
Semalaman Sherliya terus memikirkan tentang tawaran yang Erlangga berikan keuntungan juga kerugiannya setelah ia membaca isi perjanjian berulang-ulang semua menguntungkan dirinya
dan Erlangga hanya akan meminta Sherliya menjadi istrinya demi sang Kakek
tidak ada kontak fisik jika Sherliya tak menghendakinya Erlangga tak akan menyentuh Sherliya tanpa seizin dirinya
Sherliya menarik napas panjang
''mungkin ini adalah jalan yang harus aku tempuh , dengan bantuan Erlangga aku bisa dengan mudah membuktikan pada Kakek juga semua orang tentang kecelakaan Mama dan Papa''
gumam Sherliya
gadis itupun meraih ponsel miliknya dan membulatkan tekadnya untuk menerima tawaran Erlangga dengan mengirimkan pesan pada Robby asisten sang Tuan Muda
''semoga ini yang terbaik ''
lirih Sherliya usai mengirimkan pesan dan ia pun segera memejamkan matanya untuk beristirahat
sementara di tempat lain Robby yang menerima pesan dari Sherliya segera menyampaikan pesan itu pada Erlangga yang saat ini tengah duduk di meja kerjanya meski hari sudah larut malam
''Tuan Muda , Nona Sherliya mengirim pesan katanya besok siang ia ingin menemui anda dan akan datang ke kantor Tuan Muda besok siang''
tutur Robby
''hemmm... aku tau dia pasti akan menerimanya , Robby besok kau atur segalanya ''
titah Erlangga
''baik Tuan Muda''
''pergilah sudah malam dan beristirahatlah ''
kembali Erlangga berbicara
Robby pun pamit meninggalkan sang Tuan Muda yang nampak melamun memikirkan sesuatu
''apa kau tidak mengingatku Sher.... ???
3 tahun berlalu setelah kecelakaan itu kau sedikitpun tak mengingatku ''
lirih Erlangga sembari menatap bingkai foto yang menghiasi meja kerjanya foto seorang gadis muda yang tak lain adalah Sherliya saat remaja
***********
Keesokan harinya sesuai rencananya Sherliya menemui Erlangga di kantor saat makan siang dengan mengendarai mobilnya Sherliya tiba di kantor Erlangga
Sherliya memasuki lobi kantor megah tersebut dengan perasaan was was namun ia mencoba untuk menyembunyikan perasaannya dan bersikap sesantai mungkin
''Nona Sherliya , anda sudah datang ?''
tiba-tiba suara Robby yang datang menyambutnya yang kini berdiri dihadapannya Sherliya mengangguk pelan atas sambutan sang asisten
''iya, maaf jika aku sudah merepotkanmu ''
ucap Sherliya
__ADS_1
''tidak apa-apa Nona, ini sudah tugas saya, mari ikut saya Tuan Muda sudah menunggu anda sejak tadi''
ungkap Robby
''hemm... baiklah ''
Sherliya berjalan mengikuti Robby menuju ruangan dimana Erlangga berada semua orang nampak menatap kearah Sherliya penuh selidik karena tak biasanya Robby akan menerima tamu wanita dan dibawa kedalam lift khusus yang biasa digunakan CEO mereka
Robby membawa Sherliya ke ruangan Erlangga
''Nona , tunggulah di sini sebentar lagi Tuan Muda akan datang setelah metingnya selesai ''
ucap Robby
''baiklah , aku akan menunggunya terima kasih Tuan Robby ''
ucap Sherliya
''Robby saja Nona , jangan pakai Tuan segala anda adalah calon istri Tuan Muda itu artinya anda adalah atasan saya mulai saat ini ''
tukas Robby
Sherliya terdiam saat mendengar penuturan asisten tersebut tanpa disadari wajahnya berubah memerah karna malu dan juga gugup ia pun memutuskan untuk duduk di sofa ruangan itu
tak berapa lama Erlangga datang dengan tergesa-gesa begitu tau Sherliya telah tiba pria itu segera menyelesaikan metingnya
''maaf, kau harus menunggu lama ''
tiba-tiba suara Erlangga mengejutkan Sherliya yang sedang membaca majalah bisnis yang tersedia di meja sofa yang ia duduki tampak foto Erlangga menghiasi sampul majalah tersebut
Sherliya beranjak dari duduknya dan berdiri dihadapan Erlangga keduanya saling menatap
ucap Sherliya menatap Erlangga dengan memantapkan hatinya, Erlangga menatap Sherliya dengan senyum tipis di wajahnya
''itu hal yang mudah bagiku Sherliya, kau akan menjalankan peranmu sebagai istriku dan lakukan semuanya dengan ikhlas maka kau akan bahagia dengan keputusanmu ini''
ucap Erlangga
''aku tidak tau apakah masih akan ada kebahagiaan untukku El, yang jelas untuk saat ini dan seterusnya aku akan menjalani semuanya dengan ikhlas seperti katamu dan biarkan semua berjalan seperti air yang mengalir ''
lirih Sherliya
Erlangga meraih tangan Sherliya dan mengecupnya gadis itu diam membeku dengan apa yang dilakukan Erlangga jantung Sherliya seperti melompat dari tempatnya kedua kalinya pria tersebut menyentuhnya dengan manis
( oh Tuhan, kenapa dengan hatiku? jantung selalu berdebar dengan kencang saat ia menyentuhku ataupun menatapku ada apa ini ?)
batin Sherliya
''aku pastikan kau tak akan menyesal dengan keputusanmu Sherliya Prameswari dan ku pastikan itu''
Erlangga menatap Sherliya dengan penuh keyakinan
''semoga saja''
Erlangga menarik tangan Sherliya dengan kencang hingga gadis itupun terjerembab kedalam dekapannya Sherliya membulatkan matanya menatap Erlangga dengan terkejut sementara pria itu hanya mengulum senyum simpulnya
tangan Erlangga memeluk pinggang Sherliya dengan erat dan satu tangannya mengelus wajah Sherliya
__ADS_1
''kau mempunyai mata yang indah Sher... ''
gumam Erlangga
Sherliya menahan tubuh Erlangga dengan kedua tangannya di dada bidang pria tersebut keduany saling menatap dan hanyut dalam tatapan masing-masing jantung keduanyapun ikut bertalu saat ini
perlahan Erlangga menundukan wajahnya untuk mencium bibir Sherliya yang mulai memejamkan matanya perlahan saat melihat gelagat Erlangga
dan Erlangga pun berhasil mencium bibir Sherliya ia mendaratkan bibirnya di bibir mungil Sherliya yang diam tanpa meresponnya Erlangga ******* bibir Sherliya dengan merangsek masuk perlahan Sherliya mulai menikmati desakan bibir Erlangga hingga ia pun membuka bibirnyanya dan membiarkan nalurinya yang mengambil alih dirinya
''hey... bernapaslah.... ''
Erlangga melepas pagutan bibirnya , Sherliya membuka matanya entah semerah apa wajahnya kini dengan cepat ia menutupi wajahnya dengan kedua tangannya Erlangga malah tersenyum melihat hal itu ia mengusap bibirnya sendiri dengan ibu jarinya
''First Kiss???''
Erlangga membuka tangan Sherliya yang menutupi wajahnya , Sherliya hanya mengangguk dengan pertanyaan Erlangga
''aku tau dari caramu melakukannya barusan ''
''sudah jangan di bahas''
''tapi aku suka''
''kau suka tapi aku malu , kau pasti akan mengejekku dan meledekku iya kan?''
kesal Sherliya
Erlangga menarik tangan Sherliya hingga gadis itupun kembali jatuh kedalam pelukannya
''aku suka dan aku bahagia itu artinya aku pria pertama dan aku beruntung bisa mendapatkan ciuman pertamamu itu Nona''
bisik Erlangga , Sherliya menatap pria itu seolah tersihir ia kembali jatuh dalam pesona sang Tuan Muda tiba-tiba Robby masuk ke ruangan itu tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu
''Tuan Muda... maaf, saya tidak sengaja''
asisten itu mencoba memalingkan wajahnya saat melihat kemesraan sang Tuan , sementara Sherliya menjatuhkan wajahnya ke dalam pelukan Erlangga karna malu di lihat Robby , Erlangga tersenyum dengan tingkah Sherliya yang malu seperti itu
''tidak apa-apa Rob, karna hari ini aku sedang senang aku memaafkanmu ''
ucap Erlangga
''terima kasih Tuan Muda''
''oh ya aku akan keluar makan siang dengan calon istriku kau handle semua pekerjaanku hari ini''
kembali Erlangga memberikan perintah
''baik Tuan Muda''
Erlangga menarik tangan Sherliya untuk keluar meninggalkan ruangan kerjanya sementara Robby diam mematung melihat sang Bos pergi begitu saja padahal ia juga belum makan siang
( Tuan Muda , kau melupakanku karna Nona sungguh teganya dirimu )
batin Robby
sementara itu kehebohan langsung terjadi di kantor Erlangga saat CEO itu berjalan mengandeng tangan Sherliya keluar dari kantor
__ADS_1
semua karyawan menatap mereka antara kagum namun juga banyak yang histeris dan patah hati terutama karyawan wanita yang selalu memuja dan mengagumi atasan mereka itu kini telah bersama wanita cantik
kasak kusuk pun mulai terdengar diantara para karyawan baik pria maupun wanita