
Dalam kemeriahan pesta Sherliya dan semua orang nampak bahagia terutama Dilla
Tibalah saatnya untuk memotong kue ulang tahunnya semua tamu bersama menyanyikan lagu ulang tahun untuknya
Dilla terlihat begitu bahagia bersama Devano dan orang-orang yang ia sayangi
Dilla meniup lilin dengan angka dua puluh menghiasi kue tar di atasnya bersama Devano
Semua orang bertepuk tangan untuknya dan Dilla pun memotong kuenya , potongan pertama ia berikan untuk sang Kakak yang menerimanya dengan antusias
''Terima kasih untukmu Kak Dev, aku sangat menyayangimu''
ucap Dilla
''Sama-sama sayang''
Devano mengecup puncak kepala Dilla dengan sayangnya lalu Dilla memberikan potongan kedua kuenya kepada Sherliya
Sherliya menerimanya dengan suka cita
''Untuk sahabat terbaikku terima kasih kau sudah datang dan selalu ada untukku''
''Kau sahabat terbaikku Dilla, semoga kau selalu bahagia dan sehat selalu''
ucap Sherliya
''Amin''
Semua orang mengaminkan do'a Sherliya , kini potongan ketiga Dilla berikan pada Arya sontak hal itu membuat semua orang menatapnya dengan curiga dan bertanya-tanya terutama Devano dan Sherliya
''Sepertinya kau akan benar-benar memiliki ipar Dev''
bisik Erlangga di telinga Devano dan hal itu didengar langsung oleh Sherliya yang kembali menatap interaksi Dilla dan Arya
Memang benar ucapan Erlangga sebenranya Sherliya juga tau dari beberapa waktu saat melihat keduanya terlihat jelas jika mereka saling menyukai satu sama lain
Dalam kemeriahan pesta tiba-tiba mereka di kejutkan dengan kedatangan Kakek Dirga , Burhan , Miranda dan juga Yola
''Selamat malam semuanya ''
sapa Kakek Dirga
''Selamat malam Tuan Besar, selamat datang di pesta kami''
sambut Devano
''Terimakasih atas kedatangan kalian memenuhi undangan kami''
timpah Devano
''Suatu kehormtan bisa memenuhi undangan seorang Devano Anggarafaza''
tukas Kakek Dirga
''Kakek jangan terlalu formal biasa saja dan nikmati pestanya''
__ADS_1
timpal Devano
''Kau memang terbaik Dev''
ucap Kakek Dirga
Ditengah interaksi keduanya ada seseorang yang berusaha menyembunyikan dirinya yaitu Sherliya yang berdiri di belakang Erlangga
Erlangga menggenggam tangan Sherliya agar sang istri bisa lebih tenang
''Tenangkan dirimu, sudah saatnya dunia tau siapa sebenarnya cucu Prameswari''
''Tapi El, a-aku belum siap untuk saat ini''
''Cepat atau lambat kau harus mengahadapinya jangan menjadi pengecut kau istri seorang Erlangga Adhibrata bersikaplah selayaknya istri seorang Adhibrata jangan takut aku ada disisimu''
ucap Erlangga
Sherliya terdiam dan mulai berpikir ia pun menggenggam kembali tangan sang suami dan tersenyum dengan meyakinkan diri
''Kau benar El, aku harus menghadapinya sudah cukup aku menghindar''
Sherliya dengan yakin
''Bagus, aku tau kau pasti bisa ''
Erlangga mengecup kening Sherliya , Dilla , Arya , Vincent dan Kakek Pandu menghampiri keduanya
''Kami juga ada bersamamu Sher''
''Hemm... terimakasih semuanya aku sangat menyayangi kalian''
Sherliya dengan terharu
Devano yang melihat jika Sherliya di kelilingi semua orang yang menyayanginya segera memberikan isyarat pada Erlangga lewat tatapan mata mereka masing-masing dan mengangguk perlahan
''Kek, aku ingin Kakek menemui seseorang ''
tukas Devano
''Siapa Dev?''
''Kakek akan tau nanti ikut saja denganku''
Devano berjalan ke arah Sherliya di ikuti Kakek Dirga asisten, Burhan , Miranda dan Yola
''Kek, inilah seseorang yang ingin aku kenalkan''
Devano mengulurkan tangannya ke arah Sherliya yang menyambut tangannya dan berdiri disamping Devano dengan penuh percaya diri
Kakek Dirga begitu syok mendapati siapa yang diperkenalkan Devano begitu juga Burhan , Miranda dan Yola
''Sherliya cucuku''
gumam Kakek Dirga
__ADS_1
Sherliya menatap sang Kakek dengan penuh kerinduannya namun ia tahan saat melihat tatapan dari Burhan dan Miranda
''Kenapa kau memperkenalkan gadis pembawa sial ini padaku Dev, aku tak ingin bertemu dengannya lagi dia hanya akan membawa sial untuk semua orang''
ucap Kakek Dirga dengan berat hati tubuhnya untuk sejenak bergetar namun berusaha ia tutupi sang asisten yang setia di samping berusaha menahan tubuh Kakek Dirga agar tak roboh dihadapan semua orang
Tangan Sherliya kembali terkepal dengan kuat kata-kata itu kembali harus ia dengar dari mulut sang Kakek
''Maaf Kek, kupikir Kakek akan senang bertemu dengan Sherliya cucu Kakek''
ucap Devano
''Kau pikir kau siapa berani mengaturku Dev''
Kakek Dirga dengan suara lantang
''Pelankan suara anda Tuan Dirga, ini kediaman Kakakku bukan rumah anda, jangan anda pikir anda bisa seenaknya menghina seseorang''
Sherliya menatap Kakek Dirga dengan tajam dan penuh percaya diri membuat semua orang menatapnya dengan terkejut
Kakek Dirga tersenyum penuh arti melihat keberanian sang cucu
''Rupanya kau sudah berani melawanku''
ucap Kakek Dirga
''Tentu saja, mulai saat ini aku tak akan diam saja melihat semua ketidak adilan yang kalian lakukan padaku, dulu aku diam karna tak berdaya tapi tidak sekarang aku akan mempertahan apa yang menjadi hak dan milikku dari orang-orang seperti kalian ''
tegas Sherliya
Burhan, Miranda dan Yola terkejut mendapati fakta jika Sherliya ada dihadapan mereka saat ini, keributan itu pun menjadi tontonan para tamu undangan
''Kau hanya gadis pembawa sial, bagaimana bisa kau mengaku-ngaku sebagai cucu Ayahku sedangkan cucu Ayahku hanya satu yaitu Yola''
Miranda menatap tajam ke arah Sherliya
''Apa kau yakin dengan ucapan mu itu Tante?, ingat darah lebih kental daripada air meskipun kalian menolak kebenaran itu ''
Sherliya dengan menatap Yola dan Miranda dengan sinis membuat keduanya tak berani menatapnya dan tertunduk
''Dasar gadis pembawa sial kau pikir kau siapa ? kau bukan apa-apa kau hanya wanita Cafe ''
''YOLA''
Semua orang kompak membentak Yola terutama Erlangga yang mengghampiri Sherliya membuat Burhan dan Miranda terkejut
''Kau lupa dengan siapa kau berhadapan saat ini dia istriku Nona Muda Sherliya Erlangga Adhibrata''
tegas Erlangga
''APAA?''
Semua orang terkejut mendengar perkataan Erlangga terutama Burhan dan Miranda begitu juga Kakek Dirga jadi selama ini wanita yang bermusuhan dengan Yola adalah Sherliya
Batin Burhan dan Miranda sementara Kakek Dirga hanya mengulas senyum tipis tanpa terlihat semua orang dan Kakek Pandu yang melihatnya
__ADS_1