Suamiku Pria Buta

Suamiku Pria Buta
Bab 76


__ADS_3

Hallo bastie thor balik lagi nich....! mana donk like, komen hadiah dan vote nya thor tunggu yakπŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„


Thor ucapkan selamat berpuasa bagi yang melaksanakanπŸ™πŸ™πŸ™πŸ™. semoga kuat Iman. kuat Hati. kuat Lapar.....πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚.


Oke deh capcussssssss....


Di sebuah rumah sakit. Rangga terus berlari memasuki ruang IGD.


Setelah mendapat kabar tidak mengenakan dari pihak polisi.


Ia segera datang ke alamat rumah sakit yang di beritahu itu.


Di dalam terlihat tuan Deri. Nyonya Mira dan Rusdi. kakak kandung Fani. sudah berkumpul dengan penuh kesedihan.


Rangga memberanikan diri untuk mendekati mereka. Tuan Deri dan Rusdi belum menyadari kedatangan Rangga.


Namun nyonya Mira. ia segera berdiri menatap Rangga penuh kesedihan.


Air matanya tak bisa menutupi ada duka yang sedang menyelimuti hatinya.


Saat Rangga ingin bertanya pintu IGD itu terbuka.


Terilhat seorang dokter, dan dua perawat keluar sambil menarik dan mendorong brankar tempat tidur tersebut.


Sebuah tubuh berbaring di brankar. Dari ujung kaki hingga ujung kepala sudah tertutup kain putih rumah sakit dengan rapih.


Dokter itu menepuk bahu tuan Deri dan berkata.


"Maaf, kami para dokter sudah berusaha sebisa mungkin untuk menyelamatkan putri bapak. sayangnya Benturan keras diperut dan dada putri bapak. Itu membuat tubuh putri bapak tidak mampu bertahan. kami pihak rumah sakit turut berduka cita.." seloroh dokter itu begitu jelas.


Rangga yang ikut mendengar perkataan dokter itu. seketika Rangga menahan brenkar yang sedang di dorong untuk di masukan ke dalam mobil jenazah.


Tangannya menjulur meraih ujung kain. Dan menarik kain putih itu sedikit. Terlihat wajah fani yang putih dingin dan pucat.


Seketika tangan rangga gemetar dengan perasaan gemuruh dihati.


Rangga benar-benat syok dan tidak mengerti apa yang telah terjadi.


keluarga fani hanya diam tak bisa berbicara apa lagi bercerita. Meraka mulai bangkit dan pergih dari rumah sakit.


Untuk mengiringi mobil jenazah yang sedang menuju kekediaman tuan Deri sebagai rumah duka keluaga fani.


Sedangkan sherly masih keadaan tidak sadarkan diri dirumah sakit. dan di jaga ketat petugas polisi.


Karena polisi sudah menetapkan sherly menjadi tersangka. setelah penyidikan kasus penculikan Mia.


Dengan motor sportnya. Rangga melaju kencang menuju kantor polisi yang sedang menangani kasus fani dan sherly.


Rangga ingin segera tahu. Apa yang sudah terjadi sebenarnya.


setelah setengah jam kini rangga telah tiba. ia segera masuk dan bertanya yang mengurus kasus kecelakaan fani.


Satu jam rangga di dalam ruangan. Mendengar satu persatu keterangan polisi apa yang sebenarnya terjadi.

__ADS_1


Rangga mengusap wajah penuh rasa kecewa. setelah mendengar keterangan itu. ia segera berdiri dan keluar dari ruangan itu dengan perasaan tidak menentu.


Saat Rangga melangkah menuju motor miliknya yang sedang terparkir disana. tak sengaja rangga berpapasan dengan Tito.


Mata mereka saling bertemu dan tubuh mereka saling menghadap.


Tito tahu dan menebak kedatangan rangga. ke kantor polisi untuk menanyakan apa yang sudah terjadi tentang fani.


Tito kembali melangkah melewati rangga yang masih berdiri tanpa ekspresi.


"kau benar-benar berdarah dingin!" seloroh rangga tiba-tiba.


Tito yang mendengar itu menghentikan langkahnya. dan memutar tubuhnya untuk menghadap rangga.


Tito menatap Rangga yang sedang menyalahkan dirinya.


"Maaf aku hanya menjalakan tugas" jelas tito membalas ucapan rangga.


"Tapi seharusnya. kau tidak perlu melakukan hal sama, seperti yang kau lakukan dulu, kepada ayahku!" sendir Rangga.


Seketika ada rasa sakit begitu menusuk di hati Tito. setelah mendengar sindiran dari rangga.


Tito memang menembak ayah rangga hingga tak bernyawa. Dan kini istrinya rangga yaitu fani.


"Seharusnya kau sedikit lebih ber sabar. dan memberikan kesempatan untuk fani hidup, ada bayi yang terus menunggu. Dan berharap dirinya bisa di gendong fani, ibu kandungnya." jelas Rangga penuh penekanan tentang nasib anak kandung fani.


Seketika Tito menunduk dengan napas terasa berat. Ada rasa bersalah terhadap rangga. karena tito telah mengambil nyawa ayah dan istri rangga.


"Kau tak perlu menyesal. percuma ayahku dan isrtriku tak akan pernah kembali kedunia ini." seloroh rangga pasrah.


Rangga memutar tubuhnya meninggalkan tito begitu saja. ia berjalan mendekati motor yang bertengger di parkiran kantor polisi.


Lalu pergi dengan motor itu. untuk menemui bayi yang masih di rawat dirumah sakit.


Disisi lain


Andre dengan cemas. sedang duduk di sofa menunggu pemeriksaan kesehatan Mia,


"Bagaimana keadaan istri saya dok?" tanya andre tidak sabaran. saat dokter itu kembali.


"Istri anda biak-baik saja, hanya luka luar di kepala dan beberapa lebam di bahu karena benturan akibat kecelakan itu. " jawab dokter perempuan setengah baya. Memberikan keterangan medis Mia.


"Untuk pemulihan dan pemeriksaan lebih lanjut istri anda harus dirawat malam ini. tidak di izinkan pulang sementara waktu." jelas dokter rumah sakit.


"Baiklah saya mengerti terimakasih..!" jawab andre merasa lega.


Andre pun segera melihat keadaan Mia di ruang rawat inap. terlihat Mia yang sedang tertidur pulas di brankar.


Segera Andre mendekat dan ikut berbaring di samping Mia.


tempat yang hanya di peruntukan untuk satu orang itu. kini di isi sepasang suami Istri.


Andre memeluk tubuh Mia. dan tidak henti-hentinya mencium pucuk rambut Mia.

__ADS_1


"Mas...!seloroh Mia terbangun merasakan dekapan Andre.


"Ada apa sayang, apa ada yang tidak nyaman?" tanya andre mengusap lembut pipi mia.


"Mia mau minum!" sahut mia.


segera andre duduk dan mengambil botol mineral dan sedotan. lalu membukan tutup botol dan menyodorkan ke Mia.


Mia pun segera bangun dan meminum air meneral itu.


"Mau Donggg....!" pinta andre. memperhatikan bibir mia yang sibuk meminum air lewat sedotan.


Mia yang sedang haus itu pun mellirik Andre. berpikir bahwa ternyata Andre juga haus.


Mia segera menyedot air itu banyak-banyak dan menampungnya di rongga pipi. karena sejujurnya mia masih haus.


lalu sisanya Mia dorong botol dan sedotan itu kebibir andre.


Tiba-tiba andre tersenyum licik. Mengeser botol air menerar itu menjauh. dan berganti menarik dagu mia.


Mia terbelalak saat andre mencium dengan sengaja. meny-esap air yang brada di mulut mia hingga tak tersisa.


"Enak....!" seloroh andre menohok. setelah puas meminum sekaligus mengerjai mia.


Mia melotot menatap tajam andre. yang sedang terkekeh geli. dengan cepat tangan mia mencubit perut andre sekuat tenaga.


"Aaaahkkkk.....Ampunnn yank sakit!" pekik Andre meringis. menahan perih dibagian kulit perut sixpacknya


Ia bahkan terus menerus mengusap dengan gemas perutnya sendiri. karana terlalu sakit.


Andre pun segera membalas dengan cara menarik tubuh mia agar kembali berbaring, lalu mencium kening dan memeluk tubuh Mia.


"Tidurlah kau harus banyak-banyak istirahat!" tegur Andre menasehati.


"Tapi Mia masih haus mas...!" jawab mia masih dengan mode cemberut.


"Pake ini yak?" bujuk andre menujuk bibirnya sendiri


"Oh jadi mas andre mau cari kesempatan dalam kesempitan!" tegur Mia memainkan alisnya.


lalu mengusap lembut dada bidang andre dan semakin turun mengusap perut. hingga melawati bawah perut.


"Yank..!' jangan di pegang, tambah bangun yaaaankkk...!!" tegur andre meperingati Mia. namun mia semakin sengaja.


kini Mia yang terkekeh geli. melihat andre sedang tersiksa sendiri.


"Ahk kau ini yank....!' sudah cepat tidur, Mas kekamar mandi dulu..!!!" keluh andre segera turun dari tempat tidur mia.


"


"


"

__ADS_1


seperti biasa tinggalkan jejak setelah membaca ya 😘😘😘😘😘


__ADS_2