Takdir Cinta Gadis Yang Terbuang

Takdir Cinta Gadis Yang Terbuang
TCGYT#45


__ADS_3

Usai kuliah Sherliya dan Dilla pergi ke Cafe milik Arya sudah lama Sherliya tak berkunjung


''Nona Sherli, kau datang ?''


sambut Fachri


''Iya , aku datang bersama sahabatku , dimana Kak Arya?''


tanya Sherliya


''Tuan ada di pantri sedang membuat menu baru''


jawab Fachri


''Baiklah aku kesana saja Dill, ayo ikut aku kukenalkan kau pada Kak Arya''


ajak Sherliya


''Iya baiklah''


Sherliya menarik tangan Dilla, untuk mengikutinya menuju pantri


''Kak Arya''


panggil Sherliya


Arya yang sedang menyelesaikan masakannya terkejut dengan kedatangan adik angkatnya itu


''Sherli , kau disini?''


''Iya Kak, aku datang bersama sahabatku , perkenalkan ini sahabat kecilku Dilla , dan Dilla ini Kak Arya dia adalah Kakak angkat sekaligus pahlawanku ''


ucap Sherliya


''Arya Wirathama''


''Dilla Nafirafaza''


''Nama yang cantik, sesuai oranganya''


sahut Arya


''Terima kasih, Kakak ku juga bilang seperti itu''


ucap Dilla


Sherliya melihat sesuatu dimata Arya saat menatap Dilla dan ia paham sorot mata itu


''Kak, kudengar dari Fachri kau membuat menu baru , boleh aku dan Dilla yang pertama mencicipinya?''


tukas Sherliya


''Tentu saja, ini adalah hari keberuntunganku''


Arya dengan menatap Dilla sekilas


Dilla terlihat gugup saat Arya menatapnya seperti itu wajah gadis itu pun berubah merona, Sherliya semakin yakin ada sesuatu yang terjadi pada hati kedua orang dihadapannya itu


Arya menghidangkan makanan yang baru saja ia ciptakan Sherliya dan Dilla terlihat sangat menikmati menu baru buatan Arya itu dengan lahap


''Bagaimana apa rasanya lezat?''


Arya menatap Sherliya dan Dilla dengan penasaran


''Hemmm... rasanya bagaimana ya?''


Sherliya terlihat berpikir dan mengedipkan matanya pada Dilla


''RASANYA SANGAT LEZATTTTT''


Sherliya dan Dilla kompak memberikan ucapan dan jempol mereka secara bersamaan


Arya tertawa senang dengan apa yang kedua wanita dihadapannya lakukan


''Kalian ini membuatku jantungan saja''

__ADS_1


tukas Arya


Sherliya dan Dilla tersenyum senang karna berhasil membuat Arya deg-degan menunggu penilaian mereka seperti seorang murid yang menunggu hasil ujian dari gurunya


''Kak Arya , lucu jika sedang cemas, bukan begitukan Dill? kau setujukan jika Kak Arya sangat lucu?''


ucap Sherliya


''Iya kau benar''


jawab Dilla


''Benarkah?''


Arya kembali menatap Dilla


Dilla pun membalas tatapan Arya , keduanya larut dalam tatapan masing-masing


Sherliya memperhatikan keduanya dengan senyum-senyum sendiri


''Sayang, rupanya kau disini?''


Tiba-tiba Erlangga datang memasuki Cafe dan memeluk Sherliya


''El, kau disini?''


tanya Sherliya terkejut dengan kedatangan sang suami , Dilla dibuat bingung dengan kedatangan Tuan Muda Adhibrata itu


''Sher, bisa kau jelaskan padaku apa arti semua ini? kenapa Tuan Muda ini memanggilmu ''SAYANG''?''


tanya Dilla


''Aku suaminya siapa kau?''


Erlangga menatap tajam Dilla


''WHAATT???''


Dilla tercengang dengan pernyataan Erlangga itu ditariknya tangan Sherliya , Erlangga pun menarik tangan Sherliya


Dilla kembali menarik tangan Sherliya


''Lepaskan tangan istriku,jangan berani menyakitinya atau kau akan tau akibatnya ''


kesal Erlangga


''Aku tidak takut dengan ancamanmu Tuan Muda, Sherliya dia bukan hanya sahabatku dia juga saudaraku camkan itu''


Dilla menatap tajam Erlangga


''Tuan Muda, sebaiknya biarkan Sherli bicara dengan Dilla agar tidak terjadi salah paham lagi ''


ucap Arya


''Kau membela gadis itu?''


Erlangga membelalakan matanya tak percaya jika Arya akan membela Dilla


''Bukan begitu maksudku, aku hanya ingin Sherli dan Dilla bicara saja dan biarkan Sherliya menjelaskan semuanya pada Dilla hanya itu ''


tukas Arya


''Kau selalu saja menyebalkan''


kesal Erlangga


Semantara itu Sherliya dan Dilla memilih bicara di ruang kerja Arya


Sherliya kemudian menceritakan semua yang terjadi dari awal ia diusir dari rumah akibat rencana Burhan hingga dijual Nilam dan Wiryo sampai ia jatuh ketangan Tuan Tama, Ayah Arya dan Aryalah yang menolong dirinya hingga pertemuan dan pernikahannya dengan Erlangga


Tangan Dilla terkepal dengan kuat mendengar cerita sahabatnya itu air matanya pun ikut menetes membayangkan penderitaan dan kesedihan yang harus Sherliya hadapi bertahun-tahun lalu


''Kenapa kau tidak mencariku dan malah menikah dengan Tuan Muda arogan itu?''


kesal Dilla

__ADS_1


''Aku , saat itu aku bingung Dill, hanya El yang bisa membantuku ''


ucap Sherliya dengan terisak


''Kau benar-benar ya , apa kau tidak menganggapku sebagai sahabatmu? bukankah kita sudah berjanji untuk menjadi saudara?''


Dilla antara kesal , marah dan juga sedih dengan apa yang menimpa sahabatnya itu


''Maaf, maafkan aku Dill, aku takut saat itu dengan ancaman Om Burhan, Nyonya Nilam , Tuan Wiryo juga Tuan Tama aku bertahan karena terpaksa ''


''Nyawa Kakek Dirga taruhannya jika aku mencoba melarikan diri hiks... hikss''


lirih Sherliya


''Mereka benar- benar keterlaluan , aku bersumpah aku akan membalas mereka satu persatu ''


Dilla semakin dikuasai amarah


''Terima kasih Dill, aku senang karna ternyata aku tak sendirian ada kau, Kak Arya dan El , suamiku yang menyayangiku ''


Sherliya dengan mengusap air matanya


''Apa kau mencintai Tuan Muda arogan itu?''


tanya Dilla


Sherliya terdiam, ia mengingat semua yang telah Erlangga lakukan selama ini pada dirinya melindungi bahkan sangat mencintai dirinya


''Aku, aku sangat mencintainya Dill, lebih dari apapun dia pelindungku selama ini meskipun awalnya pernikahan kami hanya pernikahan kontrak tapi kini aku dan dia sudah saling mencintai dan saling membutuhkan''


tutur Sherliya


''APAAA???''


''Pernikahan kontrak? Sherliya apa kau sudah gila ? kau mau-maunya di manfaatkan pria itu ''


Dilla kembali kesal , Sherliya berusaha menenangkan sahabatnya itu


''Tidak, ini tidak seperti yang kau pikirkan Dill, aku dan El sekarang kami baik-baik saja dan kami saling mencintai''


ungkap Sherliya


''Tetap saja awalnya salah, aku akan memberikan pelajaran Tuan Muda arogan itu''


Dilla menepis tanga Sherliya dan bergegas menghampiri Erlangga dan Arya yang kini sedang berada di roptoop untuk menghirup udara segar


''MATILAH KAU TUAN MUDA AROGAAANNN''


Dilla tiba-tiba melayangkan tubuhnya ke udara menyerang Erlangga


Erlangga yang terkejut dengan kedatangan Dilla langsung sigap menghindari serangan Dilla yang bertubi-tubi menyeranganya


Arya berusaha menghindar dan memdekati Sherliya yang baru saja datang dengan berlari


''Apa yang terjadi, kenapa Dilla terlihat sangat marah pada suamimu?''


''Kak, Dilla pikir Erlangga memanfaatkan aku dengan menikahiku''


ucap Sherliya cemas


''Apa ? tapi kenapa?


''Dilla pikir pernikahanku dan El hanya sandiwara''


Sherliya semakin cemas melihat Dilla dan Erlangga bertarung dengan sengit ia ingat jika Dilla ahli dalam ilmu bela diri


Sama seperti Sherliya, Arya pun cemas dengan Dilla ia takut Erlangga akan melukainya


''Dilla, cukup hentikan''


panggil Arya dan Sherliya namun panggilan keduanya tak digubris sama sekali baik oleh Erlangga maupun Dilla


Keduanya nampak bertarung dengan sengit dan teratur tidak ada yang mau mengalah.


__ADS_1


Dilla Nafirafaza


__ADS_2