Takdir Cinta Gadis Yang Terbuang

Takdir Cinta Gadis Yang Terbuang
TCGYT#20


__ADS_3


Erlangga membawa Sherliya ke apartement miliknya di pusat kota dan terletak di lantai paling atas apartement tersebut


''masuklah ''


Erlangga membuka pintu dan mempersilahkan Sherliya untuk masuk


''terima kasih ''


Sherliya menatap seluruh interior apartement yang terlihat minimalis namun tetap terkesan elegant dan mewah dengan dinding berwarna abu tersebut


''kamarnya ada di lantai atas, ini sudah larut malam sebaiknya kau beristirahat ''


ucap Erlangga


''hemm... ''


Sherliya mengangguk tanda setuju, dan mulai melangkah menuju tangga sembari menyeret kopernya


''biar aku yang membawa kopernya''


Erlangga mengambil alih koper dari tangan Sherliya dan menyeretnya ke lantai atas di ikuti Sherliya


Erlangga menaruh kopernya di dalam kamar begitu mereka sampai di kamar


''besok saja kau membenahi barang-barangmu sekarang tidurlah ''


ucap Erlangga


Sherliya hanya mengangguk mengiyakan


Erlangga beranjak meraih ponselnya untuk menghubungi Robby dan meninggalkan Sherliya ke ruang kerja yang terletak di samping kamar


Sherliya membuka jaket yang ia kenakan dan pergi kekamar mandi untuk membersihkan diri dan berganti pakaian dengan piyama tidurnya


setelah selesai dengan rutinitas sebelum tidurnya Sherliya menarik selimut dan membaringkan tubuhnya di tempat tidur berukuran king size itu dengan mengheula napas panjang


''sekarang aku di sini Pah, Mah tolong jaga selalu Sherliya dan bantu Sherliya melewati semua ini ''


gumamnya ia pun mulai memejamkan matanya perlahan dan terlelap menuju alam mimpi, tak berapa lama Erlangga masuk kembali ke dalam kamar


pria tampan itu mengulas senyum tipis saat melihat Sherliya tidur


''sepertinya kau sangat kelelahan ''


ucapnya


Erlangga segera beranjak untuk membersihkan dirinya dan ia pun memutuskan untuk tidur juga karna malam semakin larut dan dirinyapun merasa lelah setelah seharian beraktifitas


Erlangga memutuskan untuk tidur di sofa yang berada di sudut kamar ia meraih selimut dan bantal dari sisi Sherliya yang terlelap


''selamat tidur sayang''

__ADS_1


Erlangga mendaratkan ciumannya di bibir dan di kening Sherliya


Erlangga membenahi bantal dan selimut untuk ia kenakan dan ia pun mulai memejamkan mata setelah mematikan lampu nakas di samping sofa


''tidak ... tolong... lepaskan aku.... tolong.... ''


baru saja Erlangga terlelap tiba-tiba ia di kejutkan dengan rintihan Sherliya dengan segera Erlangga menghambur ke tempat tidur


''Sher... kau kenapa ? bangunlah ''


Erlangga menepuk- nepuk pipi Sherliya dengan cemas keringat terlihat membasahi kening gadis itu yang terus mengigau dan menjerit seperti ketakutan


''tolong... aku ... ti-tidak aku tidak mau .... lepaskan aku ku mohon ... TIDAAAKKK''


Sherliya menjerit dan terduduk dengan berurai air mata napasnya tersengal keringat membasahi keningnya tubuhnya pun bergetar hebat


''sayang kau kenapa?''


Erlangga memegangi bahu Sherliya dan menatapnya penuh kecemasan


''El...


Sherliya menjatuhkan dirinya memeluk Erlangga dan mulai terisak


''mereka datang El, aku takut Tuan Tama datang dia memaksaku , dia ... dia juga memukuli Kak Arya karna aku aku takut... hikss... hiksss''


isak Sherliya


''tenanglah kau hanya mimpi , itu tidak akan pernah terjadi dan aku tak akan membiarkan itu terjadi padamu ada aku , aku akan melindungimu''


''tidak ... El, kau tak mengenal bagaimana kejamnya Tuan Tama aku takut dia akan menyakitimu juga nanti karna melindungiku''


''sayang , kau wanitaku dan sebentar lagi kau akan menjadi istriku sudah keharusan aku melindungimu jadi jangan terlalu cemas semua itu hanya mimpi buruk''


tutur Erlangga


''ta-tapi ...


''tidak ada tapi-tapian kau percaya padaku kan?''


Erlangga memotong perkataan Sherliya dan menangkup wajahnya dan mengecup kening Sherliya sekilas agar gadis itu bisa lebih tenang


''ayo tidur lagi ''


titah Erlangga


Sherliya menolak untuk kembali tidur rasa takut akan mimpi itu datang kembali menghinggapi dirinya dan hal itu di sadari Erlangga


''apa kau takut mimpi buruk lagi?''


tanya Erlangga


Sherliya hanya mengangguk

__ADS_1


''baiklah kalau begitu aku akan menemanimu tidur disini , kau tidak keberatan kan ?''


tanya Erlangga


Sherliya nampak berpikir ketakutannya akan mimpi buruknya membuat Sherliya tak bisa berpikir jernih ia menjadi dilema sendiri


''jangan cemas aku tidak akan macam-macam aku tau batasanku ''


ucap Erlangga


''baiklah kau boleh tidur disini menemaniku tapi awas saja jika kau berani macam-macam ''


Sherliya menatap sengit Erlangga yang malah tertawa hingga terbahak-bahak


''hahahaha... sayang , kau itu aneh barusan kau menangis ketakutan karna mimpi buruk sekarang kau malah mengancamku kau lucu sekali kau tau''


tukas Erlangga


''sudah jangan tertawa lagi tidak ada yang lucu disini ''


Sherliya mencebikan bibirnya dan hal itu malah membuat Erlangga gemas di tariknya tengkuk Sherliya dan di lumatnya bibir mungil sang calon istrinya itu


Sherliya mengerjapkan matanya tak berkutik dengan apa yang dilakukan Erlangga namun lama kelamaan ia pun ikut larut dalam ciuman yang Erlangga berikan


Sherliya membalas ciuman Erlangga sama intensnya membiarkan Erlangga menikmati bibirnya dengan mengabsen isi mulutnya Sherliya mengalungkan kedua tangannya di leher Erlangga saat pria itu mulai mendorong tubuhnya ketempat tidur


''emmhhh.... ''


suara lenguhan Sherliya terdengar begitu saja saat Erlangga mulai bermain di leher jenjangnya menghisapnya dengan penuh kelembutan


kedua tangan Erlangga sudah tak bisa di kendalikan lagi dengan nalurinya mulai menjelajah di kedua bukit kembar Sherliya membuai gadis itu dengan sentuhan -sentuhannya yang memabukan


Erlangga kembali memagut bibir Sherliya dengan penuh hasrat untuk sesaat ia larut dalam nafsu dan hasratnya saat melihat wajah Sherliya dalam kungkungannya


Erlangga menghentikan permainannya dan beranjak dari tubuh Sherliya


''maafkan aku , aku sudah melewati batasanku ''


Erlangga terlihat kecewa dengan dirinya sendiri yang seolah lupa akan semuanya jika bersama Sherliya


Sherliya menatap Erlangga dan menangkup wajah pria itu ia mengulas senyum tipisnya


''bukan hanya kau yang bersalah , aku juga tak bisa menahan diriku sendiri semua ini terlalu indah untuk di lewatkan begitu saja maafkan aku ''


bisik Sherliya


''aku tidak ingin hubungan kita di lakukan dalam dosa aku ingin memilikimu secara sah dimata hukum dan agama aku ingin memberikanmu kehormatan yang sesungguhnya bukan mengambil kehormatanmu''


ungkap Erlangga


Sherliya begitu bahagia mendengar penuturan Erlangga yang begitu menghormatinya dan memuliakan dirinya entah ia harus berkata apa yang jelas saat ini ia begitu bahagia dan berbunga-bunga


''terima kasih , untuk semua yang kau lakukan untukku El, aku ....

__ADS_1


Sherliya terdiam tak bisa berkata-kata lagi saat Erlangga menatapnya dengan tatapan penuh cinta yang mendamba ia seolah hanyut dalam cinta yang tak ia sadari dan kini mulai memenuhi hati dan jiwanya


__ADS_2