
Setelah penjelasan itu pak Heru memohon ke pada Bayu untuk tidak memberi tahu tuan wijaya. kalau pak Heru menceritakan kejadian sebenarnya.
"Pak Bayu saya mohon, jangan beritahu Tuan besar, kalau saya menceritakan semua rahasia ini ke bapak." bujuk pak Heru terus memohon.
" Aku tidak bisa janji, kau tahu itu salah 'kenapa kau masih mengikuti kemauannya!" tanya Bayu. Pria itu hanya diam saja tak bisa menjawab.
"Apa pak Heru sadar gara-gara kelakuan bapak, nyonya Andre yang harus menanggung seluruh tugas bapak selama tidak masuk kerja?" jelas Bayu tegas mendominasi.
Membuat pak Heru begitu takut dan tunduk karena malu.
" sekali lagi saya benar-benar minta maaf. waktu itu saya takut di pecat tuan besar, kalau saya menolak kemauannya." jelas pak Heru sungguh-sungguh.
Bayu hanya menghela napas dengan berat sambil melirik istri dan anak-anak pak heru bercanda ria.
Lalu meraih handphone di atas meja. yang tidak jauh dari piring kotor bekas tadi bayu makan.
"Ya sudah lah, untuk saat ini bapak nikmati saja liburan bapak dengan keluarga, sudah saatnya aku harus kembali ke panti asuhan, mengurus pekerjaan pak Heru yang se'enaknya bapak telantarkan" lagi-lagi Bayu menyindir.
Dan bangkit dari duduknya. Melangkah pergi meninggalkan pak Heru beserta lima lembar uang seratus ribu.
Bayu benar-benar tidak habis pikir tentang apa yang dilakukan tuan wijaya.
"Sebenarnya apa yang sedang di rencanakan tuan besar. ini bukan taktik bisnis atau menguji kesetian para bawahan, melainkan ingin kepergian seseorang tapi siapa?" gumam Bayu dalam hati.
Bayu terus saja berusaha berpikir dengan keras. Tentang apa yang akan terjadi nanti.
****
Di rumah Wijaya
setelah Andre berusaha keras mengarang cerita yang entah apa lah itu. Agar Sherly keluar dari ruangan pribadinya itu.
sehingga wanita yang ber'status sahabat Andre itu menyerah dan meninggalkan mereka berdua.
Sedangkan Mia. Ia mulai menyadari ada yang berbeda dengan Sherly. Tiba-tiba saja naluri penjaga suami mulai tertanam di dalam hati..
Rasa curiga Mia semakin kuat saat melihat Sherly menatap Andre dengan berbeda.
Meski Andre sudah berkata jujur tentang hubungannya dengan sherly hanya puru-pura.
Akan tetapi berbeda dengan sherly. Ia melakukan itu dengan perasaan dan pikiran.
"Sayang ini tanggal berapa?" tanya Andre penasaraan karena sedang ada yang di pikirkan.
"Tanggal enam bulan dua mas!" ujar Mia sambil terus mengusap lembut kepala Andre yang sedang berbaring berbantalan paha Mia.
"Tiga hari lagi ulang tahun mamah yaaang." seloroh Andre menjadi ingat akan ulang tahun mamah nya.
"Sungguh?" Mia kaget. padahal esok sore Mia sudah bersiapa pergi Kalimantan bersama bayu.
"Hemm"
"Kenapa mas baru bilang?." tanya Mia.
"Baru ingat, saat kamu mengusap kepala mas seperti mamah."
"Ayoo...!"
__ADS_1
"Kemana?"
"Ke makam mamah!" jelas Mia. yang tak ingin kehilangan momen untuk bertemu ibu mertuanya. meski hanya ke makamnya saja.
"Yaang kamu seriusss?"
"Iya, tunggu di sini Mia ganti baju dulu." pinta Mia mengangkat kepala Andre dari pahanya.
"Baiklah terimakasih aku sungguh-sungguh mencintaimu mia."
"Mia juga mas."
Mia pun pergi meninggalkan Andre untuk sekedar ganti baju yang lebih sopan saat keluar rumah,
Andre begitu senang meski belum waktu untuk mengucapkan ulang tahun mamahnya. Tapi ziarah ke makam mamahnya lebih penting dan berhaga buat Andre dan Mia.
Saat Andre menunggu Mia untuk berganti pakaian. Tiba-tiba saja suara handphone berbunyi.
Sehingga Andre mengedarkan pendengarannya untuk mengetahui letak handphone itu dimana. tangannya terus terjulur hati-hati.
Mencari benda yang ada dimeja tepat di depannya. Lalu meraih sebuah benda pipih yang Andre sudah tahu itu apa.
Menyentuh dan menggeser posisi layar di pinggri sebelah kanan.
"Hallo nona, apa si Bos Ada?" tanya Bayu dari seberang sana.
"Iya, aku sendiri, ada apa?"
"Istrimu mana Bos?"
"Baguslah, ada sesuatu yang ingin ku sampaikan dan ini menyangkut papahmu Bos?"
"Papah" jawab Andre sedikit terkejut.
"Iya!"
"Kalau begitu bicaralah!" pinta Andre mulai penasaran.
Bayu pun menceritakan tentang dirinya yang kebetulan bertemu pak Heru. Saat mampir untuk makan siang. disebuah ruko yang menyediakan masakan padang.
Ia juga menceritakan kalau ternyata keadaan pak Heru baiK-baik saja.
Dan semua ini hanya akal-akalan tuan wijaya. yang entah punya rencana apa. untuk menyusahkan Bayu dan Mia
Seketika dada Andre begitu gemuruh menahan emosi yang tidak menentu.
Andre semakin curiga ada sesuatu yang sedang dipermainkan papahnya.
"Mas Andre baju kaos yang Mas pake. Mia ganti kemeja hitam yak?." pekik Mia dari kejahuan. yang tiba-tiba menyadarkan Andre. untuk mencoba tenang.
"iya sayang...!" sahut Andre menjawab Mia, lalu kembali mendekatkan handphone di telinganya.
"Bantu aku mencari tahu, sepertinya ada hubungannya dengan istiriku!" tukas Andre tegas.
"Baik Bos..!" sahut Bayu. Lalu mematikan panggilan.
Mia yang baru datang. Segera meminta Andre untuk mengganti pakaian dengan kemeja yang Mia bawa.
__ADS_1
Ia juga bertanya dengan suaminya. Bunga apa yang menjadi kesukaan almarhumah Mamahnya.
Sebenarnya Andre ingin menyampaikan kepada Mia tentang tingakah pak Heru yang baru saja Andre ketahui.
Akan tetapi Andre tak ingin merusak libur Mia yang ingin menengok makam mamahnya andre.
Andre dan Mia segara berangkat meninggalkan rumah wijaya. Untuk pergi kesebuah Tpu yang berada di Jakarta Selatan.
Sepasang Mata dari jendela kamar yang berlantai dua. Terus meperhatikan mobil mewah.
Yang di tumapangi Andre dan Mia. Terus melaju keluar dari gerbang rumah Wijaya. Dan hilang dari pandangan.
***
Setelah sampai Andre dan Mia membeli bunga tabur dan juga air mawar.
Mia juga tidak lupa membeli dua buket bunga yaitu bunga Lili putih dan Mawar kesukaan beliau semasa hidupnya.
"Bapak tunggu di sana saja, biar saya dan mas Andre saja yang ziarah." pinta Mia lembut sambil menunjuk sebuah warung kopi.
Agar sopir yang mengatar Andre dan Mia bisa istirahat. Pria itu pun mengucap terimakasih.
Dan membungkuk sebagai rasa hormat lalu menuruti perintah Mia.
Segera pasangan halal itu pun melangkah mengikuti seorang petugas tpu untuk memberitahu Mia, dimana letak makam mamah mertuanya.
Sesampainya disana. Andre dan Mia mengucapkan salam pada ahli kubur, lalu mengirim doa.
Membaca ayat-ayat pendek dan juga surat Yasin yang menjadi utama.
Mereka juga tidak lupa menabur bunga. menyiram dan mencuci nisan dengan air mawar yang tadi Mia bawa.
Lalu menyadarkan dua buket bunga yang pernah jadi kesukaan almarhumah di masa hidupnya.
Di sini lah Andre berkeluh kesah tentang kehidupannya.
Saat Mia menoleh sebuah kesedihan begitu jelas di wajah tampan suaminya.
Tatapan kosong dengan cornea mata biru cerah. Yang selalu menghias Sepasang mata itu. kini mulai menggenang buliran air bening yang ingin tumpah.
"Ayo Mas kita pulang...!" ajak Mia mengusap lembut bahu suaminya.
"Baiklah" Jawab Andre singkat.
Saat baru beberapa langkah tiba-tiba Andre menghentikan langakahnya. Membuat Mia yang memeluk lengan suaminya menatap heran.
"Ada apa Mas?" tanya Mia
"Mia kenapa kamu menuruti semua ucapan papah ku? padahal jelas-jelas dia menyusahkan mu." tegur Andre mulai penasaran.
"soal itu Mia minta maaf."
"Maaf!' bukan itu jawaban yang aku mau, sebenarnya ada rahasia apa. Yang kamu dan papahku sembunyikan dariku Mia?" tanya Andre ingin tahu.
bersambung....
Tinggalkan like, favorit, komentar, hadiah dan juga vote yak setelah membaca, terimakasih 😁😁😁😁
__ADS_1