Suamiku Pria Buta

Suamiku Pria Buta
bonus bab 84


__ADS_3

Di rumah sakit Mia yang baru selesai memeriksakan kesehatan kandungan.


Di buat diam seribu bahasa setelah mendengar penjelasa dokter yang baru saja menangani dirinya.


Ia hanya tertunduk sembari mengusap perutnya yang semakin membesar.


karena merasakan gerakan-gerakan kecil yang di lakukan dua janin dalam kandungannya.


Meski kini dokter kandungan sudah di ganti, namun semua itu tidak merubah apa pun tentang kesehatan mia.


"Dokter, sebentar lagi suamiku datang, aku mohon jangan beri tahu suami ku untuk saat ini!" tegur mia terlihat cemas dan gelisah. Ia tidak ingin andre tahu tentang kondisi tubuhnya.


Mia terus menatap dokter perempuan itu dengan tatapan memohon. namun dokter itu hanya terdiam tak berani mengambil keputusan.


Lalu mia melirik pria yang duduk di samping dokter perempuan itu.


Berharap pria itu bisa membantu menuruti permintaan Mia


"Jangan menatap ku, kau membuatku serba salah Mia" ujar Rio yang tertekan di tatap mia.


Rio tidak ingin merahasiakan apa pun, tentang kesehatan Mia kepada andre. yang sudah mempercayakan dirinya untuk mencarikan dokter kandungan terbaik untuk Mia.


"Maaf, hanya untuk saat ini, aku tidak mau mas Andre khawatir" seloroh Mia menatap Rio sungguh-sungguh.


"Tapi Mia...?!" sahut rio yang terpotong.


"Aku mohon, mereka semua sangat bahagia menunggu kelahiran bayi ini, bahkan sekarang mereka sedang mempersiapkan syukuran untuk kandungan tujuh bulananku." jelas Mia berharap rio dapat mengerti keadaan keluarganya.


"Jadi untuk saat ini aku tidak ingin membuat keluargaku khawatir dan gelisah gara-gara kondisiku." lanjut Mia tegas. tak ingin di bantah.


Rio dan dokter bernama Hana itu hanya bisa saling menatap dalam diam.


setelah beberapa menit saling diam. tiba-tiba pintu ruangan terbuka karena di dorong dari luar. Tanpa di ketuk dulu untuk meminta izin.


Membuat Mia, Rio dan dokter Hana menoleh. untuk melihat siapa yang sudah masuk tanpa izin.


Terlihat Andre dengan nafas memburu, bahkan wajah nya terlihat jelas sangat panik dan cemas.


"Mas Andre!" panggil mia. berusaha bersikap normal.


"Sayang, apa kau baik-baik saja?" tanya andre yang baru saja datang. dengan napas yang masih terengah-engah.


Setelan mendapat kabar mendadak saat dirinya masih sibuk mengurus berkas-berkas di perusahaan.


Bahkan Andre meninggal perusahaan begitu saja dengan tergesah-gesah.

__ADS_1


gara-gara mendengar kabar dari pelayan rumah bahwa Mia tiba-tiba pingsan, sampai harus di antar kerumah sakit,


Andre bahkan sampai berlari dari parkiran rumah sakit menuju lorong ruangan pemeriksaan kandungan


"Mia baik-baik saja kok mas!" jawab mia mencoba tenang, meski debaran jantung semakin kencang.


Dan ada rasa ingin menangis lepas di pelukan andre agar dirinya bisa lebih kuat menahan sakit yang sedang mia rasakan.


Tapi apa daya ini semua demi kebaikan semuanya agar tidak selalu mengkhawatirkan dirinya terus menerus.


" Kenapa kau tidak memberitahu mas, kalau perutmu keram lagi sayang." tanya andre penuh penekanan.


"Tidak apa-apa mas, hanya sedikit keram sekarang sudah baik-baik saja, yakkan dokterrrr?" bujuk Mia tersenyum kaku, sembari melirik Rio dan dokter Hana.


Membuat dua orang itu mengangguk takut.


"Tapi kau harus tetap memberi tahu Mas, mia!" tukas Andre pelan namun tegas penuh penekanan. ia benar-benar sangat khawatir tentang kondisi mia.


"Massss, Mia hanya tidak ingin mengganggu pekerjaan mas andre di kantor." jelas mia masih mencoba membujuk andre.


Mia tidak tega kalau harus melibatkan andre tentang kesahatan juga. karena melihat suaminya benar-benar sangat sibuk tugas perusahaan dan juga di siksaan morning sickness yang sedang di alami andre. hingga sampai sekarang tidak kunjung sembuh.


sehingga Mia tak ingin menambah beban untuk Andre,


"Tapi mia baik-baik saja mas....!"


"siiiitttttt....sekarang kau diam, biar mas lansung tanya dokter saja. bagaimana kesehatan istri dan calon anak-anak saya dok?' kau juga Rio boleh jawab dan jelaskan sejelas-jelasnya " Pinta Andre lansung menutup mulut mia. lalu bertanya dan menatap dokter Hana dan Rio.


Kini rio dan dokter hana hanya bisa saling lirik sampai-sampai menelan saliva susah payah.


Karena di buat gugup hingga mereka berdua menghela napas dengan berat.


"Rio...." tegur andre karena lama menunggu jawaban.


"Tuan Andre, aku ini dokter saraf bukan dokter kandungan!" seloroh rio mencoba menyelamatkan dirinya dari pertanya andre dan juga permohonan mia.


"cihk, kau ini, memang tadi kau tidak disini?" tanya Andre mengintimidasi.


"yak, aku baru datang yak kan Hana?" jawab rio sembari mendang kaki hana di bawah meja.


"iya aku belum memberitahu dokter rio, tentang kesehatan istri anda tuan Andre. nona Mia perlu penanganan kesehatan yang serius!" ujar Dokter hana. tak bisa menuruti permintaan Mia.


"Sebenarnya belakangan ini sudah tiga kali pendarahan ringan semenjak aku di percaya untuk menangani nona Mia. Dan nona Mia semakin sering keram perut tanpa sebab". lanjut dokter Hana menjelaskan.


Terlihat Mia dengan wajah kecewa dan serba salah terhadap dokter hana dan juga suaminya Andre.

__ADS_1


Begitu juga dengan Andre yang lansung mendekap Mia dengan erat. pikiran-pikiranya mulai kacau dengan napas berat dan air mata mulai berdesakan ingin keluar.


Andre benar-benar tidak sanggup melihat perjuangan Mia. yang masih ingin mempertahankan calon anak-anaknya.


Padahal dokter yang dulu pernah berkata bahwa Mia bisa kehilangan nyawa. apa bila terus mempertahankan bayi dalam kandungannya.


"Apa sudah ada jalan keluarnya?" tanya andre dengan suara bergetar. rasa sakit yang mulai menyayati hati nya. semakin terasa menggerogoti di dalam dada.


Andre berharap ada jalan keluar seperti yang ia inginkan yaitu nyawa istri dan anak-anak bisa selamat.


"Tuan Andre aku... !" ujar rio menggantung dengan wajah tertunduk tak bisa berbuat apa-apa untuk saat ini.


Ia bisa saja melakukan operasi agar mia tidak terus merasakan sakit yang tidak terkira. akan tetapi bayi-bayi dalam kandungan mia belum cukup umur, dan bisa saja tidak tertolong.


itu akan semakin membuat mia kecewa karena perjugannya selama ini akan sia-sia. karena mia menginginkan anak-anaknya bisa lahir dengan normal.


"Tak perlu di jawab rio, aku paham" seloroh andre semakin memeluk Mia.


Andre mengerti apa yang sedang di pikirkan rio. ia tak ingin mia semakin kecewa. apa bila mendengarkan penjelasan rio selanjutnya.


Apa lagi saat andre merasakan kemeja yang ia kenakan mulai basah dengan air mata Mia. itu membuat andre semakin sakit tidak terkira.


Meski wanita itu hanya diam, andre sangat paham apa yang sedang di rasakan mia.


"Apa aku sudah bisa membawa istriku pulang?" tanya andre menatap dokter Hana dan Rio.


"Ia, biarkan nona mia istirhat di rumah, rumah sakit hanya akan membuat kondisi kehamilan nya semakin tertekan" jawab dokter hana.


Andre pun mengangguk. lalu mengendong mia, ia tak mau melihat wajah Mia yang kini pasti sedang kebingungan.


Karena istrinya ini terus bersikap keras untuk bisa mempertahankan calon anak-anaknya. padahal nyawanya sendiri sebagai taruhannya.


"sayang ayo kita pulang, mas sudah tidak sabar ingin makan rujak buatan mu" pinta andre dengan suara berat, bahkan air mata sudah tidak bisa di bendung. mengalir begitu saja menetes dan jatuh di pipi Mia.


sosok wanita cantik yang sedang bersembunyi di dada bidangnya.


Membuat wanita cantik di dalam gendongan itu menatap andre dengan wajah sedih. lalu mengusap pipi andre yang basah dengan jari-jari lentiknya dengan lembut,


" Mia mohon jangan seperti ini, wajah mas andre sungguh jelek," celetuk mia mencoba Menghibur suaminya.


sejak awal Mia sudah memutuskan tidak akan menyesal meski nyawanya menjadi taruhannya asalkan anak- anak bisa lahir dengan sehat.


💞💞💞💞💞💞💞💞💞😘😘😘😘😘


uhhhh sumpah thor sedih bestie. dikit lagi nich bonus bab berakhir. dukung karya thor Gia Albert vs ceo briyan yak bestie 🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2