Takdir Cinta Gadis Yang Terbuang

Takdir Cinta Gadis Yang Terbuang
TCGYT#46


__ADS_3

Dilla terus menyerang dengan terarah dan penuh dengan kekuatan


Erlangga berusaha mengimbangi dengan menghindari serangan demi serangan yang Dilla lakukan


Walau bagaimanapun Dilla adalah seorang wanita pantang baginya untuk memukul wanita


''Kau terus saja menghindar lawan aku PENGECUT''


Dilla kembali berseru dan menyerang


''Kau bukan tandinganku, aku tidak akan menyerang wanita buang-buang waktu''


Erlangga dengan kembali menghindar saat Dilla melayangkan pukulan dan tendangannya


''Alasan, bilang saja kau takut ? kau bisa membodohi sahabatku tapi tidak denganku rasakan ini''


Dilla mengeluarkan sebuah cambuk dari balik gaunnya begitu tipis seperti sebuah pedang nan tajam


''TIDAAKKK ''


''Dilla , kumohon jangan lakukan itu, dia suamiku aku sangat mencintainya''


Sherliya berdiri dihadapan Dilla yang bersiap mengarahkan cambuk di tangannya ke arah Erlangga


Dilla berhenti menyerang ia menyimpan kembali cambuknya kebalik gaunnya


Arya menepuk bahu Dilla


''Yakinlah, Sherli bersama orang yang tepat, aku tau Tuan Muda Erlangga dengan baik, aku juga sama sepertimu sangat menyayangi Sherli''


tutur Arya


Sherliya memeriksa tubuh Erlangga takut sang suami terluka, Erlangga memeluk Sherliya dengan erat , Dilla dan Arya memandang keduanya


''Baiklah , kali ini aku lepaskan kau, tapi ingat jika sampai kau melukai atau menghianati sahabatku meski ke ujung dunia sekalipun aku akan mengejarmu Tuan Muda''


tegas Dilla


Erlangga menatap Dilla dengan senyum sinis di wajahnya sembari memeluk Sherliya


''Aku pastikan kau tak akan mendapatkan kesempatan itu karna bagiku istriku adalah nyawaku kau bisa pegang kata-kataku''


Erlangga dengan yakin


''Itu yang ku harapkan darimu''


Dilla dengan menatap dingin Erlangga keduany kembali beradu tatap tanpa salah satupun yang berkedip

__ADS_1


''Dill, jadi sekarang kau mau memaafkan aku?''


tanya Sherliya


''Tentu saja kau saudaraku, aku memaafkanmu ''


Dilla dan Sherliya kemudian saling berpelukan, dalam keadaan itu tiba-tiba datang empat orang perpenampilan seperti pengawal pribadi datang menghampiri


''Nona Dilla, anda harus segara pulang''


ucap salah satu pengawal yang berusia lebih tua dari yang lainnya


''Iya , Pak Min ayo kita pulang''


Dilla melepas pelukan Sherliya


''Aku pulang dulu , aku sudah di jemput besok kita bertemu di kampus''


ucap Dilla


''Hati-hati jaga dirimu


kembali Dilla memberikan pesan


''Aku tau, jangan cemaskan aku''


Ahirnya Dilla pun pamit , meninggalkan Arya, Sherliya dan Erlangga


☘️☘️☘️☘️☘️



Mansion Devano Anggarafaza


Dilla memasuki mansion di ikuti Pak Min dan pengawal pribadinya


''Nona kenapa anda berkelahi barusan jika Tuan,tau hal ini dia pasti akan sangat marah''


''Biarkan saja Pak Min, lagi pula aku berkelahi karna aku kesal saja''


''Apa dia benar sahabat Nona yang dulu hilang itu? cucu dari Dirga Prameswari?''


''Benar, Pak Min dia Sherliya Prameswari sahabatku hidupnya hancur gara-gara Om Burhan, istri dan anaknya aku heran Kakek Dirga diam saja bukannya dia sangat sayang pada Sherli?''


Dilla bertanya-tanya pada dirinya sendiri, begitu juga dengan Pak Min yang merasa kalau keluarga Prameswari memang sedikit tertutup dan beberapa tahun belakangan semenjak meninggalnya Fatan dan Larasati


Di tempat lain Dirga pergi bersama asisten pribadinya ke taman kota seperti biasanya tanpa membuat semua orang di rumah merasa curiga

__ADS_1


''Cepat katakan apa yang ingin kau sampaikan?''


ucap Dirga


''Tuan kecurigaan anda benar selama ini tentang Tuan Burhan ''


''Apa maksudmu?''


Dirga menatap sang asisten yang berdiri dihadapannya itu dan mulai menceritakan tentang semua yang ia dengar dan memberikan rekaman dari ponselnya pada Dirga


Dirga memutar rekaman suara dimana Burhan berbicara dengan Nilam dan Wiryo tempo hari


Seketika wajah Dirga berubah kelam amarah mulai mengusai dirinya terbayang bagaimana ia dulu mengusir sang cucu mendengar rekaman suara itu membuat Dirga sedih dan merasa bersalah


''Putraku, jadi benar ini ulah Burhan? aku kehilangan anak dan menantuku karna ulahnya?


lirih Dirga


''Benar Tuan ''


sang asisten menundukan kepalanya ikut sedih


''Oh Tuhan, apa yang kulakukan ? aku menghancurkan keluargaku sendiri dengan membawa monster kedalam rumahku''


''Tuan , anda tidak bersalah semua ini sudah takdir ''


tukas asisten Dirga


''Seandainya aku tau sipat Burhan sesungguhnya aku tak akan membawanya kerumahku dulu dia berbeda dengan dia yang sekarang yang berubah tamak dan kejam hingga tega menyingkirkan seseorang ''


sesal Dirga


''Tuan semua sudah terjadi, sekarang kita harus mencari dimana Nona , jangan biarkan Tuan Burhan berhasil menemukannya ''


''Kau benar, cepat kau suruh anak buah kita mencari dimana keberadaan cucuku dan temukan suami istri itu sebelum Burhan menghabisi mereka, kedua orang itu kunci sekaligus saksi kejahatan Burhan''


titah Dirga


''Baik Tuan''


''Dan ingat , jangan sampai Burhan curiga dengan rencana kita apa lagi sampai tahu''


''Saya mengerti Tuan''


Dirga menarik napas panjang ia pun beranjak dari duduknya


''Segera kita kembali dan ingat tetap awasi semua gerak gerik Burhan ''

__ADS_1


sang asisten dengan patuh memenuhi perintah Dirga , mereka pun kembali kekediaman Prameswari seperti biasanya tanpa ada yang curiga


__ADS_2