
Hallo semua maaf ya telatπ₯π₯π₯,
Untuk yang masih setia, thor bangga dengan kalian.
Dan juga yang sudah memberikan semangat dengan favorit, komentarnya..... terus bom likenya.... hadiahnya.... dan votenya...... thor ucapkan terimakasihπππ. pokonya i love you full bestie....
semoga rezeki dan kebahagiaan kalian berlipat ganda di bulan penuh berkah ini Amin ππππππππππππππ
Oke deh capcussssss......
Setelah waktu itu. hari-hari rumah wijaya banyak berubah. Terutama dengan menu makan andre.
Para pelayan dapur terlihat bingung dengan Tuan mudanya. yang selalu meminta ada hidangan dari menu mangga muda.
Begitu juga dengan Mia yang terheran-heran dengan papah mertuanya.
Karena tuan wijaya ikut berubah menjadi lebih perhatian terhadap mia.
Bahkan tuan wijaya bukan hanya menganggap mia menantu. tapi ia juga menggap Mia seperti putri kandungannya sendiri.
Ia bahkan sampai menambah pelayan untuk Mia peribadi. ia juga di larang melakukan segala hal tentang pekerjaan rumah.
******
Saat Andre dan tuan wijaya pulang dari perusahan. Mereka segera memasuki ruangan utama.
Tidak lupa masing-masing asisten mereka yaitu bayu dan Ayulestari. ikut mengekori bosnya masuk kedalam.
Mia segera menghampiri Andre dan tuan Wijaya.
"Maaf yak sayang, Mas telat pulangnya!" seloroh Andre mengacak-nagacak kepala Mia.
"Tidak apa-apa mas ini kan baru jam tujuh." jawab Mia menahan tangan andre lalu menyaliminya.
"Sini pah tas kantornya sekalian Mia bawa" pinta mia setelah mencium punggung tangan tuan wijaya.
"Tidak perlu Mia, biarkan pelayan yang membawanya. kau itu tidak boleh cape-cape harus banyak istirahat, Dan kau andre jangan biarkan mia membawa tas kantor mu yang berat itu".sahut tuan wijaya khawatir.
Lalu menegur Andre. Karena ia tahu banyak berkas-berkas dan laptop di dalam tas putranya. ia hanya sedang khawatir terhadap kesehatan Mia.
Bayu dan Ayu saling melirik. begitu juga Andre dan mia saling menatap. Melihat tuan wijaya berubah menjadi protektif terhadap Mia.
"Papah ini kenapa sih, menantu perhatian di larang..!" sindir andre memandang wajah papahnya.
Andre ingin protes terhadap sikap papahnya. yang begitu ingin melindungi Mia.
Bahkan andre merasa cemburu tehadap perhatian papahnya yang menurut andre berlebihan.
" Bukan di larang Dre, tapi kita lah yang harus lebih memperhatikan dan menjaga kesehatan Mia. kamu ini gimana sih jadi suami tidak peka."hardik tuan wijaya menyalahkan andre.
"Memangnya kau sadang sakit yank" tanya andre mengok mia
"Tidak Mia baik-baik saja." jawab mia apa adanya,
Mia tidak merasakan sakit atau hal lainya. hanya kadang-kadang ada keinginan yang tiba-tiba saja sangat sulit di tahan dan berubah tidak sabaran.
"Tuhkan pah. istriku ini baik-baik saja, papah saja yang lebay" sindir andre ngeyel dan melirik tuan wijaya.
__ADS_1
"Cihk kau ini!" sahut tuan wijaya. lalu dia meperhatikan Mia
"Mia memangnya kau tidak merasa pusing atau mual?" tanya tuan wijaya. ingin tahu bahkan tuan wijaya seperti ibu-ibu ofer protektif.
"Tidak pah Mia baik-baik saja, Tapi mas Andre tuh pah! yang setiap pagi ngeluh pusing dan muntah-muntah" jelas Mia dengan jujur.
"Sungguh?"
"iya pah" jawab Mia.
"Hahaha...hahah..hahaha..Biarkan saja dia mah, jangan dipedulikan percuma tidak ada obatnya!" ejek tuan wijaya sangat senang.
Andre begitu terkejut mendengar ucapan papahnya. yang mengejek dirinya dengan gembira tanpa dosa.
Sedangkan Tuan wijaya kembali teringat masa lalu. Bagaimana tersiksanya dirinya. Saat Andinah sedang mengandung Andre di masa-masa hamil muda.
Namun tuan wijaya yang merasakan gejala lemas mual dan pusing sampai sulit bekerja.
Kini tuan wijaya sangat senang. Gen dirinya menurun ke andre putra satu-satunya. Merasakan hal yang sama seperti dulu dirasakan dirinya.
"Papah....!" perotes andre tidak suka. namun tuan wijaya terus saja tertawa.
Ayu dan Bayu hanya bisa menunduk sambil menahan tawa. mendengar ucapan Mia dan tuan wijaya.
Mia hanya bisa menggelengkan kepala. Melihat suami dan papah mertuanya mulai berdebat dan saling mengejek.
Dengan cepat Mia memberikan tas kantor Andre dan tuan Wijaya. kepada Bayu dan Ayu. yang terus berdiri dibelakang bosnya masing-masing.
Segera Mia menggandeng Andre dan tuan Wijaya berdampingan dan menarik mereka keruang makan.
karena para pelayan sudah menyiapkan makan malam.
Meski ada perdebatan kecil dengan canda tawa. namun penuh kehangatan mereka bertiga. Bahkan seluruh penghuni juga merasakan bahagia.
******
Di Meja makan lagi-lagi Ayu dan Bayu di buat heran.
karena sebuah piring dengan hidangan sambal mangga pesanan andre.
Padahal terlihat jelas para pelayan menyajikan hidangan beef Steak daging sapi sirloin. untuk makan malam. yang sudah di sediakan ke masing-masing penghuni meja makan
Bayu benar-benar di buat heran dengan makanan andre. karena menurut dia sangat tidak nyambung dengan sambal mangga pendaping beef steak kali ini.
Dengan rasa penasarannya. Bayu mencoba menarik piring itu karena penasaran ingin mencicipinya rasanya yang seperti apa.
Akan tetapi tangan Andre lebih cepat memukul tangan bayu dengan sendok.
"Itu milikku, kalau kau mau pesan saja sendiri" tukas andre mengambil piring itu.
"Astaga bos, itu kan porsi besar kau mau makan semuanya." tanya bayu semakin penasaran.
"Tentu saja!" jawab andre datar. bayu hanya bisa berdecak kesal.
"Untuk mu " lanjut andre mendorong piring steak ke depan Mia.
Karena andre hanya ingin makan sambal mangga.
__ADS_1
"Tidak mau, ini saja tidak akan habis mia makan," tolak mia. mendorong piring milik andre.
"Makan saja Mia, kau harus tambah porsimu" sambung tuan wijaya sambil mengunyah. karena dia memang sudah lapar.
"Tidak pah, porsi milik mia sudah cukup." jawab Mia ramah.
sembari mulai memotong-motong daging steak yang masih hangat menjadi keci-kecil
Setelah itu semua orang mulai makan malam dengan damai.
Hingga lima belas menit berlalu. Akhirnya tuan wijaya selesai menghabiskan makanannya. terlebih dahulu.
"Andre. Mia!' Mau sampai kapan kalian berdua merahasiakan cucu papah?" tanya tuan wijaya tiba-tiba menatap Andre dan Mia.
Tuan wijaya sudah tidak sabar. Karena Andre dan Mia belum juga bercerita dan malah terlihat biasa-biasa saja.
"Uhuk....Uhuk.....Uhuk...... Andre dan Mia Terkejut hingga mereka berdua tersedak sama-sama.
Dengan capat Bayu dan Ayu menolong andre dan mia yang terlihat susah bernapas.
"Maksud papah apa sih?" kaget andre dengan polosnya. sambil meminum air yang di berikan bayu
"Yak ampun..." keluh tuan wijaya lemas, ia sampai memijit keningnya. Kerana melihat polosnya andre dan Mia.
Padahal sudah terlihat jelas perubahan hormon dan tingkah laku mereka.
"Jangan bilang kalian berdua belum menyadarinya, bahwa kalian berdua akan punya anak!" lanjut tuan wijaya dengan tegas. menatap intens andre dan Mia.
Seketika Andre dan Mia menggelengkan kepala bahwa mereka memang tidak tahu.
Tuan wijaya tersentak. hingga terbelalak. lalu menepuk jidatnya. saat melihat ekspresi wajah putra dan menantunya. yang ternyata tidak tahu apa-apa.
Seketika Andre. Bayu dan Ayu ikut mentap Mia. dengan intens
Tidak hanya itu. Pak Heru dan beberapa pelayan di didapur.
Sampai menjulurkan kepala dicelah pintu. karena mereka ingin tahu yang sebenarnya. setelah mendengar perkataan tuan Wijaya.
Sedangkan Mia hanya bisa mengedarkan pandangan. Melirik satu persatu orang-orang yang sedang meneliti dirinya. dengan penuh rasa ingin tahu.
Susah payah Mia menelan saliva. lalu menanduk melihat purutnya sendiri yang masih rata. ia terus memegang perutnya dengan kedua tangan.
Lalu Mia menautkan alis dan mulai mengingat-ingat kapan terakhir Mia menstruasi.
Mia pun segera bangkit. dan pergi kekamarnya. karana mia ingin memastikan sendiri. ucapan papah mertuanya. Tentang kabar bahagia itu benar apa tidak.
Ia segera melihat kalender di meja nakas. yang sudah menunjukan tanggal 29 bulan 4.
setelah itu Mia segera keruang ganti dan membuka laci kecil.
Tempat barang-barang kebutuhan pribadinya. terlihat stok pembalut yang masih utuh belum di sentuh.
Mia membulatkan mata dengan kedua tangan menutup mulutnya. Tiba-tiba ada rasa bahagia menjalar di hatinya.
*
*
__ADS_1
* Seperti biasa tinggalkan jejak setelah membaca yakππππ