
Erlangga yang berada di kantor seharian ia terus uring-uringan tanpa alasan yang jelas
Robby dibuat kalang kabut karna hampir semua pekerjaan menjadi kacau dan tak sesuai yang Erlangga inginkan
''Sebenarnya ada apa denganmu Tuan Muda?''
tanya Robby heran
''Entahlah Rob, aku juga bingung dengan diriku sendiri''
keluh Erlangga
''Apa Tuan ada masalah ? katakan padaku ''
kembali Robby bertanya
''Tidak, aku sudah katakan tidak ada apa-apa, kau keluarlah aku ingin sendiri''
titah Erlangga
Robby keluar dari ruangan kerja Erlangga dengan bingung melihat sikap Erlangga yang semakin tak jelas dan menjadi-jadi
''Aku tau , apa yang harus kulakukan ''
gumam Robby iapun meraih ponsel di balik saku celananya
'' Halo Nona , bisa kau datang ke kantor?''
''Iya kenapa Rob?''
tanya Sherliya di sebrang sana
''Tuan saat ini sedang tidak baik-baik saja ''
''Apa maksudmu ?''
Sherliya yang tengah di Cafe pun cemas saat mendapat panggilan dari asisten suaminya itu
''Dill, aku duluan suamiku membutuhkanku''
pamit Sherliya
''Ada apa Sher? semua baik-baik sajakan ?''
tanya Dilla saat melihat Sherliya yang terlihat begitu cemas
''Semua baik-baik saja , aku tak tau ada apa nanti aku akan memghubungimu begitu aku sampai''
''Baiklah jaga dirimu ''
''Hemm... Kak Arya, Vint aku pamit dulu sampai jumpa lagi ''
Sherliya pun pamit dengan tergesa-gesa , Arya, Vincent dan Dilla berdiri melihat kepergiannya
''Kau tau apa yang terjadi pada Tuan Muda ?
tanya Vincent pada Arya
''Paling dia hanya ingin mencari perhatian Sherliya''
tukas Arya
''Bagaimana kau bisa tau Ar?''
timpah Dilla
''Karna aku juga laki-laki''
jawab Arya
''Lalu apa hubungannya dengan kau laki-laki atau bukan ? ini masalah tentang Sherliya dan suaminya kenapa ada hubungannya dengan gender?''
Dilla menatap bingung Arya
Sementara Arya dan Vincent tak bisa berkata-kata dan menjawab pertanyaan Dilla entah bagaimana mereka harus menjelaskan
__ADS_1
''Walau akun jelaskan kau tak akan mengerti ''
''Apa maksudmu? jadi kalian pikir aku ini bodoh begitu?
Dilla mulai kesal
''Bu-bukan begitu maksud kami'
Arya mulai panik melihat Dilla mulai kesal
''Sudahlah kalian memang menganggapku bodoh ''
Dilla meraih tasnya dan beranjak Arya dan Vincent pun terkejut dengan apa yang di lakukan Dilla kepolosan Dilla menjadi kesalah pahaman bagi mereka
''Dilla tunggu ''
Arya meraih tangan gadis itu meski Dilla mencoba menepisnya
''Lepaskan tanganku , dan jangan coba menyentuh tanganku aku tidak suka ''
ketus Dilla
''Maaf aku tidak bermaksud seperti yang kau pikirkan itu kau salah paham ''
Arya dengan penuh penyesalan
''Sudahlah, kalian para laki-laki memang menyebalkan''
Dilla segera meninggalkan Cafe , Arya dan Vincent terdiam dan tak bisa berbuat apa-apa lagi
''Apa kau menyukai Dilla?''
tanya Vincent
''Kau tau ?''
''Terlihat jelas bro... ''
''Entahlah Vint, aku tak yakin dengan diriku sendiri apa lagi dengan status Dilla yang notabene seorang Tuan Putri kesayangan seorang Devano Anggarafaxa''
lirih Arya
Vincent dengan keterkejutannya
''Seperti itulah kenyataannya ''
''Sabar bro, kalau kalian jodoh dia pasti menjadi milikmu meski apapun yang terjadi nanti''
''Kau benar, tanks bro''
Arya mencoba untuk tersenyum dan menguatkan hatinya .
☘️☘️☘️☘️☘️
Sesampainya di kantor Sherliya yang datang bersama Jack dan Max di sambut Robby di loby kantor
''Nona, kau sudah datang?''
''Hemm... dimana suamiku saat ini Rob?''
tanya Sherliya
Dengan melangkah tergesa-gesa Sherliya berjalan di ikuti Robby , Jack dan Max
''Tuan Muda ada di ruangannya Nona''
''Baiklah , Robby kau suruh semua karyawan untuk pulang saja lagi pula ini sudah sore sudah lewat jam kantor kalian pasti lelah ''
''Baik Nona''
Sherliya berjalan semakin cepat rasa cemas akan Erlangga membuatnya ingin segera bertemu
''El sayang''
Panggil Sherliya begitu ia memasuki ruangan Erlangga
__ADS_1
Greppp
Sherliya tak menyangka jika Erlangga sudah berada di balik pintu dan memeluknya kini dengan erat
Robby, Jack dan Max pun yang melihat itu segera menutup pintu meninggalkan ruangan itu dan berjaga di depan pintu
''El, kau kenapa ? ada apa denganmu kenapa kau seperti ini?
cerca Sherliya cemas
''Peluk aku sayang, aku sangat merindukanmu ''
lirih Erlangga
Sherliya menuruti keinginan suaminya itu ia memeluk dan menciumi wajah Erlangga dengan penuh kelembutan
''Kau kenapa tidak biasanya kau seperti ini ?
''Kau selalu sibuk dengan kuliah dan teman-temanmu hingga kau lupa padaku''
''Oh rupanya suamiku ini sedang merajuk rupanya''
Sherliya menangkup wajah Erlangga ia mengecup bibir sang suami dengan gemas
Erlangga membalas ciuman itu dengan antusias
''Maafkan aku , bukan maksudku untuk melakukannya ''
ucap Sherliya
''Aku tau, tapi hatiku merasa kesepian saat ini ''
''Jangan bicara seperti itu aku akan ada disaat kau membutuhkanku demi kau apapun akan kulakukan ''
ucap Sherliya
''Sungguh?''
tanya Erlangga dengan menatap mata sang istri
''Kau tak percaya padaku?''
Sherliya balik bertanya
''Kalau begitu , aku menginginkanmu saat ini ''
''tentu saja sayang miliki aku , aku milikmu''
Erlangga menarik Sherliya dan membawanya duduk di pangkuannya dengan cepat ia melepaskan gaun di tubuh Sherliya dengan satu tarikan
''Kenapandi robek? aku mau pakai apa nanti ?''
Sherliya menatap Erlangga
''Pakaian bukannya untuk dirobek ? lagi pula aku tak suka dengan pakaian itu ''
''El, kenapa kau jadi mesum begini?''
''Hobiku merobek pakaianmu apa kau keberatan?''
Erlangga mulai menciumi leher Sherliya semenatara Sherliya mengalungkan kedua tangannya di leher Erlangga
''Baiklah lakukan apapun yang kau suka sayang, asal kau senang, kau tau kau sangat menggemaskan jika bersikap seperti ini aku ingin memakanmu''
Sherliya menarik dasi dari leher Erlangga dan perlahan melepaskannya dan ia jatuhkan di lantai Sherliya menciumi bibir Erlangga semetara tangannya bergerak liar membuka kancing kemeja Erlangga satu persatu
Sherliya mencumbu dada Erlangga dengan sensual dan menggoda membuat suaminya itu mengeram menikmati setiap sentuhannya itu
''Sayang aku tak akan bisa menahan diriku lagi ''
ucap Erlangga
''Maka jangan ditahan nikmati saja''
Erlangga menahan pinggang Sherliya kedua tangannya pun mulai menjelajah di tubuh indah sang istri setelah beberapa hari ini tak ia sentuh
__ADS_1
Erlangga melepas pengait bra Sherliya dengan rakusnya ia mulai menikmati kedua aset Sherliya yang menantang dihadapannya
Sherliya meremas rambut Erlangga dan suara-suara ******* pun memenuhi ruang kerja itu kini