Takdir Cinta Gadis Yang Terbuang

Takdir Cinta Gadis Yang Terbuang
TCGYT#23


__ADS_3

Waktu menunjukan sudah pukul 7 malam Sherliya tertidur begitu saja setelah kelelahan menangis iapun bangun dari tidurnya


''ya ampun, aku tertidur''


Sherliya melirik ke arah jam dinding kamarnya


''sudah malam rupanya''


gumam Sherliya iapun memutuskan untuk membersihkan dirinya


beberapa saat kemudian ia pun selesai membersihkan diri dan berganti pakaian


Sherliya keluar dari kamar menuju dapur setelah tertidur ia merasa lapar


''tidak ada bahan makanan disini ''


lirih Sherliya saat ia membuka lemari pendinginnya hanya ada beberapa minuman ringan


''sebaiknya aku pergi ke minimarket saja , aku ingat sebelum ke apartement ini ada minimarket di ujung jalan aku kesana saja ''


Sherliya berkata pada dirinya sendiri dengan cepat Sherliya meraih ponsel , dompet dan juga jaket untuk membalut tubuhnya karna udara malam mulai terasa dingin malam ini


iapun keluar dari apartement


tanpa ia sadari jika gerak geriknya di awasi Jack dan Max orang suruhan Erlangga


Sherliya mengendari mobilnya menuju minimarket


Erlangga yang baru selesai dengan pekerjaannya mendapatkan pesan dari Jack dan Max tentang Sherliya


''Tuan Muda, Nona keluar dari apartement saat ini kami tengah mengikuti Nona, sepertinya Nona menuju mini market untuk berbelanja''


pesan Max


Erlangga yang baru saja keluar dari ruangan nya di ikuti Robby


''Robb, kau tak lupa untuk mengisi persediaan makanan di apartementku?''


tanya Erlangga dengan berjalan menuju lift khusus untuknya


''astaga... Tuan Muda maafkan aku , aku lupa mengisinya''


ucap Robby panik ia lupa dengan tugasnya saking sibuknya hari ini ia mengurus segala keperluan Tuannya


''sudah ku duga, baiklah kali ini aku maafkan mengingat kau seharian sangat sibuk , ku harap lain hari kau tak lupa lagi ''


tukas Erlangga


''tapi... sepertinya itu tak akan terjadi mengingat sekarang istriku sedang berbelanja ''


kembali Erlangga berkata


Robby hanya mengulas senyum tipis dengan ucapan sang Tuan Muda yang menurutnya sedikit membingungkan untuk di dengar


''baik, Tuan ''


singkat Robby

__ADS_1


☘️☘️☘️☘️☘️


Sherliya memilih beberapa bahan makanan , sayur, buah juga beberapa cemilan , susu, telur ,minuman ringan dan bahan makanan lainnya


ia mendorong trolinya yang hampir penuh karna belanjaannya yang lumayan banyak


Sherliya mendorong trolinya ke kasir untuk di hitung untungnya tak begitu banyak pengungjung mungkin karna hari yang sudah malam


selesai berbelanja Sherliya memasukan semua belanjaannya kedalam bagasi mobilnya dan bersiap untuk pulang dengan perlahan ia mengendarai mobilnya di ikuti Jack dan Max dari kejauhan


dalam perjalanan pulang Sherliya melihat penjual nasi goreng langganan keluarganya dulu dan Sherliya pun memutuskan untuk berhenti ia pun memarkirkan mobilnya tepat di dekat warung lesehan itu


Sherliya turun dari mobil dan masuk kedalam kedai lesehan tersebut


''Pak, nasi goreng seafood pedasnya satu ya ''


pesan Sherliya


''baik Neng, silahkan ditunggu mau makan disini atau di bungkus ?


tanya sang pedagang


''disini saja Pak''


''siap Neng''


semangat pedagang tersebut , Sherliya memutuskan untuk duduk di salah satu bangku, tampak kedai tersebut ramai dengan beberapa pengunjung yang datang


''ramai juga seperti biasanya''


gumam Sherliya


hingga lamunannya terpecah dengan suara bariton seseorang yang memasuki kedai sederhana itu


''Mang Udin, seperti biasanya ''


''siap Tuan Besar, silahkan di tunggu kirain siapa yang datang rupanya Tuan Dirga''


sahut pedagang nasi goreng itu


Sherliya terkesiap dengan kedatangan Tuan Dirga yang tak lain sang Kakek yang selama ini ia rindukan sejenak ia larut dalam kerinduannya pada sang Kakek hingga airmatanya pun menetes begitu saja membasahi wajahnya


ditatapnya Kakek Dirga yang datang bersama asisten pribadinya kemanapun ia pergi dan duduk di salah satu kursi


''Kakek, kau masih ingat tempat ini ? aku sangat merindukanmu Kek"


batin Sherliya


namun tak berapa lama Sherliya teringat tuduhan dan makian sang Kakek hingga tega mengusir dirinya pergi dari rumah seketika raut wajah Sherliya berubah rasa rindu terhadap sang Kakek berubah menjadi amarah dan kekecewaan


Sherliya beranjak dari duduknya dan menghampiri pedagang nasi goreng yang tengah mempersiapkan pesanannya


''Pak, apa itu pesanan saya?''


''iya Non ''


''tolong di bungkus saja , saya tak jadi makan disini saya terburu-buru''

__ADS_1


tukas Sherliya


''oh gitu ya Non, baik kalau begitu Bapak bungkus dulu ya ''


sahutnya yang dengan cekatan membungkus nasi goreng pesanan Sherliya


''ini Non, pesanannya''


''iya terima kasih Pak''


Sherliya mengambil bungkusan nasi gorengnya dan memberikan uang untuk membayarnya


''sebentar Non, kembaliannya''


''tidak usah Bapak ambil saja kembaliannya ''


''tapi Non, ini terlalu banyak ''


''tidak apa-apa itu rezeki Bapak , saya permisi dulu ''


''Alhamdullilah sama-sama Non, terima kasih ''


sahut sang penjual nasi goreng , Sherliya hanya tersenyum simpul dan segera meninggalkan kedai lesehan itu


Dirga yang sadar tentang kehadiran sang cucu menarik napas panjang


''dia masih marah dan membenciku ''


lirih pria tua itu


''Tuan, anda baik-baik saja ?''


cemas sang asisten


''apa aku terlihat baik-baik saja selama ini ? aku harus berada jauh dari cucuku darah dagingku sendiri demi keselamatannya''


ucap Kakek Dirga


''Nona Muda tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik Tuan dia juga terlihat kuat''


tutur asisten pridadinya


''semoga saja apa yang kau katakan itu benar, terlihat jelas rasa kecewa dan kebenciannya padaku dimatanya ''


''tapi Tuan, anda punya alasan melakukannya suatu saat Nona pasti mengerti''


''aku harap perkataanmu itu benar ''


tukas Kakek Dirga dengan penuh penyesalan ditatapnya kepergian Sherliya dengan kesedihan yang terlihat jelas di matanya


sebenarnya Kakek Dirga datang ke tempat itu di beritahu seseorang lewat pesan singkat entah siapa sipengirim pesan namun rasa rindunya pada sang cucu membuat Dirga segera datang ke tempat itu


''Tuan , siapa pengirim pesan itu ?


tanya sang asisten


''entahlah yang pasti firasatku dia orang yang sangat mencintai cucuku''

__ADS_1


ungkap Dirga lirih


__ADS_2