
Saat Andre dan Mia melangkah masuk. Tiba-tiba seorang wanita cantik berlari mendekati dan ingin memeluk andre.
Dengan cepat Andre melirik. lalu memutar tubuhnya untuk menghindari sherly. Hingga Mia tertabrak dada bidang Andre.
"Ada apa yaaang, kok mas ditarik?" tuduh Andre. pura-pura buta sambil meminta Mia kerja sama.
"Bisa bantu mas!" pinta andre berbisik. Mia terkejut dan tersenyum paham.
"Itu mas tadi ada serangga lewat!" jawab Mia dengan nada cukup kencang lalu melirik sherly sekilas.
"Untung saja tidak menempel di tubuh mas, Terimakasih yak sayang.....!''
"Sama-sama mas, kalau begitu langsung Mia antar kekemar papah yak...!" sahut mia bekerja sama.
"Tentu, lebih cepat lebih baik...!" seloroh Andre melangkah. Bersama Mia yang masih setia melingkarkan tangang dilengan kekarnya.
Mia hanya terkekeh dan juga senang. ia pikir Andre yang sedang melakoni kebutaannya. Akan menerima begitu saja pelukan sherly.
Namun Andre malah menghindar walau pun mia yang disalahkan karena dituduh menarik dirinya.
Sedangkan sherly ia mematung dengan rasa malunya. masih terdiam tanpa suara.
Ia memang sengaja berlari senyap agar bisa memeluk andre di depan mia. malah gagal begitu saja.
sherly hanya bisa menatap punggung Andre dan Mia yang pergi begitu saja tanpa memperdulikan dirinya.
Tangannya mengepal dengan kuat hingga kuku jari-jarinya itu memutih.
Mia pun segera menekan tombol lift nomer tiga. dimana kamar papah mertuanya berada.
Rumah besar wijaya memang dilengkapi pasilitas seperti lift dan dekorasi ruangan yang sempurna.
Hanya untuk kebutuhan Andre semata. Agar andre mudah menjelajahi ruangan tanpa susah payah saat ia masih menjadi pria buta.
Saat di dalam lift.
Tiba-tiba Mia berubah jadi manja. Ia sangat senang dengan sikap andre yang tak ingin memberi celah untuk perempuan seperti fani atau sherly.
Apa lagi sherly memang terang-terangan berbicara kepada Mia. Akan bersaing untuk mendapatkan Andre.
Bahkan Mia jadi gemas dengan andre yang terlalu tampan dan kaya. membuat wanita manapun akan suka
"Mas...!" panggil Mia.
"Heemmm..?"
"Mas....!"
Heemmm..?"
Mas Andre..!"
Heemmmmmm...!" jawab Andre bergumam panjang.
"Ngomong dong...!"
"Apa sayanggg..?" tanya andre memperhatikan Mia yang sedang menggelayuti lengannya.
__ADS_1
"Makasihhhh.." ucap mia Manja. sampai andre menautkan alisnya.
"Untuk apa..?" andre heran
"Untuk hati mas, yang mau jaga perasaan Mia!" jelas Mia mengerlingkan mata. sambil menunjukan sederet gigi putih. Andre mengangguk tertawa geli.
"Mas ini suamimu sayang, wajib menjaga perasaan seorang istri! Jangan khawatir, mas tidak suka jajan diluar." sambil mengacak-ngacak pucuk kepala mia.
Mia pun semakin gemas. menjadi salah tingkah. Hingga mengigit lengan andre yang sejak tadi Mia gelayuti manja.
"Isk kau ini!" tegur andre meringis mengusap rasa sakit dilenganya.
"He..he..he.. gemes!" ujar Mia tersenyum semringah.
"Kalau mau mengigit tuh disini..!" titah Andre. mendekati wajah Mia. lalu menujukan bibir miliknya dengan jari telunjuk.
Mia pun mengangguk. Meraih rahang kokoh sang suami halalnya. Lalu menc-ium meng-gigit dan me-nghi-sap bi-bir andre hingga puas.
Membuat andre ikut gemas ingin membalas ciuman Mia,
"Upppssss...!" Ayu menutup mulut dengan kedua tangan. karena terkejut saat lift terbuka melihat andre ingin mencium Mia.
Mia hanya tersenyum kaku dengan sudut mata melirik ayu.
Lalu mendorong bibir andre yang hampir mendarat. untuk segera menjauh.
"Cihk bak Ayu ganggu saja!" keluh andre tanpa menoleh lalu berdiri tegap.
Ayu dan Mia hanya terkekeh melihat andre berwajah masam sambil membuang muka.
"Maaf tidak sengaja, silakan di lanjutin...!" jawab ayu dengan santainya.
"Baik lah...!" sahut Andre menimpali. lalu ingin kembali meneruskan yang tadi tertunda.
Mia terbelalak sambil mencubit pingga andre karena malu dilihat ayu.
Andre hanya bisa mendengus sebal dan kembali keposisi normal.
"Bagaimana keadaan papah?" tanya andre tiba-tiba. ia ingin segara tahu tentang kabar papahnya.
"Sudah lebih baik, hanya saja...!" jawab ayu menggantung. dengan raut wajah berubah cemas.
"Ada apa?" tanya mia ikut cemas
"Tidak jadi, nyonya tuan Mariku antar." ajak ayu dengan ramah.
"Terimakasih bak ayu." ucap Mia senang.
"Jangan sungkan nyonya." ujar Ayu seraya mengatar Mia.
"Oh iya bisakah berhenti memanggil saya dengan sebutan nyonya?" pinta Mia. ayu menoleh dan merasa aneh.
"Memangnya ada apa?" tanya Ayu, begitu juga dengan Andre ingin tahu.
"Tidak ada apa-apa, hanya saja itu seperti tidak pantas dengan wanita seperti saya?" jelas Mia sadar diri.
"Maaf tapi itu adalah peraturan turun temurun keluarga wijaya, anda adalah wanita satu-satunya yang memiliki posisi di keluarga besar wijaya, jadi memang pantas di panggil nyonya." jelas ayu.
__ADS_1
Yang cukup tahu. peraturan apa saja di keluarga wijaya.
"Yang dikatakan bak Ayu benar sekali. jangan menganggap itu beban, Seharusnya kau bangga. Banyak orang yang menginginkan posisimu ini mia!" jelas andre menambahkan.
Sesampai dipintu kamar peribadi tuan wijaya.
Ayu membuka pintu sembari mengabarkan bahwa andre dan mia sudah datang.
"Bos! putra dan menantumu sudah datang" ucap ayu mengabari tuan wijaya.
"Suruh mereka masuk." Titah wijaya pelan tapi tegas.
Ayu mengangguk dan berjalan kepintu mempersilakan Andre dan Mia masuk.
Segera Andre melangkah masuk. Mengedarkan pandangan melihat sekeliling kamar pribadi papahnya.
Tatapannya terhenti saat melihat tempat tidur berukuran king size.
sesosok pria tengah baya sedang duduk bersandar. Denga bagian perut kebawah tertutup selimut.
Meski wajahnya terlihat pucat dengan kantung mata mulai muncul garis-garis kerutan yang menandakan penuan.
Namun tatapannya masih saja serius. Melihat Data perusahaan yang masuk dari layar laptop yang bertengger dipangkuanya.
Andre hanya menghela nafas. Melihat kelakuan papahnya yang gila kerja. Padahal selang infusan masih menempel di tangannya.
Seulas senyum terpancar di bibir tuan wijaya. Saat melihat kedatangan andre putra semata wayangnya.
"Akhirnya kau pulang juga, kemarilah papah di sebelah sini." seloroh tuan wijaya mengintuksi.
"Iya pah." jawab Andre singkat. berjalan didampingi mia.
Ke arah tuan Wijaya berada. lalu mia mengarahkan andre untuk duduk ditepi kasur sebelah tuan wijaya.
"Bagaimana keadaan papah? tanya andre sambil mencium punggung tangan papahnya
"Sudah lebih baik." sahut tuan wijaya. memperhatikan Mia yang sedang mencium punggung tangannya.
Meskipun muncul raut wajah tuan wijaya. yang lansung berubah enggan terhadap mia.
Andre yang meperhatikan kejadian itu terlihat jelas didepan matanya yang sudah jelas terang menderang.
Bahwa raut wajah papahnya terlihat tidak suka. Andre hanya bisa menghela nafas kecewa terhadap papahnya.
"Apa sebaiknya keadaan papah diperiksakan lagi kerumah sakit, agar kesehatan papah lebih diteliti." ujar andre memberi saran.
"Tidak perlu papah baik-baik saja, tadi hanya kelelahan saja." sahut tuan wijaya. menepuk bahu Andre,
Sedangkan Andre terus meneliti ekspresi papahnya.
karena merasa ada hal yang sengaja disembunyikan dari andre dan mia.
Apa lagi saat Andre melirik Ayu. yang masih saja terlihat cemas.
*
*
__ADS_1
Seperti biasa tinggalkan jejak setelah membaca yak🤗🤗🤗🤗