Takdir Cinta Gadis Yang Terbuang

Takdir Cinta Gadis Yang Terbuang
TCGYT#41


__ADS_3

Kehebohan tengah terjadi di kantor Erlangga saat ini semua karyawan dan staf kantor nampak menyambut kedatangan Kakek Pandu


Namun yang membuat geger adalah kedatangan Tuan Besar Adhibrata bersama sosok wanita cantik yang telah dua kali datang ke kantor itu


Sherliya datang bersama Pandu dengan mengapit bahu sang Tuan Besar yang nampak gagah meski di setengah abad usianya


''Selamat datang Tuan Besar, Nona Muda''


sambut Robby dan kepala staf yang lain


''Sudah lama aku tak berkunjung kemari, nampaknya suasana kantor semakin ramai dan maju pesat ''


ucap Kakek Pandu


''Semua berkat Tuan Muda, Tuan dia sangat pintar mengatur dan mengambil kesempatan yang datang''


tutur Robby


''Hahaha.... kau juga Robby, kau adalah tangan kanan cucuku sifat dan karaktermu sama dengan Elang''


Kakek menepuk-nepuk pundak Robby


''Terima kasih atas pujian anda Tuan Besar''


Robby menundukan kepalanya sebagai tanda hormat pada Kakek Pandu yang selama ini selalu menyayanginya tanpa membeda-bedakan dirinya dengan Erlangga


Dalam situasi itu Erlangga datang dengan berlari menghampiri mereka semua


''Kakek, kau datang?''


tanya Erlangga dengan mata tak lepas dari Sherliya yang menyambutnya meraih tangan Erlangga dan menciumnya


''Bibirmu bertanya padaku sementara matamu tertuju pada istrimu''


ucap Kakek Pandu


''Kakek''


Sherliya menyembunyikan dirinya di belakang sang Kakek, Erlangga menarik tangan Sherliya dan membawanya kedalam dekapannya


''Kakek tau jelas jika aku merindukan istriku ini''


Wajah Sherliya semakin memerah karna malu karna Erlangga tak segan-segan mengumbar kemesraannya di hadapan semua orang


''El, jangan begini malu di lihat Kakek juga banyak orang disini''


tukas Sherliya


''Biarkan saja lagi pula yang ku lakukan tidak salah , aku merindukan istriku bukan istri orang aku benar kan Kek, apa Kakek keberatan ? kalian disini apa keberatan aku menggoda istriku?''


Erlangga dengan lantang


Para staf dan karyawan sontak dengan serempak menjawab pertanyaan Erlangga

__ADS_1


''TIDAAAK TUAN MUDA''


''Kau dengarkan mereka saja tidak keberatan ?''


''Kau sudah gila''


Sherliya dengan menyembunyikan wajahnya di dada Erlangga


Kakek Pandu tersenyum senang melihat sang cucu kini hidup bahagia dengan wanita yang ia cintai


''Kami datang untuk menjemputmu sudah sore ayo kita pulang''


ucap Kakek Pandu


''Iya Kek, aku juga sudah selesai''


Erlangga dengan tersenyum bahagia


''Robby, hari ini aku izinkan semua orang untuk pulang cepat , dan kau juga karna hari ini aku sangat bahagia dengan kedatangan istri dan Kakek''


titah Erlangga


''Baik Tuan Muda, terima kasih''


Erlangga dan Sherliya pun meninggalkan kantor bersama Kakek Pandu dan Pak Whang untuk kembali ke mansion Adhibrata


☘️☘️☘️☘️☘️



Waktu menujukan jam enam petang saat mereka tiba di mansion


Sherliya dan Erlangga langsung kekamar mereka dilantai atas sementara Kakek Pandu juga pergi ke kamar miliknya untuk membersihkan diri


Begitu Sherliya memasuki kamar Erlangga memeluk dirinya dari belakang


''Sayang , aku mencemaskanmu sedari tadi syukurlah kau baik-baik saja''


ucap Erlangga ditelinga Sherliya


''Apa Jack dan Max sudah melapor padamu ?''


''Jadi kau tau selama ini aku menempatkan mereka di sisimu ?''


Erlangga menjawab pertanyaan Sherliya dengan pertanyaan kembali


''Hemm... aku tau sejak awal, kedua pengawalmu itu selalu mengikutiku, kau tau aku tidak sebodoh itu untuk tidak tau kalau aku di awasi''


Sherliya dengan membalikan tubuhnya berhadapan dengan Erlangga


''Aku tau, Nyonya rupanya semakin pintar saja''


Erlangga mengecup kening Sherliya sekilas , Sherliya memejamkan matanya meresapi sentuhan cinta sang suami yang selalu memperlakukannya dengan penuh kasih sayang

__ADS_1


''I love you Tuan El''


''I love you too my wife ''


Keduanya saling mengungkapkan perasaan cinta yang kini semakin tumbuh dan berkembang di hati keduanya


Erlangga kemudian mendaratkan bibirnya di bibir Sherliya tak lupa ******* dan hisapan selalu ia lakukan seolah tak ada kata bosan bagi dirinya menikmati bibir candu sang istri


''Sudah hentikan, El kita harus membersihkan diri sebelum makan malam jangan biarkan Kakek menunggu kita itu tidak baik''


Sherliya melepaskan pagutan Erlangga


''Hah... kau ini dasar perusak kesenangan''


''Hahaha... suamiku kau tau kau sungguh menggemaskan jika kau merajuk seperti ini''


Sherliya tertawa terbahak -bahak melihat expresi kesal Erlangga


''Kau yang membuatku merajuk''


''Oh... begitu ya rasakan ini''


Sherliya menggelitiki pinggang Erlangga membuat pria itu menggeliat geli dan berusaha menahan tangan Sherliya dengan menghindar namun Sherliya terus mengejarnya dan menggelitikinya


''Sayang, hentikan .... hahaahhha.... cukup.... aku tak tahan ''


pekik Erlangga


''Ayo merajuk lagi ... Tuan Muda''


Sherliya semakin bersemangat untuk menjaili Erlangga namun di detik berikutnya Erlangga berhasil menangkap kedua tangannya


''El, apa yang kau lakukan ? awww....


''Istriku rupanya kau sangat jail , beraninya kau menjaili suamimu''


Erlangga memegang erat kedua tangan Sherliya yang meronta -ronta minta di lepaskan


''El, lepas sakit...


''Tidak , aku tak akan melepaskan mu kau harus di hukum''


''El, kumohon''


Sherliya berpura-pura kesakitan membuat Erlangga tak tega dan benar saja perlahan Erlangga melepaskan tangan Sherliya


Dengan cepat Sherliya lari ke kamar mandi meninggalkan Erlangga yang terkejut dengan apa yang Sherliya lakukan terlihat Sherliya tertawa senang dan memeletkan lidahnya pada dirinya sebelum menutup pintu kamar mandi


''Weee... aku menipu mu Tuan Muda''


''Sayang, kali ini aku tak akan melepaskan mu''


Erlangga mengejar Sherliya ke kamar mandi namun pintu kamar mandi telah di kunci Sherliya dari dalam

__ADS_1


__ADS_2