
Erlangga mendatangi ruangan Dokter yang telah mengoperasi Sherliya dan Dilla dengan penuh amarah
BRRAAAKKK
Erlangga membuka pintu ruangan Dokter dengan kasar membuat sang Dokter yang tengah berbicara dengan Devano terlonjak kaget
''Elang, ada apa ini?''
tanya Devano
Namun Erlangga tak menggubris pertanyaan Devano dan malah menarik kerah baju sang Dokter
''Cepat katakan apa yang istriku tulis di pesan itu tidak benar... katakan dan jangan berbohong''
hardik Erlangga
''Elang, lepaskan dia... kau jangan berbuat hal yang tidak masuk akal seperti ini''
tukas Devano berusaha melepaskan cengkraman Erlangga pada sang Dokter
''Tidak masuk akal ? kau bilang apa yang aku lakukan tidak masuk akal? lalu apa yang terjadi hari ini apa masuk akal menurutmu hahh....
Erlangga berteriak dan melepaskan cengkramannya pada Dokter yang terlihat syok dan ketakutan
''Tuan Muda, maafkan saya jika yang saya sampaikan tidak bisa anda terima tapi itulah kenyataannya, saya hanya menyampaikan pesan terahir Nona untuk anda''
ungkap sang Dokter
''Elang, tenangkan dirimu dan cobalah kau pikirkan semuanya dengan baik-baik''
ucap Devano
''Katakan kapan istriku menulis pesan itu?''
tanya Erlangga
Dokter itu pun menatap Devano yang mengangguk perlahan tanda mengiyakan
''Saat operasi itu berlangsung Tuan''
__ADS_1
Flashback on
Sherliya dan Dilla di bawa kedalam ruang operasi yang sama dengan beberapa Dokter ahli juga suster yang akan melakukan operasi
Dilla yang di bawa sudah dalam keadaan tak sadarkan diri mengalami pendarahan hebat dan kebocoran jantung hidupnya tak mungkin untuk bisa di selamatkan sangat tipis bagi Dilla untuk bisa bertahan
Tak jauh berbeda dengan Dilla, Sherliya mengalami luka tembak di beberapa bagian tubuhnya dan mengenai beberapa organ vitalnya
Namun Sherliya masih bisa mendengar dengan jelas perkataan para Dokter tentang kondisi Dilla, di liriknya Dilla yang terbaring tak sadarkan diri
Sherliya mengulas senyum tipis di bibirnya teringat semua yang telah Dilla lakukan sedari kecil yang selalu menjaga dan melindunginya
''Dokter....
panggil Sherliya lirih dengan wajah semakin pucat dan airmata membasahi wajahnya
''Iya Nona''
''Apa... a-aku masih bi-bisa ber... ta.. hann... ?
Semua Dokter saling menatap satu sama lain mendengar pertanyaan Sherliya
Sherliya dengan terbata-bata
''Nona , kondisi Nona Dilla pun sama parahnya seperti dirimu saat ini ia tengah kritis''
tutur sang Dokter dengan berat hati
''A-ku ... sudah mendengar... se... muanya, tolong jika a-ku ma... ti... berikan jan...tungku... untuk Dilla.... aa..
Semua Dokter dan suster diruangan itu pun terkejut dengan permintaan Sherliya
''Tapi Nona, kami tak bisa melakukannya tanpa izin suami anda atau keluarga anda''
ucap Dokter
''Ak.. u ... minta kertas dan pena....
Dokterpun menuruti keinginan Sherliya dan membantunya untuk bisa menulis pesan yang akan ia berikan untuk Erlangga meski dalam keadaan lemah tak berdaya Sherliya menulis dengan menahan sakit dan tangisnya
__ADS_1
Dokter dan suster di buat sedih dan terharu akan persahabat Sherliya dan Dilla meski dalam keadaan kritis mereka tetap saling menyayangi dan melindungi
Flashback off
Erlangga tak kuasa menahan airmatanya kembali membasahi wajahnya begitu juga dengan Devano yang berada tepat di samping Erlangga
Erlangga beranjak meninggalkan ruangan Dokter begitu saja
Devano terdiam menatap punggung Erlangga yang perlahan berjalan semakin menjauh
☘️☘️☘️☘️☘️
Suasana duka menyelimuti pemakaman Sherliya yang dimakamkan disamping makam kedua orang tuanya
Nampak Kakek Pandu, Devano , Arya, Vincent , Pak Min , Robby , Jack dan juga Max berada di pemakaman
terlihat kesedihan di wajah semua orang terutama Erlangga yang bersimpuh disamping makam Sherliya usai di semayamkan.
Kakek Dirga , tak bisa menghadiri pemakaman Sherliya karna kondisinya yang lemah sampai saat ini ia tak pernah mengeluarkan suara untuk berbicara dengan siapapun bahkan dengan Pak Wang asisten pribadinya selama ini
Kematian Sherliya benar-benar menjadi pukulan besar bagi diri Kakek Dirga dan membuatnya tenggelam dalam penyesalan seumur hidup
Rasa bersalahnya pada Sherliya membuat Kakek Dirga tak memiliki lagi semangat untuk hidup , Dokter dan Pak Wang terus berusaha agar Kakek Dirga bisa bangkit dengan memberikan semangat dan motivasi namun sia-sia saja Kakek Dirga tetap dia mematung
Sementara itu Tuan Tama yang ikut menghadiri pemakaman Sherliya dari kejauhan nampak terpukul dan kecewa karna wanita yang selama ini ia inginkan untuk ia nikahi sudah tiada
Sekilas Arya melihat Tuan Tama dari kejauhan nampak sang Papa bersama para pengawal setianya, Arya pun tak ingin terjadi keributan di pemakaman memilih untuk acuh dan diam
Tuan Tama yang melihat tatapan Arya untuknya terlihat jelas jika Arya menatapnya dengan penuh kebencian dan kekecewaan terhadap dirinya pun segera pergi meninggalkan area pemakaman
Berbeda dengan Tuan Tama, Burhan , Miranda dan Yola saat ini tengah berada di penjara dalam satu sel menunggu keputusan Hakim
Para penyerang yang berhasil Erlangga tangkap telah mengaku atas perintah siapa mereka menghabisi Sherliya dengan cepat Polisi menangkap ketiga orang itu di kediaman Prameswari
''Semua ini karna kebodohan kalian , kita jadi seperti ini usahaku selama bertahun-tahun sia-sia karna kalian ''
bentak Burhan
Miranda dan Yola hanya bisa diam tak membantah ataupun melawan perkataan Burhan menyesal pun kini tiada guna nasi sudah menjadi bubur mereka hanya tinggal menerima nasib
__ADS_1