Takdir Cinta Gadis Yang Terbuang

Takdir Cinta Gadis Yang Terbuang
TCGYT#19


__ADS_3

Arya meminta Erlangga untuk bicara empat mata sementara Sherliya menunggu di ruang santai bersama Vincent


''kira-kira apa yang akan Kak Arya bicarakan dengan El? apa kau tau Vin?''


Sherliya menatap Vincent pria itu hanya mengangkat bahu pertanda tak tau


''entahlah, aku juga tak tau mungkin tentang hubungan kalian ''


tukas Vincent


Sherliya melihat ke arah balkon dimana Arya dan Erlangga sedang bicara


''Sher, bagaimana kau bisa mengenal pria itu? kau tau siapa diakan ?''


''kami sudah beberapa kali bertemu dan dia selalu membantuku ''


jawab Sherliya


''apa kau mencintainya? aku lihat dia sangat mencintaimu ''


tanya Vincent


Sherliya terdiam dan hanya memperhatikan Erlangga dari balik kaca ia terus memikirkan semua yang Erlangga lakukan untuknya dan juga perjanjian diantara mereka apa benar Erlangga mencintainya pertanyaan itu terus berputar di kepalanya saat ini


sementara itu Arya mulai perbincangannya dengan Erlangga


''Tuan Muda, apa benar kau akan menikahi Sherliya? apa kau menikahinya karna kau mencintainya? atau kau hanya memanfaatkan kepolosannya saja?''


cerca Arya


Erlangga tersenyum tipis dengan semua pertanyaan Arya ia menatap Arya dengan saling berhadapan


''apa urusanmu dengan semua itu ? kau bukan siapa-siapanya Sherliya ''


tukas Erlangga


''kau boleh percaya atau tidak, tapi aku tak akan membiarkan siapapun menyakitinya lagi aku akan melindunginya dari siapapun bahkan kau sekalipun ''


''termasuk Papamu Tuan Arya?''


Erlangga menatap Arya


Arya terdiam tangannya terkepal saat Erlangga menatapnya dengan tatapan dingin namun terlihat santai


''kau sudah tau semuanya?''


Arya menatap Erlangga


''apa yang tidak bisa aku ketahui Tuan Arya, apa lagi menyangkut calon istriku dengan mudah aku bisa mengetahui segalanya ''


sahut Erlangga


''heh... aku lupa siapa yang di depanku saat ini''


sinis Arya


''bagus kau sadar siapa aku, perlu kau ketahui aku tak akan membiarkan siapapun menyakiti wanitaku dan apa yang telah Papamu lakukan aku pastikan dia akan mendapatkan balasannya 2 kali lipat dari semua yang telah Papamu lakukan selama beberapa tahun pada Sherliya''


geram Erlangga


Arya menutup matanya dan menarik napas panjang ia pun menatap Erlangga


''jadi kau sudah tau jati diri Sherli yang sebenarnya?''


tanya Arya

__ADS_1


''aku sudah tau sejak lama,dia adalah cinta pertamaku''


jawab Erlangga


Arya terkejut mendengar pengakuan sang Tuan Muda


''apa Sherli tau?''


''dia masih belum mengingatku , setelah kecelakaan orangtuanya aku tak bisa lagi menemuinya keluarganya selalu mengatakan jika Sherliya pergi dari rumah karna merasa bersalah padahal kenyataannya semua itu tidak benar ''


tutur Erlangga


''jadi kau sengaja mendekati Sherli? kapan kau tau jika Sherli adalah gadis yang kau cari?''


''saat aku melihatnya di Cafe dan bertengkar dengan Yola aku mulai menyelidikinya ''


tutur Erlangga


Arya kembali terdiam dan memikirkan semua yang terjadi


'baiklah , kau bawa Sherli pergi dan jangan sampai orang suruhan Papaku menemukannya lindungi dia ''


ucap Arya


''tak perlu kau bicara seperti itupun aku akan menjaga dan melindunginya''


ketus Erlangga


''haissshhh... dasar Tuan Muda arogan kau tidak tau bagaimana sifat Papaku apa kau mau kehilangan wanitamu itu ?''


Arya menatap Erlangga


''itu tak akan terjadi, selama ini Sherliya sudah terlalu banyak menderita , sudah saatnya ia membalas semua rasa sakitnya ''


ucap Erlangga


Arya heran


''aku akan membuat Sherliya kembali mendapatkan posisinya kembali dan semua yang menjadi haknya yang selama ini di rampas manusia-manusia bodoh itu''


tutur Erlangga


Arya ahirnya bisa merasa lega usai mendengar penuturan Erlangga


''sekarang aku bisa lega, karna Sherli bersama orang yang tepat kulihat dia juga mencintaimu hanya saja dia belum menyadari perasaanya sendiri''


tukas Arya


Erlangga terdiam ada sesuatu yang mengelitik hatinya saat Arya mengatakan itu


''darimana kau bisa tau dan yakin dengan hal itu?''


tanyanya


''saat kau datang dia langsung berlari ke arahmu dan dari tatapan matanya saat melihatmu apa kau tidak sadar dengan itu? kalau begitu ku kira kau itu pintar ternyata kau bodoh dalam cinta ''


ledek Arya


Erlangga membulatkan matanya akan ucapan Arya yang berani mengatainya


''hei kau... kau pikir kau siapa berani mengejekku ?


kesal Erlangga


''aku saudara laki-laki dari wanita yang cintai dan aku berani taruhan jika kau berani padaku dan tak menghormatiku dengan satu kata dariku Sherli akan meninggalkanmu ''

__ADS_1


ucap Arya percaya diri


''Kau!!!! ''


Erlangga membulatkan matanya tak percaya dengan yang ia dengar barusan


''bagi Sherli aku adalah saudaranya dan baginya kau hanya pria yang baru dia kenal dia pasti akan menurutiku ''


kembali Arya membuat Erlangga terpojok


Arya meninggalkan Erlangga yang larut dalam pemikirannya sendiri karna perkataan Arya, tak lama iapun mengikuti Arya menghampiri Sherliya dan Vincent


''Kak Arya, apa yang kalian bicarakan ? kenapa lama sekali?''


sahut Sherliya


''hanya pembicaraan antara pria saja tidak terlalu penting apa kau yakin akan pergi dengan calon suamimu itu?''


tanya Arya


''hemm... aku yakin ini yang terbaik untuk saat ini demi Kakak dan semuanya ''


ucap Sherliya


Arya mengguyar rambut Sherliya dengan sayangnya sementara Sherliya menjatuhkan dirinya kedalam pelukan Arya di hadapan Erlangga sontak hal itu membuat pria itu kesal terbakar cemburu


''jaga dirimu baik -baik disana jika dia berani menyakitimu segera hubungi Kakak''


ucap Arya


''terima kasih selama ini Kak Arya sudah banyak membantu dan melindungiku aku sangat menyayangimu''


tukas Sherliya


''kau juga Vin, terima kasih untuk semua yang telah kau lakukan selama ini untukku''


Sherliya menoleh ke arah Vincent yang kemudian memeluknya erat Erlangga semakin di buat gerah melihat semua itu


''cukup , jangan main peluk lagi ''


Erlangga menarik Sherliya kedalam dekapannya dan memeluknya erat, gadis itu mencoba meronta melepaskan pelukan Erlangga


''El, apa yang kau lakukan lepaskan aku ''


''diam dan jangan bergerak atau aku akan menciumu di hadapan mereka''


''El''


Arya dan Vincent menatap interaksi keduanya dan mengulas senyum tipis


''pergilah sudah malam ''


tiba-tiba Arya berkata , Sherliya dan Erlangga pun pamit pada Arya dan Vincent meninggalkan apartement yang selama ini Sherliya tempati


Arya berdiri mematung begitu Sherli berlalu pergi bersama Erlangga, Vincent menepuk bahu sahabatnya itu


''semoga benar ini yang terbaik Vin''


lirih Arya


''semoga saja ''


timpah Vincent


__ADS_1


Erlangga Adhibrata


__ADS_2