
Pagi di Akademi sudah heboh dengan berita tentang kenakalan kelas hewan, semua orang membicarakan hal itu termasuk murid dan petugas kebersihan.
Mereka menduga Latisha sebagai biang keladinya karena sebelumnya kelas itu tidak pernah bermasalah, desas-desus tentang Latisha pun menjalar dan bercabang bagai akar.
Sampai ada yang menyebutkan Latisha sengaja ke Akademi karena orangtuanya sudah tidak sanggup menghadapi kenakalannya.
Sementara Dekan sendiri justru punya penilaian sendiri terhadap Latisha, saat ia mengetahui Latisha dalam bahaya ia segera menghambur keluar untuk menolongnya.
Tapi yang ia temukan di sana justru Latisha tengah mengintimidasi kawanan hyena itu, jelas ia melihat kawanan hyena takut pada Latisha seakan ia adalah sang alfa.
Ini tentu membuatnya berfikir mungkin saja Latisha benar-benar akan menjadi pengendali hewan pertama yang lulus dari Akademi, asik melamun tiba-tiba sebuah ketukan di pintu menyadarkannya.
Ia mempersilahkan masuk si pengetuk pintu, rupanya itu adalah Raja dari Menhat. Ia datang sebab ada kepentingan mendadak dengan putranya pangeran Erick, maka Dekan pun menyuruh seseorang untuk memberitahu Erick.
Setelah Erick datang Dekan memberi mereka tempat untuk bicara, sementara ia pergi untuk memeriksa murid-murid kelas hewan yang sedang menjalani masa hukuman.
"Ada apa ayah? kenapa kau terlihat sedih begitu?" tanya Erick.
"Oh putra ku, kau harus tabah dan belajar lebih giat lagi agar bertambah kuat."
"Kenapa ayah bicara seperti itu?" tanya Erick cemas.
"Semalam para vampire datang menagih upeti, kau tahu keadaan istana sedang tidak baik sehingga ayah belum bisa membayarnya. Dengan teganya kemudian mereka membawa ibumu dan menghancurkan istana," jelas Raja Menhat itu.
"Apa?" tanya Erick yang tak bisa percaya.
"Ayah tidak bisa mengambil ibumu kembali, kelak satelah kau cukup kuat datanglah ke istana vampire dan taklukkan mereka. Balaskan dendam ayah mu ini," pintanya dengan deraian air mata.
Erick mengepalkan tangan, ia ingin membalas dendam sekarang tapi ayahnya menahan sebab yang terjadi Erick hanya akan mati konyol.
__ADS_1
Tak ada pilihan memang, Erick harus terus bertambah kuat demi memulangkan ibunya dan membalas dendam atas kerajaan Menhat yang sudah di ratakan.
......................
Berhari-hari berjalan akhirnya Damien sampai di gua tempat dimana dulu Sophia dan Luca tinggal, di tempat itu pula ia menanam benih cinta pada perut Sophia.
Menunduk malu ia meminta maaf tepat di hadapan dinding batu yang menjadi jalan menuju dunia Naga, isak tangisnya tak terbendung hingga basah bebatuan itu karenanya.
Ia pikir Albert juga akan ada di sana tapi ternyata tidak, bahkan tidak ada tanda-tanda Albert pernah datang ke sana.
Ia ingin sekali bertemu dengan Albert hanya untuk menjelaskan bahwa apa yang terjadi antara dirinya dan Alessa adalah sebuah kesalahan yang tidak ia sadari.
Dalam masa dukanya ia hanya larut dalam kebaikan Alessa hingga hatinya tersentuh untuk membalas, tapi di pikir kembali penjelasan itu justru semakin menguatkan kekecewaan Albert kepadanya.
Akhirnya memang yang terbaik adalah membiarkan Albert sendiri sampai ia waktu bisa menghapus kekecewaan itu, ia juga bahkan menjadi tidak berani menemui Latisha lantaran malu telah berbuat tidak benar.
......................
Di desa Tutua sang kepala desa penyihir Alessa tiba-tiba menjadi pribadi yang lebih pendiam dan lebih gila minuman lagi, sepanjang hari dia duduk di bar untuk meneguk kekesalannya.
Terlalu larut dalam kesedihan ia sampai melupakan tugasnya sebagai kepala desa, alhasil rapat mendadak di buat untuk menunjuk kepala desa yang baru.
Mungkin ini terdengar kejam atau naif, seolah mereka tidak tahu terimakasih kepada Alessa yang telah membuat desa itu maju.
Tapi urusan desa jauh lebih penting untuk saat ini, setelah banyak perundingan akhirnya kesepakatan pun diambil. Seorang kepala desa baru telah di pilih dan diminta untuk bicara dengan Alessa, tentu awalnya ia takut akan kena marah.
Tapi tak di duga Alessa justru bodoamat, ia hanya minta untuk diijinkan tinggal. Ia berjanji tidak akan membuat masalah, seharian ia hanya akan minum dan mereka bisa menghiraukannya.
Tapi nenek tua tak bisa melakukan itu, melihat Alessa terkapar di jalan tanpa ada yang menghiraukan ia berusaha sendiri menarik tubuh Alessa ke dalam gerobak.
__ADS_1
Lalu di turunkannya untuk kemudian ia bawa masuk ke dalam rumah, karena tak kuat memindahkannya ke atas ranjang nenek itu akhirnya membiarkan Alessa tergeletak di bawah dengan beralaskan tikar.
Pagi harinya setelah ia sadar nenek sudah menyiapkan sup untuk menyegarkan tubuhnya, Alessa yang masih murung kehilangan cita rasa hingga enggan menyentuh sup itu.
"Jika kau ingin mati aku sarankan gunakan benda tajam dan langsung tikam jantungmu, itu lebih cepat dari pada kau mogok makan dan mati perlahan," ujar nenek yang membuat Alessa sedikit terkejut.
"Aku tidak berniat untuk mati, tapi aku juga enggan hidup dengan cara seperti ini," sahut Alessa.
"Jika ada sesuatu yang mengganjal hatimu maka sebaiknya keluarkan, jika kau merasa bersalah minta maaf dan perbaiki. Jika kau enggan mati itu artinya kau hanya sedang lelah pada hidup, cobalah untuk mulai segalanya dari awal lagi. Itu mungkin bisa mengembalikan semangat mu," ujar nenek memberi nasihat.
Alessa termenung, kembali berfikir apakah ia salah karena telah berhubungan dengan Damien. Sebelum Sophia datang ia sudah lebih dulu menyukai Damien, itu artinya ia tak salah sebab ia tidak merebutnya.
Menarik mangkuk sup Alessa mencoba makan satu sendok, tenggorokannya yang kering mulai basah dan membaik.
Menatap nenek yang tersenyum padanya ia sadar bahwa tidak ada gunanya untuk merasa bersalah, toh selama ini ia sudah menolong Sophia hingga rela bertaruh nyawa.
Tidur dengan Damien setelah kematian Sophia harusnya tidak menjadi masalah, ia hanya menikmati cinta yang belum sempat ia rasakan di waktu dulu.
Satu mangkuk sup akhirnya habis, mengucapkan terimakasih Alessa berjalan pulang. Ia segera membenahi barang bawaannya, yang terpenting adalah uang dan beberapa ramuan obat yang sulit di racik.
Ia sudah memutuskan, ia akan kembali berkelana mencari desa atau tempat lainnya yang membutuhkan bantuan.
Hubungan timbal balik, sebagai gantinya ia minta kedudukan yang layak dan tempat yang aman untuk hidup.
Perjalanannya di mulai dari desa ke desa, baru dua malam ia berjalan dan sebuah berita sampai di telinganya.
Itu adalah berita tentang pasukan vampire yang menyerang beberapa kerajaan karena tidak memenuhi persyaratan pangeran vampire, seketika Alessa mendapat ide.
Dari pada membantu rakyat biasa kepalang tanggung ia memutuskan untuk membantu orang yang berkuasa, dengan begitu selain mendapatkan keamanan yang terjamin ia juga mendapat kemewahan dan kedudukan yang tinggi.
__ADS_1