Takdir Cinta Gadis Yang Terbuang

Takdir Cinta Gadis Yang Terbuang
TCGYT#39


__ADS_3

Dering ponsel Sherliya membuat wanita kesayangan Erlangga itu terbangun


Diraihnya benda pipih di atas meja nakasnya ,dilihatnya ternyata panggilan dari Pandu


''Ya halo Kek''


''Nak, Kakek ingin membicarakan sesuatu denganmu , Kakek tunggu di restoran , nanti Kakek kirim lokasinya padamu''


ucap Pandu di sebrang telpon


''Baiklah Kek, sebentar lagi Sherliya ketempat Kakek''


''Kakek tunggu, hati-hati di jalan nak''


''Iya Kek, sampai jumpa disana''


Sherliya beranjak dari tempat tidurnya iapun segera bersiap dan membersihkan dirinya


Beberapa saat kemudian Sherliya telah siap untuk ke alamat restoran yang Pandu kirimkan via wathsapnya


Tak lupa Sherliya juga mengabari Erlangga ia harus meminta izin kemana pun ia pergi kepada suaminya itu karna itulah yang seharusanya di lakukan seorang istri


☘️☘️☘️☘️☘️


Sherliya tiba di restoran di sambut Pak Whang yang menunggunya di pintu masuk restoran


''Nona, anda sudah datang ?''


''Iya, dimana Kakek, Pak Whang?''


''Tuan Besar, ada di dalam Nona, mari ikuti saya''


Sherliya mengikuti langkah kaki Pak Whang, tanpa sepengetahuan dirinya Yola tengah berada direstoran yang sama bersama dengan Miranda


''Mah, tunggu dulu sepertinya aku melihat seseorang yang kukenal disana''


''Siapa Yol, temanmu ?''


tanya Miranda yang ikut memperhatikan arah pandang sang putri


''Bukan, tapi seseorang yang sangat aku benci, gara-gara dia Papa memakiku habis-habisan dia juga membuat laki-laki yang ku sukai selama ini bertekuk lutut padanya aku benar-benar membenci wanita itu''


geram Yola


''Maksudmu siapa sih Yola? jangan berbuat hal yang aneh-aneh lagi , bisa-bisa Papamu murka lagi ''


tukas Miranda


''Mama, diam saja tunggu aku disini''


''Yol... Yola, kau mau kemana ?''


panggil Miranda saat putrinya pergi begitu saja


Sherliya dan Pak Whang kemudian duduk di salah satu meja utama restoran dimana Pandu telah menunggu


''Maaf , membuat Kakek lama menunggu''


Sherliya dengan mencium tangan Pandu


''Tidak apa-apa Kakek juga baru sampai''


ucap Pandu


''Ada apa Kek? kenapa tiba-tiba Kakek mengajak makan siang di luar ?''


heran Sherliya


''Bukan apa-apa Sher, Kakek hanya ingin memperingatkanmu untuk berhati-hati pada seseorang ''


tutur Pandu

__ADS_1


Sherliya terkejut dengan penuturan Kakek Pandu


''Siapa maksud Kakek? Om Burhan atau orang lain?''


''Selain mereka''


timpah Pandu


Sherliya terdiam nampak berpikir siapa lagi orang yang ingin mencelakai dirinya


''Pasangan suami istri itu , Nyonya Nilam dan Tuan Wiryo''


geram Sherliya


''Tepat sekali, anak buah Kakek mendapati mereka tengah mencari keberadaanmu di sini''


ungkap Pandu


''Sampai kapan kedua orang itu akan terus menggangguku mereka masih tidak menyerah juga''


Sherliya kesal


''Dengarkan Kakek, untuk sekarang sebaiknya kau hadapi saja kedua orang itu, lagi pula ada Elang, dan Kakek yang akan melindungimu''


tukas Pandu


''Kakek benar, aku tidak boleh terus menghindar suatu saat aku harus menghadapinya''


''Kakek tau, kau pasti bisa mengatasinya''


''Terima kasih Kek''


''Sudah jangan terlalu di pikirkan , lebih baik sekarang kita nikmati saja makan siang kita''


''Kakek benar, aku juga sudah sangat lapar''


Sherliya dan Pandu ahirnya menikmati makan siang mereka dengan tenang di iringi canda tawa keduanya, diam-diam Yola memperhatikan kedekatan Pandu dan Sherliya


guman Yola yang bersembunyi di balik dinding ruangan restoran


''Kena kali ini wanita sialan, kau salah memilih lawan Nona akan ku buat kau menyesal telah berani berurusan denganku''


kembali Yola bicara pada dirinya sendiri diam-diam ia juga mengambil beberapa foto Sherliya dan Kakek Pandu


Pak Whang, tanpa sengaja melihat apa yang di lakukan Yola,ia pun berbisik di telinga Pandu


''Sherli, rupanya kau di ikuti seseorang ''


''Siapa Kek''


''Arah jam sebelas dia sedang memotretmu dari tadi ''


ucap Kakek Pandu


Sherliya mengedarkan pandangannya ke arah yang di tunjuk Kakek Pandu


''Yola''


Sherliya beranjak dari kursinya dan bersikap santai tanpa membuat Yola curiga


''Mau kemana wanita sialan itu ?''


gumamnya


Sherliya berjalan ke arah berlawanan , Yola mencoba mengikuti kemana langkah Sherliya dengan matanya yang melihat kesana kemari


''Kemana dia?''


Yola keluar dari persembunyiannya dan mencari keberadaan Sherliya hingga ke toilet


''Apa kau mencariku ?''

__ADS_1


''Oh Astaga, kau mengejutkanku dasar wanita sialan ''


umpat Yola


Sherliya melipat kedua tangannya di dada mendekati Yola yang menatapnya tajam


''Berikan ponselmu ''


titah Sherliya


''A-apa ? kenapa kau menginginkan ponselku?''


Yola gugup


''Berikan atau aku akan mengambilnya dengan paksa''


''Tidak, untuk apa aku memberikan ponselku padamu, apa maksudmu ?''


''Kau tau dengan jelas apa yang aku maksud, kau pikir aku tak tau apa yang kau lakukan diam-diam mengambil fotoku''


Sherliya mulai kesal


''A-aku tidak melakukan itu , untuk apa aku melakukannya?''


Yola berusaha mengelak


''Sudah cukup Yola, jangan berpura-pura bodoh aku tau rencanamu busukmu itu''


cecar Sherliya


''Wanita sialan, baiklah memang aku mengambil fotomu aku akan mengirimkan foto-foto pada Tuan Muda supaya dia tau kelakuan bejadmu itu , diam-diam kau menjalin hubungan dengan Kakek tua itu kan?''


tutur Yola


Sherliya menggelengkan kepalanya merasa lucu ia ingin sekali tertawa mendengar rencana Yola


''Ternyata benar kau memang bodoh Yola, silahkan saja kau lakukan aku tak peduli''


Sherliya dengan santainya


''Apa kau menantangku? kau pikir aku tak akan bisa melakukannya, aku pastikan hidupmu akan hancur wanita Cafe sialan''


teriak Yola dengan amarah yang memuncak


''Lakukan saja kita lihat siapa yang akan hancur aku atau kau , aku sarankan jangan berbuat hal yang bodoh atau kau akan malu sendiri''


Sherliya dengan santai menatap tajam ke arah Yola dengan tatapan dingin siapapun yang melihat hal itu pasti akan ketakutan


''Baiklah, kita lihat saja aku pastikan kau akan menyesal berani menantangku Yola Prameswari ''


Yola dengan menggebu-gebu


''Nama itu tidak pantas kau sandang kau juga tidak berhak untuk itu''


''Hey siapa kau berani mengatai putriku?''


tiba-tiba Miranda datang tanpa sengaja ke ruangan itu dan mendapati Yola tengah berdebat dengan Sherliya, Sherliya mencoba menahan amarahnya saat ia teringat ancaman dan makian Miranda juga hasutannya pada sang Kakek


''Kau tidak tau berurusan dengan siapa, kau jangan sok pintar atau kau akan menyesal berani berurusan dengan putriku dan keluargaku''


Miranda menatap Sherliya dengan tatapan kesalnya


Sherliya menatap Miranda tak kalah tajamnya tanpa berkedip ataupun gentar, untuk sesaat Miranda terkejut ia merasa pernah melihat mata tajam itu


''Tidak aneh, putrinya bodoh karna kau juga sama bodohnya Nyonya sama-sama hanya sekumpulan parasit''


Sherliya tersenyum tipis


''Kau berani mengataiku''


Miranda melayangkan tangannya untuk menampar Sherliya namun dengan sigap ia menangkap tangan Miranda hingga tertahan di udara

__ADS_1


__ADS_2