Surprise Child

Surprise Child
Bab 67 Pelajaran Mengikat Hewan


__ADS_3

Bau darah menyengat dari segala arah, daging-daging bergelantungan di kait besi yang mengkilat. Bergoyang saat ia berjalan melewatinya, lantai yang licin karena darah bercampur air hampir membuatnya terpeleset jika tidak berjalan dengan benar.


Di ujung tempat itu pria bertubuh besar dengan celemek kusam di pinggangnya sibuk menepuk-nepuk potongan daging, melihat ke mana arah serat agar ia bisa memotongnya dengan benar.


Sret Bum Bum Bum


Meja dari kayu itu bergetar saat golok si pria memotong setiap potongan daging menjadi lebih kecil, ia keliatan asal mengayunkan golok tapi setiap potongannya sama rata.


Buk


Tiba-tiba sebuah tangan memukul tengkuknya dengan sangat keras, membuatnya kehilangan kesadaran dengan cepat.


Bruk


Tubuh kekarnya segera terjatuh ke lantai, ia menatapnya cukup lama sebelum kemudian membenamkan sepasang taring di leher pria itu dan menghisap dengan serakah.


Paginya pintu di buka, seorang wanita masuk ke dalam untuk mengambil daging seperti biasa. Mendapati si tukang jagal terbaring di lantai Ia pikir si tukang jagal lupa menyiapkan daging pesanannya dan malah mabuk hingga terkapar, tapi begitu ia mendekat yang ia temukan justru seonggok mayat.


......................


Raja Menhat telah mengambil keputusan, ia mengangkat Alessa sebagai penyihir kerajaan sekaligus penasehat. Maka semua urusan kerajaan ia ketahui untuk menyelesaikan segala macam permasalahan yang ada, termasuk pada hubungan kerajaan itu dengan Zaruta.


Raja Menhat memiliki keinginan untuk lepas dari Zaruta, tapi tentu itu tidak mudah dilakukan. Ia tak akan pernah bisa lepas kecuali dengan jalan perang, mengingat bagaimana kondisi kerajaan bisa di pastika ia akan kalah dan merugi banyak.

__ADS_1


Alessa sebagai penasehat meminta Raja untuk menyembunyikan dirinya, selain untuk menjaga dirinya dari Zaruta juga untuk melindungi kerajaan.


Jika Zaruta mengetahui ia bekerja pada Raja Menhat mungkin Zaruta akan memberi perintah penangkapan dirinya dan kerajaan itu pun akan kena imbas.


Oleh karena itu hanya Raja dan beberapa dewan yang mengetahui keberadaan Alessa, ia juga menyuruh Raja untuk terus berhubungan dengan Zaruta.


Meski tetap terbelenggu rantai vampire setidaknya kini Raja mampu membayar upeti dengan tepat waktu.


Red yang mengurus hal ini tentu cukup heran sebab Raja Menhat biasanya tak mampu membayar upeti, tapi melihat kemajuan kerajaan ia hanya berasumsi waktu baik bagi kerajaan itu telah tiba.


Tak memusingkan hal itu Red mengambil upeti seperti biasa dan melaporkannya kepada Zaruta.


"Bagaimana dengan kerajaan lain?" tanya Zaruta dari singgasananya.


"Semua masih dalam genggaman Tuanku," sahut Red.


"Baik Yang Mulia," sahut Red sambil memganggukkan kepala.


Ia pun minta ijin untuk undur diri, Zaruta memberi satu isyarat kecil yang berarti Red sudah boleh pergi.


Berjalan keluar ruangan Red kemudian menyempatkan diri untuk menjenguk Viona di kamarnya, saat pintu terbuka ia melihat rubah itu sedang mempercantik diri dengan perhiasan yang diberikan Zaruta.


"Tuanku!" seru Viona segera memberi hormat saat mengetahui Red masuk.

__ADS_1


Ketakutan kemudian nampak jelas dimatanya yang tertunduk ke bawah, dengan wajah datar kemudian Red menghampiri Viona. Mengambil penjepit rambut yang bertahtakan berlian dari tangan Viona kemudian dengan lembut dan penuh kehati-hatian ia memasangnya di rambut putih Viona, menatapnya sejenak untuk melihat apa benda itu sudah pas.


"Yang Mulia sudah mendapatkan kembali hasratnya, tetap jaga sikap mu dan layani Yang Mulia dengan benar. Kau paham kan?" tanyanya dengan suara lembut namun begitu tajam.


"Hamba mengerti tuanku," sahut Viona.


Red tersenyum, kemudian mengecup puncak kepala Viona sebelum kemudian ia berjalan meninggalkan kamar itu. Begitu pintu tertutup Viona jatuh ke lantai, memegang dadanya yang terasa kosong sebab jantungnya seakan telah melompat keluar.


......................


Mendapat perhatian dari Mam mengembalikan semangat Latisha, ia masuk kelas dengan ceria seperti sediakala. Membuat Mam senang melihatnya.


Hari itu mereka mulai diajari berinteraksi dengan hewan pintar seperti anjing, membuat satu koneksi yang kemudian bisa mereka gunakan untuk mengikat hewan.


Para pengendali hewan memiliki satu kelebihan khusus yang bisa dijadikan senjata mematikan, itu adalah mengikat satu hewan agar mau melakukan apa pun yang ia suruh.


Perintah itu bersifat mutlak, hewan apa pun khususnya yang memiliki tingkat kecerdasan tinggi akan dapat menyelesaikan tugas berat seperti menghabisi seseorang dan ia tak bisa menolaknya.


Bakat ini paling di takuti musuh karena membuat pengendali hewan mampu membunuh sementara ia bisa menyelamatkan diri atau bersembunyi.


Saat seorang pengendali hewan telah mencapai tingkat atas dalam ilmunya ia bisa membuat beberapa hewan tunduk dalam satu waktu, hanya satu yang tidak bisa mereka taklukkan yaitu Phoenix.


Hewan yang satu ini sangat suci hingga tak bisa mereka ikat apalagi di suruh untuk melakukan pekerjaan kotor.

__ADS_1


Hanya butuh waktu tiga kali percobaan dan Latisha sudah bisa mengikat anjinya dalam satu perjanjian, sebagai tugas awal ia meminta anjingnya untuk menangkap seekor tikus layaknya kucing dan hewan itu mampu melakukan tugasnya dengan baik.


Membuat Latisha senang dan berusaha lebih keras lagi dalam belajar.


__ADS_2