
Sherliya menatap tajam Miranda, sementara wanita paruh baya itu meringis kesakitan Yola mencoba untuk membantu sang Mama
''Lepaskan tangan Mamaku wanita sialan ''
teriak Yola
Sherliya menghempaskan tangan Miranda hingga wanita itu tersungkur ke lantai
''MAAHH''
Yola membelalakan matanya terkejut dengan apa yang dilakukan Sherliya
''Kau, rasakan ini ''
Yola berusaha untuk menyerang Sherliya namun apa yang terjadi
''PLAAAAAKKKK''
Sherliya menampar wajah Yola hingga ia ikut tersungkur di samping Miranda
''Ck, kalian benar-benar memalukan , tapi melihat kalian bersimpuh di lantai rasanya sungguh menyenangkan karna memang disanalah tempat kalian berada''
Sherliya dengan senyum puas
''Kau....
Yola dan Miranda tampak kesal dan juga malu karna kini mereka menjadi tontonan ada beberapa orang yang melihat mereka di toilet
''Jack , Max keluar kalian jangan bersembunyi lagi''
panggil Sherliya
Jack dan Max pun keluar dari persembunyian mereka dengan wajah tertunduk menghampiri Sherliya
''Nona anda sudah tau?''
''Tentu saja aku tau, terima kasih aku ucapkan pada kalian berdua karna telah menjagaku selama ini ''
ucap Sherliya
''Nona anda tidak marah? kami hanya menjalankan perintah Tuan Muda untuk menjaga Nona agar aman dan Nona tidak terganggu dengan keberadaan kami maafkan kami Nona''
tukas Max begitu juga Jack yang masih menundukan kepala
''Aku mengerti jangan menunduk lagi, aku ingin kalian bereskan kedua wanita ini dan antarkan ke kediaman Prameswari dengan hormat tentu saja''
titah Sherliya
''Baik Nona''
__ADS_1
''Satu lagi hancurkan ponsel Nona Prameswari itu, aku tak ingin ada masalah yang akan membuat Tuan Besar terganggu''
kembali Sherliya memberikan perintah
''Baik Nona, anda tak usah khawatir kami akan mengantar kedua wanita ini dengan selamat dan dengan hormat tentu saja''
Jack dan Max tersenyum penuh arti
Sherliya meninggalkan kedua wanita itu bersama kedua pengawal yang selama ini menjaganya secara diam-diam
Miranda dan Yola beranjak dari lantai dengan saling memapah , keduanya nampak gemetar ketakutan melihat Jack dan Max
''Berikan ponsel anda Nona''
Miranda menatap Yola yang terlihat ketakutan mencoba mempertahankan ponselnya
Jack mengambil ponsel dari tangan Yola dengan paksa dan melemparkan ke lantai
''PRAAAAAKKKK''
Yola menutup kuping dan memejamkan mata begitu juga Miranda ketakutan
''Ayo kita mereka ''
Jack dan Max menyeret Yola dan Miranda yang kini menjadi tontonan semua orang di restoran sementara Sherliya dan Kakek Pandu sudah meninggalkan restoran bersama Pak Whang
☘️☘️☘️☘️☘️
Semua orang di kediaman Prameswari nampak terkejut melihat Nyonya dan Nona rumah merekan di seret dan di kalungi kaleng -kaleng bekas
Kedua wanita yang selalu berpenampilan glamor dan mewah itu terlihat begitu buruk dan kotor
''Apa yang terjadi pada kalian hah?''
Burhan panik mendapati istri dan anaknya yang menangis meraung-raung saling berpelukan
''Siapa kalian ? dan siapa yang menyuruh kalian melakukan hal ini pada istri dan anakku ?''
Burhan membelalakan matanya penuh amarah
'' Jaga istri dan anakmu Tuan, jangan biarkan mereka mengusik Nona kami kembali , ini hanya peringatan kecil dari kami''
tukas Max
''Siapa Nona kalian ?''
''Nona Muda Sherliya Erlangga Adhibrata''
Jack dan Max pergi begitu saja meninggalkan kediaman Prameswari , Miranda dan Yola semakin meraung-raung menangisi nasib mereka
__ADS_1
''Kalian tak bosan-bosan nya memberikan aku masalah , kenapa kau tak berhenti untuk tidak berurusan dengan keluarga Adhibrata , Yola?''
kesal Burhan
''Pah, wanita itu yang mulai duluan bukan aku''
isak Yola
''Dia menghina putri kita Pah, jadi aku hanya membela putri kita''
Miranda mencoba membela diri
''Aku tau sifat kalian, keluarga itu sangat terpandang dan terhormat tak mungkin cari masalah jika bukan kalian yang mengusik mereka''
geram Burhan
''Jadi kau lebih mempercayai mereka di bandingkan kami istri dan anakmu kau keterlaluan Pah''
Miranda kesal pada suaminya itu
''Aku tau mana yang benar dan yang salah, beberapa saat lalu keluarga Adhibrata sudah memperingatkan kita karna ulah putrimu itu, sekarang kalian berulah lagi apa kalian mau kita hancur dan berahir di jalanan?''
bentak Burhan
Miranda dan Yola terdiam dengan penuturan Burhan mereka di ibaratkan sedang mengusik Harimau yang tertidur dan resiko yang harus mereka tanggung adalah menjadi santapan sang Harimau
''Mereka terlalu kau manjakan Burhan, sehingga kau yang harus menanggung akibatnya ''
Dirga dari lantai atas melihat interaksi anak angkatnya itu
''Sebaiknya Papa jangan ikut campur urusan keluargaku''
sahut Burhan
''Aku tak ingin ikut campur, tapi karna ulah anak dan istrimu perusahaan yang selama ini aku jaga terancam hancur apa aku harus diam menyaksikannya saja?''
bentak Dirga
Burhan terdiam begitu juga Yola dan Miranda
''Kalian hanya membuat malu keluarga ini''
Dirga beranjak pergi begitu saja , Burhan semakin kesal dan geram
''Kalian memang tidak berguna''
bentak Burhan
''Pah, maafkan Mama dan Yola''
__ADS_1
lirih Miranda