Takdir Cinta Gadis Yang Terbuang

Takdir Cinta Gadis Yang Terbuang
TCGYT#18


__ADS_3

Arya meninggalkan desa untuk segera bertemu dengan Sherliya ia sangat menghawatirkan keadaan gadis itu setelah menghadapi kemurkaan sang Papa


Arya melajukan mobilnya dengan kecepatan maximum


Sementara itu Sherliya yang baru saja sampai di apartement tak sengaja bertemu dengan Vincent di lantai bawah apartement


''hai Sher, baru pulang?''


''iya Vin, nampaknya kau juga sudah selesai dengan pekerjaanmu ''


jawab Sherliya


''seperti yang kau lihat, bagaimana kalau kita ngobrol bareng di roptoop malam ini cuaca juga cerah sekalian kita makan mie ramen kau mau ?''


ajak Vincent


''ide yang bagus tentu saja aku mau , kau duluan nanti aku menyusul''


ucap Sherliya


''sip''


beberapa saat kemudian Vincent dan Sherliya tengah berada di roptoop menikmati suasana malam , Vincent membawa beberapa minuman ,cemilan dan tentu saja mie ramen kesukaan Sherliya


''wahh... ini sangat lezat Vin, kau tau sudah lama aku tak menikmati mie ramen''


antusias Sherliya sembari melahap mie dalam cup besar yang Vincent siapkan untuknya begitu juga dengan Vincent yang tertawa melihat Sherliya begitu lahap menikmati makanan sederhana itu


''aku tau makanya sengaja aku mengajakmu kesini untuk memakannya''


tukas Vincent


Sherliya tersenyum simpul dengan jawaban Vincent


''oh ya, tadi Arya telpon katanya dia akan datang''


ucap Vincent


''sungguh? kenapa Kak Arya tidak menghubungiku sedangkan padamu dia bilang ''


Sherliya nampak heran


''entahlah sepertinya dari nada bicaranya dia mencemaskan sesuatu''


''apa ada masalah dengannya ?''


Sherliya mulai cemas


''jangan cemas kau bisa tanyakan saat dia tiba nanti ''


ucap Vincent


''Sher, kulihat ahir-ahir ini kau seperti sedang sibuk sekali apa ada masalah di Cafe?


kembali Vincent bertanya


''tidak, semua baik-baik saja hanya saja mungkin ada yang akan berubah beberapa hari ke depan''


jawab Sherliya dengan menaruh cup mienya , Vincent menatap gadis itu heran


''apa maksudmu ?''


Vincent menatap Sherliya penasaran


''Vin, aku tak akan menyembunyikan apapun darimu kau sahabat sekaligus saudara bagiku dan aku tak bisa terus menutupi semuanya''


tutur Sherliya


''apa maksudmu Sher? apa ada sesuatu yang kau sembunyikan dariku dan juga Arya?''


Sherliya beranjak dari duduknya dan berdiri menatap hamparan bintang yang bertaburan di langit bercahaya memanjakan mata


''Vin, aku akan menikah ''

__ADS_1


ucap Sherliya


''APA''


tiba-tiba suara Arya mengejutkan Sherliya dan Vincent yang sama -sama terkejut dengan kedatangannya yang baru saja tiba dan terlihat terkejut saat mendengar pengakuan Sherliya


Arya menghampiri Sherliya ia mencengkram pundak gadis itu dan mengguncangnya


''katakan jika yang kau katakan tidak benar, dengan siapa kau akan menikah ?''


''Kak Arya, a-aku...


Sherliya mencoba melepaskan cengkraman Arya , Vincent segera menghampiri Arya dan mencoba menenangkannya


''Arya, kau kenapa ? ada apa denganmu kau terlihat cemas juga aneh ''


ucap Vincent


Arya melepaskan cengkramannya dan menarik napas panjang Sherliya dan Vincent saling menatap satu sama lain terlihat jelas jika Arya sedang tidak baik-baik saja


''Sher, Papa sudah tau jika aku yang membawamu pergi saat ini Papa sedang mencarimu''


ungkap Arya


''apa???


Sherliya syok mendengar hal itu , dan Arya pun menceritakan pertengkarannya dengan Tuan Tama , Mama serta ke 3 istri mudanya


''Kak, bagaimana ini? Kakak pasti merasa bersalah karna telah membantuku , karna aku kau di pukul Tuan Tama maafkan aku Kak''


Sherliya merasa tak enak hati


''jangan bicara seperti itu , aku tulus menolongmu dan memang aku menginginkannya ''


tukas Arya


''lalu bagaimana sekarang? apa mungkin Tuan Tama bisa menemukan Sherli disini?''


timpah Vincent cemas


ungkap Arya


''tidak itu tidak mungkin, Kak aku tak mau jika sampai hal itu terjadi lebih baik aku pergi saja ''


Sherliya menggeleng-gelengkan kepalanya panik raut wajahnyapun berubah pucat pasi terbayang saat-saat ia tinggal di kediaman Tuan Tama


''Sherli, kau jangan panik dulu kita pikirkan caranya bagaimana Tuan Tama tidak akan menemukanmu''


ucap Vincent


''Kakak akan melindungimu seperti janji Kakak,kau jangan khawatir ''


timpah Arya


''tapi Kak, Kakak sudah banyak membantuku aku tak ingin terus menerus merepotkan Kakak, dan membuatmu dalam masalah karna aku , bagaimanapun mereka adalah keluargamu''


Sherliya diliputi rasa bersalah


''lalu apa yang akan kau lakukan ?''


cemas Arya


''aku tau harus bagaimana ''


lirih Sherliya


Sherliya beranjak begitu saja meninggalkan Arya dan Vincent yang nampak terpaku saling menatap dan tak lama merekapun mengikuti Sherliya


Sherliya memasuki apartement dan mulai mengemasi pakaian dan barang-barang miliknya hal itu membuat Vincent dan Arya panik


''Sherli, apa yang kau lakukan ? kau mau kemana dengan semua barang-barangmun''


tanya Arya cemas

__ADS_1


''maafkan Sherli, Kak''


gadis itu tetap membereskan semua barang dan pakaiannya miliknya kedalam koper.


Sherliya meraih ponselnya dan menghubungi seseorang yang tak lain adalah Erlangga


Sherliya 📲'' El, bisa tolong jemput aku ''


Erlangga 📲'' sayang , kau kenapa ? kau baik-baik sajakan?''


Sherliya 📲'' nanti aku jelaskan , kumohon cepat datang aku membutuhkanmu ''


lirih Sherliya dengan airmata yang mulai membasahi wajahnya , Erlangga yang mendengar hal itu semakin di liputi rasa cemas


Erlangga 📲'' sayang , kau kirim alamatmu aku kesana sekarang tunggu aku dan jangan menangis''


Sherliya 📲'' hemm... baiklah aku menunggumu ''


Sherliya menutup panggilannya dan mengirim alamatnya kepada Erlangga


''siapa yang kau hubungi Sher?''


tanya Arya


Sherliya mengusap airmatanya perlahan dan kembali membenahi barang-barangnya


''apa kau menghubungi pria yang akan kau nikahi ?''


kali ini Vincent yang bertanya sejenak Sherliya terdiam dan kembali pada kegiatannya sembari mengangguk pelan


Arya dan Vincent kembali di buat cemas dengan keputusan Sherliya


''Sher, jangan gegabah kau baru kenal dengan lelaki itu Kakak tidak ingin kau jatuh kedalam bahaya lagi nantinya tetaplah disini kita pikirkan jalan keluarnya bersama-sama''


ucap Arya


''benar yang dikatakan Arya , Sher jangan terbawa emosi dan bertindak ceroboh kau baru kenal pria itu beberapa hari tidak mungkin kau bisa menikahinya begitu saja ''


timpah Vincent


''dia lelaki yang baik kalian tidak mengenalnya tapi aku , aku tau dia lelaki yang sangat baik dan dia selalu melindungiku''


ungkap Sherliya


''apa kau mencintainya?''


tanya Arya


pertanyaan Arya membuat Sherliya terdiam , begitu juga dengan Vincent yang menatap Arya dan Sherliya bergantian


''katakan apa kau mencintainya? jika benar kau mencintainya maka Kakak akan membiarkan kau pergi dengannya jika dia bisa membuatmu bahagia''


tukas Arya


''entahlah aku mencintainya atau tidak yang jelas aku merasa nyaman saat bersamanya dia selalu melindungiku dan memperlakukanku dengan penuh kasih sayang hatiku mengatakan jika dia tulus padaku''


tutur Sherliya


Arya dan Vincent terdiam dengan jelas mereka bisa melihat jika Sherliya saat ini sedang jatuh cinta namun gadis itu belum menyadari perasaannya sendiri dalam situasi itu tiba-tiba bel apartement berbunyi


''biar aku yang buka ''


sahut Vincent


''Sherli kau sembunyi dulu takutnya yang datang orang suruhan Papa''


titah Arya


Sherliya mengangguk , Arya dan Vincent segera membuka pintu apartement


''selamat malam, aku datang untuk menjemput calon istriku''


rupanya yang datang adalah Erlangga, Arya dan Vincent saling tatap tak percaya dengan siapa yang mereka hadapi saat ini sang Tuan Muda kaya raya raja bisnis ternama di hampir beberapa negara baik dalam dan luar negeri

__ADS_1


''Erlangga Adhibrata???''


tanya Vincent dan Arya dalam kebingungan itu Sherliya keluar dari kamar dan berlari ke arah Erlangga dan keduanya pun berpelukan dengan erat di hadapan Arya dan Vincent , Erlangga memeluk dan menciumi puncak kepala Sherliya dengan penuh rasa cintanya


__ADS_2