
"Mia mohon jangan seperti ini, wajah mas Andre sungguh jelek" celetuk mia mencoba menghibur suaminya.
Sejak awal Mia sudah memutuskan tidak akan menyesal. Meski nyawanya sendiri sebagai taruhannya. asalkan anaknya bisa lahir dengan sehat dan selamat.
Andre hanya tersenyum getir mendengar permintaan Mia, yang tidak ingin melihat Andre sedih karena memikirkan kondisi dirinya.
"Sudahlah asalkan kau baik-baik saja, mas juga tidak akan seperti ini" ujar andre tidak akan bersedih dan berharap mia akan baik-baik saja. pria itu terus memeluk istrinya dengan penuh kasih sanyang.
"Mas andre tenang saja, Mia akan baik-baik saja, jangan khawatir" sahut mia memberi semangat agar suaminya bisa tenang menerima cobaan.
****
Setelah sampai rumah, Mia lansung di antar kedalam kamar.
Tak henti-hentinya Mia terus menatap andre. yang terlihat sedih dalam diam.
Pria itu benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa. ia hanya bisa berusaha. dan terus mencari dokter terbaik untuk kondisi mia, tidak lupa andre juga terus berdoa. untuk keselamatan istri dan anak-anaknya.
Setelah menurunkan Mia di tempat tidur. Andre mengusap lembut pipi mia sembari menatap wajah cantik istrinya itu
Pria itu hanya bisa menghela nafas berat lalu mencium kening Mia.
"Istirahatlah..!" seloroh Andre saat hendak pergih. Namun Mia meraih dan menahan tangan Andre. lalu menggenggam tangan andre dangan erat.
"Mas apa kau marah?" tanya Mia tidak tenang ia takut keputusan yang ia ambil selama ini salah dan membuat suaminya kecewa.
Seketika andre yang hendak pergi tidak jadi. dan mulai duduk di tepi tempat tidur di samping Mia
"Tidak sayang, hanya saja kenapa kau keras kepala, kita bisa punya anak lagi lain waktu." jelas Andre. Ada sedikit penyesalan saat itu membiarkan mia mengambil keputusan.
"Maaf Mas, ini anak pertama kita, Mia tidak bisa membiarkan dokter mengambilnya begitu saja," ucap Mia menatap perutnya yang mulai besar penuh tekat.
Sambil mengingat kejadian beberapa bulan lalu bahwa dokter menganjurkan untuk tidak mempertahankan bayi dalam kandungan mia, saat dokter tahu ada masalah dengan kesehatan mia.
"Tapi kau lihat keadaan mu sekarang, kau sering di landa rasa sakit Mia" tukas andre menangkup dua tangan di pipi mia.
Tatapan andre begitu sendu takut akan terjadi sesuatu kepada Mia.
"Tidak apa-apa Mas. Tadikan Mia sudah bilang mas Andre jangan khawatir, Mia masih sanggup menahanya. " seloroh mia bersemangat di depan andre.
Andre hanya bisa diam mendengarkan ucapan Mia yang percaya bahwa dirinya akan baik-baik saja.
"Lagi pula Mia tidak mau terjadi apa-apa dengan anak kita, jadi mas andre tidak perlu menekan dokter Rio dan dokter Hana kalau harus mengambil keputusan sekarang," jelas Mia lagi.
Mia yang telah mendengar penjelasan dokter Hana dan Rio bisa saja menyelamatkan nyawa Mia, akan tetapi resiko bayinya bisa saja dalam bahaya.
__ADS_1
"Biarkan Mia berjuang yak mas, Mia ikhlas, Allah sudah menitipkan anak ini untuk kita berdua, jadi kita harus percaya, meski banyak cobaan dan ujian, Allah akan memberikan jalan keluarnya untuk keluarga kita." jelas mia panjang lebar berusaha membujuk andre.
Pria itu hanya bisa mengangguk pasrah melihat kegigihan istrinya. ia serahkan semua kepada yang Maha Keuasa.
******
Setelah kejadian itu andre mengutuskan untuk bekerja dari rumah. agar bisa mendampingi Mia setiap saat.
Begitu juga acara syukuran tujuh bulan Mia pun tiba, tuan Wijaya dan Ayu mempersiapkan dengan lancar, hanya sebuah acara syukuran dan pengajian.
Andre dan mia juga mengundang anak-anak panti asuhan dan kaum duafa untuk berbagi dan makan bersama.
Meski Mia sering dilanda nyeri dan pusing. ia tetap berusaha bersikap normal seperti tidak terjadi apa-apa dengan kondisinya.
"Sayang apa perutmu keram lagi?" tanya andre mengusap perut mia. terlihat wajah Mia yang pucat dan berkeringat banyak.
"Tidak mas, ini hanya gerah, kata ibu-ibu komplek ini bawaan bayi kalau sudah hamil besar." seloroh mia tersenyum simpul.
Lalu menoleh ke arah lain. mencari sesuatu untuk mengalihkan pertanyaan dan perhatian andre.
Andre hanya bisa menghela nafas pasrah, karena mia tak ingin berkata jujur di depannya. padahal andre tahu mia sedang tidak baik-baik saja.
"Jangan kemana-mana, Duduklah dulu. akan Mas bawakan obat nyeri dan air minum untuk mu!" ujar andre membungkuk mencium perut mia. lalu pergi mengambil obat dan air putih untuk mia,
Mia hanya mengangguk menuruti kemauan andre. lalu menatap punggung andre yang pergi mengambil obatnya itu,
****
acara syukuran telah usai, andre segera mengantar Mia untuk istirahat di kamar.
Saat di kamar mia milihat sebuah buku desain kamar tidur yang diletakkan andre di meja nakas.
Mia mengambil dan mulai melihat-lihat poto-poto di dalam nya,
sebuah senyum mengembang di bibir mia sambil membuka setiap lembar gambar- gambar berkarakter kartun lucu di buku itu.
"Menurutmu gambar mana yang bagus untuk kamar anak kita?" tanya andre sambil memeluk tubuh mia dari belakang.
"Semuanya bagus dan lucu, bagaimana dengan yang ini" tunjuk mia sebuah gambar beby boss. dengan gayanya yang lucu,
"Ehenmmm." guman Andre menautkan alis sambil memperhatikan gambar desain kamar itu
"Tapi yang ini lebih lucu "lanjut mia jadi bingung melihat karakter bertema laut dan dolphin.
"Mas juga suka, Baiklah yang ini saja!" ujar andre memutuskan dan mia pun sepakat.
__ADS_1
****
Keesokan harinya andre meminta Bayu mengurus renovasi kamar tidur yang seperti andre dan mia mau.
Hari demi hari mereka lalui. Andre selalu mendapingi mia kemanapun juga. seperti menemani Mia jalan pagi.
Karena bermanfaat untuk melancarkan kerja jantung. melancarkan peredaran darah, agar tubuh mia tetap bugar.
Bahkan andre tak malu-malu untuk ikut senam ibu hamil atau yoga menemani mia, karena andre ingin tahu efek-efeknya satelah ikut mencoba, andre sengaja mencarikan seorang instruktur handal untuk mia.
Agar keadaan tubuh mia tetap sehat dan stabil. karena Senam atau Yoga bisa membatu melatih pernapasan. melatih kelenturan tubuh dan mempersiapkan pinggul untuk proses melahirkan.
yoga juga dapat membuat ibu hamil lebih rileks pikiran sehingga melatih diri untuk bisa lebih mudah beristirahat.
Meski semakin sering keram perut, sakit pinggang dan kadang kala mia merasa pusing
Tapi mia benar-benar sanggup menghadapi semua itu. hari terus berganti sampai minggu demi minggu dia lalui.
Hingga kehamilannya mulai memasuki delapan bulan.
Di sebuah kamar yang sudah tertata rapih. dinding-dinding dengan karakter betema laut dan ikan lumba-lumba.
sebuah tempat tidur bayi berhias kelambu biru muda berukuran besar.
Mia berdiri sambil sesekali memperhatikan sekeliling kamar itu,
"Di sini sangat nyaman dan juga indah. pasti kalian berdua akan suka!" seloroh mia mengusap dan berbicara dengan bayi di dalam perutnya.
"Itu sudah pasti, karena kami punya mommy yang hebat" sahut andre bersuara anak kecil. mewakili calon anak-anaknya untuk menjawab.
Mia terkekeh sambil mencari sumber suara yang tidak jauh di belakang mia.
"Mas andre, memang mas sudah selesai urusan kantornya?" tanya Mia heran. baru juga di tinggal mia beberpa menit. tetapi andre sudah menyusul mia ke kamar bayinya itu.
"Ada bayu sayang, kau tidak perlu khawatir Tito juga sedang dapat cuti dari kepolisian. jadi dia pergi mewakili mas untuk mengurus perusahaan!" jelas andre menakupkan dua tangan di pipi mia lalu...
"Cup" sebuah ciuman sekilas mendarat di bibir Mia. dan beralih menciumi perut mia.
"issss..."tahan mia meringis. saat bayi bayi itu bergerak menyikut dan menendang perutnya.
Bahkan andre ikut meringis ngilu melihat mia
" sayangku cintaku jagoanku.....!!' Kalian berdua jangan kasar-kasar bercandanya di dalam perut, itu bisa menyakiti mommy!' apa kalian berdua mengerti!'," tegur andre berbisik di perut Mia sembari mengusap-usap perut mia yang sudah membucit itu
Berusaha membujuk calon anak-anaknya agar tidak terus menendang kuat dan terus bergerak.
__ADS_1
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
"Jangan lupa mampir di novel thor Albert vs CEO Briyan, tinggalkan jelak kalian yak sobattttt....!" 🙏🙏🙏🙏😘😘😘😘😘😘