Takdir Cinta Gadis Yang Terbuang

Takdir Cinta Gadis Yang Terbuang
TCGYT#3


__ADS_3

BYUURRRR


Sherliya terbangun dengan keadaan tubuh menggigil basah kuyup rupanya seseorang menyiramnya dengan air dingin dan ia adalah istri pemilik rumah yang bernama saja Nyonya Nilam


''bangun , ini sudah pagi sudah saatnya kau bekerja ''


teriak Nyonya Nilam


''be-kerja ???


Sherliya menatap wanita paruh baya itu heran , sementara Nyonya Nilam membuka ikatan ditangannya di belakang punggungnya setelah semalaman ia terikat kedua tangan Sherliya seolah kebas dan mati rasa dan ngilu


''aaawww''


ringis Sherliya


''siapa namamu ?''


tanya Nyonya Nilam


''na-namaku Sherliya Prameswari''


ucap Sherliya


''jangan sebut nama keluargamu di sini , nama itu tak akan berguna lagi untukmu sebaiknya lupakan nama keluargamu mereka sudah membuangmu ''


''tapi''


Sherliya berusaha untuk menolak


''jangan membantahku mulai hari ini namamu Sherli saja lupakan nama keluargamu mereka sudah membuangmu sejak hari ini kau akan menjadi anakku dan suamiku turuti dan lakukan perintah kami jika kau tak ingin kena masalah dan juga jangan pertaruhkan hidup Kakekmu itu kau tidak tau seberapa kejamnya Tuan Burhan ''


Sherliya menunduk mengingat semua kejadian yang ia alami dan mau tidak mau ahirnya ia harus menuruti semua perintah dan keinginan Nyonya Nilam dan suaminya Tuan Wiryo


suami istri itu tinggal di sebuah desa terpencil hidup dengan bertani dan mengelola sebuah restoran kecil yang cukup ramai mereka di bantu seorang pria gemulai seumuran dengan Sherliya yang bernama Vincent adik dari Tuan Wiryo


''sudah jangan banyak bertanya dan membantah lagi sekarang kau bersihkan dirimu dan bantu Vincent di restoran''


titah Nyonya Nilam


Sherliya pun menuruti perintah Nyonya Nilam yang memberinya sebuah kamar kecil di belakang rumahnya beberapa saat kemudian Sherliya sudah berganti pakaian dengan pakaian sederhana namun ia tetap terlihat cantik sangat kontras dengan kulit putihnya


Sherliya berjalan menuju restoran yang berada tepat di bagian depan rumah Nyonya Nilam pengunjung nampak sudah ramai waktu menunjukan sudah pukul 10 pagi


orang-orang nampak terkesima saat Sherliya keluar dari belakang memasuki restoran


''waahhhh.... cantik sekali ''


decak kagum para pengunjung restoran , Sherliya yang ditatap tampak sedikit risih dan salah tingkah Nyonya Nilam menarik tangan Sherliya dan membawanya masuk kedalam dapur


''kau malah membuat kehebohan , cepat kau bantu Vincent melayani pelanggan dan cuci semua piring - piring kotor itu sampai bersih''


bentak Nyonya Nilam


''maaf aku tidak bermaksud melakukannya ''


ucap Sherliya dengan menunduk


''cepat kerja sana''

__ADS_1


Sherliya mulai mencuci piring awalnya ia bingung harus bagaimana semua perabotan dan piring-piring segitu banyaknya dalam keadaan kotor ia nampak berpikir bagaimana harus membersihkannya


Vincent mendekati Sherliya yang tengah berjongkok menatap semua itu


''apa kau tak pernah mencuci piring sebelumnya?''


tanya pria itu membuat Sherliya terkejut dan sontak menggelengkan kepalanya


''sudah ku duga , melihat penampilanmu yang tak biasa aku tau kalau kau tak bisa melakukannya''


ucap Vincent


Sherliya kembali mengangguk , Vincent mulai menyiram kan air ke perabotan dan mengajari Sherliya untuk menggunakan sabun dan spons menggosok piring dan perbotan satu persatu


''hati-hati jangan sampai pecah , kalau kau tak ingin dimarahi Kakakku lagi ''


kembali Vincent berkata


''iya Kak, terima kasih ''


Sherliya mengangguk dan tersenyum sekilas pada pria kemayu itu


sesaat Vincent tertegun akan sikap Sherliya yang begitu manis dan patuh


(gadis yang malang, sungguh kejam keluargamu tega membuangmu ")


batin Vincent


Sherliya membersihkan semua piring kotor dengan hati-hati usai mencuci piring ia membantu Vincent melayani pelanggan dengan mengantarkan makanan dan membersihkan meja tamu


PRAAANGG


Nyonya Nilam dan Tuan Wiryo keluar dari dapur bersama Vincent


''gadis kurang ajar berani kau menolakku ''


bentak pria paruh baya dengan tatapan penuh amarah kepada Sherliya yang tertunduk


''ada apa ini? Tuan Tama apa ada yang salah dengan yang di lakukan anak saya''


tanya Wiryo


''oh jadi gadis ini putrimu , dia sudah berani menolak perintahku apa kau tidak bilang siapa aku di desa ini?''


bentak Tuan Tama


''maafkan kami Tuan , dia baru datang jadi di belum tau siapa anda''


ucap Nilam sembari membungkukan tubuhnya Sherliya terlihat bingung dengan situasi itu


''aku akan memaafkan kalian dengan satu syarat''


''apa itu Tuan Tama?


''aku ingin menikahinya''


semua orang terkejut dengan syarat yang di ajukan Tuan Tama terutama Sherliya ia menatap tajam kearah pria paruh baya tersebut


''jangan bicara seenaknya, kau pikir kau siapa ingin menikahiku kau lebih pantas menjadi Kakekku dari pada suamiku aku tidak sudi ''

__ADS_1


Sherliya dengan napas memburu menatap kesal pria dihadapannya itu


Vincent menarik tangan Sherliya


''kau jangan bicara macam-macam pria itu Tuan Tanah di desa ini''


bisik Vincent


''aku tak peduli, jangan karna kau kaya kau bisa seenaknya ''


Sherliya sangat kesal


''tutup mulutmu Sherli''


bentak Wiryo


Wiryo dan Nilam meminta maaf berulang kali pada Tuan Tama berharap agar pria berkuasa itu mau memaafkan mereka


''baiklah kali ini aku maafkan , tapi ingat aku tetap menginginkan putri kalian untuk menjadi istri kelimaku aku tunggu kabar baiknya dari kalian''


Tuan Tama beranjak di ikuti dua orang bawahannya


Wiryo dan Nilam menarik tangan Sherliya masuk kedalam dapur di ikuti Vincent meninggalkan para pelanggan yang melihat kejadian tadi


''apa kau sudah tidak waras berani menolak Tuan Tama kau tau di Tuan Tanah di desa ini semua orang sangat takut padanya ''


bentak Wiryo


''aku tak peduli siapapun dia yang jelas aku tak sudi menikahi pria itu''


''apa kau punya hak untuk menolak ?''


kembali Wiryo berteriak


''tentu saja kau tidak berhak mengaturku kau bukan siapa-siapaku ''


teriak Sherliya


PLAAAKKK


Wiryo menampar wajah Sherliya hingga gadis itu tersungkur kelantai Vincent meraih tubuh Sherliya


''kau berani menentangku ? maka kupastikan Burhan akan melenyapkan Kakekmu ''


tukas Wiryo


''tidak jangan....


''Kak, kenapa kakak keterlaluan pada Sherli apa kalian tidak kasihan padanya ?''


Vincent membantu Sherliya untuk berdiri


''kau tidak tau apa-apa jadi jangan ikut campur jika kau masih ingin tinggal disini ''


bentak Wiryo pada sang adik yang kini terdiam tak bisa berkutik


''dan kau lakukan semua yang aku perintahkan jika kau tak ingin Kakekmu mati begitu saja karna sikap pembangkangmu itu''


kembali Wiryo berkata

__ADS_1


Nilam menarik tangan Sherliya dan mengurungnya kembali di gudang tanpa di beri makan dan minum sedari kemarin Sherliya menekuk kedua lututnya meratapi nasibnya menangis itulah satu-satunya cara baginya meluapkan kesedihannya


__ADS_2