
Seorang pria berjalan menyusuri koridor yang gelap, nafasnya yang dingin mengeluarkan asap putih yang cepat hilang diudara. Saat sampai di sebuah pintu ia membukanya dengan kedua tangan, segera bersujud memberi hormat kepada tiga pangeran.
"Apa yang kau bawa?" tanya seorang pangeran yang duduk di tengah.
"Sophia, anak kejutan yang Damien titipkan ternyata adalah Sang Penunggang yang asli."
"Apa kau yakin?" tanya pangeran yang duduk di samping kiri dengan terkejut.
Pria itu semakin menundukkan kepalanya tanda tak ada kebohongan apa pun dalam setiap katanya, membuat para pangeran saling bertatap mata dalam kebingungan.
"Kau tahu dia dimana?" tanya pula pangeran yang duduk disamping kanan.
"Damien membawa Sang Penunggang, seorang gadis dan seorang pemuda pergi bersamanya. Dilihat dari jalurnya hamba rasa mereka menuju hutan kegelapan," sahutnya.
"Menarik, sungguh menarik. Damien... sayang sekali kesepakatan kita harus berakhir," ujar pangeran yang duduk di tengah dengan seringai.
......................
Hutan kegelapan, tak ada seorang pun yang berani masuk ke dalamnya karena banyak rumor mengatakan temat itu terkutuk. Siapa pun yang masuk tidak pernah bisa keluar hidup-hidup, well, lalu bagaimana rumor itu bisa menyebar kengerian?.
Menurut kisahnya seorang tukang kayu melihat seekor rusa putih yang gagah, berniat untuk menangkapnya orang itu mengikuti kemana rusa putih pergi sampai ia masuk ke dalam hutan yang asing.
Ia ingat hari masih siang tapi begitu masuk tiba-tiba malam datang, sekelilingnya begitu gelap dengan banyak suara-suara aneh seperti lolongan serigala sampai bisikan-bisikan yang entah dari mana.
Tak cukup sampai disana kengerian mulai benar-benar terjadi saat orang itu dikejar makhluk mengerikan dengan tubuh tinggi besar di penuhi bulu, kepalan tangannya yang bertenaga bahkan mampu menghancurkan pohon hanya dengan satu pukulan.
Hampir gila orang itu terus berlari sampai akhirnya ia berhasil keluar dari hutan itu, tapi saat ia pulang anehnya ia sudah dinyatakan hilang selama sebulan padahal ia merasa baru pergi beberapa jam saja.
Sejak saat itu dia selalu bercerita tentang apa yang ia lihat dan ia rasakan saat masuk kedalam hutan, rumor pun tercipta dengan menamai hutan itu sebagai hutan kegelapan.
__ADS_1
Setahu Albert dari buku yang ia baca orang yang pernah masuk ke dalam hutan itu meski keluar dengan selamat tapi tidak dengan jiwanya, ia mati menyedihkan sebagai orang tak waras yang dihantui mimpi buruk hingga akhir hayatnya.
Tentu Albert tidak mau mengambil resiko besar untuk masuk ke dalam hutan itu, tapi jika Damien sudah memutuskan ia yakin ada sesuatu disana yang berarti bagi mereka.
Sementara Damien sendiri selama dalam perjalanan ia lebih pendiam dari biasanya, benaknya terlalu sibuk dengan percakapan antara dirinya dengan Matheo sebelum pergi.
Tidak ingin merepotkan suku Zimbe hanyalah alasan manusiawi yang ia pergunakan untuk menutupi kekhawatiran batinnya, sejujurnya ia resah memikirkan Sophia.
Kenyataan bahwa Sophia adalah Sang Penunggang sudah tersebar luas yang ia yakin para pangeran vampire pun pasti sudah mengetahuinya, maka kini keselamatan Sophia jauh lebih rentan dari sebelumnya.
Matheo pun sempat memberinya nasihat agar tidak pernah melepaskan pandangan dari Sophia sebab kebangkitan Sang Penunggang dapat terjadi kapan pun tanpa ritual, sementara apa yang dilakukan Ursula dalam membuat ritual hanya mempercepat proses kebangkitan dalam bentuk paksaan sehingga membuat Sophia lebih penurut kepadanya.
Matheo menyarankan agar membawa Sophia ketempat yang sulit dijamah dan satu-satunya yang terlintas dalam benak Damien hanya hutan kegelapan.
Ia pernah mendengar dihutan itu hidup para peri yang merupakan reinkarnasi dewa dewi, meski tubuh mereka kecil dengan sayap tipis yang rapuh tapi kekuatan sihir mereka sangatlah hebat bahkan mampu menerawang masa depan.
Tujuan Damien adalah meminta para peri itu untuk menunjukkan masa depan Sophia, jika pada akhirnya Sophia tetap menjadi Sang Penunggang yang meluluhlantakkan bumi maka ia bertekad dengan tangannya sendiri ia akan menidurkan Sophia untuk selamanya.
"Kau tidak tidur?" tanya Albert melihat Yareen yang masih membuka matanya lebar-lebar.
"Aku belum mengantuk," sahutnya pelan.
"Apa kau menyesal telah meninggalkan suku mu?" tanya Albert tiba-tiba yang membuat Yareen mengernyitkan keningnya.
"Kenapa kau bertanya seperti itu?" balasnya tak percaya.
"Aku hanya... kau tahu banyak hal yang ku alami, aku hanya seorang kutu buku, aku hanya seorang pecundang! aku bahkan tidak bisa menjaga diriku sendiri," ketusnya.
"Berhentilah menyalahkan dirimu sendiri!" tukas Yareen yang tak senang mendengarnya.
__ADS_1
Mereka terdiam, saling mengoreksi kata masing-masing yang mungkin sudah keterlaluan.
"Bukankah jika sebatas kata cinta beda ras itu terlalu sulit? tapi jika melihat mereka aku rasa tak ada yang mustahil," ujar Yareen dengan pandangan yang tertuju pada Sophia dan Damien.
Albert mengikuti arah pandangan Yarren, segera mengerti maksud ucapannya.
"Jelas mereka adalah ketidakmustahilan yang nyata," sahutnya.
"Jika kita diposisi mereka apa yang akan kau lakukan?" tanya Yarren tiba-tiba.
"Apa maksud mu?" balas Albert bertanya seolah ia begitu bodoh untuk mengerti ucapan itu.
"Andai aku adalah Sang Penunggang, apakah kau akan menghabisi nyawaku demi menyelamatkan dunia atau tetap disampingku meski aku sudah tidak mengenalimu lagi?".
Tentu itu adalah pertanyaan yang sulit, keduanya tidak mudah dijalani tapi berkaca pada Damien ia tahu apa yang harus ia lakukan.
"Aku pernah melakukan kesalahan dengan menyerah pada takdir, aku tidak akan melakukannya lagi. Aku tidak akan membunuh ragamu apalagi nama mu dihatiku, aku juga tidak akan membiarkan mu lupa tentang ku," tegasnya.
Yarren tersenyum, senang Albert nya telah kembali menjadi pujangga yang selalu melontarkan rayuan basi namun tetap meluluhkan.
"Maka dari itu jangan ikut campur atas pilihan yang telah Damien buat, kita hanya perlu mendukungnya saja," ucap Yarren.
Albert mengangguk setuju, sepertiga malam yang sebentar lagi akan mendatangkan siang membuat mata mereka akhirnya mulai merasakan kantuk. Saling menggenggam tangan satu sama lain akhirnya mereka terlelap, sementara Damien masih berjaga sambil sesekali menatap Sophia yang tidur tepat disampingnya.
Tak disangka saat pagi tiba hujan turun dengan awan gelap yang menutupi seluruh sinar matahari, sebuah keberuntungan bagi Damien sebab ia tak perlu repot-repot memakai tudung kepala.
Mereka melanjutkan perjalanan saat hujan sudah tak terlalu deras sebab mereka pun butuh makan untuk mengisi tenaga, selang tak berapa lama mereka menemukan sebuah gua yang tak begitu dalam. Cukup untuk empat orang sehingga mereka memutuskan untuk berteduh disana sambil menghangatkan diri dengan membuat api.
Sementara Damien mencari sesuatu untuk dimakan, cukup sulit memang menemukan hewan buruan saat hujan sebab kebaikan hewan pun akan berlindung.
__ADS_1
Tapi dengan pengalamannya yang sudah hidup ratusan tahun ia berhasil menangkap kelinci disarangnya, dua induk yang besar dirasa cukup mengenyangkan empat perut kosong maka ia pun kembali ke gua.
Namun saat ia sampai pedang-pedang tajam serta anak panah menyambut kedatangannya.