
Keesokan harinya Sherliya terbangun begitu sinar matahari masuk melalui dinding kaca yang hampir sebagian besar mengelilingi kamar mewah tersebut
''aaaaaa.... ''
gadis itu menguap dan menggeliatkan tubuhnya dengan merentangkan kedua tangannya
''dimana El? bukannya tadi malam dia tidur disini? ''
Sherliya mencari-cari jejak pria yang perlahan mulai mengisi hatinya
Sherliya turun dari tempat tidurnya ia meraih kimono tidurnya dan mengikat tali di perutnya yang ramping berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya dengan mencuci muka dan menggosok gigi
tak lama iapun selesai dengan aktifitas paginya
''drtttzzz''
''drrtttzzz''
''ddrrrtttzzz''
ponsel Sherliya bergetar yang ia letakan di meja nakas tempat tidur
Sherliya meraih ponselnya terlihat nama Erlangga yang tengah memanggilnya
''ya El''
''kau sudah bangun sayang?''
tanya Erlangga di sebrang sana , wajah Sherliya nampak bersemu merah Erlangga selalu berhasil membuatnya bahagia dengan setiap kata-kata manisnya
''hemm... sudah baru saja, kau kemana ?''
''apa kau mencariku?''
''tentu saja , semalam kau tidur memelukku agar aku bisa tidur dengan nyenyak terima kasih El... ''
ucap Sherliya
(sayang kau tidur dengan nyamannya dalam pelukanku sementara aku tersiksa menahan hasratku dan sekarang kepalaku terasa sakit ")
batin Erlangga
''El... halo? kau masih disana ?... El.... ''
Sherliya memanggil karna tak mendapat jawaban dari Erlangga yang larut dalam lamunannya
''oh... ha-halo sayang, maaf aku masih mendengarmu barusan ada email masuk jadi pembicaraan kita terganggu''
Erlangga mencoba menutupi kegelisahan hatinya
''kau tidak apa -apa kan El? suaramu tak seperti biasanya, apa kau sakit?
Sherliya cemas
__ADS_1
''tidak... aku tidak apa -apa jangan cemas , aku sedang di kantor sebentar lagi aku akan menjemputmu untuk pernikahan kita kau tunggu aku jangan kemana-mana''
ucap Erlangga
Sherliya terdiam ia baru ingat jika hari ini ia dan Erlangga akan pergi ke KUA untuk menikah
''i-iya baiklah aku akan menunggumu ''
Sherliya menutup panggilannya tanpa menunggu jawaban dari Erlangga
sementara pria itu tak menyangka jika Sherliya berani memutus panggilannya begitu saja
''haiiissshh... dasar main tutup saja untung aku cinta hah... ''
Erlangga menarik napas panjang dan menatap layar ponselnya dimana ia menatap propil Sherliya di kontaknya yang terlihat cantik dengan senyum tipis menghiasi bibir mungilnya
''Sherliya... malam ini kau akan menjadi milikku , dan kau harus membayar sakit kepalaku karna menyiksaku semalaman ''
gumam Erlangga
''toookkk''
''tookkk''
''tokkkk''
pintu ruangan Erlangga di ketuk dari luar
nampak Robby datang dengan dua orang pengawalnya Erlangga beranjak dari kursinya
''Tuan Muda semua sudah siap anda dan Nona sudah bisa menikah , dan kedua pengawal ini yang akan menjaga Nona nantinya Jack dan Max ''
tukas Robby
''ok... kerja bagus Robb, ayo sekarang kita jemput calon istriku ''
sahut Erlangga dengan penuh semangat
Robby dan kedua pengawal itu pun mengikuti Erlangga dari belakang bergegas untuk menjemput Sherliya yang telah menunggunya di apartement
☘️☘️☘️☘️☘️
Ditempat lain Arya yang saat ini memilih tinggal diapartemennya dan mengelola Cafenya memutuskan untuk menetap di Jakarta dan tidak akan kembali ke desa
selain untuk menghindari kemarahan sang Papa juga untuk mengawasi Sherliya dan yang paling utama adalah untuk melupakan kekecewaannya terhadap sikap Tuan Tama yang tak pernah berubah
selama ini Arya selalu menerima setiap perbuatan sang Papa yang semena-mena pada siapapun asalkan tak menyakiti orang-orang yang Arya sayangi terutama sang Mama
namun demi Sherliya , Arya melupakan semuanya dan memilih untuk pergi sementara waktu dari keluarga yang selama ini ia sayangi dengan sepenuh hati
''Tuan Arya, jadi sekarang Tuan sendiri yang akan mengelola Cafe?
''kemana Nona Sherli?''
__ADS_1
tanya Fachri penasaran begitu juga dengan Indira yang saat ini tengah memberikan laporan keuangan dan beberapa bahan makanan yang stok nya mulai menipis untuk Arya periksa
''kenapa apa kalian tidak suka jika aku yang mengelola Cafeku sendiri?
Arya malah balik bertanya
''tidak Tuan, bukan begitu hanya saja kami sangat suka dan nyaman bekerja dengan Nona Sherli selain baik dia juga sangat cantik dan ramah ''
tukas Fachri
Arya tersenyum tipis ia pun beranjak dari kursinya dan menepuk bahu karyawan teladannya itu
''Sherli, akan menikah hari ini jadi untuk beberapa waktu aku yang akan mengurus Cafe''
tukas Arya
''ME-MENIKAH???''
Fachri dan Indira terkejut dengan kabar itu keduanya saling pandang
''iya adikku akan menikah hari ini dan suaminya tentu tak akan membiarkan istrinya bekerja''
timpah Arya
''begitu rupanya ''
Fachri kembali terdiam untuk sesaat Indira tau jika Fachri yang selama ini mengagumi Sherli pasti terkejut dan kecewa
Indira menepuk bahu sahabatnya , dan hal itu tak luput dari pandangan Arya
''apa kau menyukai Sherli ?''
tanya Arya
''ah... tidak... tidak mana berani aku menyukai Nona aku hanya merasa kagum padanya hanya itu''
Fachri dengan terbata
''aku tau Sherli memang sangat baik pada siapapun tak heran jika kau menyukainya''
tutur Arya
''baiklah aku akan pergi menghadiri pernikahannya kalian jaga Cafe sebentar, setelah pernikahannya selesai aku akan segera kembali''
titah Arya
''baik Tuan Arya, sampaikan ucapan selamat dari kami berdua untuk Nona Sherli ''
sahut Indira
''pasti''
Arya pun bergegas setelah menerima pesan dari Erlangga sebelumnya ia meraih kunci mobilnya dan melajukan kendaraan miliknya ke tempat acara pernikahan tak lupa ia juga menghubungi Vincent
__ADS_1