
Selesai berlatih Sherliy memutuskan untuk memasak makanan dan akan mengantarkannya ke kantor untuk makan siang Erlangga
Seperti biasa Sherliya selalu cepat dan cekatan dalam memasak dan menyajikannya di tempat makanan untuk ia bawa ke kantor
Setelah selesai ia memasukan makanan tersebut kedalam paper bag
Sherliya bersiap dengan membersihkan dirinya dan berdandan sedikit untuk pergi ke kantor Erlangga sengaja ia tak membertahunya agar menjadi kejutan untuk sang suami.
''Kek, Sherli pergi dulu ke kantor El''
pamitnya
''Baiklah,biar Pak Whang yang akan mengantarkanmu ke sana''
ucap Pandu
''Tidak, biar Sherli pergi sendiri jangan merepotkan Pak Whang''
''Tidak apa-apa Nona itu sudah tugas saya''
timpah Pak Whang
''Jangan menolak, Kakek tak mengizinkanmu untuk menolak''
tukas Pandu
''Ya sudah, Sherli ikut saja terserah Kakek''
Ahirnya Sherliya pun di antar Pak Whang sebagai supir pribadinya meskipun tak enak hati mau tak mau Sherliya harus patuh dan tetap tanpa sepengetahuannya jika Jack dan Max selalu mengawasinya dari jauh atas perintah Erlangga
☘️☘️☘️☘️☘️
Di sisi lain , Erlangga saat ini tengah sibuk memeriksa tumpukan berkas dan dokumen yang harus ia periksa di balik meja kerjanya
''tokkk''
''tokkk''
''tokkk''
Pintu ruangannya di ketuk seseorang dari luar
tanpa menoleh Erlangga menyuruh seseorang itu untuk masuk
''Apa kabarmu Elang?''
Tiba-tiba suara seseorang yang familiar itu terdengar dan memecah fokus sang CEO
__ADS_1
''Nadia''
Gumam Erlangga sekilas ia menatap wajah seorang wanita yang kini berdiri di hadapannya menatap penuh kerinduan Erlangga kembali fokus pada dokumen-dokumennya
'' Ada apa kau datang kemari ?''
tanya Erlangga acuh
''Elang, tak bisa kah kita bicara? jangan acuhkan aku seperti ini''
''Tidak ada lagi yang harus kita bicarakan semua sudah jelas''
tegas Erlangga
''Elang, kumohon dengarkan aku dulu aku menyesal aku minta maafkan aku,berikan aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya aku masih mencintaimu ''
Nadia mendekati Erlangga untuk memeluknya namun pria itu malah beranjak menghindar, Nadia merasa kecewa akan sikap dingin dan penolakan Erlanggga tapi ia mencoba menahan rasa kecewanya mengingat ia harus bisa kembali mendapatkan Erlangga sang mantan tunangan
Ya, Nadia adalah mantan tunangan Erlangga saat ia masih tinggal di Jerman mereka ditunangkan atas keinginan kedua orangtua mereka juga karna Erlangga dan Nadia sama-sama kuliah di kampus yang sama
Awalnya Erlangga setuju untuk menerima pertunangan itu karna ia juga menyukai Nadia namun saat kedua orangtuanya meninggal akibat kecelakaan sifat asli kedua orang tua Nadia mulai terlihat dari yang hanya ingin memanfaatkan kedekatan keluarga dan pertunangannya dengan Nadia untuk meraih keuntungan dari perusahaan dengan menggelapkan dana perusahaan
Erlangga juga mendapati Nadia kerap berpesta dan berfoya-foya dan menganut **** bebas hal itulah yang membuat Erlangga begitu kecewa dan memutusakan untuk kembali ke Indonesia dan tinggal bersama Pandu Adhibrata perusahaan kedua orangtuanya yang di Jerman pun di serahkan pada orang-orang kepercayaannya namun tetap ia pantau
''Semua sudah berahir Nadia , sekarang cepat pergi dari sini''
tegas Erlangga
ungkap Nadia
Erlangga memejamkan matanya mendengar ucapan Nadia rasa sakit di hatinya kembali terbuka setelah sekian lama, Nadia melihat reaksi Erlangga tersenyum tipis ia yakin jika Erlangga masih mencintainya seperti dulu
Sementara di lobi kantor nampak kehebohan dimana Sherliya datang bersama Pak Whang dan di jaga beberapa pengawal
Robby yang kebetulan sedang di lobipun di buat terkejut dengan kedatangan istri Tuan Mudanya itu
''Nona, Pak Whang''
sambut Robby dengan sedikit membungkukan badan dihadapan keduanya
''Robby apa suamiku ada di ruangannya?
tanya Sherliya
''Ada Nona, kebetulan hari ini Tuan Muda banyak sekali pekerjaan yang harus ia periksa''
tutur Robby
__ADS_1
''Begitu rupanya, baiklah aku akan keruangannya hari ini aku mengantar makanan untuk suamiku apa tidak apa-apa?''
tanya Sherliya
''Tentu tidak apa-apa Nona, Tuan Muda pasti senang dengan kedatangan Nona, mari saya antar''
tukas Robby
''Baiklah terima kasih ''
Sherliya pun kembali berjalan diiringi Robby , Pak Whang dan beberapa pengawal yang Pak Whang perintah sesuai keinginan Pandu
Suasana kantor dibuat penasaran dengan kedatangan Sherliya namun mereka tak berani berbicara hanya saling berbisik satu sama lain membicarakan siapa sosok wanita cantik yang untuk kedua kalinya datang ke kantor mereka
Diruangan Erlangga masih terlihat perdebatan antara dirinya dan Nadia yang menolak untuk pergi
''Elang , aku tak peduli dengan apa yang kau pikirkan saat ini tentangku, aku hanya ingin kau kembali padaku aku tau kau masih mencintaiku''
kekeh Nadia
Erlangga menarik napasnya kasar tampak ia mulai merasa terganggu dengan kehadiran Nadia
''Aku perintahkan kau untuk pergi Nadia, atau aku bisa berbuat kasar padamu ''
tegas Erlangga
''Aku tidak peduli , aku akan tetap disini sampai kau mau memaafkanku dan kembali padaku''
Nadia dengan keras kepalanya dan dengan cepat menjatuhkan dirinya memeluk tubuh Erlangga yang mencoba melepaskan dekapan Nadia
''Nadia apa yang kau lakukan? lepaskan aku''
bentak Erlangga
''Elang, maafkan aku , aku mencintaimu kumohon kembalilah padaku, aku sangat mencintaimu ''
Nadia dengan mulai terisak memeluk erat tubuh Erlangga dengan erat
Dalam keadaan itu Sherliya masuk dengan Robby yang membukakan pintu semua orang nampak terkejut mendapati Erlangga tengah berpelukan dengan seorang wanita terutama Sherliya
Erlangga yang tak mengira jika Sherliya akan datang ia terlihat syok dan dengan kuat mendorong tubuh Nadia hingga tersungkur ke lantai
''Sayang''
Erlangga menatap Sherliya yang nampak terdiam dan mencoba menghindari tatapannya , Sherliya mencoba untuk meredam rasa kesal dan panas yang tiba-tiba menyesakan dadanya dengan perlahan ia menarik napas panjang
''Robby, seperti yang kau katakan rupanya suamiku sedang sibuk sekali ''
__ADS_1
Sherliya menatap Robby yang kini terlihat gugup ia merasakan hawa dingin menyeruak diruangan itu melihat tatapan Sherliya yang begitu tajam , Pak Whang hanya mengulum senyum tipis melihat situasi itu