Takdir Cinta Gadis Yang Terbuang

Takdir Cinta Gadis Yang Terbuang
TCGYT#10


__ADS_3

Sherliya terdiam di ruang kerjanya memikirkan tentang pertemuannya dengan Yola semua kenangan pahitnya kembali terlintas memenuhi pikirannya


''kenapa aku harus kembali bertemu lagi dengan keluarga itu , Kakek apa kau baik-baik saja?''


guman Sherliya


gadis itu memikirkan sang Kakek dan ancaman Burhan terahir kali


''pasangan suami istri itu, pasti sudah melaporkan tentang pelarianku pada Om Burhan , ya Tuhan bagaimana dengan keadaan Kakek?


Sherliya cemas memikirkan sang Kakek walau bagaimanapun ia masih menyayangi Kakeknya itu


Sherliya beranjak dari kursinya ia meraih tas dan ponselnya keluar dari ruangannya


''Fachri, saya keluar dulu sebentar, kalau ada apa-apa segera hubungi saya''


pesan Sherliya


''baik Nona ''


Sherliya pergi dengan menggunakan taksi tak lama oa keluar dari Cafe


''mau saya antar kemana Nona?''


tanya sang supir taksi


''tolong antar saya ke kediaman Prameswari ''


jawab Sherliya


''baik Nona''


dengan perasaan cemas sepanjang perjalanan Sherliya tak henti-hentinya berdo'a untuk sang Kakek


beberapa saat kemudian taksi yang Sherliya tumpangi tiba di sebuah rumah mewah kediaman Prameswari


''pak berhenti disini saja ''


titah Sherliya yang menghentikan taksinya sedikit jauh dari rumah mewah itu


setelah membayar ongkos taksi Sherliya berjalan perlahan menuju rumah itu masih seperti dulu tak banyak yang berubah


Sherliya menatap kedalam terlihat beberapa pelayan tengah sibuk dengan pekerjaan mereka Sherliya memperhatikan sekeliling berharap ia bisa melihat sang Kakek


beruntung apa yang ia harapkan terlihat keluar dari dalam rumah bersama pelayan selalu setia menjaganya sejak dulu Sherliya begitu bahagia ahirnya ia bisa melihat sang Kakek baik-baik saja


gadis itu mengusap airmatanya yang tanpa terasa membasahi pipinya


''Kakek, syukurlah Kakek baik-baik saja maafkan Sher, untuk saat ini Sherliya belum bisa kembali sebelum Sher, mendapatkan bukti atas kejahatan Om Burhan dan Tante Miranda''


lirih Sherliya

__ADS_1


setelah ia merasa lega melihat sang Kakek, ia pun memutuskan untuk segera kembali ke Cafe dengan berjalan kaki


namun di tengah perjalannya ia malah berjalan ke arah pemakaman kedua orangtuannya yang tak berada jauh dari kediaman Prameswari


Sherliya membeli beberapa bunga mawar putih dan juga bunga kenanga bunga kesukaan sang Mama yang dijajakan para penjual bunga sebelum memasuki area pemakaman


ia menaruh bunga itu di pusara kedua orang tuanya terlihat jika pemakaman kedua orang tuanya begitu terawat dan bersih dari rumput liar


Sherliya duduk bersimpuh disamping makam kedua orangtuanya itu


''Mah, Pah asallamu'alaikum maaf Sher,baru bisa mengunjungi kalian ,tanpa Sher cerita kalian pasti tau alasannya hiks.... hiks... ''


Sherliya mulai terisak menagis menumpahkan segala kesedihannya


''Mah, Pah apa salah Sher ?hingga Sher harus mengalami semua ini ?kenapa kalian pergi tanpa membawaku saat kecelakaan itu terjadi kenapa?... hiks... hiksss...


tangis Sherliya semakin menjadi saat ia teringat tragedi kecelakaan yang merenggut nyawa kedua orangtuannya


dan bagaimana sang Mama mendorongnya keluar dari mobil hingga ia bisa selamat karna seseorang yang berhasil menyelamatkannya saat itu


''dia ... dimana pemuda itu sekarang ?''


tiba-tiba Sherliya teringat pada sosok pemuda yang menolongnya


cukup lama Sherliya berada di pemakaman hingga waktu pun beranjak sore hari setelah merasa cukup lega Sherliya pun beranjak


''Mah, Pah Sherliya pulang dulu , Sher janji mulai saat ini akan sering berkunjung do'akan Sher ya Mah , Pah asalamu'alaikum ''


Sherliya pun keluar dari area pemakaman tiba-tiba ponselnya berdering Sherliya merogoh tasnya mengambil ponsel miliknya terlihat Fachri yang menghubunginya


Fachri 📲'' Nona ada Tuan Arya dia sedang menunggumu''


Sherliya 📲'' aku sudah di jalan bilang Kak Arya tunggu


aku''


Sherliya menutup panggilannya dan segera mencari taksi ia melihat jam di pergelangan tangannya


namun sudah 15 menit menunggu tak ada satupun taksi yang lewat


hingga sebuah mobil berhenti tepat di hadapannya


''Nona apa kau membutuhkan tumpangan ? biar saya antar''


seorang pria nampak membuka kaca mobil mewah tepat dihadapan Sherliya


''terima kasih, tapi biar saya mencari taksi saja jangan repot-repot''


tolak Sherliya dengan halus


''Nona , saat ini sudah sore taksi sekitar pemakaman jarang sekali untuk lewat ke area sini''

__ADS_1


kembali pria itu menawarkan tumpangannya


Sherliya bingung harus bagaimana sementara ia harus segera kembali ke Cafe


''jangan takut Nona , saya di perintahkan Tuan Muda untuk mengantar anda, kebetulan kami juga dari pemakaman ''


ucap pria itu


Sherliya terdiam sekilas ia melihat kearah kursi penumpang nampak seorang pria tampan dengan stelan formalnya duduk dengan tenang dan berkharisma


''baiklah kalau begitu , maaf kalau merepotkan kalian''


ucap Sherliya dengan sedikit membungkukan tubuhnya , sang supir atau asisten pria tampan itu membukakan pintu mobil penumpang


''Tuan, saya di depan saja tidak enak dengan atasan anda?''


Sherliya mencoba menolak


''ini perintah Tuan Nona ''


ucap sang asisten


Sherliya pun duduk di kursi penumpang di samping sang Tuan Muda


mobil pun kembali melaju


''terima kasih atas tumpangannya Tuan''


ucap Sherliya


''hemm... ''


ucap pria di sampingnya yang nampak tenang dan tak sedikitpun menatap ke arahnya , Sherliya terlihat menghembuskan napasnya


''kenapa kau menarik napas apa kau kesal?''


tiba-tiba pria tampan itu bersuara , Sherliya menoleh ke arahnya terkejut


''a-aku kesal tidak , aku tidak kesal hanya saja aku sedang cemas ''


''oh... begitu? sepertinya tidak


kembali pria itu berkata


''jadi aku harus bagaimana Tuan? sepertinya semua yang aku lakukan selalu salah ''


ahirnya Sherliya pun kesal


''kau cantik kalau kau sedang kesal ataupun marah''


''APA???

__ADS_1


Sherliya terdiam dan menatap pria tampan dihadapannya itu yang masih menatapnya keduanya larut dalam tatapan mata masing -masing


sang asisten yang melihat interaksi keduanya dari kaca spion nampak mengulas senyum simpul karna untuk pertama kalinnya sang Tuan Muda banyak bicara tak seperti biasanya yang selalu bersikap dingin


__ADS_2