
Keesokan harinya Pak Min segara menemui Devano di ruang kerja Devano sebelum sang Tuan Muda pergi ke kantornya
''Tuan Muda semua yang ingin anda ketahui sudah saya dapatkan''
''Bagus, siapa laki-laki itu?''
Pak Min memberikan beberapa berkas pada Devano tentang siapa Arya dan semua asal usulnya hingga pertemuannya dengan Dilla
''Arya Wiratama, jadi dia Kakak angkat Sherliya Prameswari ?''
''Benar Tuan, pria itu yang sudah menolong Nona Sherliya dari kejahatan Papanya''
Pak Min menceritakan tentang Sherliya dan juga kejahatan Burhan , Nilam dan Wiryo yang berhasil ia selidiki dari orang-orang suruhannya
''Menarik, Pak Min, awasi terus Dilla dan Sherliya jangan sampai adikku sampai terseret ke dalam bahaya''
''Baik Tuan Muda''
''Satu hal lagi, lusa adalah hari ulangtahun Dilla undang Arya, dan tentu saja sahabat lamaku Erlangga Adhibrata atau adik ipar ku itu''
Devano dengan senyum mengembang di wajahnya
''Oh ya, undang juga Kakek Dirga dan Kakek Pandu''
''Apa anda yakin Tuan untuk memgundang mereka ?
Pak Min ragu dengan ide Tuannya itu
''Sudah saatnya kebenaran terungkap Pak Min, dan kebusukan Burhan harus di ketahui supaya Sherliya bisa mengambil haknya sebagai seorang keturunan Prameswari''
Devano dengan penuh percaya diri dan dengan tatapan penuh arti
Pak Min mengangguk mengerti maksud Tuan Mudanya itu
☘️☘️☘️☘️☘️
Ddrrrzzzttt
Ddrrzzztttt
Ponsel Sherliya bergetar di atas nakas tempat tidurnya ia pun berusaha menggapainya dengan mata masih terpejam
__ADS_1
Erlangga yang berada di sampingnya pun perlahan membuka mata
''Halo, siapa ini?''
Sherliya dengan mata masih terpejam
''Sher... ini aku Dilla , apa kau tak menyimpan nomorku sampai kau tak tau jika aku yang menelpon?''
Sherliya terperanjat dan membuka mata melihat nomer Dilla di layar ponselnya
''Maaf, aku masih mengantuk''
''Hey Nona, ini sudah jam berapa kau masih tidur? apa kau begadang semalam sampai-sampai belum bangun?''
cerca Dilla
Sherliya melirik ke arah Erlangga yang bertelanjang dada juga dirinya yang hanya berbalut selimut antara malu dan bingung Sherliya hanya bisa diam
''Kenapa kau diam Sher? jangan-jangan apa yang kukatakan benar ya? kau begadang karna tugas -tugasmu itu, apa kau ingin aku bantu mengerjakannya?''
''Tidak , aku bisa menyelesaikan semuanya, kau benar aku banyak tugas ''
Sherliya melirik ke arah Erlangga yang mulai menjailinya dengan tersenyum usil
''Aku tak peduli pada temanmu itu ''
Erlangga semakin mempererat pelukannya dan mulai menciumi bahu dan leher Sherliya
Sherliya berusaha menutup mulutnya agar desahannya tidak di dengar Dilla
''Sher, kau kenapa? apa kau baik-baik saja?Halo Sher, Sherliya''
''Iya Dill, aku ba-baik saja, jangan cemas maaf semalam aku lupa menghubungimu''
''Syukurlah kalau kau baik-baik saja, bagaimana dengan suaminya yang arogan itu dia tidak apa -apa kan kemarin?''
Erlangga membulatkan matanya tak percaya jika sahabat istrinya itu akan berani mengatainya arogan
''Siapa yang kau bilang arogan ? wanita bar-bar''
teriak Erlangga
__ADS_1
''Hey kau Tuan arogan rupanya kau ada juga , baiklah karna kau sudah mendengarnya aku akan mengatakannya langsung kau pria arogan dan juga dingin dasar orang kutub''
Hardik Dilla, Erlangga semakin kesal dengan cercaan Dilla dengan cepat ia meraih ponsel Sherliya dari tangan sang istri
''Kau, kau gadis bar-bar berani mangataiku lagi, tunggu dan lihat saja apa yang akan aku lakukan padamu nanti''
''Oh Tuan arogan , memang kau bisa apa melawanku saja kau tidak mampu ''
''Kau''
''Apa''
Dilla dan Erlangga sama-sama saling berteriak dan memaki satu sama lain Sherliya menepuk keningnya sendiri entah kenapa sahabat dan suaminya itu tak pernah bisa akur
''Halo Dilla, nanti kita bertemu di kampus maafkan suamiku ''
''Tidak apa-apa Sher, ya sudah aku hanya ingin tau keadaanmu dan aku juga ingin mengundangmu di acara ulag tahunku lusa kau harus datang dan juga ajak suami aroganmu itu Kak Dev ingin menemuimu dan juga suamimu ''
Dilla dengan nada suara lembutnya, Sherliya melirik kearah Erlangga yang memintanya untuk diam dengan telunjuk di bibirnya
''Ok, aku pasti akan datang ''
''Ok bye Sher''
''Bye''
Sherliya pun menutup panggilannya dan menaruh ponselnya di meja nakas
''Sayang kenapa kau selalu bertengkar dengan Dilla? dia sahabatku dia selalu melindungiku sejak dulu''
Sherliya menatap Erlangga
''Entahlah sahabatmu selalu membuatku kesal''
Erlangga dengan ketus
Sherliya menggelengkan kepalanya akan sikap keras kepala sang suami
''Tapi sayangnya dia sahabatku dan kau suamiku aku sangat menyayangi kalian berdua setelah Kakek Dirga dan Kakek Pandu kalian adalah yang terpenting juga seseorang''
tutur Sherliya
__ADS_1
''Seseorang siapa?''
Erlangga menatap Sherliya penasaran dan juga kesal timbul rasa cemburu kini memercik di hatinya