
Nilam dan Wiryo yang gagal menemukan Sherliya dan juga rencana mereka meminta uang pada Burhan pun gagal total ahirnya memutuskan kembali ke desa
Karna takut akan ancaman Burhan pasangan suami istri itu ke pulang dengan penuh penyesalan
Namun kepulangan mereka di sambut Tuan Tama beserta anak buahnya yang bersiap di depan rumah mereka
''Suamiku bagaimana ini?''
bisik Nilam yang menyembunyikan tubuhnya di belakang Wiryo
''Aku tak tau harus bagaimana ? tapi kita coba saja untuk mengelabuinya''
ucap Wiryo
''Kenapa kalian diam saja? apa kalian tidak ingin masuk kerumah kalian?''
seru Tuan Tama
''Tuan Tama, anda disini? apa anda sedang menunggu kami?''
tanya Wiryo basa basi
''Jangan banyak bicara, katakan apa kalian sudah menemukan dimana Sherli?''
Wiryo dan Nilam saling pandang, Tuan Tama menatap tajam keduanya
''Begini Tuan Tama, kami tak berhasil membawanya kembali dia di jaga ketat oleh keluarganya saat ini''
tukas Nilam
Wiryo melihat kearah sang istri yang sejenak memberikan isyarat
''Apa maksud kalian di jaga ketat? bukannya dia putri kalian ?siapa yang berani menahan calon istriku?''
cerca Tuan Tama
''Tuan, sebenarnya Sherli bukan putri kandung kami''
''APAAA???''
Tuan Tama terkejut mendengar penuturan Wiryo di tatapnya kedua orang dihadapannya itu
__ADS_1
''Benar Tuan, Sherli bukan putri kami, kami hanya bertugas menjaganya dari Pamannya yang ingin menghabisinya seperti kedua orang tuanya ''
tutur Wiryo
''Apa maksud kalian cepat jelaskan padaku?''
Tuan Tama , begitu terkejut namun juga ia merasa penasaran
''Tuan, Sherli sebenarnya cucu dari keluarga Prameswari orang yang cukup kaya dan berpengaruh di kota''
ungkap Nilam
Wanita paruh baya itupun menceritakan semua yang terjadi pada Sherliya dan awal mereka menjaga Sherliya Tuan Tama begitu terkejut mendengar cerita suami istri itu
''Jadi Tuan, saat ini Sherli telah kembali pada keluarganya dan kami tak bisa menemuinya, mengingat kami yang dulu bersikap jahat padanya mereka mengancam akan memnjarakan kami bahkan membunuh kami itu sebabnya kami tak bisa membawa Sherli kembali''
tutur Wiryo
''Kurang ajar, rupanya mereka ingin menyakiti calon istriku, baiklah aku akan ke kota untuk menjemput Sherli aku ingin lihat siapa pria bernama Burhan itu beraninya dia menyakiti calon istriku''
Tuan Tama, mengepalkan kedua tangannya menahan amarah, Wiryo dan Nilam saling melempar senyum karna berhasil membuat Tuan Tama , percaya pada mereka dan mereka bisa bebas dari kemarahan Tuan Tama
''Tuan, kami yakin kau bisa menyelamatkan Sherli dari mereka''
Timpah Nilam pada suaminya
''Baiklah, kali ini kalian aku beri kesempatan untuk tinggal kembali di desa ini''
''Tapi ingat jika kalian berani menipuku lagi kalian tahu apa yang akan terjadi pada kalian bukan?''
Tuan Tama dengan tatapan sarat akan kekejaman dari perangainya selama ini , Wiryo dan Nilam serempak mengangguk tanda mengerti.
☘️☘️☘️☘️☘️
Lain di desa lain pula di kota, saat ini Sherliya tengah sibuk dengan kuliah dan belajar hingga terkadang ia lupa untuk mengisi perutnya sendiri
Erlangga membawakan makan siang untuk sang istri yang sedang berkutat dengan laptop di sofa kamar mereka
''Sayang, makan dulu kau belum makan siang sedari tadi kulihat kau sibuk terus''
''Sebentar lagi tinggal sedikit''
__ADS_1
''Kau ini''
Erlangga meraih sendok dan bermaksud menyuapi Sherliya
''Sayang buka mulutmu''
''El''
''Cepat atau aku yang akan memakanmu!!! ''
Sherliya pun membuka mulutnya dan memakan suapan demi suapan yang Erlangga berikan
''Dasar Tuan pemaksa''
''Kalau tidak di paksa kau tidak akan ingat dengan kesehatan dirimu sendiri''
Sherliya tersenyum tipis mendengar omelan sang suami yang begitu lucu menurutnya dan membuat dirinya merasa gemas
''Kenapa kau tersenyum?''
heran Erlangga
''Suamiku kau sangat menggemaskan kalau kau sedang marah''
''Apa? kau bilang aku lucu? kau tau aku sangat mencemaskan dirimu belakangan ini kulihat kau sibuk dengan kuliah dan mengurusi orang lain sementara kau lupa dengan dirimu sendiri apa kau... eemmmhhh''
Perkataan Erlangga terhenti saat tiba-tiba Sherliya mencium bibirnya sontak pria itu terdiam membulatkan matanya
''Terima kasih kau selalu menghawatirkanku jangan cemas lagi aku bisa menjaga diriku''
lirih Sherliya dengan mengusap wajah dan bibir Erlangga
''Kau selalu saja mengalihkan perhatianku''
ucap Erlangga dengan meraih tangan Sherliya dan menciuminya
''Aku mencintaimu''
Sherliya menatap Erlangga dengan penuh rasa sayangnya
''Aku tau, dan aku lebih mencintaimu''
__ADS_1
Erlangga menarik Sherliya kedalam pelukannya kembali menautkan bibir mereka saling ******* dan mengexplore rasa manisnya madu di bibir masing-masing seolah tak pernah ada kata bosan bagi keduanya