Takdir Cinta Gadis Yang Terbuang

Takdir Cinta Gadis Yang Terbuang
TCGYT#2


__ADS_3

Sherliya berjalan menyusuri jalan tanpa tau arah dan tujuan setelah ia meninggalkan rumah.


sakit hatinya atas perbuatan Om dan Tante angkat juga Yola membuat Sherliya terus meneteskan airmata dengan langkah gontai ia berjalan menyusuri jalan waktu sudah hampir malam


''ya Tuhan aku harus kemana?


Sherliya terus bergelut dalam pemikirannya tanpa sadar jika ada beberapa orang yang mengikutinya sedari tadi dan kini mencegat jalannya


''ka-kalian siapa? kenapa menghalangi jalanku ?''


tanya Sherliya


ia mulai ketakutan saat melihat orang-orang dihadapannya itu


tanpa basa-basi orang-orang itu menarik tangan Sherliya dan membawanya masuk kedalam sebuah mobil yang sudah menunggu mereka di tepi jalan Sherliya berusaha untuk berontak namun sia-sia saja ia kalah tenaga dengan pria-pria sangar itu


Sherliya begitu syok mendapati Burhan ada dalam mobil itu tengah menatapnya dengan penuh suka cita


''Om Burhan?


''halo keponakan ku yang cantik , bagaimana kau suka dengan kejutan Om ''


''lepaskan Sherli, Om kalian sudah membuatku terusir dari rumah Kakek , sekarang kalian mau apa lagi dariku?''


Burhan nampak tersenyum tenang saat mendengar ucapan Sherliya


''itu hanya bagian dari rencana Om sayang, Kakek tua itu sudah mengusirmu dari rumah tapi Om tau jika itu tak akan lama dia pasti akan menyuruh seseorang untuk mencarimu maka dari itu Om datang untuk menyingkirkanmu ''


''apa maksud Om? jadi semua ini rencana kalian untuk menyingkirkanku juga kedua orang tuaku? apa kalian juga yang telah menyingkirkan Mama dan Papa kecelakaan itu apa kalian juga yang?


''tepat sekali dugaanmu gadis pintar kau cukup pintar untuk menebak semuanya''


kata-kata Sherliya terpotong saat Burhan menimpalinya Sherliya kembali dibuat syok dengan kenyataan itu dengan kondisi tangan yang kini terikat Sherliya dibawa Burhan menuju keluar kota


''Om kejam , kenapa Om tega melakukan semua ini padahal Papa dan Mama selalu baik pada kalian hiks... hikss''


Sherliya mulai menangis

__ADS_1


''hahaha... aku akui kedua orangtuamu memang baik , justru karna itulah aku sangat membenci mereka Ayah lebih mencintai dan lebih percaya pada Papamu daripada padaku yah tentu saja aku hanya anak angkatnya dan aku sangat tidak menyukainya ''


''seluruh harta kekayaan Prameswari harus menjadi milikku bukan milikmu Papamu, Mamamu dan bahkan bukan dirimu sekalipun''


ungkap Burhan


''Om jahat, Om keterlaluan aku akan mengatakan semuanya pada Kakek siapa Om sebenarnya ''


Sherliya menatap tajam Burhan yang hanya menatapnya sinis


''kau pikir kau bisa melakukannya gadis kecil ? kau sadar kau sekarang dimana?


''apa maksud Om ?


Burhan membawa Sherliya ke sebuah desa terpencil jauh dari pusat keramaian kota ia dibawa kesebuah rumah kecil yang cukup sederhana


terlihat ada sepasang suami istri yang menunggu kedatangan mereka dan menyambutnya


''jaga dan urus gadis itu jangan sampai dia melarikan diri ''


''baiklah Tuan anda tak perlu cemas kami akan menjaganya dengan sangat baik''


Sherliya menatap sepasang suami istri yang menatapnya penuh selidik dan wajah cukup sinis itu menatapny dengan tatapan penuh kebencian


''Om siapa mereka dan untuk apa aku di bawa kesini? biarkan aku pergi ''


pinta Sherliya


''kau akan tinggal disini dan mereka akan mengawasimu jadi menurutlah ''


''tidak... aku tidak mau Om... tolong lepaskan aku biarkan aku pergi''


isak Sherliya


''turuti perintahku atau aku akan melenyapkan Kakekmu juga seperti kedua orang tuamu''


bentak Burhan

__ADS_1


Sherliya terhenyak atas perkataan Burhan ia tak mengira jika Burhan akan berbuat kejam pada dirinya namun mengingat kematian kedua orangtuanya Sherliya terdiam ia takut jika Burhan juga akan benar-benar membunuh sang Kakek


''jangan ... Om kumohon jangan lakukan itu pada Kakek aku sangat menyayanginya''


Sherliya kembali meomohon


''bagus , lakukan semua perintahku kau akan tinggal di sini sampai batas waktunya dan jangan macam-macam orang-orangku akan terus mengawasimu dan jika kau berani macam-macam maka Kakekmu akan mati di tanganku dengan mudah ''


tukas Burhan


''tidak.... baiklah aku akan menuruti semua yang kau inginkan tapi kumohon jangan bunuh Kakek Dirga''


lirih Sherliya


''semuanya tergantung padamu gadis kecil''


kembali Burhan menekan kata-katanya Sherliya menatap Burhan dengan mengusap airmatanya


''aku berharap semoga Tuhan mengampuni semua yang telah Om lakukan ''


timpah Sherliya


''hahahaa... gadis kecil kau naif sekali berdo'alah untukmu sendiri dan keselamat Kakekmu ada ditanganku kau mengerti''


Burhan meninggalkan Sherliya di rumah itu bersama pasangan suami istri yang ia bayar untuk menjaga dan merawat Sherliya


Sherliya menjatuhkan dirinya di tanah saat Burhan pergi bersama anak buahnya pasangan suami istri itu dengan cepat menarik tangan Sherliya dan membawanya ke gudang


''kau diam dan jangan berisik atau kami tak akan mengampunimu ''


BRUUUKKK


tubuh Sherliya jatuh tersungkur ke lantai dingin gudang tersebut dengan kondisi tangan masih terikat gadis remaja itu hanya bisa menangis dalam beberapa hari saja dunianya seakan runtuh dan hancur begitu saja akibat ulah Om dan Tantenya


''Mama... Papa.... kenapa kalian pergi meninggalkanku aku takut Mah... Pah... mereka semua jahat hikss... hiksss''


isak tangis Sherliya pun kembali pecah ia menangis hingga tersedu-sedu di gudang gelap itu sendirian tanpa ada cahaya yang menyinari

__ADS_1


__ADS_2