Takdir Cinta Gadis Yang Terbuang

Takdir Cinta Gadis Yang Terbuang
TCGYT#54


__ADS_3

Mansion Devano di hias dengan begitu indah dengan nuansa mewah namun terlihat sederhana


Devano mengundang beberapa kolega bisnis dan rekan -rekannya hanya beberapa saja


Karna sebagian tamu undangan adalah teman dan sahabat Dilla


Dilla terlihat begitu cantik dengan gaun putih di tubuhnya yang putih kontras



Semua orang nampak terpesona dan terkagum-kagum akan kecantikannya


Devano begitu bangga pada sang adik yang tak hanya pintar namun juga multitalenta sedari kecil Dilla selalu membuat dirinya bangga


''Selamat ulang tahun adikku semoga kau semakin dewasa dan kebahagiaan selalu menyertaimu''


ucap Devano dengan mengecup kening Dilla


''Terima kasih Kak Dev, aku sayang Kakak''


Dilla memeluk Devano dengan erat selama ini hanya Devano lah yang selalu menjaganya siang dan malam sedari kecil setelah meninggalnya kedua orangtua mereka


''Kakak juga sangat menyayangimu''


ucap Devano


''Jangan menangis ayo nikmati pestamu''


Devano mengusap rambut Dilla


''Kak, itu Sherliya datang ''


Dilla berjalan menyambut kedatangan Sherliya dan Erlangga


''Ahirnya kalian datang juga ''


Dilla memeluk Sherliya


''Maaf kami datang terlambat ada tadi aku harus memilih gaun dulu yang sesuai keinginan El''


ucap Sherliya


''Tidak apa-apa lagi pula pestanya baru dimulai , tidak heran dengan sikap suamimu itu''


Dilla menatap Erlangga


''Apa? kenapa menatapku?''


Erlangga dan Dilla saling beradu tatap dengan sengit , Sherliya jadi tak enak hati


''Dilla, selamat ulang tahun semoga kau selalu bahagia''


Sherliya mencoba mengalihkan


''Terima kasih Sher''


''Selamat ulang tahun untukmu gadis bar - bar semoga kau selalu bahagia seperti apa yang istriku katakan''


timpah Erlangga dengan memberikan sebuket bunga yang ia bawa bersama Sherliya


''Terima kasih Tuan arogan kau ternyata baik juga''


Dilla dengan meraih bunga dari yangan Erlangga yang menatapnya jengah


Sherliya menggelengkan kepalanya melihat interaksi sahabat dan suaminya itu


''Selamat ulang tahun Putri cantik kau sungguh cantik semoga kau selalu bahagia sayang''


Suara seseorang dengan nada baritonnya Dilla menoleh kearah suara

__ADS_1


''Kakek Pandu''


Dilla memeluk Pandu saking senangnya membuat Erlangga heran bagaimana Dilla bisa mengenal sang Kakek pikirnya begitu juga dengan Sherliya


''Kakek, Dilla rindu sekali dengan Kakek , kenapa Kakek tak pernah lagi berkunjung kemari?''


''Maafkan Kakek sayang, Kakek sibuk dengan urusan Kakek hingga lupa jika ada putri salju yang Kakek lupakan sedang menunnggu''


Kakek Pandu mencubit pipi Dilla dengan penuh kasih sayangnya


''Kakek jahat''


''Hahahaa... kau selalu merajuk ''


Disaat Dilla berbincang dengan Kakek Pandu , Erlangga dan Sherliya yang terlihat bingung datanglah Devano di ikuti Pak Min


''Apa kabarmu Sherliya Prameswari?''


''Kak Dev''


Sherliya dan Erlangga menatap kearah Devano yang berdiri dengan gagahnya dihadapan semua orang Sherliya berlari kedalam pelukan Devano yang merentangkan kedua tangannya


''Kak Dev, ini benar kau kan ?''


Sherliya terharu


''Iya ini aku Devano''


Keduany berpelukan setelah sekian lama mereka tak bertemu menumpahkan rasa rindu di hati keduanya, tangan Erlangga terkepal dengan kuat melihat pemandangan itu


''Lepaskan istriku Dev''


bentak Erlangga


''Ooohhh no.... aku lupa jika ada Tuan arogan ''


lirih Dilla


''Apa kabarmu Elang ?''


Devano dengan santai mendekati Erlangga yang menatapnya tajam


''Aku baik- baik saja tadi sebelum kau menyentuh milikku''


tukas Erlangga


''Apa maksudmu Sher?''


Devano melirik ke arah Sherliya yang segera mendekati Erlangga


''Santai bro, Sherliya adalah sahabat Dilla sedari kecil dia sudah seperti adikku sendiri, oh ya seharusnya kau meminta restu padaku karna mau tidak mau kau sekarang adik iparku''


tutur Devano dengan santainya


''Tidak sampai kapan pun aku tak sudi memanggilmu Kakak''


''El''


''Elang''


Kakek Pandu dan Sherliya kompak memanggil Erlangga membuat CEO tampan itu tak percaya dengan pendengarannya sendiri


''Kalian membela Dev''


Sherliya dan Kakek Pandu mengangguk bersamaan Devano semakin di atas angin


''Dasar arogan julukan yang ku berikan benar-benar cocok denganmu''


timpah Dilla

__ADS_1


''Jangan ikut campur gadis bar-bar''


kesal Erlangga


''Hey kau ini pestaku jangan buat keributan di hari ulang tahunku atau aku akan menghajarmu''


ancam Dilla


''Jangan Dill''


sahut Sherliya


''Baiklah kita sudahi pembicaraan ini , Kakek kita nikmati pestanya lets go''


Dilla menarik tangan Kakek Pandu untuk memasuki ruang perjamuan di ikuti yang lainnya


Meskipun kesal Erlangga tetap mengikuti pesta itu bersama yang lainnya


Arya dan Vincent pun tiba keduanya memasuki mansion dengan penjagaan ketat itu terlihat banyak nya pengawal berjaga di semua sudut mansion


''Gila Ar, Dilla benar-benar darah biru''


ucap Vincent


''Sudah ayo kita masuk''


Arya berjalan menuju aula pesta sementara Tuan Tama dan yang lain mengintainya dari kejauhan


''Kau cari cara untuk masuk dan mencari tahu dimana Sherliya ''


Tuan Tama memberikan perintah


''Baik Tuan''


Disaat bersamaan Burhan juga tiba bersama Kakek Dirga asisten pribadinya juga Miranda dan Yola menghadiri pesta itu


''Brengsekk, laki-laki itu juga datang tanpa memberitahuku''


kesal Tuan Tama


Didalam pesta semua orang nampak bergembira menikmati pesta diiringi musik dan diisi artis-artis ternama ibu kota


Juga hidangan -hidangan mewah nan menggugah selera


''Selamat malam semuanya , Dilla selamat ulang tahun untukmu semoga kau selalu di limpahi dengan kebahagiaan''


ucap Arya begitu ia menghampiri Dilla dan yang lainnya


Dilla mendekati Arya gadis itu nampak antusias dengan kedatangan pria tampan itu


''Kau datang? terima kasih kau sudah mau datang di hari bahagiaku aku sangat senang''


ucap Dilla


''Seperti yang kau lihat aku datang untukmu''


tukas Arya


Keduanya saling pandang untuk beberapa saat seolah tak ada orang lain di pesta itu


Vincent mendekati keduanya


''Selamat ulang tahun Dilla , malam ini kau sangat cantik do'aku semoga kau selalu mendapatkan yang terbaik dalam hidupmu''


''Terima kasih Vint''


Dilla berjabatan tangan dengan Vincent namun baru saja keduanya berjabat tangan Arya segera menepis tangan Vincent


''Jangan lama-lama''

__ADS_1


Dilla tersenyum tipis melihat sikap Arya seperti melihat sikap Erlangga pada Sherliya mungkinkah jika Arya menyukainya pikir Dilla namu segera ia menepis perasaannya itu


__ADS_2