
"kau kan tahu, kalau pak Heru itu tidak hanya kepala asisten di sini, tapi dia juga bertugas mengurus bakti sosial, bagi panti asuhan yang kekurangan donatur, dan semua itu harus cek langsung ke lokasi." jelas tuan wijaya memcoba memberi pengertian terhadap Andre
"Tapi itu tugas pak Heru pah, bukan tugas Mia!" tegur Andre mulai tidak sabaran.
"Ayolah Dre, Mia saja tidak mengeluh. yakkan Mia?" ujar tuan wijaya penuh penekanan sambil menoleh Mia.
Ingin rasanya Mia melihat tatapan hangat dari tuan wijaya. walau pun hanya sekilas.
Tapi semua itu tidak akan pernah terjadi hanya ada tatapan tegas Mengintimidasi. yang tak mampu Mia pungkiri.
Meski hanya bilang "Yak" tapi itu seperti sebuah perintah untuk terjun kejurang.
Dengan kedalaman ratusan meter yang menyiksa diri. Dengan bibir gemetar Mia pasrah menjawab tuan wijaya.
"Iya pah, Mia sama sekali tidak keberatan!" sahut Mia pasrah sambil mengulum senyum penuh kepalsuan.
Tiba-tiba saja Andre bangkit. Lalu mendorong kursi yang dia duduki tadi hingga terpental cukup jauh.
"Brakk..! kursi itu pun jatuh membuat sherly dan Bayu sangat terkejut.
"Cukup pah Mia itu istriku, dia adalah Nyonya Andre Hermawan wijaya, menantu papah!' bukan bawahan papah." sindir Andre
Kepada papah yang sangat keras kepala. Entah kenapa Andre tidak suka, saat papahnya melimpahkan pekerjaan seorang pelayan kepada Mia.
Andre juga sadar kalau dirinya tidak mampu melakukan apa-apa. Dan hanya terlihat menjadi benalu keluarga.
Walaupun begitu. Andre tidak pernah kekurangan harta. Karena Andre seorang Investor. Yang menggelontorkan dana ke beberapa perusahaan ternama.
Meski hanya terlihat makan dan tidur, namun penghasilan Andre tidak lah biasa. Sehingga Andre tidak suka siapa pun menghina Mia termasuk papah nya sendiri.
"Mas!" tegur Mia mencoba menenangkan Andre agar tidak terbawa emosi.
Bukan dijawab Andre malah menarik Mia pergi dari ruangan makan begtu saja.
Sehingga meraka yang ada. Menjadi ikut salah tingkah harus meredam kemarahan seperti apa.
"Maaf tuan untuk hari ini, Sebaik saya saja yang pergi, biarkan nona Mia di rumah untuk menenangkan tuan Andre." usul bayu meminta izin.
"Baiklah..!" sahut tuan Wijaya pasrah
"Kalau begitu saya pergi dulu." sahut bayu meninggalkan meja makan. dan kini hanya tinggal tuan Wijaya dan sherly saja,
Tuan Wijaya benar-benar tidak percaya, Andre begitu tidak setuju. Tentang keputusannya,
__ADS_1
Padahal rencana tuan wijaya yang ingin memisahkan Andre dan Mia semakin kuat. karena tuan Wijaya juga ingat kalau kontrak Mia hanya tinggal beberapa bulan lagi.
Dari awal tuan wijaya hanya menganggap Mia seorang pelayan yang sudah di kontrak untuk satu tahun saja.
"Menarik. ternyata hubungan mereka bertiga tidak baik-baik saja, dan sebutan Nyonya Andre Hermawan Wijaya sepertinya memang tidak pantas untuknya." gumam sherly dalam hati dengan raut wajah punuh bahagia.
sherly tidak menyangka kalau tuan Wijaya tidak menyukai Mia. padahal Mia sosok penurut yang selalu mengalah di depan tuan wijaya. karena mata sherly sering menyaksikan itu semua.
"Apa om baik-baik saja..!!" tegur sherly tiba-tiba. meperhatikan tuan Wijaya yang sepertinya terlihat prustasi.
"Om baik-baik saja, kenapa sarapan mu cuma sedikit?." seloroh tuan wijaya memberikan perhatian.
"Tidak apa-apa om, sherly hanya tidak tega melihat Om dan mas Andre bertengkar hanya karena Mia." ujar shery memanas-manasi.
" iya om juga tidak mengerti, Maafkan Om, pasti kamu jadi tidak nyaman tinggal di rumah Om!"
"itu tidak benar Om, Sherly sangat suka tinggal disini. jadi sherly akan bantu Om membujuk mas Andre sebagai rasa terimakasih." sahut sherly lembut dan penuh perhatian.
"Kamu memang benar-benar anak yang baik, yang bisa membantu masa depan andre."
"Om bisa saja...!"
"yasudah om kekantor dulu, nikmatilah pasilitas yang ada, agap ini rumah mu!" ucap Wijaya sambil mengusap lembut kepala sherly.
setelah itu sherly juga ikut meninggalkan ruang makan dan Berniat untuk melihat keadaan Andre dan Mia.
diruang baca Mia terus saja membujuk Andre dengan manja.
"Sudah yak mas, jangan marah lagi."
"Tapi papah itu sudah kelewatan Mia" sahut Andre malas sambil menarik Mia untuk duduk di pangkuannya.
Mia pun segera naik dan duduk menghadap suaminya. lalu dengan sengaja kedua tangannya melingkar di leher andre seperti anak koala yang sedang dipangku induknya.
"Tidak apa-apa Mas, Mia anggap semua itu jadi pengalaman buat mia."
"Tapi seharusnya tugasmu itu hanya mengurus keperluan ku Mia?"
"Mas, Mia tidak enak kalau harus menolak papah, Mia janji akan sering menghubungi mas Andre setiap jam, boleh yak Mas" pinta Mia.
yang tak ingin Andre terus bertengkar dengan papahnya karena Mia. Sambil terus mendekati wajahnya keleher Andre.
Menghirup aroma tubuh suaminya dalam-dalam untuk menghilakan rasa rindu di hati Mia.
__ADS_1
Andre yang sedang memangku Mia mengerinyit merasakan hembusan-hembusan napas Mia yang menyentuh kulitnya.
Dan Sesekali hidung mancung Mia dengan sengaja menggosok-gosokan ke kulit leher suaminya.
Membuat Andre hanya bisa mengalah. Merasakan Mia sedang merayunya dengan manja.
" Ya sudah mas izinkan!" jawab Andre santai.
"Mas serius?mas tidak akan bertengkar dengan papahkan?" cecar Mia antusias.
"Tidak akan, tapi kamu harus ingat jaga hati, jaga diri!" pesan Andre pelan namun tegas.
"Baik mas, terimakasih!' Mas Andre memang suami Mia yang paling baik!" puji Mia ceria.
Lalu mecium bibir andre sekilas. sambil memendakankan kembali wajahnya. Ke selah pundak dan leher andre.
Sedang kan Andre masih keheranan dengan tingkah Mia belakangan ini. Yang sering sekali menyesap dan mengumpat di bagian leher suaminya.
"Sayang apa kau baik-baik saja?" tanya Andre khawatir.
"He'emm." gumam Mia menjawab suaminya.
"Lalu kenapa belakangan ini tiba-tiba kau sangat manja, saat sudah pulang kerja." goda Andre,
"karena sebenarnya Mia sangat takut kehilangan mu mas" gumam Mia pelan. yang masih di dengar Andre dengan jelas.
"sayang tidak perlu takut. bukan kah kau percaya kalau Mas bisa kembali normal, saat waktu itu benar-benar ada. Tidak akan Mas biarkan sedikit pun kamu jauh dari pandangan di sisi mas, karena kamu lah satu-satunya istri Mas dunia akhirat.!" ujar Andre tegas memberi tahu Mia.
Dan dia juga berdoa agar semua harapannya menjadi kenyataan.
Mia benar-benar berharap semua itu bisa terjadi, meski Mia juga tidak bisa pungkiri bahwa kenyataannya. Mia akan tetap pergi dari sisi Andre. Apa bila tuan wijaya belum juga bisa merestui.
"Terimakasih yak Mas" seloroh Mia kembali manja.
"Iya sayang," sahut Andre gemas dengan tingkah laku Mia. lalu membalas semua ciuman Mia. Bahkan lebih tepatnya ingin menerkam Mia.
Saat Pasangan halal itu sedang bermesraan. Tiba-tiba di kejutkan suara pas bunga yang tiba-tiba jatuh dan pecah.
Segera Mia turun dari pangkuan Andre untuk melihat keadaan yang memang tidak jauh darinya. Mata Mia membulat sempurna saat melihat Sherly juga ada di sana.
Bersambung....
Seperti biasa ya tinggalkan jejak setelah membaca, terimakasih.
__ADS_1