Sumpah Setia Di Ujung Senapan

Sumpah Setia Di Ujung Senapan
KEBAHAGIAAN TAK TERKIRA


__ADS_3

"Abang, om Marcel sama Kintan masih di kantin rumah sakit kan? Minta borong makanan dong, Fara lapar sampai lemes melehoy gini, berasa ngga punya tulang!" keluhnya kembali ke stelan awal.


"Dedek udah keluar, tapi kok gembulnya masih berlanjut?" kekeh Al Fath memperhatikan jagoannya yang kini sedang terlelap tidur dalam dekapan ibunya.


"Emhh, kalo kemarin kan hamil. Kalo sekarang otewe menyu sui," jawabnya.


"Oke--oke! Buat ibu baruuu," Al Fath menscroll ponsel mencari kontak Kintan, meminta ajudannya itu untuk memborong makanan di kantin demi sang istri.


"Done!" jawabnya saat panggilan berakhir, selama ini Fara tak pernah meminta hadiah apapun darinya, atau permintaan macam-macam selama hamil. Al Fath menarik kursi dan duduk di samping Fara, sementara Fara menyelimuti Sagara yang kini ia taruh tepat di sampingnya dan kemudian mengambil posisi duduk.


Tangannya terulur menyentuh anak rambut Fara, "terimakasih, sudah mau memberi pria dingin ini kesempatan untuk bahagia." Al Fath meraih tangan Fara ke dalam genggaman dan membawanya untuk memberikan kecupan hangat, "pria yang kamu tau memiliki pekerjaan berbahaya, dan kemampuan berbahaya."


"Pria yang terlalu beresiko meninggalkanmu kapan saja," lanjut Al Fath. Fara membiarkan kedua tangannya tetap ada di dalam genggaman Al Fath.


"Sama-sama hubby," Fara tersenyum manis.


"Terimakasih sudah memilih Fara, merubah pandangan dan semua kehidupan yang hanya ada kelabu,"


"Jadi ada hijau-hijaunya?" tanya Al Fath menaikkan alisnya sebelah, Fara menyemburkan tawanya, "iya, terlalu banyak ijo-nya!" Al Fath berdiri dari duduknya, melirik sebentar jagoan kecil yang terlelap damai. Lalu beralih mengecup kening Fara. Tak tau sudah ke berapa kalinya hari ini ia mencium kening Fara.


"Always love you," bisiknya, kecupan itu turun ke bibir Fara dan berdia lama disana.


"Always love you too," balas Fara.


Langit yang sudah gelap menjadi semakin syahdu oleh getar cinta yang dirasakan keduanya, ternyata cinta memang indah. Di tanah timur ini kebahagiaan mereka semakin lengkap.




Sambutan batalyon tak kalah meriah menyambut Fara dan bayinya.



"Selamat datang ibu!" Fara mendekap bayinya sambil tersenyum melihat begitu hangatnya rasa kekeluargaan disini.



"Terima kasih," jawab Fara.



"Ibu jangan sungkan untuk meminta tolong pada kami, bu."



"Iya, makasih banyak."



Para persatuan istri prajurit berbondong-bondong untuk sekedar menjenguk Fara dan Sagara, meskipun Al Fath memberikan batasan dan aturannya sendiri. Ia cukup protektif menjaga sang anak.



Ternyata ucapan orang itu memang betul adanya, sultan mah bebas!!!



Rombongan umi dan nyak sudah tiba sore menuju malam waktu setempat tadi, jika umi berkata besok maka keesokannya ia memang sudah menyambangi tanah timur, baginya tak ada tempat yang terlalu jauh untuk didatangi. Jangan duga karena keberangkatannya dadakan, umi dan nyak tidak membawa apapun dari kota asal, karena nyatanya kedua emak-emak rempong ini datang sepaket dengan kehebohan, oleh-oleh, dan kasih sayang.



"Ya ampun Ra! Baru pertama kali nyak naik pesawat ampun dahhh! Ngga kaya naik kopaja, Adem!" heboh nyak yang baru pergama kali naik pesawat kelas bisnis bersama umi.



"Baru tau ternyata tanah air indah bener diliat dari atas!" seru nyak lagi layaknya anak kecil yang baru merasakan pengalaman pertama dan sangat mengasyikan.



Fara tersenyum, ia sangat-sangat bersyukur pada Allah dikelilingi oleh orang-orang yang begitu menyayanginya.



"Cucu umi ganteng banget ya Allah! Ini dia pewaris lain tahta Ananta!"



"Tuh kan! Zahra bilang juga apa, ini mah jiplakan abang banget! Kak Fara cuma nyumbang nama!" tawa Zahra.


__ADS_1


"Saga mau jadi tentara, mi!" ujar Al Fath, bayi itu tersenyum dalam tidurnya, seolah menanggapi positif ucapan sang ayah.



"ENGGAK!" seru Fara dan umi Salwa bersamaan.



"Kompak banget?!" ujar Zahra.



"Biar dia jadi apapun yang dia mau," sahut abi Zaky.



"Saga mau jadi kaya abba Harris," ucapan itu lolos dari mulut Fara. Ia mengambil duduk dekat umi yang sedang menggendong Saga, telunjuknya mengusap lembut pipi sang putra.



"Pahlawannya Fara," gumamnya berlanjut, masih terasa sesak berandai-andai jika bapak hair disini.



"Iya, pahlawannya kita semua," balas Al Fath.



Tak lupa Fara memberitahukan kabar gembira ini pada squad hot momy, sontak saja mereka heboh meminta foto sang bayi.



💕 Gina\_Ginanjar, "*Lucu pisan ya Allah, meni kaseppp*!"



💕 Nasya\_ Erlan, "*Cocok jadi mantu*!"



💕 Fani\_Regan, " *Welcome to the world Teuku Bumi Sagara*,"




💕 Fara\_Fath, "*makasih onty-onty sayang*."



Belum lagi grup wa para duda kelam yang jumlah chatnya sudah meratus bersahut-sahutan di ponsel Al Fath mengucapkan selamat yang ujung-ujungnya mengejek satu sama lain, tapi rupanya si empunya ponsel malah lebih asyik menggoda si ibu baru di sampingnya ini, berhubung si jagoan kecil sedang di perebutkan oleh kedua neneknya.



"Ra! Ini apaan?" tunjuk nyak ke arah piring.



"Coba aja nyak!" jawab Fara memanjangkan leher ke arah nyak.



"Enak Ra," seru nyak mengunyah dengan semangat 45. Fara tersenyum usil, memberikan waktu 5 menit sampai nyak benar-benar menelannya.



"Itu sate ulet sagu, nyak!"



"Eh busetttt! Kenapa kagak bilang dari tadi, dasar anak ngga ada akhlak!!! Ini ngga akan jadi kepompong di dalem perut gua kan?!"



Fara tertawa tergelak bersama semua yang ada disana.



...THE END...


__ADS_1


Akhirnya kita sudah sampai di penghujung kisah, setiap pertemuan pasti ada perpisahan, begitupun rombongan keluarga pak danyon. Terimakasih semuanya, sudah mengikuti kisah si cool and dangerous babang Al Fath dan si absurd neng Fara. Mimin banyak-banyak mengucapkan terimakasih untuk dukungan like, rate, fav, gift, komentar, iklan dan votenya, kalian yang terbaikkkk😍😍 Maaf jika tidak sesuai ekspektasi dan banyak typo bertebaran disini, kesempurnaan hanya milik Allah semata dan kekurangan milik mimin 🤗 Tak lupa mimin mau mengucapkan banyak terima kasih untuk beberapa pihak.



Sumber referensi :


▪》KOeM\_PAS. COM


▪》T3M\*\*\*PO. CO


▪》D3\_TIK.COM


▪》TRI Bo\*eN.COM


▪》I\_Ne\*ws\_P@\*PUA.id


▪》D3\*tik.N\*ws


▪》Sin\_do N3ws.com



Say thanks to ❤ :


▪》Kaka NaraY Kamanatha (author)


▪》Teh Irna Mahda Rianti (author)


▪》Kaka OCTober



Sehat-sehat selalu kakak-kakak sekalian 😘



Special thanks to ❤ :


Readers semua yang sudah mendukung karya Al Fath dan Faranisa 🤗. Terkhusus kalian-kalian yang selalu mendukungku.



Note : Aku selalu suka dan bangga dengan komentar kalian yang selalu membangun dan bikin moodku bagus, terimakasih banyak. Kalian sudah kuanggap seperti keluargaku sendiri, love you all.



Salam hormat dan sayang untuk para prajurit negri. Inilah hadiah mimin sin untuk negri tercinta 😍



Coming Soon :



~\> DERMAGA HATI SANG MARINIR (Kisah Teuku Rayyan Ananta sang tentara angkatan laut marinir dan Eirene 'Lovely' Michaela Larasati sang model internasional)



~\> MY LOVELY PRESDIR FROM THE MARS (Kisah Cut Aisyah Zahra Ananta dan si kembar Dewa--Ganesha)



Ijinkan mimin untuk rehat sejenak demi menyusun bab ya sayang 😉 Jikalau sudah terbit mungkin akan mimin umukan di instagram mimin, grup chat, ataupun undangan sistem noveltoon sendiri. Jika memang tidak, kalian bisa cek profilku. Thor, pengen liat kehebohan dua nenek dong, atau masih pengen denger cerita keluarga pak danyon dong! Oh tenang sayang, nanti pasti bakalan kuselipin diantara kedua cerita diatas, karena masih sambung menyambung kaya paralon.



Fb : Thatha Chilli


Ig : Thatha Chilli



.



.



.

__ADS_1



.


__ADS_2