Takdir Cinta Gadis Yang Terbuang

Takdir Cinta Gadis Yang Terbuang
TCGYT#33


__ADS_3

Sherliya pergi dari kantor Erlangga tanpa di ketahui Pak Whang dan Robby


Erlangga yang berlari mengejarnya sama sekali tak mendapati keberadaan Sherliya


''Tuan Muda, kenapa anda berlari?''


tanya Robby


''Sherliya pergi, apa kalian tak melihatnya keluar dari ruanganku ?''


Erlangga dengan terengah-engah


Robby dan Pak Whang saling menatap dan menggelengkan kepala mereka bersamaan


''Shittt, aku terlambat mengejarnya, Robby kau handle masalah kantor, Pak Whang ku mohon kau pulang semoga istriku sudah berada di mansion dan kabari aku ''


titah Erlangga


''Baik Tuan Muda''


Pak Whang dan Robby bersamaan dan merekapun bergegas dengan apa yang di perintahkan Tuan Muda mereka , sementara Erlangga memutuskan untuk mencari Sherliya dengan mengendari mobilnya


Sepanjang perjalanan ia mencoba menghubungi ponsel Sherliya namun tak ada jawaban


Erlangga semakin kalut dengan apa yang Sherliya yang tak menjawab panggilannya


☘️☘️☘️☘️☘️


Sementara itu Sherliya baru saja tiba di Cafe Arya ia memutuskan untuk mengunjungi Cafe itu untuk melupakan masalahnya sejenak


''Nona Sherli, kau datang ? ''


sambut Fachri


''Iya Fachri aku datang, apa Kak Arya ada?''


tanya Sherliya


''Tuan Arya sedang keluar Nona, kau bisa menunggunya di ruang kerjanya, kurasa Tuan akan segera kembali karna ia sudah lama pergi''


tutur Fachri


''Baiklah kalau begitu ''


Sherliya beranjak menuju ruang kerja dimana beberapa waktu lalu ia tempati

__ADS_1


Fachri kembali bekerja hari ini pengunjung Cafe lumayan ramai mengingat jam makan siang , Arya juga menambah beberapa pekerja baru dan kini Arya juga sudah mempunyai beberapa cabang Cafe lainnya


Dalam situasi itu datanglah seorang wanita yang berpenampilan seksi memasuki Cafe kedatangannya membuat semua pengunjung Cafe menatap ke arahnya


''Nona selamat datang silahkan ''


sambut Indira


''Terima kasih, aku datang bersama temanku dia sedang dalam perjalanan tolong tunjukan meja nya padaku''


titah wanita seksi itu yang tak lain adalah Nadia


''Baik Nona, ikuti saya''


tukas Indira


Nadia duduk di salah satu meja dan memesan menu minuman dan makanan sembari menunggu sahabat lamanya yang akan bertemu setelah sekian lama


''Kenapa kau memilih Cafe ini Nad?''


Suara seseorang membuat Nadia mengangkat kepala menatap ke arah suara


''Yola , kau sudah datang?''


''Maaf, aku tak menyadari kedatanganmu barusan kau tanya apa tadi?''


''Aku tanya kenapa kau memilih Cafe ini, bukan tempat lain?


''Memang kenapa ? tempat ini bagus sesuai dengan seleraku ''


''Kau tidak tau jika aku punya masalah dengan pengelola Cafe ini''


Sahut Yola, Nadia tertawa mendegar perkataan sahabatnya itu


''Kau masih belum berubah Yol, selalu membuat masalah dimanapun dan dengan siapapun hahaha.... ''


''Aku tak peduli, ngomong-ngomong kapan kau tiba dari Jerman?''


tanya Yola


''Kemarin aku tiba , kau tau kedatanganku kemari aku ingin kembali pada tunanganku ''


lirih Nadia


''Dari reaksimu sepertinya kau gagal?''

__ADS_1


tukas Yola


''Kau benar, dia sudah menikah aku menyesal karna kebodohanku dulu aku kehilangan dia''


Nadia dengan lirih


''Nad, kenapa kau sampai seperti ini kau seperti bukan Nadia yang ku kenal dulu ? apa kau mencintai mantan tunanganmu itu ?''


tanya Yola


''Cinta??? aku tak tau apa itu cinta Yol, yang aku tau aku harus mendapatkan dia kembali kau tau tunanganku itu sangat kaya raya aku bisa bersenang-senang dengan semua uangnya jika aku bisa bersamanya lagi, tapi rencanaku gagal karna dia sudah menikah''


ungkap Nadia


''Kau ini, apa kau mau menyerah begitu saja jika kau menyukai tunanganmu itu kenapa tak kau kejar saja dan dapatkan dia kembali kecuali jika kau tak menyukainya kau cari saja pria kaya yang lain secara kau kan cantik juga seksi''


tukas Yola


Nadia terdiam mendengar ucapan Yola ia pun memikirkan semua yang terjadi di kantor Erlangga terlihat dengan jelas jika ada sesuatu di antara mantan tunangan dan istrinya


''Yol, kurasa kau benar ada sesuatu yang tak beres dengan pernikahan mereka, kurasa mereka terpaksa menikah ''


Nadia dengan yakin


''Apalagi kalau memang benar seperti itu kau bisa manfaatkan situasi itu untuk masuk kedalam hubungan merekakan dan mendapatkan pria yang kau sukai itu''


ucap Yola


''Yola , kau memang sahabatku benar yang kau katakan aku akan melakukannya terima kasih kau memang selalu memberiku saran yang terbaik''


Nadia dengan girangnya


''Ok , aku tau aku memang pintar kau tau kan bagaimana aku , lalu apa imbalanku atas ide ku ini?''


Yola dengan senyum bangganya


''Dasar kau ini baru di puji sudah besar kepala''


tukas Nadia


''Hahahaha.... bodo amat yang penting aku senang dan kau senang kan?''


Yola dengan cueknya


Tawa kedua wanita itu membuat sebagian pengunjung melihat ke arah mereka yang seolah tak memperdulikan semua itu

__ADS_1


__ADS_2