
Andre yang sedang duduk santai diruang tengah sambil mendengarkan musik lewat earphone yang menyumbat telinganya.
Ia sedang menunggu istrinya. yang sedang masak bersama pelayan untuk makan malam dirinya dan juga papah nya tuan wijaya.
Andre tidak menyadari seorang wanita berlari mendekatinya. dan langsung memeluk Andre begitu saja.
"Mas Andre." teriaknya sambil berlari memeluk Andre begitu saja.
"Mia bikin mas kagat saja!" tegur andre yang mengira itu mia. membuat sherly keget sesaat.
Andre mulai sadar saat menghirup parfum yang berbeda. Dengan cepat Andre mendorong tubuh wanita itu. lalu bangkit dari duduknya karena Andre tahu kalau itu bukanlah Mia.
"Siapa kau berani-beraninya menyentuhku!" tegur Andre dingin dan hampir marah. sambil melepas earphone yang tadi menyumbat telinganya.
"Maaf sudah membuat mas Andre kaget, apa mas tidak mengenal suaraku?" ujar sherly. membuat andre cukup berpikir sambil mengingat suara wanita yang tiba-tiba memeluk.
"kalau hanya suara mana ku ingat!" jawab andre malas.
"Mas ini aku sherly putri pak Seno!" sahut sherly mengenalkan nama ayahnya. yang bersahabat dengan papahnya Andre.
"Sherly?" panggil Andre. yang mulai mengingat wanita di hadapannya. dulu sempat menjadi tetangga paling dekat dengan tuan wijaya. sekaligus sahabat dan rekan bisnis tuan wijaya.
"Iya mas ini Sherly, akhirnya Mas Andre ingat sherly." sahut sherly senang sambil kembali memeluk Andre,
"Iya aku sudah ingat sekarang, maaf yak atas kejadian yang tadi." seloroh andre menjelaskan.
Lalu menepuk bahu sherly sebagai balasan Andre yang tak ingin membalas pelukan yang bukan istrinya.
"Tidak apa-apa, ternyata mas andre tidak berubah, selalu menjaga jarak dengan wanita, hanya saja tadi aku mendengar samar-samar mas memanggil nama wanita, apa mungkin mas Andre sedang dekat wanita yang bernama Mia?" ujar sherly mulai penasaran.
"ha..ha..ha..tidak hanya dekat tapi dia juga yang sudah mengisi hatiku". sahut Andre seadanya.
"Jadi mas andre sudah punya pacar lagi." tukas sherly yang ingat dulu Andre pernah ditinggalkan seoarang wanita.
Lalu tuan wijaya menjodohkan Andre dengan keluarga tuan Deri, tapi sayang Andre kembali di tolak putri tuan Deri.
"Bukan pacar, lebih tepatnya seorang istri!". ujar Andre the point. dengan senyum bahagia.
seketika sherly tertegun dan menjadi salah tingkah antara mau percaya atau tidak. atas ucapan Andre, karena yang sherly tahu andre sulit membuka hati apa lagi menjelaskan gamblang seperti barusan.
"sejak kapan mas Andre menikah, kenapa sherly tidak di beri tahu?" tanya sherly tanpa bisa diartikan sedang apa pikiranya.
"Baru juga setengah tahun, waktu itu ayah mu bilang kalau kau sedang sibuk ujian kelulusan, jadi Om tidak mengundang mu!" sambung tuan Wijaya yang menjawab rasa penasaran sherly.
Dengan santai tuan wijaya datang dan menjatuhkan pantatnya kesofa lalu memberikan tas kantornya kepada pelayan. mata yang terus memindai sedang mencari mia.
"Dimana Mia?"
"sedang masak pah, buat makan malam!" sahut Andre.
"Panggilkan dia!" Titah tuan wijaya kepada seorang pelaya.
__ADS_1
Pelayan itu pun mengangguk dan pergi masuk keruang dapur memberi tahu mia kalau ada tamu dan juga dipanggil tuan Wijaya."
Mia hanya mengangguk sambil tersenyum, lalu menunda pekerjaannya,
ia segera melangkah sambil membawa nampan yang berisi beberapa cangkir teh. untuk tamu andre dan juga tuan wijaya.
sherly terus saja meperhatikan Mia yang baru saja datang dan menaruh cangkir teh di meja. Lalu menyapa tuan wijaya sambil mencium punggung tanga wijaya.
Begitu juga dengan Mia yang sejak tadi penasaran dengan sosok wanita yang sembarangan duduk di sebelah andre suaminya.
"Perkenalkan dia istriku namanya Mia putri Agata." seloroh Andre yang mengenal langkah mia.
Bahkan sherly sampai keheranan dengan Andre yang langsung bisa tahu kalau kalau di depanya adalah istrinya.
Segara Mia mendatangi sambil menjulurkan tangan ke arah Sherly, dan langsung di jabat sherly yang memang sejak tadi sudah dibuat penasaran sosok Istri Andre.
"Mia!"
"Sherly, senang bisa mengenal mu," sapanya
Mata yang terus meperhatikan Mia. Yang terlihat cantik tanpa riasan. tubuh yang mungil, bahkan terlihat jelas umurnya yang masih sangat muda.
" pak seno minta tolong papah menjaga sherly selama di Indonesia, jadi untuk sementara dia akan tinggal disini, sampai perjalan bisnis orang tuanya selasai, kalian tidak keberatan kan?." ujar tuan wijaya memberi tahu. Andre dan Mia.
"tidak pah." jawab mia
"aku juga tidak ada masalah." jawab andre.
"yasudah kalau begitu, tolong suruh pelayan siap kan kamar untuk sherly dan bawakan kopernya juga." titah wijaya mengintruksi.
setelah berkenalan. mereka saling bercerita tentang kabar masing-masing. sambil sesekali di selingi gelak tawa,
Mata Mia yang terus memeperhatikan dari ruang makan. ia masih tidak menyangka dengan Andre suaminya itu , karena mia tau andre tipikal orang yang jarang mengobrol, bahkan dia sosok yang paling tidak suka di ganggu.
Tapi kali ini sangat berbeda. bahkan mia merasa iri dengan sherly yang terlihat begitu dekat dengan Andre dan tuan wijaya.
Di tambah lagi Andre terlihat nyaman ketika sherly duduk berdekatan.
Begitu juga tuan wijaya terlihat sangat menyayangi sherly, tanpa basa basi tuan wijaya langsung menggap sherly sebagai keluarga.
di selah-selah makan tiba-tiba saja tuan wijaya kembali meminta Mia mengurus uruasan keluarga.
"Mia apa kamu sudah selesai mengurus gaji para pelayan dan pengeluaran belanja dirumah?"
"Sudah pah dua hari yang lalu di bantu mas Bayu."
"baguslah kalau begitu, besok bantu bayu mengecek lokasi beberapa panti Asuhan yang masih kekurangan pasilitas untuk anak-anak, papah sudah siapkan donasinya." titah wijaya santai sambil kembali memasukan sendok kedalam mulutnya.
"Baik pah, nanti Mia urus."
"Kenapa harus Mia cih pah?" sahut Andre tidak setuju.
__ADS_1
" Pak Heru sedang sakit. tidak ada yang mengurus pekerjaan nya!" sahut tuan wijaya. penuh penekanan.
"Lalu bagaimana dengan keperluan ku pah?" tanya andre kebingungan tanpa mia,
"Ada sherly, dia yang akan membantu mengurus keperluanmu?" sahut tuan wijaya biasa saja. andre hanya menghela nafas dengan berat, tanpa ingin berdebat
tiba tiba saja mia terdiam mendengar ucapan papah mertuanya. mia pun mecoba melirik papah mertuanya yang ternyata sejak tadi sudah menatap mia penuh makna,
Entah kenapa seketika rasa nafsu makan Mia hilang begitu saja.
Sedangkan Sherly dia merasa senang karena merasa di butuhkan keluarga wijaya.
Apa lagi tuan wijaya meminta sherly mengurus keperluan Andre,
Andre yang sudah selesai makan. segera meminta izin sherly dan juga tuan wijaya, untuk kembali kekamar sambil membawa Mia.
***
Di dalam kamar Mia mengantar Andre kekamar mandi untuk mengosok gigi dan juga menghanti pakaian dengan baju tidur.
setelah selesai Andre dan mia segera membaringkan tubuhnya. karena hari juga mulai malam.
"sayang apa kau merasa terganggu karena sherly akan tinggal di sini?" tanya Andre memeluk Mia yang sedang berbaring membelakangi suaminya.
" Tidak Mas, kalau mas sendri bagaimana?"
"Aku mersa tidak nyaman mia, apa lagi kalau sampai dia yang mengurus keperluanku!" keluh Andre.
Membuat mia memutar tubuh nya menghadap Andre.
"Setelah pak Heru sehat dan kembali bekerja, Mia akan sepenuhnya mengurus keperluan mas andre seperti biasa." sahut Mia memendamkan wajahnya dalam dekapan dada bidang milik andre.
begitu juga dengan Andre yang segera.menyusul mia dalam Mimpi.
Saat andre yang sudah tertidur pulas tarikan napas panjang dan suara dengkuran halus dari hembusan nafas andre. mia kembali membuka matanya.
sebenarnya Mia hanya pura-pura tertidur. agar Andre tidak terus membahas tentang sherly. karena mia juga bungung harus seperti apa menyikapinya.
segera Mia melepas lengan andre dan duduk sambil menatap andre dalam diam, setelah puas melihat andre mia melirik meja rias disampinnya.
Dan turun dari tempat tidur. mia melangkah lalu berjongkok dan menarik laci kecil paling bawah, Meja riasnya.
Pandangannya terjatuh pada sebuah amplop besar berwarna coklat muda, yang bisa membuat mia terasa sesak didada.
"Apa wanita itu yang akan menggantikan posisiku setelah masa kontrak ku habis ?" gumam Mia dalam hati, sambil terus menatap kertas kontrak miliknya.
"bolehkah aku cemburu, meski hanya sebagai istri kompensasi yang hanya tinggal beberapa bulan lagi? Aku sungguh-sungguh mencintai mas Andre, walau pun sejak awal aku tidak bisa menuntut hak apa pun dengan keluarga ini."
"Memiliki anak atau tidak, tetap saja tidak ada bedanya untukku, karena dimata tuan wijaya aku hanya istri kontrak untuk Andre." gumam mia dalam hati.
perasaan yang mulai mengganggu dengan air mata yang mulai berdesakan ingin segera keluar dari mata mia.
__ADS_1
Bersambung.....
Tinggalkan jejak setelah membaca ya, terimakasih🙏🙏