Surprise Child

Surprise Child
Bab 19 Pencarian Damien


__ADS_3

Setahun sudah berlalu dengan cepat, ia tak menyangka akan tertahan begitu lama karena tangis seorang gadis. Melirik kebelakang tentu saja mudah baginya untuk terayu sebab ini adalah kali pertama ia begitu dekat dengan seorang gadis, terlebih gadis itu adalah anak dari kepala suku yang menjadi mitos.


Meski harus tersendat dalam pencariannya Albert bersyukur sebab ia tak benar-benar diam disana, ia mempelajari ilmu pedang dan lain sebagainya dari para penduduk sekitar.


Keberadaannya disana bahkan sudah diakui sebagai bagian dari penduduk, namun sebetah apa pun tetap saja ia memutuskan akan pergi pada akhirnya.


Dan inilah saatnya untuk mengucapkan perpisahan, keinginannya untuk pergi telah ia sampaikan kepada Mateo juga yang lain termasuk Yarren.


Tentu saja Yarren menghadangnya kembali, ia tak mau berpisah dengan pujaan hatinya tanpa ada kejelasan apakah Albert akan kembali.


Seharian itu Yarren merajuk tanpa mau bicara bahkan terus berpaling dari Albert, membuatnya bingung harus bertindak bagaimana.


"Maaf aku tidak bisa berjanji apakah aku akan kembali, merebut istana bukanlah hal mudah karena itu bahkan tidak ada jaminan aku akan selamat. Tapi meski begitu perlu kau ketahui bahwa kemanapun aku pergi jiwaku tetap akan ada di suku ini, di dirimu."


Perpisahan yang dipaksakan itu tentu mengundang banyak air mata di pipi Yarren, tak ada kata yang sanggup ia ucapkan saat melihat Albert berpamitan dengan yang lain dan akhirnya pergi tanpa menoleh kebelakang untuk melihat dirinya.


Menghembuskan nafas lega akhirnya Albert mampu keluar dari gua itu dengan ketetapan hati sebab ia sendiri merasa berat untuk pergi, setelah segala hal yang ia pelajari Albert memutuskan untuk pergi ke desa terdekat dan mencaritahu situasi istana Meseress sekarang.


Menghabiskan waktu hampir seharian akhirnya ia tiba di sebuah desa, dari pemilik penginapan ia mengetahui bahwa Ursula berhasil membangun kekuatan sendiri dengan memanfaatkan persekutuan dengan Kerajaan lain.


Ini membuat Albert semakin resah sebab persentase untuk merebut kembali istananya akan sulit, tapi bukan berarti tak ada kesempatan.


Esok harinya ia memutuskan untuk melanjutkan perjalanan, jika ingin menemukan Damien ia berfikir harus menemukan tempat para vampire tinggal.


Matahari sudah siap untuk tenggelam saat langkahnya masih tertinggal di hulu sungai, dari beberapa sumber yang ia dapatkan sebuah wilayah di daratan bukit Antarela terdapat kastil megah yang menghadap laut.


Dipercaya sebagai tempat bernaungnya para makhluk malam, butuh setidaknya dua puluh hari untuk sampai ketempat itu dari kakinya berpijak sekarang.


Mungkin adalah hal yang sia-sia untuk pergi karena belum tentu ia dapat bertemu Damien, selain itu datang ke sarang monster sudah pasti adalah menyerahkan nyawa dengan suka rela.

__ADS_1


Tapi Albert tak punya pilihan lain, ia harus pergi meskipun butuh waktu dan tenaga. Dan untuk mewujudkan hal itu ia harus menjadi kuat terlebih dahulu, tak mau termakan nafsu dia memutuskan memilih tempat istirahat yang aman sebelum siang benar-benar sirna.


Merakit akar dan tanaman sulur diantara pohon Albert memutuskan membuat tempat tidur gantung, cukup untuk untuk berlindung dari babi hutan yang suka menyeruduk tapi tidak dengan makhluk yang sedang ia cari.


Grrssskkk


Itu adalah suara pertama yang ia dengar sebagai awal peringatan, cukup jelas ditengah malam yang sunyi terlebih telinganya sedang dalam kondisi waspada.


Ggrrrsssskkk


Kembali Albert mendengar suara itu yang ia yakini sebagai semak-semak atau daun kering yang diinjak, perlahan memegang senjata di balik pakaiannya Albert tetap menutup mata namun dengan kewaspadaan yang meningkat.


Untuk beberapa menit keheningan yang kentara membuat degup jantungnya meningkat secara tajam, panas tubuhnya yang gugup membuat bulir keringat muncul yang akan membuat makhluk itu sadar kalau ia hanya pura-pura tidur.


Tak ada pilihan, Albert harus bangun dan memeriksa keadaan.


Sreeet


Baru saja ia membuka mata makhluk itu tiba-tiba menyerangnya, beruntung dengan sigap Albert segera menjatuhkan diri ketanah sehingga tubuhnya aman meski hanya dalam waktu beberapa detik saja.


Segera bangkit kini ia siap menghadapi makhluk bertubuh manusia namun dengan taring dan mata merah yang menyeramkan, membuat Albert seketika sadar apa yang sedang ia hadapi.


Whuuuuusss


Buk Buk Trang Trang


Tak ada kesempatan bicara apalagi bertanya, makhluk itu segera menyerang dengan kecepatan yang merepotkan. Membuat Albert kewalahan, beruntung selama di suku Zimbe ia juga belajar ilmu beladiri yang saat ini dapat membela dirinya dari makhluk jahat.


Trang Trang

__ADS_1


Pisaunya terus saja menangkis kuku tajam makhluk itu, membuat Albert berpikir ngeri tentang apa yang bisa dilakukan kuku itu pada dagingnya.


Tak bisa terus bertahan, ia harus menyerang atau habis dimakan.


Buk Trang Trang Jleb


Aaaaarrrrgggghhh


Dengan langkah yang telah ia perhitungkan pisaunya menusuk tepat perutnya, memberi rasa nyeri hingga darah yang keluar.


"Berhenti! aku mencari Damien!" seru Albert sebelum vampire itu mencoba menyerangnya lagi.


"Uh, kau mencari siapa?" tanya vampire itu sambil mencabut pisau di perutnya.


"Damien, aku adalah anak kejutannya."


"Apa?" tanya vampire itu terpaku.


Sejenak mereka terdiam, Albert membiarkan vampire itu mendekatinya sebagai tanda kepercayaan.


"Damien punya anak kejutan?" tanyanya lagi.


"Ya, kami terpisah karena suatu hal. Jika kau tidak keberatan tolong beritahu aku dimana dia berada," sahutnya.


"Tunggu! jangan-jangan gadis yang waktu itu juga anak kejutan," gumamnya.


"Maksudmu?" tanya Albert tak mengerti.


"Namaku Firat, aku dibawah Damien tapi cukup tahu tentangnya. Sekarang aku tidak tahu dimana dia berada tapi aku bisa mengantarkan mu pada orang yang mungkin tahu keberadaannya," jelas Firat.

__ADS_1


"Sungguh?" tanya Albert senang.


Firat mengangguk yakin, meski vampire adalah makhluk yang penuh tipu daya tapi jika menyangkut beberapa hal penting mereka adalah makhluk paling jujur dimuka bumi.


__ADS_2