
Fara sedang masa-masanya asik ngurusin Saga, semua tingkah Saga menurutnya begitu lucu di matanya. Mau itu lagi nguap--lagi natap orang-orang sekitarnya bahkan lagi bok3r sekalipun pas ngedennya itu loh! Kagak nahan pengen cium.
"Dek, itu Saga lagi poop'ing loh!" Al Fath sampai nyengir masam melihat Fara yang mengendus-endus badan putranya.
"Justru itu, Saga lucu banget bang kalo lagi ngeden! Ganteng amat ya Allah, padahal Fara yakin abang kalo lagi ngeden ngga akan seganteng ini!" balas Fara.
Sedang asik nyiumin Saga, dering ponsel Al Fath berbunyi.
"Ray?"
"Sebentar, abang angkat telfon Ray dulu!" Fara mengangguk seraya mempreteli celana Saga.
Belum ada 5 menit pria itu kembali lagi, "dek. Rayyan mau bicara sama kamu," ujarnya.
"Oh, tapi ini tanggung mau cebokin dulu dedek bang--"
"Istri abang mau cebokin dulu Saga!" ulang Al Fath di telfon.
"Yahhh, dek gam poop'ing? Ya udah di loud speak aja bang, gitu aja ribet!" jawab Rayyan.
Al Fath me-loud speak panggilan.
"Kenapa Ray?" tanya Fara, mulutnya berbicara namun tangannya dengan telaten mengurusi bayi yang baru berusia 2 bulan itu.
"Kak, bikinin undangan online dong! Biar kaya orang-orang pake link! Percaya deh kalo kak Fara yang bikin pasti bagus! Siapa yang ngga kenal bu danyon dari timur, istri Teuku Al Fath Ananta, mantunya umi Salwa sama abi Zaky!" rayunya.
"Ngga usah rayu-rayu Ray, nanti yang disebelah aku ngambek!" jawab Fara.
"Bilang saja gratis!" tembak Al Fath datar dan tepat sasaran.
"Eh bukan gitu bang, cuma ngga keburu aja buat urus ini dan itu! Segala catering aja umi yang urus," jawab Rayyan.
"Eirene mana?" tanya Fara.
"Ada, lagi pemotretan."
"Kamu nungguin?" tanya Fara, jarang sekali ia mendengar si playboy cap kaki katak ini mau-maunya dijajah perempuan.
"Ya mau gimana lagi kak, Eirene udah tanda tangan kontrak."
"Kamu ingat syarat dari umi kan Ray?" tanya Al Fath.
Disana Rayyan terdiam sejenak, "iya, Eirene bilang ini yang terakhir, karena dia ngga bisa main mangkir dari perjanjian, penaltinya ngga main-main bang,"
"Iyalah Ray, Eirene kan model kelas kakap bukan iklan buku yaasiin!" balas Fara membuat Rayyan tertawa, memang kakak iparnya ini kalau sudah nyeletuk suka ngga kasih takaran.
"Ehhekkk---ehekkkk!" suara tangisan Saga menyela obrolan seru mereka.
Hay-hay kaleaaannn! Yang belum mampir, yokkk mampir yokkk! Merapat-merapat di rombongan bus abang Rayyan sama Eirene!
๏ฟผ
\*\*\*cover bisa berubah sewaktu-waktu ya ๐
~\>***Deskripsi***
Eirene, seorang model ternama, karena kesalahannya pada malam yang seharusnya dapat membuat karirnya semakin di puncak malah menyeretnya ke dalam pusara masalah baru yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya, menjadi istri seorang tentara marinir.
Rayyan, anak kedua dari 3 bersaudara ini adalah seorang prajurit angkatan laut marinir berpangkat kapten, bukan hanya sederet prestasi namun setumpuk gelar playboy dan keluarganya turut melekat di belakang namanya. Tak sangka acara ulang tahun yang seharusnya ia datangi membawa Rayyan menemui sang calon penghuni tetap dermaga hati.
"Pergilah sejauh ukuran luas samudera, tunaikan janji bakti dan pulanglah saat kamu rindu, karena akulah dermaga tempat hatimu bersandar, marinir,"
\-Eirene Michaela Larasati-
"Sejauh apapun aku berlayar, pada akhirnya semua perasaan akan berlabuh di kamu, karena kamu adalah dermaga hatiku."
\-Teuku Al-Rayyan Ananta-
__ADS_1
Bab 1.
Langit biru yang memayungi negri khatulistiwa tidak selamanya berarti cerah dan berseri.
Awan mendung tengah menyelimuti penerbangan bumi pertiwi, sebuah pesawat sipil komersil berjenis boeing dinyatakan hilang kontak dari radar. Pesawat itu mengangkut sekitar 191 penumpang bersama 11 kru pesawat termasuk pilot, co pilot dan pramugari. Pesawat dengan rute ibukota-negri singa putih itu jatuh dan tenggelam di perairan tengah nusantara.
"Mamaahhhhhhh!"
"Papahhhh!!!!"
Seorang gadis cantik bersurai panjang menangis meraung-raung, badannya merosot ke lantai keramik marmer demi mendapati kabar mengejutkan kedua orangtuanya yang turut menjadi korban kecelakaan pesawat itu.
Mendadak bandara penuh oleh keluarga korban dan awak media. Duka mendalam hinggap dalam dada, meninggalkan lubang yang menganga. Mereka kehilangan anak, suami, istri, orangtua, saudara, kerabat, kekasih dalam tragedi kecelakaan itu.
Derap langkah berlari para prajurit terdengar lebih nyaring dari biasanya di sebuah pangkalan laut. Seorang perwira muda dengan tanda kehormatan yang berjejer di lorengnya tergabung dalam komando pasukan katak tentara negri.
"Posisi jatuh disini, kita luaskan pencarian sekitar sini. Sementara komando intai amfibi menyisir sebelah utara perairan Maj3ne!" titah seorang kapten.
Warna kulit yang mulai berubah jadi sedikit kecoklatan adalah bukti nyata jika ia bersungguh-sungguh dalam menjalani pelatihan dan tugas, ia melirik jam khusus anti air miliknya, pakaian selam sudah terpasang rapi di badan tegapnya.
"Ray, saya dengar abang kau naik pangkat tahun ini?" tanya seorang rekan senior.
"Iya bang," jawabnya setengah berteriak diantara kencangnya suara kapal bermotor dan deru angin laut.
"Wah! Kapan kau menyusul?!" Ray hanya bisa nyengir lebar.
"Jangan lah bang. Letnan satu saja saya sudah jadi idola, apalagi kalau naik pangkat!" kekehnya selalu narsis.
Ray dan detasemen memasang alat bantu pernafasan, diantara gemuruh angin laut dan ombak yang setinggi-tinggi pohon kelapa. Para prajurit tak gentar bertaruh nyawa demi tugas kemanusiaan. Tak ada yang lebih penting diatas tugas negara, selama detak jantung masih berdegup dan helaan nafas masih memenuhi rongga hidung tak ada rintangan yang tak dapat diatasi, Tan Hana Wighna Tan Sirna. Selamanya kedaulatan harga mati.
Byurrrr!!!!
...โ๏ธโ๏ธโ๏ธโ๏ธโ๏ธโ๏ธโ๏ธ...
8 Tahun kemudian
Puluhan chat menyerbu ponsel Rayyan, rencananya teman-teman alumni semasa sekolah menengah atas ingin mengadakan reuni dan janji temu yang kebetulan bertepatan dengan acara ulang tahun salah satu teman sekelasnya dulu di sebuah cafe yang ada di ibukota.
"Abang, liat aku dong! Ini cocok engga?" tanya gadis berambut pendek potongan bob menunjukkan pengaplikasian sample bedak foundation di permukaan kulit wajahnya.
"Cocok, kamu cantik, makin glowing kaya rembulan!" jawab Rayyan, prajurit perempuan itu merona hanya dengan kata-kata mirip rembulan, padahal jika ditelisik rembulan memiliki permukaan yang tak rata dan cenderung banyak cekungan di wajahnya. Dasar penggombal remahan gorengan!
"Abang ih, fokus terus sama hape!" ketusnya, diantara gagahnya seragam loreng kebangaan yang keduanya pakai ada hati manusia normal yang ingin bermanja-manja ria saat di luar jam dinas.
"Iya sayang, cantek, boh hate abang..." comotnya di dagu sang wanita manis, dialah Letda Nindia bersama kekasihnya Kapten Marinir Teuku Al-Rayyan.
__ADS_1
Setelah dirasa cocok, Nindia membayar sepaket make-up yang saat ini sedang melejit pamornya dengan wajah brand ambassador seorang model ternama asal negri yang sudah menjajal karirnya sampai di level internasional.
๐ Paris, pukul 1 siang waktu setempat.
Seorang gadis berusia 23 tahun berpose dengan anggun sedikit angkuh di depan kamera, sepertinya gaya apapun yang ia lakukan akan selalu bagus di mata kamera dan dunia. Aura bintang seakan diberikan Tuhan untuknya sejak Eirene pertama brojol ke dunia. What means the brojol, thor? Brojol is brosot, dilahirkan, baru landing dari perut ibu, ngono to!๐
Beberapa lensa kamera membidik setiap gerakannya diantara busana minim nan sexynya, hanya gaun malam ketat sebatas pa ha menampakkan sisa lekukan tubuh, tulang selang ka, bahu yang terkespos. Meski tanpa perhiasan yang menempel, aura kecantikannya justru semakin terpancar kuat. Sepertinya dewi Aphrodite dan dewi Hathor menurunkan auranya cuma-cuma hanya untuk Lovely, dialah Eirene Michaela Larasati, atau biasa disebut dengan nama panggung Eirene 'Lovely' rasanya wajar agensi menyematkan nama panggung Lovely untuknya karena memang wajahnya dapat menyihir setiap mata yang memandang untuk mencintainya.
Eirene menghela nafasnya seolah mengeluarkan beban kelelahan meski tak semua. Jadwalnya begitu padat saking padatnya bolu kukus yang sampe mekar-mekar aja kalah padat.
Ia duduk di kursi miliknya bernuansakan pink, permintaan khususnya di setiap project yang menyewa jasanya. Semuanya mesti serba pink, bahkan kalo bisa muka agensinya pun dicat pink biar Eirene suka.
Honey memberikan segelas air putih untuk artis kesayangannya, "jadwal selanjutnya kemana honey?" segelas air mineral pure dengan kadar oksigen dan mineral tanah yang tinggi ia teguk sampai tandas. Harus selalu air mineral pure tak boleh yang lain apalagi cuma air galon isi ulang--katanya sih takut alergi plus kejang-kejang! Syombong sekaleeehhhh ๐ maklum lah artis papan atas iye kannn--bebas!!
"Lusa kita terbang ke Nusantara babyyy, buat dapatkan piala citra di salah satu ajang award, lanjut capcuss kontrak kerja selama 1 tahun untuk produk make up Mustika Putri sama parfum de'Avenue disana," terang pria berusia 27 tahun ini, loh min?! Ku kira honey itu cewek, jawabannya adalah bukan! Honey adalah laki-laki rasa strawberry๐
Terlihat gadis 23 tahun itu menghela nafasnya teramat lelah. Sejenak ia ingin berteriak melepaskan semua beban yang membelenggu di pundak, memang inilah resiko yang harus Eirene hadapi.
Honey mengusap-usap pundak tela njang Eirene, "I know baby--kamu sudah lelah, sudah ku kosongkan jadwalmu setelah urusan dari nusantara. Kamu bisa liburan kemanapun kamu mau!" ia menaik turunkan alisnya seolah memberikan penawaran untuk artisnya yang sudah teramat lelah dengan beban dunia. Honey dan lovely bagaikan dua sisi mata uang yang tak dapat dipisahkan, keduanya berjuang dari sejak lovely pertama kali menapaki karir saat berusia 14 tahun hingga sekarang, ditambah nasib keduanya yang sama-sama yatim piatu sekarang.
"Hm, thanks honey! Kamu emang paling ngerti aku setelah uang," angguk Eirene membuat Hiney tertawa kencang, memang sekamvrett itu artisnya.
"Oh ya om Louwis menunggumu di cafe sejak tadi! Temui dulu, biar dia nggak marah! Bisa-bisa satu studio dia hancurkan kalo kamu ngga keluar," ucapnya meringis, satu lagi beban yang teramat memilukan, tragis memang. Dari sekian ratus artis papan atas tak ada yang benar-benar murni hasil jerih payah dan prestasinya. Persaingan dunia modeling sangatlah kejam dan keras, maka wajar jika seorang publik figure selalu membutuhkan sokongan dari beberapa sosok yang kuat dalam bisnis termasuk Eirene.
"Ck,--" ia berdecak, terkadang Eirene ingin pergi dari dunianya yang terlalu kejam jika tak mengingat perjuangannya untuk sampai di titik ini. Sejak smp ia harus mencari dan menafkahi dirinya sendiri.
"Oke! Kita temui aki-aki gatel! Kali aja abis ini sejumlah saham turun buat gue!" serunya, mau tak mau Eirene beranjak untuk menyapa om Louwis, seorang presdir perusahaan parfum ternama dunia berumur 45 tahun dengan status duda-nya. Berkali-kali ia meminang Eirene, berulang kali juga gadis ini menolaknya secara halus. Jika bukan karena uang dan koneksinya yang membuat Eirene mendapatkan banyak job kelas kakap, ia tak mau menemui om-om genit satu itu.
"Cusss!" angguk Honey tertawa kecil dan melompat kecil berada di samping si gadis angkuh ini, berjalan begitu berlenggak-lenggok beriramakan detak stilleto setinggi 8 cm.
Melihat batang hidung si om-om presdir yang makin tua makin menjadi, membuat Eirene semakin membulatkan tekadnya untuk masuk kuliah dan ambil jurusan kimia industri, kali aja nemu racun yang pas buat nge-racun si om yang ngga tau umur ini. Untung saja aki-aki satu ini bos parfum, jadi Eirene tak harus menjepit hidungnya dengan jepitan jemuran karena bau minyak urut.
Dari kejauhan saja lelaki ini sudah tersenyum hangat untuk lovely, sehangat ee' ayam, "Hello my dear!" sapanya bangkit dan merapikan jasnya gagah, ia berusaha untuk cipika-cipiki menghirup aroma daun muda. Namun dengan sigap Eirene menghindar terkesan menjauhkan dirinya seraya menepis-nepis di bagian pundak seolah membersihkan diri dari najis mugholadoh, dengan senyuman sepalsu beras imitasi Eirene membalas, "hello sir!"
"Oh come on lovely, don't call me sir! Just call me baby or something else--" ujarnya mencebik.
"Udah tuir juga bebs, pengen dipanggil baby--baby pigi gitu maksudnya?!" bisik honey pada Eirene.
Eirene memanglah butuh support Louwis, tapi tak sampai membuatnya menjual diri.
"Sorry babe," dalam hati Eirene sudah membasuh lidahnya dengan tanah. Eirene duduk di sebrangnya, rasanya pengen gumoh manggil aki-aki pake panggilan sayang.
__ADS_1
"Timpuk gue honey---potong lidah gueeee, huwekkk!" gumamnya mengaduh menderita, honey mengulum bibirnya tak kuasa menahan tawa.