Takdir Cinta Gadis Yang Terbuang

Takdir Cinta Gadis Yang Terbuang
TCGYT#28


__ADS_3


Erlangga membawa Sherliya ke mansion sang Kakek sesuai keinginannya


Erlangga mengulurkan tangannya saat Sherliya turun dari mobil sport miliknya , keduanya di sambut para pelayan mansion dan juga Pak Whang sebagai asisten pribadi sekaligus kepala pelayan mansion tersebut


''selamat datang Tuan Muda , Nona Muda mari Tuan Besar sudah lama menunggu kedatangan kalian berdua''


sambut Pak Whang


''terima kasih Pak Whang''


tukas Erlangga, Sherliya menyunggingkan senyum dan sedikit membungkukkan tubuhnya


Pak Whang tertegun dengan apa yang dilakukan Sherliya


''Nona Muda, apa yang anda lakukan? anda Nona kami tidak baik kau bersikap seperti itu pada bawahanmu''


ucap Pak Whang tak enak hati


''tidak, kau lebih tua dariku, sudah sepatutnya aku yang muda menghormati yang lebih tua dan jangan membuatku seperti orang yang tak beretika''


tutur Sherliya ramah


''baiklah jika itu keinginan anda Nona ''


Pak Whang tersenyum simpul


Erlangga dan Sherliya kemudian memasuki ruangan tamu mengikuti Pak Whang


''Tuan Besar, Tuan Muda dan Nona sudah datang''


sahut Pak Whang


Sherliya menatap sosok pria yang seumuran dengan Kakeknya tengah berdiri menatap kegelapan malam melalui pantulan kaca besar di ruang tamu itu


''Kakek Pandu''


gumam Sherliya begitu melihat sosok itu berbalik menatapnya , Erlangga terkejut mendengar Sherliya mengenal sang Kakek


Sherliya beranjak memeluk pria tua itu yang merentangkan kedua tangannya


''Kakek... benarkah ini Kakek?''

__ADS_1


lirih Sherliya


''iya nak, ini Kakek''


sahut Tuan Besar, Pandu Adhibrata Kakek dari Erlangga Adhibrata


''Kakek, apa kau tau apa yang terjadi padaku selama ini ? kenapa Kakek tak mencariku Kek ?''


Sherliya mulai mencerca berbagai pertanyaan pada Pandu, Erlangga dibuat kebingungan dengan situasi tersebut bagaimana mungkin Sherliya bisa mengenal Kakeknya tanpa ia ketahui


''Apa Kakek, bisa menjelaskan padaku bagaimana kalian saling mengenal?''


tanya Erlangga


Pandu menatap sang cucu yang menatap nya dengan tatapan penuh tanda tanya dan menarik Sherliya kedalam rengkuhannya terlihat jelas jika Erlangga tak suka jika ada orang lain yang menyentuh istrinya , Pandu tersenyum tipis akan keposesifan Erlangga


''Kakek dan Dirga, adalah sahabat karib sejak dulu itu sebabnya Kakek dekat dengan istrimu , dia besar dan bermain dalam asuhan Kakek dan Dirga , tentu saja kau tidak akan tau dirinya karna kau dulu tinggal dengan kedua orangtuamu di Jerman ''


ungkap Pandu


Erlangga menatap tak percaya dengan penuturan Pandu yang selama ini hidup sendiri dan ia tak pernah tau jika Pandu dan Dirga adalah sahabat karib


''Maafkan Kakek, Sherliya karna Kakek terlambat untuk menemukanmu setelah kecelakaan yang mengakibatkan kedua orang tuamu tiada, Kakek berusaha untuk menemuimu tapi Dirga seperti bukan orang yang Kakek kenal ''


Sherliya melihat hal itu dengan jelas ada penyesalan yang tersirat disana


''Hari itu Kakek datang untuk mengunjungimu namun Dirga malah bersikap acuh dan dingin padaku bahkan dia mengusirku saat itu di hadapan Burhan dan Miranda, hari itu aku merasa kesal dan benci pada Dirga tapi , aku merasa jika dia menyembunyikan sesuatu dariku''


Pandu dengan menghela napas berat


''apa maksud Kakek?''


''Sherli, Kakek rasa Kakekmu sedang melindungimu dengan mengusirmu dari rumah agar Burhan tidak bisa menyakitimu''


tutur Pandu


Sherliya terdiam, ia kembali mengingat perlakuan dan kasih sayang Dirga dulu yang begitu menyayangi dan memanjakannya namun semua itu seolah hilang begitu saja saat dengan kejamnya sang Kakek mengusirnya dari rumah dengan mudah karna hasutan orang lain


Rasa kecewa dan sakit hati benar-benar membuat Sherliya merasakan sakit hati dan terpuruk akibat sikap sang Kakek


''TIDAK... itu tidak benar, Kakek Dirga bilang dia sangat membenciku Kek, dia bilang aku pembawa sial karna aku kedua orangtuaku meninggal hiks... hikss''


Sherliya mulai menangis

__ADS_1


''Nak, terkadang apa yang kita lihat belum tentu adalah hal yang sebenarnya ''


ucap Pandu


''Apa Kakek tau apa yang aku alami selama ini? Kek, aku harus berjuang untuk bertahan hidup dengan berbagai siksaan yang aku terima dan juga ancaman dari Om Burhan dan orang -orangnya''


''Aku menjadi gadis penebus hutang orang yang bahkan tidak kukenal , bahkan aku hampir menjadi selir seorang pria tua''


Sherliya ahirnya melepaskan semua kekesalan hatinya selama ini ia pendam , Erlangga tak mengira jika Sherliya mengalami semua itu ia hanya tau jika Sherliya hanya menuntut keadilan atas kematian kedua orangtuanya tanpa tau apa yang selama ini dilalui sang istri


''Maafkan Kakek Nak, Kakek terlambat menemukanmu jika Kakek tau Kakek akan datang untuk menjemputmu saat itu .


''Kakek, baru tau dari orang-orang Kakek yang menyelidiki siapa wanita yang Erlangga nikahi maafkan Kakek''


Sherliya terdiam rasa sakit begitu menyesakan dadanya saat ini


''Sayang tenangkan dirimu , kau baru sembuh aku takut kau akan sakit lagi nanti''


tukas Erlangga


''Apa kau bilang ? Sherli kau sakit nak?''


Pandu panik mendengar ucapan Erlangga


''Tidak Kek, Sherli baik-baik saja tadi pagi Sherli sempat demam tapi sekarang Sherli sudah sembuh jangan khawatir''


Sherliya dengan senyum tipisnya


''Benarkah? apa kau yakin kau sudah baik -baik saja? bagaimana kalau Dokter memeriksamu agar lebih pasti dan jelas''


ucap Pandu


''Jangan Kek, Sherli baik-baik saja lagi pula El, sudah merawat dan menjaga Sherli dengan baik jadi jangan cemas lagi ok?''


Sherliya tak ingin Pandu menghawatirkannya


''Baiklah jika begitu, malam ini kalian tidur disini besok baru kembali ke apartement''


titah Pandu


''Baik Kek''


sahut Erlangga

__ADS_1


__ADS_2