percikan api. dan bau bahan bakar mulai menyeruak.
"Mamah!" teriak andre histeris.
Melihat Andinah yang hampir kehilangan kesadarannya. karena tubuhnya terjepit bagian depan pengemudi.
"Kau harus pergi dari sini!" teriak Andinah sekuat tenaga.
"Tidak mah, andre harus tolong mamah?" ucap andre membantah.
"Mobil ini akan segera meledak!' mamah tidak bisa kehilanganmu andre." tukas ibu muda. menangis dengan penuh rasa ketakutan.
"Tidak mah, Andre gak mau pergi!" pinta andre sambil terus menangis.
sambil sesekali mengusap air mata dan juga darah yang mengalangi pandangan nya.
"Pergilah mamah mohon!" pinta Andinah memohon kepada putra satu-satunya.
Dengan sebuah senyuman membujuk. meski tubuhnya menahan sakit tak terkira.
"Tidak mah!"
"Mamah sangat menyayangi mu, kaulah satu-satunya kesayangan mamah. jadi menurut lah!" sahut Andinah menatap Andre penuh cinta. sambil terus membujuk.
Pandangan Andinah yang mulai menggelap, dengan tubuh yang semakin kehilang indra perasa.
"mamah?" panggil andre. sambil berusaha membuka pintu mobil yang sudah tidak berbentuk.
"Mamah bangun mah!"
"Andre mohon, jangan tinggal andre mah!."
"Ayo mah kita pulang?" pinta andre sambil menangis sejadi-jadinya.
Tiba-tiba percikan api semakin membesar.
Sebuah ledakan dahsyat menyeruak hingga kepelosol.
Begitu juga tubuh andre hingga terpental sampai beberapa meter. Dengan benturan keras mengenai kepala nya.
Membuat pandangannya menjadi gelap tak sadarkan diri.
__ADS_1
Bersambung.....
okelah tinggalkan jejak setelah membaca ya, l love you All!"