
Mia benar-benar sangat kecewa atas apa yang di ucapkan Andre terhadapnya.
Tak sedikit pun Andre mencerna siapa yang sudah menjadi korban di atas kertas perjanjian kontrak itu.
Tiba-tiba saja Mia menyeringai. tangannya mengepal dengan kuat. Menatap suami yang tidak pernah membalas tatapannya.
"Mia tak menyangka, ternyata cuma segini saja cintamu mas." ujar Mia tenang dan juga tegas.
Membuat Andre membuang muka tak ingin menimpalinya. Lalu Mia menoleh tuan wijaya.
"Seperti yang papah inginkan, Mas Andre sudah tidak menginginkan Mia Pah." sindir Mia begitu kecewa. Kini tuan Wijaya melihat Mia dengan perasan tidak menentu.
"Apa sekarang Mia sudah bisa bebas, karena sekarang sudah tidak ada yang menginginkan Mia disini?" sambung Mia
Bertanya tetang dirinya. Yang hanya dijadikan istri sementara putranya.
Entah kenapa permintaan Mia membuat tuan wijaya serbasalah.
Tuan wijaya tidak menyangka harus melihat Andre dan Mia sama-sama kecawa karena ulahnya. Tuan Wijaya tertunduk dalam diam tak mampu mejawab Mia.
Dengan Kasar. Mia mengusap air mata yang terus mengalir.
Lalu mengngkat tangan Andre dan mengembalikan beberapa ATM. Yang pernah diberikan Andre untuk Mia.
"Mia pergi Mas, pah" ujar Mia mencium bergantian punggung tangan Andre dan tuan Wijaya. Rasa kecewa andre dan mia sama-sama kuat dan perpisah mungkin lebih baik.
Segera Mia melangkah keluar dari kamar. Meninggalkan Andre bersama Bayu dan juga tuan Wijaya.
Saat sudah di luar kamar. Mia melihat kopernya sudah bersandar di luar kamar. membuat perasaan nya semakin sakit.
Mia kembali mengusap air matanya dengan kasar dan menarik napas dalam-dalam.
Lalu meraih koper miliknya dan melangkah pergi meninggalkan semua kenangan Mia semasa dirumah wijaya.
"Kamu mau kemana Mia?" tanya sehrly yang baru datang.
"Pergi dari rumah ini" jawab Mia dengan malas.
"Kenapa harus pergi bukankah ini juga rumahmu?"
"Tak perlu berbasa-basi dengan ku, karena aku tahu apa yang ada di dalam pikiranmu, kau sudah menang tanpa harus berperang denganku." sahut Mia tegas tanpa harus berpura-pura ramah.
"Mia aku memang menyukai suamimu, mari kita bersaing secara adil." jelas sherly mengusulkan.
Membuat langkah Mia terhenti. Lalu memutar tubuhnya dan menatap sherly dengan tajam.
__ADS_1
"Bersaing, sepertinya tidak perlu. karana pria yang kamu sukai itu, tidak mudah begitu saja pindah haluan, kau boleh mencobanya". sindir Mia menyeringai. sambil melipat kedua tangan didada.
Sontak sherly merinding. bahkan terdiam seribu bahasa. Tatapan Mia yang begitu tajam mengintimidasi,
Dan juga ucapan Mia yang terdengar sangat pedas. membuat sherly tidak percaya kalau itu adalah Mia
"Apa ini sifat Mia yang sebenarnya?" gumam sherly dalam hati. sambil mengusap bulu kuduknya yang berdiri.
Mia kembali memutar tubuhnya dan terus saja berjalan keluar gerbang rumah wijaya. Dengan perasaan kecewa dan juga merasa bebas.
yah Mia kecewa karena Andre sama sekali tidak mempertahankan pernikahannya, Yang jelas-jelas sah secara hukum dan agama,
Namun Mia juga merasa bebas tidak lagi harus menuruti semua perintah tuan wijaya.
Dan kini Mia bisa menjadi diri sendri. Tanpa harus terbeban orang-orang yang mengatas namakan keluarga tapi hanya memanfaatkan dirinya.
***
dikamar Andre
Bayu sangat kesal melihat Andre dan tuan Wijaya membiarkan Mia pergi begitu saja.
"Kalian berdua benar-benar sudah keterlaluan, bisa-bisanya menyakiti dan juga mempermaikan perasaan Mia!" tegur Bayu menahan kecewa. Lalu berjalan keluar berniat menyusul Mia.
"Apa kau baik-baik saja?" tanya tuan Wijaya khawatir.
"Cukup pah, aku tak butuh perhatian mu!"
"Dre.."
"Apa sekarang papah sudah puas, melihat aku berpisah dengan Mia, inikan yang papah Mau!" jawab Andre menyela.
"Papah tidak meminta kalian berpisah. Mia lah yang sudah memutuskan mundur." sahut tuan wijaya membela diri
"Mia mudur karena terpakas pah, sebab papah membawa sherly kesini untuk memisahkan aku dan Mia yak kan?" bentak andre.
"Dre karena sherly anak yang baik dan juga berpendidikan." sahut tuan wijaya mencoba memberi pengertian
"jadi menurut papa, Sherly lebih baik dari pada Mia?"
"Iya, karena Mia belum juga memberikan cucu buat papah. Sedangkan sherly, dia sudah bisa membantu impian papah, bisa membujuk mu untuk melakukan pemeriksaan mata lagi." sahut tuan wijaya
"Papah ini, memikirkan masa depan mu dre!' jadi papah ingin mengirim Mia sejauh mungkin agar kau bisa dekat dengan sherly." lanjut tuan Wijaya mengungkapkan keinginannya.
Andre begitu geram mendengar penjelasan papahnya yang ternyata semuanya adalah ke'egoisan papahnya yang sudah lama.
__ADS_1
"Cukup pah, wanita yang papah puji-puji. Dia sama sekali tak sebanding dengan pengorbanan Mia selama ini."teriak Andre tidak terima.
"Asalkan papah tahu Mia lah yang sudah membujuk aku untuk melakukan operasi saraf mata bukan sherly, dan aku benar-benar mencintai Mia pah, semenjak di menjadi istriku, seperti ada cahaya yang menerangi kehidupanku, Yang selalu gelap gulita ini pah." ujar Andre ikut mengungkapkan tentang Mia dan perasaan dirinya.
"Lalu kenapa kamu menyuruh Mia pergi?" tanya tuan wijaya heran.
"Agar papah tidak terus menyiksa Mia dalam surat perjanjian yang papah buat!" sahut andre tak berdaya
Sontak tuan Wijaya seperti di hantam balok besar oleh ke egoisannya sendiri.
Yang mengira sherly lah yang sudah membatu untuk menggapai impiannya. Agar Andre bahagia dan juga bisa segera melihat lagi.
***
Bayu yang sudah pergi membawa mobil. untuk mencari keberadaan Mia, terus saja mengedarkan pandangan keseluruh tempat yang dia lewati.
Namun belum juga menemukan jejak Mia sama sekali, ditambah kekhawatiran semakin bertambah saat melihat cuaca yang sedang tidak bersahabat.
Membuat Bayu berpikir yang tidak-tidak tentang keselamatan Mia.
Bayu benar-benar tidak menyangka Mia mau menandatangani surar kontrak yang jelas-jelas merugikan posisinya sebagai perempuan.
Di tambah Mia tidak pernah memiliki sahabat selama menikah atau orang yang tulus mau menjaga Mia, membuat bayu begitu meradang memikirkan Mia yang sebatang kara pergi tanpa tujuan.
****
di bahu jalan
Mia terus saja berjalan tidak tahu arah tujuan. sambil terus menarik koper miliknya.
Hari yang mulai gelap di tambah cuaca ikut mendung dan hampir turun hujuan dilingkungan sekitar.
Membuat Mia mencari-cari uang di saku celananya. untuk membayar taksi online. Yang ingin Mia pesan.
Beberapa tempat sudah Mia cari dan tidak menemukan uang sepeser pun di tubuhnya.
Membuat wanita bertubuh mungil itu menggertakan gigi tidak percaya.
"Astaga kau benar-benar bodoh Mia, bagaimana bisa, kau tidak punya uang sama sekaili!" gumam Mia memaki diri sendri didalam hati.
Sambi terus menepok jidat karena kebodohannya. Yang sudah memberikan seluruh atm ke pada Andre.
Mia kembali berjalan sambil sesekali melihat langit yang hampir mau menangis membasahi kota Jakarta. terus melangkah tanpa tahu tujuannya.
Tinggalkan jejak setelah membacanya, terimakasih 😁😁😁
__ADS_1