Takdir Cinta Gadis Yang Terbuang

Takdir Cinta Gadis Yang Terbuang
TCGYT#6


__ADS_3

Arya membawa Sherliya meninggalkan desa saat mereka tiba di kota


''kita makan dulu , kau pasti juga laparkan?''


Arya menghentikan mobilnya di sebuah restoran sederhana


Sherliya mengangguk karna memang ia juga merasa lapar sedari pagi ia belum mengisi perutnya , Arya membukakan pintu untuk gadis itu


keduanya berjalan memasuki restoran semua mata nampak tertuju pada Sherliya yang mengenakan gaun pengantin membuatnya terlihat mencolok diantara semua pengunjung restoran


Arya memilih meja yang berada di pojok agar mereka tak menjadi pusat perhatian


Arya menarik kursi untuk Sherliya duduki , Sherliya mengulas senyumnya sekilas


''terima kasih''


ucapnya


Arya duduk di hadapan Sherliya , pelayan restoran datang menghampiri memberikan buku menu


''kau mau makan apa?


tanya Arya


''apa saja, terserah kau saja ''


jawab Sherliya


''baiklah , kami pesan nasi goreng spesialnya 2 udang tempura, 2 jus jeruk dan air mineral itu saja''


pesan Arya


''baik Tuan , kami segera mengantarkan pesanan anda''


ucap pelayan sembari berlalu meninggalkan Sherliya dan Arya


''Tuan, kenapa kau mau membantuku? bukankah kau sama saja melawan Papamu?''


Sherliya tiba-tiba bertanya pada pria yang sudah membantunya itu


''aku juga tidak tau kenapa aku mau membantumu, aku hanya mengikuti kata hatiku untuk menolongmu''


jawab Arya


''oh ya , jangan memanggilku Tuan, aku belum tua dan aku bukan Tuanmu , panggil saja namaku ''


''siapa namamu Tuan, maaf''


''Arya, namaku Arya Wiratama terserah kau mau mau memanggilku apa asal jangan pake embel-embel Tuan aku tidak suka''


kembali Arya berkata


''baiklah , bagaimana jika aku memanggilmu Kak Arya apa kau keberatan?''


tanya Sherliya


''cukup bagus tidak terlalu buruk , berapa usiamu?''


''18 tahun ''


''what?''

__ADS_1


Arya nampak terkejut mendengar penuturan Sherliya ,sementara Sherliya kembali menunduk melihat Arya menatapnya heran


''gila, Papa benar-benar sudah keterlaluan , dia ingin menikahimu demi kepuasannya bersyukurlah kau bertemu denganku dan kau bisa pergi dari rumahku''


tutur Arya


''terima kasih Kak, aku tak akan pernah lupa atas pertolongan Kakak hari ini suatu hari nanti aku pasti akan membalasnya''


ucap Sherliya


pelayan pun datang membawa pesanan mereka dan menyajikannya di meja , Sherliya nampak berbinar melihat semua makanan itu Arya tersenyum melihat tingkah Sherliya


''cepatlah kau makan dulu,nanti kita akan mencari tempat untukmu tinggal sementara waktu''


titah Arya


''iya Kak''


Sherliya nampak makan dengan lahapnya setelah lama ia kembali merasakan makanan yang menurutnya begitu lezat itu meskipun hanya nasi goreng


Arya menatap gadis dihadapannya ada rasa bersalah menghinggapi dirinya melihat Sherliya seperti orang yang kelaparan begitu lahap dan begitu bersemangat menyantap makanannya


usai mengisi perut mereka Sherliya dan Arya kembali melanjutkan perjalanan mereka


''kau tunggu di mobil aku ingin ke toilet dulu''


titah Arya


''iya Kak''


Sherliya pun berjalan ke luar namun saat ia berjalan gaun yang ia kenakan terinjak oleh kakinya sendiri hingga ia terhuyung kedepan


GREPPP


terlihat seorang pria tampan dengan tatapan setajam elang tengah merengkuh pinggangnya


sejenak keduanya saling menatap dan hanyut kedalam tatapan masing-masing


''ma-maafkan saya Tuan , terima kasih anda sudah menolong saya''


Sherliya melepas rengkuhan pria rupawan itu


''anda tidak apa-apa Nona?''


pria itu malah balik bertanya


''aku tidak apa-apa Tuan berkat anda saya tidak terjatuh sekali lagi terima kasih''


Sherliya membungkukan tubuhnya sebagai tanda terima kasih, sementara pria dihadapannya itu malah menatapnya heran


( gadis yang cantik, tapi kenapa dia di tempat seperti ini dengan gaun pengantin sendirian ? dan matanya sepertinya aku pernah melihat mata itu tapi dimana?)


batin pria itu


''Sherli, kau kenapa?''


Arya yang baru saja dari toilet nampak cemas menghampiri nya


''Kakak, kau sudah selasai? tadi aku hampir terjatuh karna aku menginjak gaunku sendiri untunglah ada Tuan ini yang menolongku''


tutur Sherliya

__ADS_1


Arya menatap pria dihadapannya untuk sesaat keduanya beradu pandang


''terima kasih kau sudah membantunya ''


''tidak apa-apa hanya kebetulan saja ''


ucap pria itu


''baiklah , kami permisi dulu ''


Arya menarik tangan Sherliya meninggalkan restoran sementara pria tampan itu masih memperhatikan Sherliya sampai gadis itu memasuki mobil bersama Arya


''Tuan Muda, anda tidak apa-apa?''


asisten pria itu bertanya cemas


''aku tidak apa-apa , ayo kita masuk aku sudah lapar''


jawabnya


kedua pria tampan itupun memasuki restoran setelah tertahan di depan pintu masuk karna insiden kecil tadi


**********


Dilain sisi Tuan Tama begitu murka ia menghajar semua penjaga dan pelayan yang ia tugaskan untuk mencari Sherliya


''kalian semua benar-benar tidak berguna mencari 1 wanita saja kalian tidak becus sia-sia aku membayar mahal kalian selama ini''


geramnya


''Tuan , ampuni kami , kami sudah berusaha mencari gadis itu namun sepertinya ada yang membantunya keluar dari rumah ini Tuan ''


''itu benar Tuan, selama ini kami selalu berhasil menemukannya jika gadis itu mencoba kabur tapi hari ini ia berhasil kabur tanpa seorang pun yang melihatnya''


Tuan Tama terdiam memikirkan semua kata-kata pekerjanya itu iapun terdiam


''suamiku, benar apa yang mereka katakan coba kau pikirkan baik-baik pasti ada membantunya kabur dari rumah ini''


ucap istri pertama Tuan Tama


Wiryo dan Nilam juga sama kesalnya ia tak mengira jika Sherliya akan berani kabur lagi hal ini membuat mereka malu di hadapan semua orang terutama pada Tuan Tama


''Tuan Tama, kami mohon maaf atas kejadian ini kami benar-benar di buat malu dengan apa yang Sherli lakukan hari ini''


ucap Wiryo


''gara-gara putri kalian hari ini kami harus menanggung malu semua orang menggunjingkan keluarga kami dan kalian juga harus bertanggung jawab untuk ulah putri kalian itu''


timpah istri kedua Tuan Tama


Nilam dan Wiryo pun semakin tersudut dengan ucapan para istri Tuan Tama yang malah mengompori semakin memperkeruh suasana


''diam kalian semua, kalian cepat cari Sherli aku tak peduli meski sampai ke ujung dunia sekalipun aku harus mendapatkan gadis itu''


''baik Tuan''


para penjaga dan pelayan pun bangkit dan bergegas untuk kembali mencari Sherliya


''dan kau Wiryo aku tak mau tau , kau cari dimana putrimu itu sekarang bersembunyi jika kau tak bisa menemukannya kau harus mengembalikan semua uang yang telah aku berikan untukmu berikut bunganya''


Tuan Tama pun beranjak dari kursinya meninggalkan Wiryo dan Nilam yang terpaku di tempat syok dengan perkataannya

__ADS_1


keempat istri Tuan Tama tersenyum puas dengan kaburnya Sherliya sehingga pernikahan itu pun hancur dan gagal total


__ADS_2