
Waktu berjalan tanpa terasa satu bulan sudah berlalu Erlangga masih tetap dengan sikap dinginnya tak pernah lagi ada senyum yang terlihat di wajahnya ia berubah menjadi pria yang berhati kejam dan juga tanpa perasaan terhadap siapapun
Lawan bisnisnya pun tak berani untuk melawan ataupun berurusan dengan Erlangga karna sekali saja mereka mengusik sang Tuan Muda maka di pastikan Bisnis mereka akan hancur dalam sekejap mata
Dengan kerja keras Erlangga berhasil memperbesar perusahaannya kini yang semakin besar baik di dalam bahkan di luar negara tak jarang ia atau pun Robby akan bulak balik ke luar kota untuk memeriksa semua Bisnisnya
Penampilan Erlangga pun berubah dari yang dulu selalu rapi dengan gaya rambut pendek kini ia merubah penampilannya dengan rambut yang ia biarkan memanjang
Namun ia tetap terlihat mempesona dan semakin terlihat memukau semakin banyak wanita dan gadis yang tergila-gila pada sosok dirinya termasuk Nadia yang sudah tau tentang kematian Sherliya dan bertekad untuk mengambil hati Erlangga kembali
Nadia juga sempat mengunjungi Yola di penjara, Nadia berjanji akan membantu Yola keluar dari penjara jika ia berhasil kembali pada Erlangga
Awalnya Yola ragu mengingat sikap Erlangga namun Nadia berhasil meyakinkan dirinya setidaknya ia masih memiliki secerca harapan
Di lain sisi kondisi Dilla tak ada mengalami perubahan yang signifikan semua tetap sama terkadang Devano sedih dengan kondisi sang adik namun ia berusaha untuk tetap bersemangat dan bertahan
Selama satu bulan itu juga Erlangga tak pernah sekalipun datang untuk mengunjungi Dilla ,Erlangga benar-benar tak mengindahkan pesan yang Sherliya tinggalkan untuk dirinya
Rasa kecewa dan kehilangan membuat Erlangga membenci Dilla dan juga semua yang berhubungan dengan Sherliya
☘️☘️☘️☘️☘️
Malam menjelang saat ini Erlangga tengah berada di apartement miliknya
Setelah kematian Sherliya ia jarang untuk pulang ke Mansion , baginya ia lebih suka sendirian berada di apartement
Seperti biasa Erlangga akan membuat dirinya mabuk dengan meminum Wine ataupun minuman sejenisnya yang ia sediakan beberapa waktu belakangan agar ia bisa beristirahat
Namun ada yang berbeda malam ini ia tidur dalam keadaan gelisah
''Sherliya... sayang...''
''Jangan mendekat...
Sherliya menghindari Erlangga yang ingin mendekatinya
''Tapi kenapa? sayang aku sangat merindukanmu ''
lirih Erlangga
''El, kenapa kau tak memenuhi keinginanku dan kau biarkan aku tersiksa melihatmu ?''
''Apa maksudmu? kau tau aku sangat mencintaimu aku tak akan membiarkanmu bersedih apa yang harus ku lakukan agar kau bahagia?''
__ADS_1
Erlangga perlahan meraih tangan Sherliya nampak gurat kesedihan di wajah Sherliya yang kini mulai berlinang air mata
Erlangga mengusap air mata Sherliya dan berusaha untuk memeluknya erat
''Jangan pergi, jangan tinggalkan aku , aku sangat mencintaimu''
bisik Erlangga
''Aku tidak pergi , aku akan selalu bersamamu selamanya tetap di sisimu meskipun bukan diriku tapi cintaku selalu bersamamu''
Ucap Sherliya dengan menangkup wajah Erlangga dan mengecup kening sang suami
''Aku pergi, jaga dirimu dan Dilla untukku kalian adalah bagian terpenting dalam hidupku''
''Tidak, aku tak bisa... sayang ku mohon jangan pergi... jangan tinggalkan aku... Sherliya... tunggu jangan pergi...
Erlangga dengan berteriak namun Sherliya tetap pergi dihadapannya dalam sekejap
Erlangga terus saja memanggil dan menyerukan namanya hingga ia terbangun dari tidurnya
''Sherliya....
Rupanya semua yang ia alami hanyalah mimpi semata
''Kenapa kau begitu kejam sayang? kenapa...
Erlangga beranjak dari tempat tidur dengan cepat ia meraih mantel dan kunci mobilnya
Malam itu juga Erlangga segera menuju Rumah sakit untuk menemui Dilla
Dengan kecepatan penuh ia melajukan mobilnya tanpa hambatan karna suasana kota malam hari yang sepi
Tak berapa lama Erlangga sampai di rumah sakit dan ia pun segera berlari mencari ruangan dimana Dilla di rawat
Begitu sampai di ruangan Dilla nampak ruangan itu sepi tak ada siapapun hanya ada Dilla yang terbaring dengan berbagai alat yang menopang kehidupannya terpasang disana sini
Erlangga perlahan berjalan menghampiri ranjang Dilla
Ditatapnya gadis yang selama ini ia kenal garang dan juga tangguh itu kini terbaring lemah tak berdaya
Ada sesuatu yang Erlangga rasakan saat melihat Dilla ,rasa sedih , kecewa dan juga benci namun ada sesuatu yang membuatnya tak bisa untuk menghindar dari Dilla saat ini
Perlahan tangan Erlangga terulur di bagian dada kiri Dilla dimana saat ini terdengar dengan jelas detak jantung Dilla sedang berdetak
__ADS_1
Erlangga kembali memejamkan mata teringat pesan Sherliya
Dan saat ini ia bisa mendengar detak jantung Dilla dengan jelas detak jantung Sherliya yang kinu berdetak di dalam tubuh Dilla
''Elang kaukah itu?''
tiba-tiba Devano memasuki kamar Dilla bersama Arya rupanya mereka baru saja dari ruangan Dokter
Erlangga menarik tangannya kembali ia tak ingin Devano dan Arya berpikiran yang macam-macam
''Iya ini aku''
''Kau , penampilanmu berubah setelah beberapa waktu kita tak bertemu''
tukas Devano
Erlangga mengguyar rambut gondrongnya itu ke belakang ia sadar jika Devano mengkritik penampilannya kini
''Apa kabarmu Tuan Muda?''
tanya Arya
''Seperti yang kau lihat aku baik-baik saja , dan kau kenapa bisa ada disini juga ?''
Erlangga menatap Arya dengan seksama untuk apa Arya ada rumah sakit pikirnya
''Dia , selalu kemari selama Dilla koma Arya yang selama ini membantuku menjaga Dilla jika aku tidak ada''
''Apa? tapi kenapa dia?''
Erlangga membulatkan matanya tak percaya dengan yang dikatakan Devano
''Arya dan Dilla sedang menjalin hubungan, wajarkan jika ia menjaga gadis yang ia cintai?''
ucap Devano
Arya, dan Erlangga untuk sesaat saling memandang tanpa sadar tangan Erlangga terkepal entah apa yang kini ia rasakan amarah dan kesal kini menghimpit dan terasa menyesakan dadanya
Devano sekilas melihat perubahan raut wajah Erlangga dengan jelas begitupun dengan Arya , ia hanya mengulas senyum tipis
''Begitu rupanya, maaf kedatanganku mengganggu kalian aku pulang dulu''
Erlangga beranjak untuk segera meninggalkan kamar Dilla dengan perasaan yang kini berkecamuk di hatinya
__ADS_1
Devano dan Arya dibuat terkejut dengan sikap dan kedatangan Erlangga yang tiba-tiba itu