
Erlangga membawa Sherliya untuk makan siang bersama ke sebuah restoran miliknya yang terletak di pusat kota dan selalu ramai dikunjungi pelanggan
Erlangga membukakan pintu mobil untuk Sherliya dan mengulurkan tangannya Sherliya tersenyum dan menyambut uluran tangan pria yang kini telah berstatus calon suaminya itu
''terima kasih ''
ucap Sherliya
Erlangga mengangguk pelan dan mulai melangkah bersamaan masuk ke dalam restoran , kedatangan Erlangga di sambut hormat manager restoran yang nampak terkejut dengan kedatangan sang Tuan Muda dengan seorang wanita
''Tuan Muda, selamat datang ''
''siapkan meja khusus untuk kami dan hidangan terbaik restoran kita ''
titah Erlangga
''baik Tuan Muda''
Erlangga dan Sherliya berjalan ke area meja khusus untuk VVIP dimana biasa sang Tuan Muda datang berkunjung semua mata karyawan nampak menatap penasaran siapa wanita yang Bos mereka bawa itu
Sherliya sedikit gugup dengan situasi dimana semua orang memperhatikan dirinya saat ini, Erlangga yang tau situasi itu menggenggam tangan gadis itu yang terasa dingin di terpa rasa gugup
''jangan gugup, nikmatilah waktumu dengan santai mulai saat ini kau harus terbiasa dengan semua ini ''
ucap Erlangga
Sherliya mengangguk pelan , tak lama makanan pun telah siap dan diantarkan ke meja Erlangga bersama manager dan pelayan langsung yang menyajikan menu untuk sang Tuan Muda
''Pak Agam, dengarkan aku, wanita yang bersamaku saat ini adalah calon istriku jadi jangan berpikiran macam-macam satu hal lagi hormati dia seperti kalian menghormatiku beritahu semua karyawan juga ''
tutur Erlangga
sang manager nampak terkejut namun juga turut senang dengan penuturan Erlangga
''baik Tuan Muda, selamat semoga semua berjalan lancar sampai kalian menikah dan Nona Muda maafkan atas kelancangan para karyawan dan saya atas keterkejutan kami, Nona sangat cantik serasi dan cocok dengan Tuan Muda kami''
tukas Pak Agam sang manager
''tidak apa-apa , saya mengerti kalian pasti terkejut dengan kehadiran saya jangan sungkan silahkan kembali bekerja''
ucap Sherliya ramah
''terima kasih Nona, selain cantik anda juga sangat baik dan ramah, saya permisi dulu Tuan Muda , Nona semoga kalian suka dengan menu hidangannya ''
''terima kasih Pak Agam ''
ucap Erlangga
sepeninggal manager dan pelayan , Erlangga dan Sherliya mulai menikmati makan siang mereka , rupanya Pak Agam menghidangkan stik dan juga beberapa hidangan lainnya menu favorit restoran itu
''ini sangat lezat''
sahut Sherliya begitu ia mulai menikmati hidangannya dengan antusias
''kau suka? ''
tanya Erlangga yang juga mulai menikmati makanannya
__ADS_1
''hemm... aku sangat menyukainya''
Erlangga tersenyum melihat Sherliya yang makan dengan lahapnya tampak mulut Sherliya belepotan karna saus dari stik yang ia makan Erlangga mengusap bibir Sherliya dengan tangannya Sherliya tertegun dengan apa yang dilakukan Erlangga
''maaf, a-aku makannya berantakan ya''
''tidak apa -apa aku suka melihatmu apa adanya sayang, jadilah dirimu sendiri''
Erlangga menarik dagu Sherliya dan mendaratkan ciuman di bibir gadis itu yang nampak terkejut namun ia hanya bisa terdiam menikmati sentuhan bibir Erlangga
''a-apa yang kau lakukan El?'' kita ditempat umum ''
Sherliya gugup memperhatikan sekitar takut ada yang melihat mereka
''kau ini lucu, mana ada orang ini ruangan khusus sayang tak akan ada orang lain disini selain kita berdua''
Erlangga tersenyum simpul
Sherliya semakin dibuat gugup dengan kebodohannya sendiri
(ada apa denganmu Sherliya kenapa kau bertingkah konyol dari tadi? semua yang dilakukan El terlalu manis... oh... lama-lama aku bisa benar- benar jatuh cinta padanya bagaimana ini?)
batin Sherliya
''setelah makan siang kita akan langsung ke butik memilih gaun pengantin untuk kita''
ungkap Erlangga
''i-iya ... APAAA???''
Sherliya syok dengan apa yang Erlangga katakan
Erlangga menatap Sherliya
''tidak apa-apa , apa harus secepat ini kita menikah ?
Sherliya tertunduk
''lebih cepat lebih baik aku tidak ingin menunggu terlalu lama sesuatu agar semua cepat selesai dan aku bisa tenang nantinya''
tukas Erlangga
''kau benar''
Sherliya terdiam larut dalam pemikirannya sendiri terlihat raut wajahnya berubah sedih
(sadarlah Sherliya, jangan berpikir macam-macam kau dan dia hanya sebatas saling membantu tidak lebih dan jangan terlalu berharap ia akan mencintaimu itu hanya mimpi jaga hatimu jika kau tak ingin terluka ....)
batin Sherliya
melihat expresi Sherliya , Erlangga mengenggam tangan gadis itu
''jangan berpikiran macam-macam cukup kau turuti apa yang aku minta lakukan sepenuh hati dan kau akan bahagia hanya itu yang kau harus lakukan ''
tukas Erlangga
Sherliya menatap pria itu dengan tatapan penuh tanda tanya terkadang Erlangga akan bersikap manis namun juga terkadang pria itu akan berubah sikapnya menjadi dingin berbanding terbalik
__ADS_1
''aku mengerti ''
Sherliya menarik tangannya dari genggaman Erlangga , hal itu membuat Erlangga sedikit mengernyitkan alis dengan sikap Sherliya yang mendadak diam dan seperti ada kekecewaan dimata gadis itu
Sherliya kembali melanjutkan makan siangnya tanpa suara dan tanpa bicara sepatah katapun begitu juga dengan Erlangga yang tak ingin banyak bertanya lagi melihat sikap diam Sherliya
**********
Sherliya kembali dibuat terkejut saat Erlangga membawanya ke butik megah yang masih atas miliknya dan di kelola orang-orang kepercayaannya
keduanya di sambut pria gemulai dan selama ini sebagai orang yang dipercaya Erlangga mengelola butiknya
''wooooowwww... kejutan apa ini ? cemceman eke datang kangen ya sama eke?''
sambutnya
Sherliya menyembunyikan tubuhnya di belakang Erlangga karna takut pada pria kemayu di hadapannya yang menyambut ramah mereka
''Arnas, kau membuat calon istriku ketakutan ''
ungkap Erlangga yang menarik tangan Sherliya dan merengkuhnya sementara Sherliya menatap pria kemayu itu dengan senyum tipis
''oh my good, calon istrimu ? apa aku tidak salah dengar? lalu bagaimana dengan eke ?''
ucap Arnas
''yeeeyyy siapa juga yang mau sama lo? lo manusia jadi-jadian''
timpah salah satu karyawan yang bernama Elsa seorang gadis cantik dan juga ramah namun sering beradu mulut dengan Arnas
''eh mulut lo yah, pedes banget melebihi rawit sekebon gini-gini juga banyak yang mau sama gue yah ''
'' iya pada mau timpukin lo... ''
''Elsa... awas ya, gajih lo gue turunin baru lo tau rasa''
''bodo... lagian yang gaji gue , Tuan Muda bukan lo manusia setengah mateng''
Elsa mencibirkan bibirnya
Arnas semakin kesal dengan perkataan Elsa , sementara Sherliya malah terbahak-bahak melihat pertengkaran kedua orang itu
''hahahaha..... kalian lucu sekali ''
tawa Sherliya
Erlangga yang pertama kali melihat Sherliya tertawa lepas di buat terkejut namun juga bahagia melihat tawa Sherliya yang terlihat begitu cantik menurutnya
''aku tidak akan memotong gaji kalian, aku akan memberikan bonus pada kalian karena telah membuat calon istriku tertawa senang''
Elsa dan Arnas melongo tak percaya jika pertengkaran mereka bisa mendatangkan bonus bagi mereka sementara Sherliya tertunduk malu saat Erlangga mengatakan hal itu
''kenapa menunduk?'' dari tadi kau diam terus dan sekarang aku mendengarmu tertawa aku suka mendengar dan melihat tawamu jangan berdiam diri berbahagialah dan tersenyumlah ''
Erlangga mengangkat dagu Sherliya keduanya saling menatap mendalami perasaan masing-masing
Sherliya larut dalam tatapan Erlangga yang selalu membuatnya tak bisa berkutik dan seolah melumpuhkan semua kekuatan dalam dirinya ia seolah lenyap dalam pesona sang Tuan Muda
__ADS_1
''El... emmmhhhh... ''
Sherliya terhenti saat Erlangga tanpa basa basi mendaratkan ciumannya di bibir mungilnya di hadapan Arnas dan Elsa keduanya menutup mulut mereka dan membalikan tubuh membelakangi kedua insan yang mulai di landa perasaan nyaman dan bahagia namun kata cinta masih belum terucapkan dari bibir keduanya