Suamiku Pria Buta

Suamiku Pria Buta
Hadapi sama-sama


__ADS_3

"Ayo sayang kita istirhat" bujuk andre meninggalkan sherly dan ayu yang masih berdiri didepan pintu kamar pribadi tuan wijaya.


"Apa dia menyakitimu?" tanya andre sambil menggandeng mia


"Tidak"


"Lalu kenapa kau terlihat sangat kesal?" tanya andre membuat langkah mia terhenti. menoleh kesamping.


"Tentu saja Mia kesal, karena sherly menyukai mu mas dia akan selalu cari-cari masalah sama mia." keluh mia kembali melanjutkan jalanya menuju kamarnya


"jadi karna itu?"


"iya, jadi mas andre tidak boleh percaya dengannya. karena dia akan terus mencari perhatian didepan mu dan juga papah."pesan mia penuh penekanan.


Andre mengangguk. sambil terkekeh. memandang punggung mia yang melangkah terlebih dahalu.


"Apa kau sedang cemburu?" sindir andre tersenyum senang dan menahan langkah Mia.


"Mas andre!" tegur mia semakin kesal suaminya malah bercanda, Andre hanya terkekeh. dan meraih tubuh Mia


"Ahk kau benar-menggemaskan." keluh andre. lalu memanggul mia seperti karung beras, sambil menepuk-nepuk pan-tat mia seperti bayi.


"Ahhk mas jangan seperti ini!' nanti mia jatuh." pekik Mia takut. mencengkeram punggung kemeja andre begitu kuat.


"Tidak akan!"sahut andre percaya diri.


"Kalau begitu singkirkan tangan kanan mu mas?" perintah mia yang merasakan tangan andre sangat jahil terus menepuk-nepuk dan men-gelus pan-tat Mia.


"Memangnya kenapa, ini juga punya mas!" canda andre yang semakin usil, Sambil terus tertawa riang.


"isshk dasar mesummmm...!" grutu mia tambah teg-ang.


Andre hanya terkekeh dan terus melangkah masuk kamar peribadinya. yang sudah beberapa minggu tidak di tempati.


Setelah masuk dan mengunci pintu Andre tersenyum senang melihat kamarnya.


Yang ternyata bernuansa abu-abu muda dengan furniture coklat dan navi.


Andre terus mengedarkan penglihatanya yang tidak lagi buta. untuk melihat sekeliling ruangan.


Lalu membuka lemari yang masih banyak pakaian miliknya disana.


"Mas Andre mau sampai kapan panggul mia seperti ini mas!" tegur mia yang sudah mulai merasa pusing.


Untuk menyadarkan andre. Yang sedang melihat-lihat isi lemari.


"Ahh iya maaf, mas lupa!" sahut andre menurunkan Mia ditepi kasur. Lalu beranjak kembali mendekati lemari.


"Mas andre cari apa?"


"Bajur tidur!"


"Untuk apa?"


"Tentu saja untuk ganti sayang, masa mas tidur pake ini, kemaja sama jins!" tunjuk andre mencubit celana dan kemeja yang membalut tubuh sixpack nya.


Mia hanya bisa manggut-manggut bingung. mengingat suami yang selalu telanjang dada di saat tidur


"Tumben normal....! gumam Mia pelan. tapi masih sangat jelas terdengar di gendang telinga andre.

__ADS_1


Andre hanya bisa tersenyum simpul. lalu berpindah kelemari Mia dan mengambil piayama biru muda.


"Pakai ini!" titah andre.


"kok jadi mia, lalu mana pakaian mas?"


"Kalau suami tidur pake baju, itu baru tidak normal....!" sindir andre membalikan gumam mia barusan.


Mia hanya bisa mendengus sebal. meraih piyama biru muda. yang berada di tangan andre.


Ia segera masuk keruang ganti. setelah selesai. Mia melirik andre.


Yang sudah berbaring di temapt tidur sambil bertelanjang dada seperti biasanya.


Andre yang melihat Mia sudah berganti pakaian. hanya bisa tersenyum.


lalu mulai tangan dan mulutnya memerintah Mia.


"Kemarih!" Titah andre sembari menepuk tempat tidur di sebalahnya.


Mia pun segera duduk di sebelah Andre. sambil melirik andre yang berpindah tidur di pangkuan Mia.


Mia mengusap lembut kepala andre. yang sepertinya pikirannya sedang jauh berkeliaran tentang masalah papahnya.


" Apa mas sedang memikirkan papah?" tegur Mia memulai obrolan.


"yak sepertinya masalah papah tidak semudah itu mia." sahut andre berpikir keras.


"Mia tidak mengerti tentang perusahaan, tapi yang jelas sepertinya ada yang menginginkan posisi papah!" jelas mia mengingat obrolan tadi di kamar tuan wijaya.


"Kau" benar yaaang, karena itu Mas harus minta bantuan pihak hukum, Dan mulai mengambil alih perusahaan. Agar papah bisa istrhat tanpa memikirkan pekerjaan." jelas andre yang mulai membuat rencana kedepan.


Andre mulai mengingat beberpa berkas yang tadi sempat di tunjukan ayu padanya.


"Inilah tuan yang membuat papahmu syok diruang rapat!" ujar ayu memberikan beberapa berkas peroyek pembangunan yang menjadi masalah.


Andre pun meneliti dan terus meneliti. Beberapa proyek yang tiba-tiba begitu banyak kendala. Dan tertunda bahkan sampai gagal.


"Kenapa bisa seperti ini pah?"


"Entahlah dre, Papah terus saja menyelidikinya tapi seperti ada pihak lain yang sengaja menutupinya." keluh tuan wijaya.


begitu perustasi Ia tak lagi menutupi kesedihanya yang sedang melanda perusahaannya


"Tidak hanya itu, karena banyak peroyek tertunda bahkan gagal, para pemegang saham, ingin menarik sahamnya dari wijaya grup." sambung Ayu menjelaskan keadaan perusaahan.


"Itu akan membuat perusahaan wijaya group di ambang kehancuran, benarkan pah !" tanya andre menatap tuan wijaya.


Pria paruh baya itu hanya mengangguk pasrah. tak ada yang ditutupi-tupi lagi dari putranya.


"Mungkin ini karma untuk papah, karana papah pemimpin yang buruk, dan juga orang tua yang egois yang tidak memikirkan perasaan kalian " ujar tuan wijaya menatap Mia dan Andre.


"Pah.." tegur andre tak kuasa melihat pria itu sedang terperuk.


"Maafkan papah Dre, papah tidak ingin melibatkanmu lebih jauh!" seloroh tuan wijaya tak ingin melibatkan masalah perusaahan terhadap putranya.


Andre meletakan berkas-berkas itu lalu memeluk tuan wijaya.


"Tidak apa-apa pah, semuanya akan baik-baik saja, bukankah kita keluarga! ayo kita hadapi sama-sama." bujuk andre menyemangati tuan wijaya.

__ADS_1


Mia tak kuasa melihat andre yang mencoba menguatkan hati dan pikiran tuan wijaya.


Entah kenapa ia jadi teringat sosok almarhum ayahnya.


Segera Mia meminta izin keluar. Membiarkan anak dan ayah itu. saling mengutarakan perasaan dan pendapatnya.


Mia tak ingin mengganggu momen mereka berdua.


"Mas, Mia mau keluar dulu sebentar." izin Mia.


"Baiklah, nanti Mas menyusul" jawab Andre


"Iya mas, pah Mia keluar dulu!" izin Mia ke papah


"Iya mia"


Tuan wijaya memperhatikan andre yang terus menatap punggung Mia. hingga wanita itu hilang dari pandangan.


ia tak menyangka. putra semata wayangnya sudah kembali bisa melihat. Ada rasa bahagia yang sulit di ungkapan dengan kata-kata.


"Sejak kapas kau bisa melihat?" tanya tuan wijaya ingin tahu


"Belum lama ini pah".sahut andre santai.


"Belum lama?" tuan wijaya mengerutkan kening karena heran.


"Iya, Apa papah masih ingat, saat papah menyewa orang untuk mencari informasi aku dan mia!" tanya andre menanyakan ingatan papahnya.


"Yak, papah ingat karena kau pergih dari rumah dan memilih tinggal di vila. bahkan lebih parahnya lagi kau menghilang seperti mia." keluh tuan wijaya


"sungguh..?"


"Yak karena itu, papah sampai menyawa orang untuk mencari informasi tentang mu!" jelas tuan wijaya mengusap wajahnya. Karena malu dengan tingkah diri sendiri.


"Andre tersenyum tipis, melihat papahnya yang sejujurnya sangat khawatir.


"Maaf, sebenarnya aku tinggal di rumah sakit paska operasi. dan juga mengikuti perawatan pemulihan." jelas Andre dengan jujur.


"Papah pikir kau benar-benar pergi meninggalkan papah. karena hilang tanpa kabar. Membuat papah sangat khawatir waktu itu!" jelas tuan wijaya dengan cemas


"Sejujurnya yak!' aku pergih karena kecawa dengan papah, setelah aku tahu papah mempermainkan pernikahanku." sindir andre mengeluh. Ia ingin sedikit mengerjai papahnya.


Seketika tuan Wijaya tertunduk malu. ia ingat karena ulahnya.


Yang membuat kesepakatan dengan mia yang ber'ujung hubungan dirinya sendiri dan putranya menjadi rusak.


"Pasti didalam hatimu kau begitu membenci papah." seloroh tuan wijaya tak lagi berani menatap putranya.


"Tidak...! karena hubungan aku dan mia sudah baik-baik saja." jelas andre sungguh-sungguh.


"Biarkan aku membantu mengurus masalah perusahaan papah." pinta andre


"Baiklah, papah percaya denganmu! papah akan berusaha juga, dalam pekerjaan. Tidak hanya itu papah juga akan berusaha jadi orang tua yang baik untukmu dan juga Mia." jelas tuan wijaya sungguh-sungguh.


Andre begitu senang akhirnya tuan wijaya menerima Mia seutuhnya dalam keluarga wijaya.


*


*

__ADS_1


*


seperti biasa tinggalkan jejek setelah membaca ya🤗🤗😘😘😘


__ADS_2