
Peter, adalah orang yang membawa Albert menemui Jonah. Sebagai keponakan Peter kini ia mendapat tugas untuk menemani Albert sampai menemukan Damien, tugas yang dengan senang hati ia terima sebab ia pun tak mau berkelana sendirian.
Beruntung tak ada yang mengetahui bahwa Albert adalah pangeran, oleh karena itu setidaknya ia tidak terlalu di incar dan mudah bergabung dengan pengungsi lain.
Berjalan ke arah timur mereka beruntung bertemu para pengungsi dari Kerajaan Meseress yang mau berbagi makanan, setidaknya mereka juga akan aman untuk beberapa saat.
"Kalian akan pergi kemana?" tanya Albert penasaran pada salah satu rakyatnya.
"Istana Omura, mereka membuka lowongan prajurit untuk para pria. Sebaiknya kalian juga ikut karena dengan begitu setidaknya kita punya tempat tinggal dan makanan."
Albert tertegun, bertahun-tahun ia bersembunyi di Akademi dan saat pulang ia justru disambut penderitaan rakyatnya.
Hati lembutnya seketika tergores saat matanya menangkap berbagai momen yang menyedihkan, tak hanya sebuah pertarungan tapi kini ia juga melihat kelaparan, penyakit dan segala bentuk penderitaan lainnya termasuk kematian.
"Kau baik-baik saja?" tanya Peter.
"Tidak, aku tidak bisa membiarkan hal ini terus terjadi. Peter aku harus membantu rakyatku, aku harus merebut kembali istana ku demi rakyat!" ujar Albert tegas.
"Lalu siapa yang akan membantu mu? prajurit Elf jumlahnya ribuan sementara kita hanya para petani dan pedagang, jangankan untuk bertarung bahkan melindungi diri saja tidak bisa."
Itu adalah sebuah kenyataan yang lebih pahit, Albert sudah membaca banyak buku dan cukup paham untuk merebut kembali istananya ia harus memiliki banyak kekuatan.
Setidaknya saat ini ia memiliki dua pilihan, pertama ia harus pergi ke kerajaan tetangga dan meminta bantuan mereka untuk merebut kembali istananya. Tapi rencana ini hanya memiliki tingkat keberhasilan sebanyak 20% saja, terlalu kecil bahkan untuk di coba. Maka dia pun hanya punya pilihan kedua, yaitu meminta bantuan Damien.
Setidaknya ia memiliki 50% tingkat keberhasilan, mengingat Damien adalah vampire dia pasti lebih kuat dan bisa diandalkan.
......................
__ADS_1
Seorang prajurit pembawa pesan itu cukup kaget melihat banyak Elf yang beraktivitas, seumur hidupnya ia pikir Elf hanya manusia dengan telinga runcing. Tapi begitu melihat ras itu secara langsung ia tahu makhluk dewa itu memang memiliki kesempurnaan fisik yang nyata, meski tubuh mereka kotor tapi itu tidak menutupi kulit mereka yang eksotis.
Melihat betapa cantiknya para Elf wanita ia merasa ingin tinggal untuk merayu setiap dewi yang ada, namun tugasnya pergi ke sana adalah untuk menyampaikan sebuah pesan maka bergegaslah ia.
Tepat dipintu utama tentu ia ditahan, tak boleh masuk sampai Ursula mempersilahkan.
"Hormat saya Yang Mulia," ujar prajurit itu sambil membungkuk.
Ini adalah kali pertama ada manusia yang memberinya hormat, tentu Ursula sangat senang hingga menyunggingkan senyum puas.
"Katakan keperluan mu," ujarnya.
"Saya datang dari Kerajaan Vandkhonka ingin menyampaikan pesan dari Yang Mulia Raja Vandkhonka."
"Bacakan!' perintah Ursula.
"Tanpa mengurangi rasa hormat, sebagai pemimpin dari Kerajaan Vandkhonka aku menawarkan perlindungan dibawah kepemimpinan Vandkhonka dengan upeti yang harus disepakati. Bilamana penawaran ini ditolak Kerajaan Vandkhonka siap untuk melakukan perang ditanah tebing Agra, demikian pesan dari Raja Vandkhonka."
Ursula termenung, jelas ia sangat memikirkan hal ini dengan serius.
"Beri aku waktu sebentar," ujarnya.
Memberi isyarat kepada Afragus mereka pergi dari singgasana untuk berdiskusi, tentu apapun keputusan yang ia ambil haruslah di pikirkan dengan matang demi masa depan rakyatnya.
Beberapa menit kemudian Ursula datang kembali dan meminta prajurit itu menyampaikan pesan bahwa ia setuju untuk berada dibawah naungan Vandkhonka.
Keputusan ini ditentang oleh beberapa bupati yang enggan lagi tunduk pada ras manusia, tapi Ursula harus melakukannya walaupun ia juga enggan demi memulihkan kekuatan dan perekonomian.
__ADS_1
Pada beberapa hari berikutnya ia yang telah menyiapkan upeti melakukan perjalanan ke Kerajaan Vandkhonka, namun rupanya perjalanan itu tidak mudah karena mereka sempat dihadang kumpulan bandit.
Pertarungan tak dapat di hindari, beberapa prajuritnya harus tewas demi melindungi harta mereka juga Ursula.
Menyesal akan kehilangan rakyatnya Ursula memerintahkan untuk sampai lebih cepat dari waktu yang ditentukan, beruntung mereka berhasil melakukannya.
"Selamat datang di Kerajaan Vandkhonka, ini adalah kali pertama kita bertemu jadi biarkan aku memperkenalkan diriku secara langsung. Namaku Thomas Varenthsi II," sambut Raja itu dengan sumringah.
"Yang Mulia, anda bisa memanggilku Ursula. Terimakasih atas sambutan yang baik ini, aku tidak menyangka anda sendiri yang datang."
"Oh hohoho mulai sekarang kita adalah rekan, aku tidak mau menyambutmu di singgana. Ah mari masuk! biarkan aku menjamu mu dan prajurit mu," ujarnya.
Ursula tersenyum senang, berjalan tepat di samping Raja Thomas sambil melihat istana yang tak lebih besar dari istananya sekarang. Tapi ia akui Raja Thomas memiliki selera yang bagus dalam menatap setiap sudut istananya.
Saat melihat hidangan mewah yang disuguhkan untuknya pun Ursula yakin Kerajaan itu cukup kaya, mungkin ini adalah hasil dari upeti Kerajaan lainnya.
"Pekan depan adalah hari pertemuan untuk para Raja dibawah naungan Vandkhonka, kau harus datang untuk menemui yang lain. Kau bisa gunakan kesempatan ini untuk memulihkan istanmu," ujar Raja Thomas yang rupanya tahu betul bagaimana kondisi Ursula saat ini.
"Aku pasti akan hadir, hanya saja... jika boleh aku minta sedikit kemurahan hati Yang Mulia."
"Katakan!" perintahnya.
"Dalam perjalanan kemari hampir saja kami tidak sampai karena gangguan bandit, kali ini kami beruntung bisa meloloskan diri tapi takutnya keberuntungan itu tidak akan berlaku dikemudian hari. Oleh karena itu aku minta sedikit bantuan untuk keamanan kami dalam perjalanan pulang dan dalam pertemuan berikutnya," ujar Ursula.
"Itu masalah kecil, aku akan siapkan tentara terbaik ku untuk menjagamu."
"Terimakasih Yang Mulia," sahut Ursula sembari tersenyum.
__ADS_1
Ini adalah langkah yang bagus, ia memang sedikit merugi karena harus membayar upeti dan merasa terhina karena menjadi budak manusia secara halus. Tapi kembali ini demi masa depannya juga, lagi pula Ursula sudah membuat rencana untuk membalikkan keadaan.