Takdir Cinta Gadis Yang Terbuang

Takdir Cinta Gadis Yang Terbuang
TCGYT#42


__ADS_3

Malam bagi sebagian orang dimanfaatkan untuk beristirahat


Tapi lainnya halnya bagi mereka menikmat dunia malam dentuman musik menggema memekakan telinga siapa saja yang mendengarnya


Namun tidak bagi sebagian orang yang malah asyik menikmati hentakan musik keras dan meliukan tubuh mereka di bawah kerlap kerlip lampu discotik


Disalah satu meja bar dua orang wanita sedang asyik menikmati suasana diskotik ditemani minuman keras di tangan mereka


''Nadia, ternyata kau juga suka tempat seperti ini selama ini aku selalu datang ke tempat ini sendiri dan secara diam-diam''


Yola menuangkan minumannya kembali kedalam gelas yang telah tandas ia minum


''Di tempat seperti ini aku bisa melupakan masalahku Yola, dan di tempat ini juga aku bisa merasakan semua kenikmatan dunia''


racau Nadia


Wanita seksi itu mulai mabuk dan berbicara seperti orang yang kehilangan akal


'''Kau mabuk Nad, kau terlalu banyak minum''


ucap Yola


''Hahaha... biarkan aku mabuk dengan begini aku bisa melupakan semua masalahku ''


Nadia kembali menengak minuman di tangannya


''Nad, hentikan bagaimana kau bisa pulang nanti?''


Yola meraih gelas dari tangan Nadia namun di tepis dengan kasar


''Jangan pedulikan aku , nikmati saja malam ini kita lupakan semua masalah kita , ayo bersulang sahabatku yang cantik... hahahaa...''


Nadia mengacungkan gelasnya ke atas Yola pun mengikuti apa yang dilakukan sahabatnya itu


Kedua wanita itu pun minum bersama hingga mabuk


''Yol, Yola kau dengar aku?''


panggil Nadia


''Ya, apa kenapa kau berteriak suaramu jelek sekali ''


sahut Yola


''Kau , ini apa kau tidak tau jika suaraku sangat merdu? apa kau mau dengar ?


''Sungguh kau bisa menyanyi ?


''Tentu saja aku bisa, apa yang tidak bisa Nadia lakukan apapun aku bisa melakukannya ....


Yola dan Nadia meracau karna mabuk berat keduanya kadang tertawa, kadang juga menangis tanpa sebab bahkan berteriak dan menyanyi bersama


Beberapa pelayan Diskotik mencoba membantu mereka namun keduanya malah berontak dan menggila

__ADS_1


''Seret saja mereka keluar dan pastikan mereka membayar semua tagihannya''


titah manager Diskotik


''Baik Tuan''


Yola dan Nadia di seret keluar Diskotik hingga keduanya jatuh tersungkur ke jalanan


''Awww.... dasar pelayan sialan''


Yola mencoba berdiri meski dengan sempoyongan begitu juga dengan Nadia


''Kalian tidak tau siapa aku? akan kututup tempat ini begitu aku bicara pada keluargaku''


Yola memaki-maki pelayan Diskotik yang sudah tak terlihat lagi


''Kenapa kau berteriak -teriak berisik tau''


Nadia mulai berdiri dengan sempoyongan


''Kenapa hidupku jadi kacau begini sih... semua ini terjadi karna wanita sialan itu ''


kesal Yola


''Wanita yang mana ?


tanya Nadia


umpat Yola


Nadia terdiam melihat Yola yang begitu berapi-api memaki Sherliya


''Apa wanita itu yang telah menjadi istri Elang ?


''Ya,dia lah yang menjadi istri tunanganmu itu''


''Tidak, Elang hanya mencintaiku dia milikku aku akan pastikan dia kembali padaku''


Nadia mulai kembali pada kesadarannya meskipun dengan tubuh sempoyongan


Yola menatap Nadia senyum terbit di bibirnya saat ia mendapatkan ide begitu mendengar celotehan sahabatnya itu


''Baiklah kita akan bekerja sama untuk membuat wanita sialan itu membayar semua yang telah ia rebut dari kita dengan kejam ''


tukas Yola


''Tentu saja bahkan aku akan sangat menantikan hari itu ''


timpah Nadia


Kedua wanita itu kembali tertawa bersama dalam keadaan mabuk mereka pun memutuskan untuk pulang dengan taksi dan meninggalkan mobil mereka di parkiran Diskotik


☘️☘️☘️☘️☘️

__ADS_1


Berbeda dengan Nadia dan Yola, Nyonya Nilam dan Tuan Wiryo kini tengah terlunta-lunta di jalanan mencari Sherliya


Uang di tangan mereka hampir habis untuk biaya hidup selama di Jakarta dalam mencari keberadaan Sherliya


''Sial, kemana lagi kita harus mencari gadis itu ''


kesal Wiryo


''Kita sudah lama tinggal di kota, uang kita juga hampir habis bagaimana ini?''


timpah Nilam


''Jika kita kembali ke desa Tuan Tama akan menghabisi kita kalau bukan karena kita gagal membawa gadis itu , pasti ia akan menghabisi kita karena hutang kita''


tukas Wiryo


''Semua ini gara-gara gadis itu dia selalu menyusahkan kita kenapa dia tidak mati saja ''


umpat Nilam


''Sudahlah sebaiknya kita temui saja Tuan Burhan dan katakan jika kita gagal menemukan Sherliya biarkan Tuan Burhan saja yang mencarinya kita minta imbalan untuk menjaganya selama tiga tahun dan kembali ke desa ''


ucap Wiryo


''Tapi apa kau yakin dia mau memberikan kita uang?''


Nilam menatap suaminya


''Dia harus memberikannya, mau tidak mau atau kita akan membongkar rahasianya pada Tuan Dirga''


ucap Wiryo


''Kau benar suamiku , kenapa tak terpikirkan olehku rencanamu sungguh luar biasa, jika Tuan Burhan memberikan kita uang kita bisa membayar semua hutang kita pada Tuan Tama dan tinggal di desa''


Nilam dengan bersemangat


''Benar sekali jika Tuan Tama tetap menginginkan Sherli kita suruh saja dia mendatangi Tuan Burhan bagaimanapun dia keluarga gadis itu''


Wiryo dengan senyum penuh arti Nilam mengangguk tanda setuju


''Kenapa rencana ini baru terpikirkan setelah sekian lama, kalau dari awal kau berpikir mungkin kita tak perlu tingggal di rumah sempit seperti ini''


kesal Nilam


''Aku baru memikirkannya istriku ''


''Dasar kau memang selalu lambat dalam hal apa pun''


''Tapi aku pintarkan ?''


''Pintar menyiksa orang lain dan dirimu sendiri''


Nilam kesal pada Wiryo yang tersenyum dan menggaruk kepalanya kikuk

__ADS_1


__ADS_2