Suamiku Pria Buta

Suamiku Pria Buta
Bab 66


__ADS_3

Di pagi hari rumah wijaya


Andre yang di dampingi Mia melangkah keruang makan.


Setelah mengedarkan pandangan Andre menyerinyit heran melihat papahnya sudah menunggu sarapan ditemani ayu dan juga bayu.


"Pagi pah!" sapa Andre dan Mia


"Pagi, duduklah hari ini kita sarapan bersama!" ajak tuan wijaya ramah.


"Iyak Pah!" jawab andre melirik bayu.


"Pagi Bos. Hai nyonya muda selamat pagi?" sapa bayu senyum semringah. Melambai andre dan Mia.


Bayu sangat senang mendengar ayu bercerita. kalau Andre tidak lagi bersandiwara. Dan mau memberi tahu bahwa dirinya sudah bisa melihat.


Bahkan Ayu dan tuan Wijaya sangat terkejut. sekaligus juga bahagia.


"Hmmm, pagi!" jawab andre dingin. menatap bayu yang begitu ramah terhadap Mia.


"Pagi!" sahut Mia. sembari duduk di samping ayu. dan menyapa ayu juga dengan ramah.


"Cepat sekali, kau sudah disini?" tanya andre melirik. Ia memang sengaja mengirim pesan ke Bayu.


Untuk menemui dirinya dirumah wijaya. namun tak menyangka bayu dengan cepat datang untuk menemuinya.


"Iya, setelah membaca pesanmu Bos, aku langgsung kesini, sakalian mau numpang sarapan" seloroh bayu tanpa malu-malu.


Tuan wijaya yang mendengar bayu. cuma tersemyum tipis.


karena ia tahu pasti Bayu kesulitan mengurus diri sendiri tanpa pelayan gara-gara tinggal di apartemen.


"Sebaiknya kau tinggal lagi disini, kamar beruangmu sudah sangat dingin seperti gudang, jangan tinggal di apartemen lagi." tegur Tuan wijaya santai.


seraya keinginan juga untuk bisa berkumpul sama-sama seperti dulu.


Semejak Andre tinggal di vila bersama Mia. Sehingga Bayu ikut pergih dari rumah wijaya. Dan itu membuat rumah besar itu begitu sepi.


Dan tuan wijaya merasa hari tuanya benar-benar sepi dan sendirian tak ada orang terdekat atau keluarga yang mau berkumpul di rumah besarnya.


"Terimakasih tuan besar, secepatnya saya akan Kembali kesini!" jawab bayu senang dan juga antusias.


ia tak percaya seorang tuan wijaya yang memiliki karisma seperti kaisar kejam yang ditakuti seluruh orang.


Sudah berubah menjadi sosok hangat dan bersahabat di pagi ini.


Sedangkan Mia terus menoleh mencari sosok sherly dari tadi.


"Tenang saja sherly sedang tidak disini, tadi pagi-pagi sekali dia sudah pergi," ujar ayu seraya tahu apa yang sedang di cari Mia


"Pergi kemana?" tanya Mia heran.


"Entahlah, tidak ada yang tahu diluar dia ngapain dan pergi kemana saja?" jelas ayu.

__ADS_1


"Mungkin berbelanja!"


"Mungkin saja. soalnya aku pernah dengar orang tua sherly akan datang untuk membantu perusahan si Bos besar." jelas ayu yang mendengar ucapan sherly di depan tuan wijaya.


Mia hanya tersenyum tipis. sambil memikirkn rencana apa yang sedang di buat sherly.


Mia takut. kalau sempai orang tua sherly benar-benar datang untuk membantu sherly.


Agar bisa masuk dan menjadi keluarga wijaya. bukan untuk membantu perusahaan.


*******


Tuan wijaya yang merasa anggota keluarga sudah berkumpul memulai sarapan bersama dengan hikmat dan damai.


Setelah sarapan Andre bersiap-siap akan pergi bersama bayu. sembari membawa beberapa berkas peroyek yang bermasalah milik perusahaan papahnya.


"Kau mau kemana Dre?" tanya tuan wijaya.


"Aku akan menemui teman pah. untuk membahas sumber masalah proyek di perusahan papah!" jelas andre sedang mencari solusi.


Untuk meminta bantuan temannya yang memang bisa di percaya dan di andalkan.


"Apa kau ingin minta bantuan temanmu bernama Tito?" tanya tuan wijaya menebak.


Ia tahu Andre hanya dekat bayu dan juga Tito. seorang polisi yang memang bisa di percaya dan diandalkan.


Dalam segala hal urusan pekerjaan yang bersangkutan dengan andre karena persahabatan mereka sangat kuat.


"Tapi dre sudah tidak ada waktu lagi, bahkan besok papah sudah harus rafat mediasi dengan rekan-rekan pemegang saham" ujar wijaya dengan cemas.


Tuan wijaya pasrah dan mau tak mau harus mengurus kerja sama proyek yang tersisa.


Sebelum keputusan akhir dari para pemegang saham yang sudah berniat untuk menarik saham mereka dari. Naungan perusahaan wijaya.


Karena beberapa proyek terkendala dan itu akan menimbulkan kerugian tidak terkira.


Andre menghela nafas dengan berat melihat keadaan papahnya yang mulai putus asa.


"Pah, jangan putus asa, aku akan berusaha mencari siapa dalang yang ingin mengacau kerja sama para pemegang saham." ujar andre


ia merasa beberapa proyek pembangunan gagal. Karena ada orang yang sengaja provokasi dan merusak nama baik perusahaan wijaya.


"Tapi semua itu tidak akan mudah dre?" keluh tuan wijaya.


"Aku tahu, karena itu aku akan ikut rafat dengan papah besok, untuk memancing hewan perengat yang menjadi wabah di proyek papah!" jelas andre menyeringai licik.


Membuat tuan wijaya merasa merinding melihat tingkah putranya.


ia hanya bisa mengikuti alur dan menunggu apa yang akan di lakukan andre kedepannya.


"Sayang kau dirumah temani papah, kalau ada apa-apa hubungi Mas." sambung Andre mengecup kening dan mengusap pipi Mia.


"Iya mas, Mia doakan semoga berhasil yak mas." sahut Mia sungguh-sungguh. Lalu mencium punggung tangan Andre.

__ADS_1


Andre pun mengangguk menatap Mia. Dan menoleh tuan wijaya lalu melangkah mendekati.


"Pah aku pergi dulu, jangan cemas semua akan baik-baik saja." bujuk Andre agar tuan wijaya tidak terus tertekan.


"Pria itu pun memeluk Andre dengan penuh kasih sayang.


ia merasa tenang dan juga menyesal karena terlalu sibuk membangun perusahan.


sehingga momen kebersamaan dirinya bersama putranya.


Dimasa kecil, remaja. Hingga kini dewasa dan berkeluarga. sangat lah sedikit dan jarang terjadi.


Setelah itu andre pun pergi bersama Bayu ketempat Tito berada.


****


Di sisi lain.


Rangga hanya terdiam dan juga bingung harus berbuat apa. uang yang dia berikan untuk membayar perawatan fiano. Di tolak tiba-tiba.


Ia terus berdiri di ruang administrasi. meminta petugas administrasi memberi tahunya.


Siapa orang yang terus ikut campur dalam hal mengurus biaya pengobatan bayi prematur bernama Fiona.


"bisakah aku tahu siapa orang membayar biaya perawatan putri saya?" tanya rangga mulai memaksa.


"Maaf pak Rangga, orang itu tidak mengisi formulir data dirinya." jawab karyawan itu berkilah.


Mereka tidak bisa memberi tahu rangga siapa orang yang sudah mengambil alih biaya perawatan fiona.


karena orang itu meminta untuk di rahasiakan sementara.


"Bagaimana bisa kalian membiarkan saja!" tuntut Rangga yang tidak mengerti prosedur tata peraturan rumah sakit.


"Sekali lagi saya tidak tahu, orang itu hanya berbicara. mulai bulan ini akan menanggung seluruh biaya pengobatan putri bapak!" jelas dengan ramah.


"Apa dia bilang menanggung seluruh biaya?" tanya rangga meninggi.


ia merasa dirinya tidak di hargai sebagai orang yang jelas-jelas bersangkutan dengan fani dan fiona.


"Iya pak, tapi dia berpesan agar bapak tidak tersinggung dengan niat baiknya. iya hanya merasa harus bertanggung jawab memperpanjang perawatanya hingga benar-benar normal seperti bayi pada umumnya." jelas karyawan itu penuh kehati-hatian.


"Bertanggung jawab sebenar ada apa ini!" gumam rangga dalam hati


Rangga menarik nafas begitu dalam. agar dirinya tidak emosi untuk membicarakan ini dengan fani.


Karena ia merasa tidak mengerti ada hubungan apa dengan semua ini.


Rangga mulai berpikir yang tidak-tidak tentang fani yang memang sulit di kontrol dan mengerti.


sampai-sampai ada orang yang membiayai fiona secara tiba-tiba.


ia merasa semua itu ada hubungan dengan fani. ia mulai takut fani membuat masalah dan ulah seperti dulu.

__ADS_1


__ADS_2